Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    41952 research outputs found

    IMPLEMENTASI MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) MESIN BUBUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PRAKTIK PEMESINAN BUBUT SISWA KELAS XI TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 SURABAYA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh media modul elektronik parameter pemotongan pada mesin bubut untuk memengaruhi hasil pembelajaran dan respon siswa di SMKN 3 Surabaya. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan alur sebagai berikut: mempersiapkan media modul elektronik, yang divalidasi, melaksanakan pre-test dan post-test, mengumpulkan serta menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan memakai desain True Experimental Design.Dengan desain Randomized Pre-test Post-tes Control Group Design, melibatkan dua kelompok, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Partisipan penelitian terdiri dari 56 siswa kelas XI TPM. Pengumpulan data dilakukan melalui soal berbentuk pilihan ganda dengan uraian, yang disajikan dalam format pre-test dan post-test. Data diolah dengan menggunakan metode independent sample t-test dengan perangkat lunak SPSS Statistics. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai kurang dari 0,05, maka H0 dinyatakan ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media modul elektronik parameter pemotongan pada mesin bubut memiliki pengaruh signifikan pada hasil belajar siswa kelas XI TPM. Dengan didukung hasil respon siswa terhadap pembelajaran praktik mesin bubut menggunakan modul elektronik parameter pemotongan mencapai skor 89,6%, Hal ini mengindikasikan bahwa para siswa merespon pembelajaran dengan modul elektronik secara sangat baik.Abstrak Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh media modul elektronik parameter pemotongan pada mesin bubut untuk memengaruhi hasil pembelajaran dan respon siswa di SMKN 3 Surabaya. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan alur sebagai berikut: mempersiapkan media modul  elektronik, yang divalidasi, melaksanakan pre-test dan post-test, mengumpulkan serta menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan memakai desain True Experimental Design.Dengan desain Randomized Pre-test Post-tes Control Group Design, melibatkan dua kelompok, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Partisipan penelitian terdiri dari 56 siswa kelas XI TPM. Pengumpulan data dilakukan melalui soal berbentuk pilihan ganda dengan uraian, yang disajikan dalam format pre-test dan post-test. Data diolah dengan menggunakan metode independent sample t-test dengan perangkat lunak SPSS Statistics. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai kurang dari 0,05, maka H₀ dinyatakan ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media modul elektronik parameter pemotongan pada mesin bubut memiliki pengaruh signifikan pada hasil belajar siswa kelas XI TPM. Dengan didukung hasil respon siswa terhadap pembelajaran praktik mesin bubut menggunakan modul elektronik parameter pemotongan mencapai skor 89,6%, Hal ini mengindikasikan bahwa para siswa merespon pembelajaran dengan modul elektronik secara sangat baik. Kata Kunci : Modul Elektronik, Hasil, pembelajaran, Respon Siswa.      &nbsp

    PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER BERBASIS KAOLIN DAN KAPUR DENGAN RASIO W/S MENGGUNAKAN NAOH 6 MOLAR

    No full text
    Geopolymer mortar is a mortar that uses an alternative binder to replace cement. The growing demand for concrete has led to increased cement production, contributing to global warming. Kaolin and lime are potential materials for geopolymer mortar, with kaolin mainly composed of silica and alumina, and lime containing a high level of calcium. This study explores the impact of using kaolin- and lime-based geopolymer mortar with different water-to-solid (W/S) ratios on its compressive strength and identifies the optimal ratio. The research employed an experimental approach, using W/S ratios as the key parameter. The test specimens were geopolymer mortar cubes made from kaolin and lime with a 6-molar NaOH solution, measuring 5 x 5 x 5 cm. A total of 63 samples were prepared, featuring 7 different W/S mix designs: 0.25, 0.30, 0.35, 0.40, 0.45, 0.50, and 0.55. The findings indicate that the W/S ratio significantly affects the compressive strength, with higher ratios resulting in stronger mortar. The optimal W/S ratio identified in this study is 0.55, achieving the highest compressive strength of 4.79 MPa at 28 days compared to the other ratios.Mortar geopolimer merupakan jenis mortar yang menggantikan semen sebagai pengikatnya. Produksi semen semakin meningkat dikarenakan tingginya permintaan terhadap kebutuhan beton yang akan memiliki dampak pemanasan global. Kaolin dan kapur dapat digunakan sebagai mortar geopolimer. Kaolin memiliki komposisi utama yang terdiri dari silika dan alumina. Kapur memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penggunaan mortar geopolimer berbahan dasar kaolin dan kapur dengan variasi water solid ratio (W/S) pada kekuatan tekan mortar geopolimer, beserta rasio W/S. Penelitian ini dirancang mengggunakan metode eksperimen dengan parameter W/S. Benda uji dalam penelitian ini adalah mortar geopolimer berbasis kaolin dan kapur dengan konsentrasi NaOH 6 Molar yang berukuran 5 x 5 x 5 cm. Terdapat 63 sampel benda uji yang terdiri dari 7 mix design W/S, yaitu 0,25; 0,30; 0,35; 0,40; 0,45; 0,50; dan 0,55. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio W/S berpengaruh terhadap mortar geopolimer, dimana semakin banyak rasio W/S, maka semakin tinggi pula kuat tekan. Rasio W/S terbaik yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 0,55 ditinjau dari kuat tekan tertinggi dibandingkan dengan rasio W/S lainnya dengan memperoleh kuat tekan sebesar 4,79 MPa untuk usia 28 hari. &nbsp

    Perbandingan Kekuatan Dinding Penahan Tanah Corrugated Dan Non Corrugated Concrete Sheet Pile Dengan Ground Anchor: (Studi Kasus Apartment Kyo Society)

    No full text
    An apartment is a tall building where the construction of the basement requires careful attention to the retaining walls. The choice of construction method depends on the soil conditions at the project site. Deep excavations and thick layers of soft soil are suitable for the use of secant pile systems, although this method often requires a longer time for completion and can result in uneven installation. An alternative to the retaining wall system is the use of a sheet pile with the addition of ground anchor. The study planned for two ground anchor to be installed 1 meter apart. The first ground anchor has a length of 17 meters, and the second one is 21 meters. The first ground anchor is capable of withstanding a force of 869.745 kN/m, and the second one can hold a force of 2.012.542 kN/m. With a grouting diameter of 0.3 meters, 9 strands are installed. The maximum moment acting on the sheet pile is 518.13 kN/m, and the profile used is a corrugated concrete sheet pile class W 450-B with a nominal moment of 646.03 kN/m and a wall length of 17 meters.Apartemen merupakan bangunan tinggi yang dimana pelaksanaan konstruksi basement nya perlu memperhatikan dinding penahan tanah.  Pemilihan konstruksi didasari oleh kondisi tanah di lokasi proyek. Kedalaman galian dan tebal tanah soft soil yang dalam cocok jika menggunakan tipe secant pile, namun memerlukan waktu pengerjaan yang lama dan sering kali proses pemasangannya yang tidak merata. Alternatif pemilihan dinding penahan tanah lain yaitu sheet pile dengan penambahan ground anchor. Hasil penelitian ini direncanakan 2 buah ground anchor yang dipasang jarak 1 meter. Panjang ground anchor pertama 17 meter dan 21 meter untuk ground anchor kedua. ground anchor pertama mampu menahan  gaya sebesar 869.745 kN/m dan 2.012.542 kN/m untuk ground anchor kedua. Dengan diameter grouting 0,3 meter dan dipasang 9 strand. Momen maksimum yang bekerja pada sheet pile sebesar 518.13 kN/m dan profil yang digunakan adalah corrugated concrete sheet pile class W 450-B dengan momen nominal 646.03 kN/m dengan panjang dinding 17 m

    Evaluasi Kondisi Perkerasan Jalan Nasional Secara Visual Beserta Rencana Perbaikan dan Anggaran Biaya

    No full text
    The Surabaya-Malang Highway is a national arterial road located in Sidoarjo Regency. This research aims to evaluate the pavement condition using the Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI) methods. The results which will later be used to determine the type of maintenance needed as well as to calculate the budget required for its implementation. The results of research and data analysis indicated that the types of damage observed on the Surabaya-Malang Highway STA 25+600 - 28+800 include alligator cracking, block cracking, edge cracking, longitudinal cracking, transverse cracking, slippage cracking, depressions, patches, potholes, rutting, utility cuts, weathering and raveling. The PCI value indicates that road surface is in very good condition (PCI score of 78 for the Surabaya-Malang direction and 72 for the Malang-Surabaya direction). The SDI value indicates that road surface is in good condition (SDI value of 13,4 for the Surabaya-Malang direction and 22,2 for the Malang-Surabaya direction). The type of maintenance obtained is routine and periodic maintenance with repair methods P2 (Asphalting), P4 (Crack filling), P5 (Hole Patching), and P6 (Leveling). The calculated cost estimate for repairing the damage on the Surabaya-Malang Highway STA 25 + 600 - 28 + 800 amounts to Rp. 829.901.687,38.Jalan Raya Surabaya-Malang merupakan jalan arteri nasional yang terletak di Kabupaten Sidoarjo. Beban lalu lintas yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan pada permukaan perkerasan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kondisi perkerasan jalan melalui metode Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), yang nantinya akan digunakan untuk menentukan jenis pemeliharaan serta perhitungan anggaran biaya penanganannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, ditemukan berbagai jenis kerusakan di Jalan Raya Surabaya-Malang STA 25+600 – 28+800, seperti retak kulit buaya, retak blok, retak pinggir, retak memanjang, retak melintang, retak selip, bergelombang, tambalan, lubang, alur, sungkur, pelapukan dan butiran lepas. Nilai PCI menunjukkan bahwa kondisi perkerasan jalan berada dalam kondisi sangat baik (very good), yaitu dengan rata-rata nilai PCI untuk arah Surabaya-Malang sebesar 78 dan arah Malang-Surabaya sebesar 72. Nilai SDI menunjukkan bahwa kondisi perkerasan jalan berada dalam kondisi baik (SDI < 50), yaitu dengan rata-rata nilai SDI untuk arah Surabaya-Malang sebesar 13,4 dan arah Malang-Surabaya sebesar 22,2. Jenis pemeliharaan yang diperoleh berdasarkan analisa PCI dan SDI adalah pemeliharaan rutin dan berkala dengan metode perbaikan P2 (Pengaspalan), P4 (Pengisian retak), P5 (Penambalan lubang), dan P6 (Perataan). Berdasarkan perhitungan, perbaikan kerusakan di Jalan Raya Surabaya-Malang STA 25+600 – 28+800 memerlukan biaya sebesar Rp. 829.901.687,38

    Kesenjangan sosial ekonomi pasca pandemi covid-19 dan upaya pemulihan di kabupaten Banyuwangi

    Full text link
    This study aims to analyze the post-pandemic socio-economic gap and recovery efforts in Banyuwangi Regency. Using a literature review approach and bibliometric analysis with VOS Viewer, the research identifies the factors contributing to the socio-economic gap in Banyuwangi, as well as the strategies implemented for recovery. The analysis reveals that unequal access to technology, education, and economic resources is a major cause of the gap. On the other hand, recovery efforts focused on developing MSMEs, tourism, rebranding local products such as Banyuwangi batik, and the Banyuwangi Rebound program have played a significant role in reducing the negative impacts of the pandemic. These findings provide valuable insights for the government and economic actors in designing more inclusive policies based on local community empowerment for sustainable recovery

    PENGGUNAAN WAKAMONO KOTOBA PADA FUTSUU MEISHI DALAM MANGA FUUFU IJOU KOIBITO MIMAN VOLUME 1-2 KARYA YUUKI KANAMARU

    Full text link
    that evolves continuously in line with social dynamics. In Japanese society, young people often create new vocabulary known as wakamono kotoba (youth slang). This phenomenon is intriguing to study as it reflects creativity and changes in language usage. Wakamono kotoba frequently appears in popular media such as manga, representing the social life of Japanese youth. This study aims to identify the types of formation and functions of wakamono kotoba within the futsuu meishi (common nouns) category in the manga Fuufu Ijou Koibito Miman by Yuuki Kanamaru. Data were collected using the observation and note-taking technique from character dialogues in the manga, then analyzed using Yonekawa's theory of wakamono kotoba formation and Jakobson's theory of language functions. A total of 30 wakamono kotoba in the futsuu meishi category were identified, classified into five types of formation: word shortening (18 instances), borrowing from foreign languages (6 instances), initialization (2 instances), word blending (3 instances), and reading alteration (1 instance). Additionally, four language functions were found: expressive (11 instances), conative (3 instances), referential (15 instances), and phatic (1 instance). These findings demonstrate how wakamono kotoba reflects the communication culture of Japanese youth and highlights the importance of social context in understanding its meaning. Keywords: pragmatics, wakamono kotoba, futsuu meishi, sociolinguistics   要旨 言語は、社会のダイナミクスに応じて絶えず進化し続けるコミュニケーション手段である。日本社会において、若者はしばしば新しい語彙を創り出し、それは「若者言葉」として知られている。この現象は、言語使用における創造性と変化を反映しているため、研究対象として興味深いものである。若者言葉は、漫画のような若者の日常生活を描写するポピュラーなメディアに頻繁に登場するものである。本研究は、金丸祐基の漫画『夫婦以上、恋人未満』における普通名詞の若者言葉の形成タイプとその機能を明らかにすることを目的としている。データは、漫画内の登場人物の対話から観察および記録の技法を用いて収集され、米川の若者言葉の形成理論およびヤコブソンの言語機能理論を用いて分析されたものである。合計30件の普通名詞の若者言葉が確認され、その形成タイプは以下の5種類に分類される。語の短縮(18件)、外国語からの借用(6件)、頭文字化(2件)、語の混成(3件)、読み方の変更(1件)である。また、言語機能としては、表出的機能(11件)、指令的機能(3件)、指示的機能(15件)、交感的機能(1件)の4種類が確認された。これらの結果は、若者言葉が日本の若者のコミュニケーション文化を反映していること、ならびにその意味を理解する上で社会的文脈の重要性を強調しているものである。 キーワード: 語用論、若者言葉、普通名詞、社会言語

    Analisis Kondisi Fisik Cabang Olahraga Bola Basket Putra Koni Kabupaten Sidoarjo

    Full text link
    Abstrak Bola basket adalah olahraga berkelompok yang terdiri dari dua tim, satu tim terdiri dari lima orang pemain, kedua tim tersebut saling bertanding untuk mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak-banyaknya. Permainan bola basket mempunyai standart internasional yaitu setiap babaknya adalah 10 menit (4x10 menit) dengan istirahat atau rest time out kurun waktu 1 sampai 2 menit perbabak dan memiliki 4 babak atau quarter. Maka dari itu kondisi fisik inilah sangat penting bagi atlet dikarenakan ada beberapa komponen yang penting dalam melakukan cabang olahraga bola basket terutama pada event-event atau bisa disebut dengan pertandingan. Kondisi fisik ini merupakan keadaan fisik dan psikis yang harus dimiliki oleh setiap atlet. Jika seorang atlet akan melakukan pertandingan, maka kondisi fisik sangatlah bereperan penting dalam masa persiapan atlet untuk pertandingan berlansung agar mencapai prestasi yang optimal. Dalam mengupayakan kondisi fisik tersebut maka atlet bisa melakukan tes dan pengukuran. Maka dari hasil tes tersebut pelatih bisa menilai, menganalisis serta mengevaluasi atlet kita agar bisa mencapai target pelatih dalam event-event atau pertandingan bola basket terutama pada pekan olahraga provinsi atau bisa disebut dengan PORPROV.  Kata Kunci: Basket, Kondisi fisik, Tes dan Pengukuran

    REFLEKSI PENGEMBANGAN PRESTASI OLAHRAGA DAYUNG NOMOR DRAGON BOAT

    Full text link
    Dayung adalah salah satu cabang olahraga air yang menggunakan dayung dan perahu sebagai alatnya. Olahraga dayung dapat dimainkan secara beregu maupun individu. Olahraga dayung adalah olahraga yang memiliki intensitas yang tinggi sehingga memerlukan kekuatan fisik (strenght), daya tahan tubuh (endurance), kelentukan (flexibility), serta keseimbangan (agility). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang serta proses Ni Luh Putu Marini Eka Putri sebagai salah satu atlet dayung nomor dragon boat untuk Jawa Timur pada saat persiapan PON XX Papua 2021. Persiapan dilakukan sejak bulan sejak bulan november 2020 hingga oktober 2021. Dengan mengetahui proses latihan atlet tersebut, diharapkan mampu menginspirasi bagi pembaca jurnal ini kedepannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengguna pendekatan ini bertujuan untuk mendeskrisikan perilaku, peristiwa secara terperinci. Dari semua data yang sudah diambil dalam jangka panjang, diharapkan dapat mencetak atlet dengan prestasi yang lebih baik.  Kata Kunci: Dayung, kondisi fisik, PON XX&nbsp

    ANALISIS MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER TARUNG DERAJAT DI SMAN 1 WONOAYU

    Full text link
    Abstrak Beladiri merupakan salah satu jenis olahraga yang digemari oleh generasi muda usia sekolah. Indonesia memiliki beragam jenis beladiri tradisional yang diajarkan di sekolah, salah satunya yaitu tarung derajat. Dalam proses latihan, Tarung Derajat fokus pada optimalisasi kemampuan otot manusia dengan cara latihan fisik dan tidak mendalami ilmu tenaga dalam apalagi ilmu kanuragan dan sejenisnya. Penting bagi generasi muda untuk turut melestarikan dan mengembangkan olahraga beladiri sebagai bentuk pengembangan diri dan prestasi. Namun, beladiri tarung derajat masih kurang diminati dikalangan generasi muda usia sekolah salah satunya di SMAN 1 Wonoayu. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui apa faktor yang mempengaruhi minat siswa terhadap ekstrakurikuler tarung derajat di SMAN 1 Wonoayu. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif, yaitu menggunakan data numerik untuk menganalisis informasi yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket dengan skala likert. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Wonoayu. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS Versi 25. Tingkat minat siswa SMAN 1 Wonoayu  terhadap cabang olahraga tarung derajat mencapai 66% dengan kategori cukup. Faktor yang paling mempengaruhi siswa SMAN 1 Wonoayu  terhadap cabang olahraga tarung derajat adalah faktor aktifitas dengan rata-rata mencapai 16,78 dari 7 faktor yang ada. Angka tersebut menunjukkan persentase sebesar 70% yang artinya tergolong cukup. Kata Kunci: minat siswa; ekstrakurikuler; tarung derajat Abstract Martial arts is a type of sport that is popular with the younger generation of school age. Indonesia has various types of traditional martial arts taught in schools, one of which is tarung derajat. In the training process, Tarung Derajat focuses on optimizing human muscle capacity through physical training and does not delve into the science of internal energy, let alone the science of kanuragan and the like. It is important for the younger generation to help preserve and develop martial arts sports as a form of self-development and achievement. However, martial arts fighting degrees are still less popular among the younger generation of school age, one of which is at SMAN 1 Wonoayu. Therefore, researchers want to know what factors influence students' interest in extracurricular tarung derajat at SMAN 1 Wonoayu. This research is a quantitative descriptive type, namely using numerical data to analyze information presented in descriptive form. The research instrument used was a questionnaire with a Likert scale. The research was carried out at SMAN 1 Wonoayu. The research data obtained was then analyzed using SPSS Version 25. The level of interest of SMAN 1 Wonoayu students in tarung derajat reached 66% in the sufficient category. The factor that most influences students at SMAN 1 Wonoayu towards combat sports is the activity factor with an average of 16.78 out of 7 existing factors. This figure shows a percentage of 70%, which means it is considered sufficient. Keywords: student interest; extracurricular; tarung deraja

    PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN SMAW PADA BAJA ST37 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPAK SEBAGAI MATERIAL BELL CRANK

    Full text link
    Abstrak Pengelasan pada bell crank merupakan proses yang sangat penting karena dilihat dari fungsinya yakni mengkonversi gerak tanslasi dari roda ke dalam gerak translasi dari suspensi akibatnya terjadi beban dan hentakan sehingga harus memiliki struktur yang kuat dan kokoh. Kualitas hasil las dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya arus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen untuk mengetahui nilai kekuatan tarik dan kekuatan impak material setelah dilakukan pengelasan dengan variasi arus 70, 80, dan 90 ampere. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat uji tarik dan alat uji impak. Berdasarkan analisis data pengujian tarik dan impak,maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji tarik variasi arus 90 ampere menghasilkan nilai tarik tertinggi sebesar 435,89 Mpa. sedangkan hasil uji impak tertinggi pada variasi arus 70 ampere dengan nilai impak sebesar 30,15 J/mm². Kata kunci : bell crank baja ST37, las SMAW, Variasi arus, kekuatan tarik, kekuatan impa

    35,952

    full texts

    41,952

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇