E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
Not a member yet
924 research outputs found
Sort by
Pendampingan Pengelolaan Tempat Wisata Taman Hutan Raya Sultan Adam (Mandiangin) Guna Meningkatkan Jumlah Wisatawan
Objek Wisata Taman Hutan Raya (tahura) Sultan Adam (Mandiangin) merupakan taman hutan raya yang berada di dua kabupaten yang berbeda yaitu kabupaten banjar dan kabupaten tanah laut di provinsi kalimantan. Tahura memiliki potensi wisata alam yang luar biasa seperti waduk riam kanan, pulau pinus, pulau bukit batas, Air terjun Surian, ait terjun begugur, bumi perkemahan awang bangkal, situs peninggalan belanda yang bernama benteng belanda serta kawasan ini merupakan kawasan hutan pendidikan UNLAM berdasarkan SK Gubernur No. DA.144/PHT/1980 tanggal 31 desember 1980 dengan luas +2.000 hektar. Potensi pariwisata di tahura merupakan sumber pendapatan yang potensial bagi pemerintah kabupaten maupun bagi masyarakat sekitar.
Saat ini pengunjung tahura sultan adam lebih banyak didominasi oleh wisatawan lokal yang berasal dari wilayah sekitar, hal ini dikarenakan lokasi wisata tahura belum terekspose secara nasional maupun internasional. Saat ini pemerintah provinsi kalimantan selatan telah memiliki website yang mempublikasikan berita terkait tahura akan tetapi berita yang disajikan tidak terkini (up to date) sehingga masyarakat yang akan mencari informasi terbaru harus membuka berbagai website yang memuat informasi tentang tahura sultan adam .
Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu diadakan pengabdian kepada masyarakat berupa penendampingan pengelolaan taman hutan raya dengan mengadakan pelatihan penggunaan dan pengelolaan website sehingga pengelola dapat selalu memperbaharui berita yang ada didalam web dan pengunjung/ wisatawan dimudahkan dalam mencari informasi tentang wisata Taman Hutan Raya Sultan adam Provinsi Kalimantan selatan, dengan ini harapannya jumlah pengunjung objek wisata tahura menjadi meningkat dan berdampak positif bagi pendapatan warga sekitar dan pemerintah kabupaten setempat
Pengaruh Push and Pull Motivations Wisatawan Terhadap Gastro Tourism di Sumatera Barat
ABSTRACK
Gastro-tourism adalah perjalanan rekreasi yang dilakukan semata-mata atau terutama untuk merasakan makanan di suatu wilayah. Gastro-tourism juga disebut sebagai wisata makanan (food tourism) atau wisata kuliner (culinary tourism) sebagai tujuan utama dari kegiatan wisata. Negara dengan budaya kuliner dan keanekaragamannya memanfaatkan hal tersebut untuk memotivasi wisatawan demi meningkatkan kunjungan wisatawan. Motivasi wisatawan dipengaruhi oleh faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor). Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri wisatawan itu sendiri. Sedangkan, faktor penarik adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri wisatawan, biasanya berupa keadaan dari destinasi yang akan dikunjungi. Setiap wisatawan memiliki faktor yang mempengaruhi motivasi yang berbeda dalam melakukan kegiatan wisata. Perbedaan jenis wisata yang dilakukan membuat berbeda pula faktor yang mempengaruhi motivasinya. Salah satunya, wisata kuliner. Sumatera Barat memliki daerah-daerah tujuan wisata kuliner yang potensial.
Jenis penelitian adalah explanatory. Metode penelitian menggunakan kuesioner pada 195 wisatawan domestik yang berkunjung ke Sumatera Barat. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling berdasarkan kriteria tertentu.
Penelitian ini mengukapkan bahwa variabel push motivations ( novelty, sosial) dan pulll motivations ( produk, layanan utama dan layanan pendukung ) secara keseluruhan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap push and pull motivations wisata kuliner di Sumatera Barat. Pada variabel push motivations dimensi sosial. Tidak memberikan pengaruh secara signifikan yang menjadi push motivation wisatawan ke Sumatera Barat. Hal ini mengindikasikan bahwa dimensi sosial bukan menjadi push motivations wisatawan untuk mengunjungi Sumatera Barat. Banyak faktor lain yang yang tidak di teliti dalam penelitian ini yang menjadi push motivations wisatawan berkunjung ke Sumatera Barat.
Kata kunci: Motivasi, push and pull factors dan wisata kuliner 
PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN KAVITASI TURBIN REAKSI
Kerusakan pada suatu turbin dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, diantaranya kerusakan pada turbin karena kavitasi pada permukaan sudu-sudunya akibat adanya perbedaan tekanan antara tekanan hisap dan tekanan air dari tinggi jatuh air. Kesalahan perhitungan terhadap posisi letak atau lokasi penempatan turbin dapat saja terjadi dan akan mengakibatkan terjadinya kavitasi ini. Letak dari turbin harus berada pada lokasi yang tepat agar terhindar dari kavitasi. Jika turbin diposisikan diatas ketinggian dari permukaan tekanan isap maka kavitasi akan terjadi, oleh karena itu letak dari turbin harus pada posisi berada di bawah dari permukaan tekanan isap. Perhitungan pada hukum Bernoulli berlaku pada kondisi ini dan dapat dilakukan proses perhitungan untuk mendapatkan hasil yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan merancang suatu aplikasi (Engineering Software) yang akan mempermudah teknisi maupun praktisi dalam menghitung ketinggian permukaan turbin terhadap tekanan hisap yang dihasilkan pada saluran sehingga akan menghindari terjadinya kesalahan letak dari turbin yang dapat berakibat terjadinya kavitasipada turbin
RANCANG BANGUN CATU DAYA CADANGAN BERKAPASITAS 100 Ah / 12 V UNTUK LABORATORIUM OTOMASI INDUSTRI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang catu daya cadangan untuk dapat mencadangkan energi listrik otomatis industri dari laboratorium dan mencari tahu berapa lama catu daya cadangan tangguh saat mencadangkan energi listrik otomatis industri. Perangkat elektronik yang digunakan untuk mengubah tegangan DC (arus searah) menjadi tegangan AC (alternating curent) adalah inverter. Tujuan dari tes ini adalah untuk membandingkan hasil ketepatan material pada panel catu daya cadangan dengan hasil pengukuran dari alat ukur yang digunakan, dan untuk mengetahui berapa lama kapasitas baterai untuk mendukung pasokan energi listrik ketika PLN sumber listrik padam. Hasil pengujian ketahanan catu daya cadangan dalam mencadangkan sumber energi listrik inverter dapat bertahan selama 2 jam dengan menggunakan baterai 100 Ah 12 Volt untuk beban dalam bentuk 5 perangkat PC dan 5 modul PLC yang ditenagai oleh 700 Watt. Selama pengujian, hasil menunjukkan bahwa selama 2 jam penurunan tegangan pada inverter adalah 14 V, penurunan tegangan pada baterai adalah 14 V. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah pengukur frekuensi, voltmeter, pengukur, dan lampu indikator berfungsi dengan baik
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KONTROL INFUS DENGAN PENERAPAN INTERNET of THINGS (IoT) BERBASIS ANDROID
Infusion is considered a vital device for health which in certain condition, it serves for substituting liquid loss and balancing the body’s electrolyte. Therefore, a system for monitoring and controlling the condition of infusion from far areas in the real time is required. Building such system needs some sensor components among others photodiode for monitoring the droplets of infusion, load cell for monitoring the weight of infusion bottle, RGB sensor TCS34725 for monitoring the clogging of blood, and Wi-Fi module esp8266 for applying the concept of Internet of Things in the system. The results of testing this control system got the accuracy by 80% and the manual accuracy was 70%. Thus, the accuracy difference between manual and system was 87.5%. Meanwhile, the success level of data delivery in this monitoring system was 90%. In conclusion, the value showing the difference of accuracy levels indicated that the control system could stabilize infusion droplets. Moreover, the success of data delivery demonstrated that the sensor of monitoring system implementing Internet of Things could run well.Infus adalah suatu piranti kesehatan yang dalam kondisi tertentu digunakan untuk menggantikan cairan yang hilang dan menyeimbangkan elektrolit tubuh. Dengan kondisi tersebut diperlukan adanya sistem monitoring dan kontrol jarak jauh untuk memantau kondisi infus secara real time. Untuk membangun sistem tersebut diperlukan beberapa komponen sensor seperti photodioda untuk monitoring tetesan infus, loadcell untuk monitoring berat botol infus, RGB sensor TCS34725 untuk monitoring penyumbatan darah serta modul Wi-Fi esp8266 untuk menerapkan konsep internet of things pada sistem tersebut. Dari hasil pengujian sistem kontrol didapatkan tingkat keakuratan sistem sebesar 80% dan tingkat keakuratan manual sebesar 70% dengan tingkat keakuratan selisih antara manual dan sistem sebesar 87,5% sedangkan tingkat keberhasilan pengiriman data pada sistem monitoring sebesar 90%. Dengan nilai tingkat keakuratan selisih tersebut sistem kontrol dapat menstabilkan tetesan infus, sedangkan dengan nilai tingkat keberhasilan pengiriman data tersebut, sensor pada sistem monitoring dengan penerapan internet of things berjalan dengan baik
Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan Pada PT HM Sampoerna Tbk
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT HM Sampoerna Tbk dengan metode Economic Value Added dan Market Value Added. Peneliti menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan periode tahun 2010-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan Economic Value Added didapat bahwa kinerja keuangan perusahaan berada di atas standar penilaian ini berarti bahwa perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT HM Sampoerna Tbk dengan metode Economic Value Added dan Market Value Added. Peneliti menggunakan data sekunder mampu menciptakan nilai tambah ekonomis. Perhitungan kinerja keuangan dengan metode Market Value Added menunjukkan kinerja keuangan yang sudah cukup baik untuk setiap tahunnya.This research aims to determine the financial performance of PT HM Sampoerna Tbk with the method of Economic Value Added and Market Value Added. Researchers use secondary data in the form of financial statements for the period 2010-2016. The results showed that the measurement of financial performance by using Economic Value Added found that the company's financial performance is above the standards of this assessment means that the company is able to create economic value-added. The calculation of financial performance by Market Value Added method shows financial performance which is good enough for every year
Pengaruh Supervisi, Kemampuan Kognitif, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kemampuan Adaptasi Karyawan
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses merger adalah bagaimana karyawan dapat beradaptasi dengan suasana organisasi baru hasil merger. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Supervisi, Kemampuan Kognitif, dan Komitmen Organisasi terhadap Kemampuan Adaptasi Karyawan. Desain penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan alat analisis statistic menggunakan multiple regreesion. Unit analisisnya adalah karyawan perusahaan yang dipertahankan dari sebuah proses hasil merger. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan, supervise, kemampuan kognitif dan komitmen organisasi merupakan factor penentu yang signifikan atas perubahan kemampuan adaptasi karyawan. Selain itu, penelitian ini memperlihatkan bahwa secara parsial, Kemampuan Kognitif dan Komitmen Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Adaptasi Karyawan. Sementara itu, supervisi tidak menunjukan adanya pengaruh yang signifikan
Account Representative “Dua Kaki Yang Berdiri Di Dua Perahu†Dalam Rangka Pencapaian Target Penerimaan Pajak Tahun 2018 (Studi Kasus Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara)
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan penerimaan Negara adalah dengan memaksimalkan penerimaan yang berasal dari pajak. Untuk itu, Menteri Keuangan membuat peraturan-peraturan perpajakan yang salah satunya adalah dengan membuat account representative pada kantor pelayanan pajak. Account representative tersebut diharapkan dapat membantu program intensifikasi-ekstensifikasi perpajakan yang sedang dilaksanakan oleh Dirjen Pajak.
Tujuan penelitian ini yang merupakan evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan tugas Account Representative sebagai salah satu bentuk reformasi perpajakan dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak tahun 2018 (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gresik Utara).
Hasil evaluasi penelitian ini adalah Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya meningkatkan reformasi menuju pelayanan dan pengawasan pajak yang prima. Untuk itulah Direktorat Jenderal Pajak menggerakkan Account Representative (AR) profesional menjadi salah satu cara yang saat ini paling efektif untuk dikembangkan. AR merupakan mitra penghubung antara Ditjen Pajak dengan wajib pajak. Semenjak didampingi AR, Wajib Pajak merasa mudah dalam menyelesaikan pembayaran berbagai jenis pajak. Untuk itulah, Ditjen Pajak nantinya akan menyediakan seorang AR bagi setiap Wajib Pajak. Harapannya, keberadaan AR dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan wajib pajak terhadap kinerja salah satu lembaga pemerintah ini, dalam rangka pencapaian target penerimaan pajak secara optimal
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN ALTERNATIF DESAIN ANTARMUKA E-CAMPUS STIKOM AMBON
E-Campus is a support media of administration and academic activities system that used to improve the effectiveness and efficiency of campus activities. However, e-Campus is created and developed by the public to meet the needs in general, which means it is not created to the specific needs of the campus that impact on campus administration and academic activities such as unused features or those that unrelated to campus activities. Furthermore, for students and lecturers, there are parts of the form that are not complete, and so forth. Evaluation with e-Campus system is done by multi method which consist of usability test, that is observing respondent difficulties in utilizing function / e-Campus feature specifically, and system usability scale to assess system as a whole. The results show that none of the scenarios were successfully resolved without help (hint). The completion rate for tasks 13 and 18 is 0% of all users and furthermore, not all tasks were completed on time. The main problem lies in the page view, toolbar, navigation system and incomplete pages. The e-campus prototype was built based on Shneiderman’s 8 Golden Rules of Interface Design with considerations on inputs from the evaluation processE-Campus adalah sebuah media pendukung sistem administrasi dan kegiatan akademis yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan kampus. Namun, e-Campus dibuat dan dikembangkan oleh pihak publik untuk memenuhi kebutuhan secara umum, yang artinya tidak dibuat untuk memenuhi semua kebutuhan kampus secara spesifik yang berdapampak pada kegiatan administrasi dan akademik kampus seperti fitur-fitur yang tidak terpakai, tidak berhubungan dengan kegiatan kampus. Lebih lanjut lagi, bagi mahasiswa dan dosen, terdapat bagian formulir yang tidak lengkap, dan lain sebagainya. Evaluasi pada sistem e-Campus dilakukan dengan menerapkan multi metode yang terdiri dari uji usability dengan mengamati kesulitan responden dalam memanfaatkan fungsi/fitur e-Campus secara khusus dan juga system usability scale untuk menilai sistem secara menyeluruh. Hasil menujukkan tidak satupun skenario yang berhasil diselesaikan tanpa bantuan (hint). Lebih lanjut completion rates untuk task 13 dan 18 adalah 0% dari jumlah pengguna. Selain itu, semua task diselesaikan peserta tidak on-time. Permasalahan utama terdapat pada tampilan halaman, toolbar, sistem navigasi, dan juga halaman yang tidak lengkap. Selanjutnya, prototipe e-camapus dibangun berdasarkan Shneiderman’s 8 golden rules of interface design rules shneiderman dan mempertimbangkan masukan dari tahapan evaluasi
Analisis Perbandingan Biaya Penggunaan Perancah Kayu Galam Dan Perancah Besi (Scaffolding)
A scaffolding is a construction helper on building construction work. The scaffolding is made when the building work occupies a height of more than 2 meters and can not be reached by the workers. Because of the availability of galam wood in Banjarmasinis increasingly rare, thus the search for alternative material for scaffolding that is more durable, easier to get and can be used repeatedly is necessary to conduct. One of them is iron scaffolding. This research calculated and compared the cost of using galam wood scaffolding and iron scaffolding in the purchase price and rental price to find out which type of scaffolding is more economical to use.
The method used in this research was descriptive method and comparative method . The locations of data retrieval were on the construction of Central Bureau of Statistics Office (BPS) South Kalimantan Province on Jl Trikora Banjarbaru and 3-storey building on Jl. Banua Anyar Banjarmasin.
Based on the calculation in the area of 1m2 the cost of galam wood scaffolding work of Rp. 147,057,81, -, the iron scaffolding work in rental price of Rp. 201,033,81 and the cost of iron scaffolding in the purchase price of Rp. 2,214,161,06 obtained. These results showed that the cost of galam wood scaffolding work 26.85% cheaper than the iron scaffolding in the rental price and 15 times the cost of iron scaffolding in the purchase price.
Keywords Galam Wood Scaffolding, Iron Scaffolding, Budget Planning (RAB), Rental Price, Purchase Pric