E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
Not a member yet
924 research outputs found
Sort by
Perbandingan Daya Dukung Ultimit Tiang Pancang Antara Metode Teoretis Dan Metode Aktual Dengan Konfigurasi Tiang Dan Kedalaman
The soil layers in Banjarmasin are generally soft clay soil, whereas hard soil layers are in the range of 30 to 50 matters below ground level. Therefore, deep foundation is the right alternative to build a stronger and more stable construction. This study aims to determine the comparison value of pile bearing capacity based on theoretical and actual result so it can be used to determine the selection for planning and execution in installation of piles foundation.
The study was conducted at Lambung Mangkurat University (ULM) Campus, Jl. Brigjend H. Hasan Kayu Tangi, Banjarmasin. This study used mini piles size of 20cm x 20cm with vary in length. The type of soil bearing capacity against piles is friction. In theoretical calculation, it used sondir data while in actual bearing capacity it used the result from loading data test at pile B, E, G and I, then all data processed and analyzed by using methods from Davission (1973), Mazurkiewich (1973), and Chin (1970).
The results of the calculation of bearing capacity of the ultimit piles, both theoretical and actual show a very significant difference. A very large difference on pile E4 with a depth of 12 meters of 53,25%, and the smallest difference in pile I with a depth of 12 meters by 15,25%
Pengaruh Posisi, Jumlah Layer Dan Mutu Kayu Terhadap Balok Laminasi Kayu Mahang Dan Kayu Meranti
Reduced forest products cause also reduced of large-dimensional wood that has high quality. One alternative to solve the problem is by doing laminate engineering by combining different quality wooden layers into specific sized beams as desired. The type of wood and the position of layer give effect to the laminate beam capacity. The aim of this research was to find out the flexural capacity (MOR) of Mahang and Meranti wood laminated beams which layers were varied which then the result of the laminated beam was compared with the solid beams. There were 3 types of laminate specimens made with dimension 5x7x76 cm3 which consisted of 7 layers; BL K1 beam consisted of 2 layers of Meranti wood at the top and bottom of the beam and 5 layers of Mahang in the middle; BL K2 beam consisted of 4 layers of Meranti wood at the top and bottom of the beam, and 3 layers of Mahang in the middle; and BL K3 beam consisted of 6 layers of Meranti wood at the top and bottom of the beam and 1 layer of Mahang in the middle. The test results showed that the use of wood of higher specific gravity at the outermost layer has increased the flexural capacity (MOR) and modulus of elasticity (MOE), particularly in laminated beams (Meranti wood and Mahang wood) with the same numbers of layers. Moreover, in same number or greater layer proportion between Mahang and Meranti wood, the result showed the increased of MOR and MOE of laminated beams compared with solid beam that has low specific gravity (Mahang)
Pollution Water Quality Of Any Potential Acid Mine Drainage The Result Coal Mining (Study Case In Patangkep River)
At level pollution in location research the caused of any contamination between the bedrock exposed with air, and water (either water from in location mining although rain water). Metal heavy with be found in accumulation overburden although coal, oxidize with minerals a sulphide of so raises the potential acid mine drainage, the condition talked opportunity occurred pollution water quality. This occurs on Patangkep river, the where content of unsure acided and metal heavy on contained in water. As there is any unsure minerals sulphide that is sulfat acid (SO4); 390,61 mg/l, unsure metal heavy as iron (Fe); 3,10 mg/l, and manganase (Mn); 3,815 mg/l. Than presention value obtained, weather level limits of parameters of coursed. While on the bedrock and layer rock as carbon mudstone, mudstone at parting and roof, as well clay stone raises of any is potential acidity. Be based on result research indicated that status grade water Patangkep river be at class C “soiled medium†this occurs finded be based on parameter chemical (pH and metal heavy)
Pengaruh Penggunaan Bata Merah Dan Bata Ringan Terhadap Dimensi Pondasi Dan Harga Rumah Tipe 54
Keamanan dan kenyamanan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dalam membangun sebuah rumah. Sering terjadi kasus ambruknya rumah yang diakibatkan karena tidak kuatnya struktur rumah. Pemilihan material penyusun dinding menjadi penting diperhatikan karena penurunan struktur pondasi juga diakibatkan beratnya beban dinding. Terutama bangunan rumah pada daerah rawa atau tanah lunak. Bata ringan menjadi bahan baku alternatif dalam pekerjaan pasangan dinding. Perbedaan bentuk, ukuran dan berat pada bata merah dan bata ringan mempengaruhi beban yang ditanggung oleh elemen struktur bangunan seperti balok, kolom dan pondasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh material dinding berupa bata merah dan bata ringan terhadap dimensi struktur bawah/pondasi dan harga untuk rumah tipe 54.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan komparatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana pengaruh material bata merah dan bata ringan terhadap dimensi struktur pondasi. Sedangkan metode komparatif digunakan untuk membandingkan hasil perhitungan harga rumah tipe 54 antara material dinding berupa bata merah dan bata ringan.
Berdasarkan analisis dan perhitungan, pondasi rumah yang pasangan dindingnya menggunakan material bata ringan dimensinya lebih kecil dan harga rumahnya lebih murah dibanding menggunakan material bata merah. Pada penggunaan bata merah harga bangunan rumah Rp 350.964.275. Sedangkan pada penggunaan bata ringan harga bangunan rumah
Rp 304.350.739. Kesimpulannya penggunaan material bata ringan menjadikan harga bangunan rumah lebih murah Rp 46.613,536 (13,28 %) dibanding menggunakan material bata mera
Efektivitas Ordinary Cokriging Dan Kriging Untuk Karakterisasi Potensi Manifestasi Panas Bumi
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi manifestasi permukaan adalah metode geostatistik, dalam hal ini menggunakan metode Ordinary Cokriging (COK) dan Ordinary Kriging (OK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi manifestasi di permukaan sekitar Wayang Windu dengan parameter fisis manifestasi permukaan berupa pH dan konduktivitas serta mengevaluasi hasil estimasi metode COK terhadap metode OK.
Data yang digunakan adalah data primer berupa sifat fisis tanah, yaitu pH dan konduktivitas yang diukur langsung di zona manifestasi permukaan. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa data hasil pemodelan kekasaran permukaan (Roughness) dari Intensitas Hamburan Balik (Back Scattering) citra ALOS PALSAR dengan dua polarisasi, yaitu: HV dan VH. Model variogram yang digunakan untuk kedua parameter adalah struktur bersarang dengan dua struktur model variogram sferikal. Parameter variogram range (a) adalah 900 m untuk skala lokal dan 4000 m untuk skala regional.
Hasil menunjukkan metode COK lebih efektif daripada metode OK yang dapat diketahui dari rata-rata varians estimasi dan regresi linier data hasil estimasi terhadap data lapangan, di mana rata-rata varians estimasi metode COK lebih rendah dari rata-rata varians estimasi metode OK. Estimasi kedua parameter menunjukkan zona potensi mengarah ke utara. Zona manifestasi memiliki karakteristik pH rendah dan konduktivitas yang tinggi
RETRACTED (ditarik) : Penerapan Data Market Query (DMQ) Pada Sistem Penilaian Berbasis Yii Framework
RETRACTED (ditarik)
Following a rigorous, carefully concerns and communication between the publisher and the authors of the article published in Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi to article entitled “Penerapan Data Market Query (DMQ) pada Sistem Penilaian Berbasis Yii Framework†Vol 4, No 2, pp. 95-102, November 2018.
This paper has been withdrawn at the request of the author and has been retracted.
This article has been retracted by the publisher because it was published twice in error ( InfoTekJar: Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan, 3(1), pp.26-31.) during a change in production systems. The publisher apologizes to the authors and readers for the error and any inconvenience caused.Di era digital / teknologi yang sangat pesat saat ini memberikan pengaruh yang besar terhadap manusia di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya adalah penggunaan website yang membuat pekerjaan yang biasa dibuat manual diganti menjadi komputerisasi. Salah satu bidang yang terpengaruh dengan adanya perubahan tekhnologi ini adalah bidang Pendidikan. Salah satu penggunaan tekhnologi pada bidang pendidikan adalah pada bagian penilaian. Namun semakin besar suatu organisasi yang menggunakan suatu website maka semakin banyak pula user yang menggunakan. Hal ini dapat menyebabkan website menjadi semakin lambat karena pada saat akan menampilkan data harus terus membaca data baru yang dimasukkan. Terdapat 3 (tiga) Pemecahan masalah yang penulis jabarkan. Data Mart Query (DMQ) adalah sebuah sistem yang dapat digunakan agar suatu website dapat berjalan dengan lebih cepat, karena hanya membaca data pada last update saja, sehingga tidak akan teelalu lama dalam menampilkan data/informasi yang diinginkan oleh user. dengan menggunakan metode ini akan mendapatkan 3 (tiga) manfaat besar. Sedangkan Yii adalah kerangka kerja (Framework) open source berbasis php yang memiliki kinerja tinggi yang dapat digunakan untuk aplikasi web berskala besar
Analisa Perbandingan Kualitas Biodiesel Dari Minyak Jelantah Berdasarkan Perbedaan Penggunaan Jenis Reaktor
Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan biodiesel dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah serta mengetahui perbedaan penggunaan alat antara reaktor dan panci terhadap kualitas biodiesel. Saat ini ketersediaan minyak jelantah sangat banyak dan hanya dibuang tanpa dimanfaatkan. Minyak jelantah yang digunakan berasal dari limbah minyak goreng bekas minimal dua kali penggorengan.
Pembuatan biodiesel dari minyak jelantah dilakukan dengan proses transesterifikasi dengan dibantu katalis untuk mereaksikannya. Karena minyak jelantah yang dipakai sebagai penelitian hanya 2 kali penggorengan, maka kadar free fatty acids tersebut tidak banyak. Proses transesterifikasi dengan metanol memakai perbandingan antara sodium metoksida dan minyak jelantah. Waktu yang diperlukan untuk proses transesterifikasi adalah 60 menit dengan suhu konstan 65 0C. Alat pereaksi yang digunakan sebagai perbandingan yaitu antara reaktor labu leher tiga dengan panci stainless steel tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara pembuatan biodiesel dengan menggunakan reaktor dengan menggunakan panci. Untuk hasil parameter biodiesel dengan menggunakan kedua alat tersebut juga tidak banyak berpengaruh terhadap kualitas biodiesel itu tersendiri
Perbandingan Antara Organizational Citizenship Behavior Dengan Tingkat Kematangan Dosen. Studi Pada Dosen Politeknik Negeri Banjarmasin
This research aims to find out whether lecturers with different maturity levels have different OCBs. Research was conducted on 120 lecturers of State Polytechnic of Banjarmasin. Data analysis was done descriptively and quantitatively using One Way ANOVA. The analysis shows that OCB differs at different maturity levels, the increase in OCB is proportional to the increase in maturity level
Evaluasi Karakteristik Dan Kapasitas Lahan Parkir Pada Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru
Sebagai pusat pelayanan kesehatan di daerah kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat terutama di kota Banjarbaru. Oleh sebab itu, dibutuhkan fasilitas parkir rumah sakit yang memenuhi dalam menampung kendaraan pengunjung dan karyawan pada rumah sakit tersebut.Meningkatnya jumlah pertambahan pasiendi Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru serta rencana pertambahan jumlah karyawan yang terus bertambah akan berdampak pada areal parkir yang dibutuhkan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik parkir, mengetahui kebutuhan ruang parkir yang ada pada Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru ini dan menghitung prediksi kebutuhan ruang parkir untuk beberapa tahun yang akan datang. Pengambilan data kendaraan pada lokasi studi dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan pencatatan nomor plat kendaraan yang masuk dan keluar selama 6 hari yaitu dari tanggal 24 – 29 Nopember 2017 dengan lama pengamatan selama 10 jam (06:00-16:00) WITA.
Dari hasil evaluasi tersebut, kapasitas parkir roda 2karyawan sebanyak 300 SRP, roda 2 pengunjung 312 SRP dan roda 4 karyawan sebanyak 142 SRP dan roda 4 pengunjung ada 81 SRP. Pada tahun 2017 masih dapat menampung akumulasi puncak dari kendaraan roda 2karyawan sebanyak 289 kendaraan, roda 2 pengunjung ada 305 kendaraan, roda 4 karyawan ada 137 kendaraan dan roda 4 pengunjung ada 79 kendaraan.Indeks parkir maksimum kendaraan roda 2 karyawan sebesar 96%, roda 2 pengunjung sebanyak 98%, roda 4 karyawan sebanyak 96% dan roda 4 pengunjung sebanyak 98%. Menurut perhitungan forecastingpada tahun 2018 yang akan datang sudah mulai jenuh dikarenakan indeks parker sudah mencapai 124,282%, sehingga SRP harus ditambahkan
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Dalam Memilih Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin
In any organization, decision making is considered very crucial. Decision making should be based on the information that is considered important as well. This research attempts to analyze the decision-making factors such as the image, interests, collective decision, availability of employment, facility, price, place and promotion for choosing Business Administration as major choice Polytechnic. This study is also expected to provide some information as the input for all parties who are interested in this crucial problem. The sample used was taken from the students of Business Administration . The questionnaires were distributed to them and then 158 copies of them were analyzed by factor analysis nd regression. Based on the analysis, it was found that there are seven variables considered by students in choosing major department ; facilities and infrastructure, images, promotions, joint decisions, availability of employment, location and request. And from all variables, the variables that have significant influence are joint promotions and decisions. And the joint decision variable is identified as the variable that has the most influence on the decision to choose a study program