E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
Not a member yet
    924 research outputs found

    Analisis Likuiditas, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI

    Get PDF
    This study was conducted to determine how the effect of liquidity as measured by the Quick Ratio, profitability as measured by Net Profit Margin, and Firm Size on Profit Changes. The type of data used is secondary data obtained from the publication of performance summaries listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX). The population in this study are manufacturing companies in the consumer goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2020, totaling 37 companies. The sampling technique used is purposive sampling which is then obtained as many as 25 samples of companies. The data analysis technique in this study is multiple linear regression analysis with a 5% confidence level. The results showed that the variables of profitability and firm size had a significant effect on changes in earnings, while the liquidity variables had no significant effect on changes in profits. Based on the results of the F test, it is known that all independent variables simultaneously have a significant effect on changes in earnings.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh likuiditas yang diukur dengan Quick Ratio, profutabiltas yang dikur dengan Net Profit Margin, Price Earning Ratio dan Ukuran Perusahaan  terhadap Perubahan Laba. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi ringkasan kinerja tercatat di Indonesian Stock Exchange (IDX). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor barang konumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun yang berjumlah 37 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampel yang kemudian didapatkan 25 sampel perusahaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan tingkat kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NPM, dan Size berpengaruh signifikan terhadap Perubahan Laba, sedangkan variabel QR dan DER tidak berperaruh signifikan terhadap perubahan Laba. Berdasarkan hasil uji F diketahui bahwa variabel semua variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba

    Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Umkm Kain Sasirangan Studi Kasus Pada Toko Abg Sasirangan Banjarmasin

    No full text
    UMKM kain sasirangan di kota Banjarmasin mengalami dampak yang cukup parah selama pandemi Covid-19 ini. UMKM kain sasirangan seperti toko ABG Sasirangan yang proses penjualannya masih konvensional (penjualan dilakukan di toko saja) menjadi sepi pengunjung pada saat diberlakukannya PSBB. Oleh karena itu pada masa pandemi ini pengrajin kain sasirangan mengalami penurunan omset penjualan dan permintaan kain sasirangan menurun drastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan Sistem Informasi Penjualan pada UMKM Kain Sasirangan Studi Kasus Pada Toko ABG Sasirangan Banjarmasin. Dengan adanya sistem informasi penjualan ini proses jual beli tetap dilakukan dengan cara berbelanja dari rumah, anjuran pemerintah untuk tetap dirumah dan membatasi interaksi sosial bisa tetap dipatuhi.             Penelitian ini menerapkan jenis penelitian terapan (applied research), jadi sistem informasi (SI) penjualan berbasis web diaplikasikan di Toko ABG Sasirangan Banjarmasin. SI penjualan ini mampu menangani proses penjualan secara daring. Pelanggan hanya perlu  mengakses web toko ABG Sasirangan untuk bisa melihat-lihat barang dan membeli kain sasirangan tanpa harus datang secara langsung ke toko.  Sistem informasi ini juga dapat menyediakan laporan stok barang dan laporan transaksi penjualan yang memudahkan pemilik toko untuk melakukan pendataan

    Evaluasi Kesuksesan Penerapan Sistem Informasi di LPPM STMIK STIKOM Indonesia

    Get PDF
    Information systems that have been developed and used need to be evaluated. Measuring the success of the application of an information system must take into account at least four parameters, namely the individual who uses it, the organization where individuals interact, the information the system presents, and the information technology itself. This study also examined whether there is a direct correlation between user experience and organizational support for net benefits. This research was carried out in three stages, from the preparation, data collection, to data analysis and reporting. Based on the results of testing the research hypothesis, only one hypothesis was accepted (significant), namely the relationship between the quality of information systems, the use of information systems, user satisfaction and net profits. Based on the results of testing and discussion, the application (sitasi) is still not fully successful. There are several obstacles found in its operations, both in terms of system quality, information quality, and the quality of citation servicesSistem informasi yang telah dikembangkan dan digunakan perlu dievaluasi kualitasnya. Pengukuran keberhasilan penerapan sebuah sistem informasi minimal harus memperhatikan empat parameter, yaitu individu yang menggunakan, organisasi tempat individu saling berinteraksi, informasi yang disajikan sistem, dan sistem/teknologi informasi itu sendiri. Pada kajian ini juga diuji apakah terdapat korelasi langsung antara pengalaman pengguna dan dukungan organisasi terhadap keuntungan bersih. Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu mulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, sampai pada analisis data dan pelaporan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian, hanya satu hipotesa yang diterima (signifikan), yaitu hubungan kualitas sistem informasi, penggunaan sistem informasi, kepuasan pengguna dan keuntungan bersih. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, penerapan sitasi masih belum sukses sepenuhnya. Terdapat beberapa kendala yang ditemukan dalam operasionalnya, baik dari aspek kualitas sistem, kualitas informasi, maupun kualitas layanan sitasi

    Uji Validitas Dan Relibilitas Instrumen Pengukuran Implementasi E-Learning Terhadap Kepuasan Pengguna Pada Masa Pandemi COVID 19 Di Lingkungan Politeknik Negeri Banjarmasin

    Get PDF
    Pelaksanaan kuliah secara daring memerlukan persiapan dan dukungan sumber daya yang memadai antara lain pertama adalah Software atau tools yang digunakan dalam perkuliahan daring, dimana Poliban memiliki elearning yang bisa dimanfaatkan atau bisa menggunakan tools lainnya. Kedua Hardware atau perangkat computer dengan spesifikasi yang diperlukan salah satunya ada kamera yang digunakan untuk video conference, dan yang sangat penting adalah koneksi jaringan internet yang stabil. Oleh karenanya jika minimal tiga hal tersebut dapat terpenuhi, maka perkuliahan secara daring dapat terlaksana dengan baik. Akan tetapi dalam realitanya ada beberapa masalah yang dihadapi baik oleh dosen maupun mahasiswa terutama terkait sinyal jaringan internet yang kurang stabil, sehingga pelaksanaan kuliah daring tidak dapat berjalan maksimal. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pengguna dibutuhkan suatu instrument pengukuran implementasi E-learning terhadap kepuasan pengguna. Dalam pembuatan suatu model instrument yang baik diperlukan suatu pengujian untuk memastikan bahwa indicator yang digunakan dalam instrument yang digunakan  valid dan dapat dipercaya dan memiliki tingkat reliabilitas yang baik Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan di atas maka penelitian kali ini akan melakukan pengujian instrument dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dimana dalam proses analisisnya digunakan kerangka kerja penerapan Partial Least Square (PLS) di dalam SEM yang merupakan sebuah model statistik yang memberikan perkiraan perhitungan dari kekuatan hubungan hipotesis di antara variabel dalam sebuah model teoritis Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari instrumen pengukuran implementasi e-learning pada kepuasan pengguna di politeknik negeri Banjarmasin mendapatkan nilai loading factor   di atas 0,5 terhadap konstruk yang dituju, hasil ini menunjukkan bahwa indikator yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah valid atau telah memenuhi convergent validity, selanjutnya berdasarkan uji reliabilitas menunjukan bahwa nilai composite reliability untuk semua konstruk adalah di atas 0,7 yang menunjukkan bahwa semua konstruk pada model yang diestimasi memenuhi kriteria discriminant validity. Nilai composite reliability yang terendah adalah sebesar 0,837 pada konstruk Kualitas Sistem, hal ini menunjukkan bahwa instrumen uji menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik, atau dengan kata lain data hasil angket dapat dipercaya.Implementation of online learning requires adequate preparation and support of resources, first is the software or tools used in online lectures, where Poliban has e-learning that can be used or can use other tools. Both hardware or computer equipment with the required specifications, one of which is a camera used for video conferencing, and what is very important is a stable internet network connection. Therefore, if at least these three things can be fulfilled, then online lectures can be carried out well. However, in reality, there are several problems faced by both lecturers and students, especially related to the unstable internet network signal, so that the implementation of online lectures cannot run optimally. To find out the problems faced by users, a measurement instrument for the implementation of E-learning on user satisfaction is needed. In making a good instrument model, a test is needed to ensure that the indicators used in the instrument used are valid and reliable and have a good level of reliability. Based on the problems mentioned above, this research will conduct instrument testing using validity tests and reliability tests where in the analysis process a Partial Least Square (PLS) application framework is used in SEM which is a statistical model that provides an approximate calculation of strength. hypothetical relationships among variables in a theoretical model The results of the research that have been carried out show that the results of the validity test of the instrument for measuring the implementation of e-learning on user satisfaction at the Banjarmasin state polytechnic get a loading factor value above 0.5 on the intended construct, these results indicate that the indicators used in this study are valid. or has met convergent validity, then based on the reliability test it shows that the composite reliability value for all constructs is above 0.7 which indicates that all constructs in the estimated model meet the criteria for discriminant validity. The lowest composite reliability value is 0.837 in the System Quality construct, this shows that the test instrument shows a good level of reliability, or in other words, the questionnaire results can be trusted

    Implementasi Iterative Dichotomiser 3 (ID3) Untuk Penentuan Kelayakan Pemberian Kredit Pada PT.BPR Ploso Saranaartha Jombang

    Get PDF
    PT. BPR Ploso Saranaartha Jombang has several problems that often arise regarding to the provision of credit to debtors. At present the bank is still giving credit to its customers by selecting debtors, there is no systematic procedure in determining whether a customer is eligible for credit or not. This is what causes a lot of bad credit that can harm the bank. Iterative Dichotomiser 3 (ID3) algorithm can be used to solve this case. In completing it, ID3 will do a data preprocessing process first, which aims to discard data that is not important to get the data that is needed. After that ID3 will form a decision tree based on the rules generated. Each root node in a decision tree is formed based on the rules generated. Each root node in a decision tree is formed based on the largest gain value of each input attribute. In calculating this algorithm, a sufficient dataset is needed to use the training process. The dataset used for this training process is 300 data records consisting of 272 data with good collectability and 28 data with bad collectability. There is also data that will be used for the testing process totaling 20 new customer data records consisting of 8 data with bad collectability and 12 data with good collectability. In the trials that have been carried out on the dataset produced 10 rules. After the data testing, the output with 88, 51% accuracy is produced. This means that from 300 data records that have been trained, they can cover 19 data from 20 testing data records.Pada PT. BPR Ploso Saranaartha Jombang terdapat beberapa permasalahan yang kerap muncul mengenai pemberian kredit pada debitur. Saat ini bank tersebut memberikan kredit kepada nasabahnya masih dengan cara seleksi debitur, belum ada prosedur secara sistematis dalam menentukan apakah suatu nasabah tersebut layak diberikan kredit atau tidak. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya kredit macet yang dapat merugikan pihak bank.. Algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID3) merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus ini. Dalam penyelesaiiannya nanti ID3 akan melakukan proses preprocessing data terlebih dahulu yang bertujuan untuk membuang data-data yang tidak penting guna mendapatkan data yang benar-benar dibutuhkan. Setelah itu ID3 akan membentuk sebuah pohon keputusan berdasarkan rules yang dihasilkan. Setiap root node dalam sebuah pohon keputusan terbentuk berdasarkan nilai gain terbesar dari tiap-tiap input atribut. Dalam perhitungan algoritma ini diperlukan sebuah dataset yang cukup untuk digunakan proses training. Dataset yang digunakan untuk proses training ini berjumlah 300 record data yang terdiri dari 272 data dengan kolektibilitas lancar dan 28 data dengan kolektibilitas macet. Terdapat pula data yang akan digunakan untuk proses testing berjumlah 20 record data nasabah baru yang terdiri dari 8 data dengan kolektibilitas macet dan 12 data dengan kolektibilitas lancar. Dalam uji coba yang telah dilakukan terhadap dataset menghasilkan 10 rules. Setelah dilakukan proses testing atau pengujian terhadap data testing dihasilkan output dengan tingkat keakurasian 88,51%. Artinya dari 300 record data yang telah ditraining dapat meng-cover 19 data dari 20 record data testing

    Penerapan Metode Klustering Fuzzy C-Means Untuk Penentuan Peminatan Pemilihan Jurusan Pada Sekolah Menengah Tingkat Atas

    Get PDF
    Determination of majors for students in accordance with the weight of knowledge conditions or commonly referred to as determining student majors in the high school environment is determined by the understanding of learning in understanding knowledge which is supported by elements of specialization, because the scientific character is proportional to the same properties of the object pursuing the science. With this assumption, someone who studies a science will be able to deepen it if he has pleasure in what he is studying. Pleasure with something being learned can affect the quality of student learning outcomes in certain scientific fields of study. It can be said that the focus on a material being studied, students will learn more comfortably and achieve a better understanding so that the weight of the knowledge learned will be achieved [1]. The process of determining the majors is held to select and classify the same students' abilities in one education department according to the field taken. This is done so that there is an adjustment to the students' interests and abilities in the desired field of majors, so that it is expected to provide comfort in learning and affect the achievement of understanding and student learning achievement. The formation of data grouping is one of the methods or methods used in parsing uniform patterns in data. Grouping analysis is the process of sorting data in a group into several groups whose data similarity in one group is greater than the similarity of the data to data in other groups [4]. A method that is often used in data set grouping is the use of the clustering algorithm [5]. There are many data clustering algorithms, one of which is frequently used, namely Fuzzy C-Means. The K-Means clustering method is not appropriate to use to classify students based on the similarity of academic abilities in the process of determining majors according to the provisions of the Ministry of National Education. Of the 42 examples, some of the data are 10 Banjarmasin Public Senior High Schools 13 which will be grouped into 3 groups based on the similarity in the value of 10 core majors. The difference between the results of clustering student data manually (based on the provisions used in SMA 13 Banjarmasin) with the results of the K-Means algorithm clustering is due to (a) the K-Means algorithm performs student data clustering based on similar data patterns (scores) in groups that are which has been set, and is not tied to a certain rule or variable values. (b) The student clustering method used in SMA 13 Banjarmasin in determining majors is grouping students based on the similarity of values ​​in predetermined groups, but tied to a certain rule or variable value, namely the minimum standard value (minimum completeness criteria value / KKM). ) to belong to a certain group.Penentuan jurusan untuk siswa sesuai dengan kondisi bobot pengetahuan atau biasa disebut dengan penentuan jurusan siswa di lingkungan SMA ditentukan oleh pemahaman pembelajaran dalam memahami pengetahuan yang didukung oleh unsur-unsur peminatan, karena karakter keilmuan sebanding dengan sifat yang sama dari obyek yang menekuni keilmuan tersebut. Dengan asumsi tersebut seseorang yang mendalami suatu keilmuan akan dapat mendalaminya apabila mempunyai kesenangan terhadap apa yang sedang dipelajarinya. Rasa senang akan sesuatu yang dipelajari dapat mempengaruhi mutu capaian hasil belajar siswa dalam keilmuan bidang studi tertentu.  Hal ini dapat dikatakan bahwa fokus terhadap suatu materi yang dipelajari, siswa akan belajar lebih nyaman dan mencapai pemahaman yang lebih baik sehingga akan tercapai bobot keilmuan yang dipelajari [1]. Proses penentuan jurusan diadakan untuk memilih dan mengklasifikasikan kemampuan siswa yang sama dalam satu jurusan Pendidikan sesuai bidang yang ditempuh. Hal ini dilakukan agar adanya penyesuaian terhadap peminatan dan kemampuan siswa dalam bidang jurusan yang diinginkan, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam belajar dan berpengaruh dalam pencapaian pemahaman dan prestasi siswa belajar. Pembentukan pengelompokan data merupakan salah satu metode atau cara yang dipakai dalam mengurai pola yang seragam dalam suatu data. Analisa pengelompokan merupakan proses memilah-milah data dalam suatu kelompok ke dalam beberapa kelompok yang kemiripan datanya dalam suatu kelompok lebih besar daripada kemiripan data tersebut dengan data dalam kelompok lain[4]. Suatu cara yang sering dipakai dalam pengelompokan data set yaitu dengan pemakaian algoritma Clustering [5].  Terdapat banyak algoritma klastering data, salah satu yang sering dipakai yaitu Fuzzy C-Means. Metode klastering K-Means kurang tepat digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan kesamaan kemampuan akademisi dalam proses penentuan jurusan menurut ketentuan Departemen Pendidikan Nasional. Dari 42 contoh sebagian data 10 Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Banjarmasin yang  akan dikelompokkan dalam 3 kelompok  berdasarkan kesamaan nilai 10 mata pelajaran inti penjurusan. Perbedaan hasil pengklasteran data siswa secara manual (berdasarkan ketentuan yang di gunakan di SMA 13 Banjarmasin) dengan hasil pengklasteran algoritma K-Means disebabkan karena (a) Algoritma K-Means melakukan pengklasteran data siswa berdasarkan kemiripan pola data (nilai) dalam kelompok-kelompok yang yang telah ditetapkan, dan tidak terikat pada suatu aturan atau nilai-nilai variabel tertentu. (b) Metode pengklasteran siswa yang digunakan di SMA 13 Banjarmasin dalam penentuan jurusan yaitu mengelompokkan siswa berdasarkan kesamaan nilai dalam kelompok-kelompok yang telah ditetapkan, tetapi terikat pada suatu aturan atau nilai variabel tertentu, yaitu nilai standar minimum (nilai Kriteria Ketuntasan Minimum / KKM) untuk masuk pada kelompok tertentu

    Perancangan Service Catalogue Pada Layanan IT Di Industri Pulp and Paper Divisi Teknikal Dokumen Kontrol Berdasarkan Framework ITIL Versi 3

    No full text
    IT services are one of the important factors in business operations in the technical document control division. The document control technical division is a division that has a vital role in supporting the construction, production and maintenance processes. This study aims to design a service catalog management using the ITIL V3 framework. The stages in designing this catalog are problem identification, data collection, data analysis, domain mapping based on the ITIL version 3 framework, domain determination, and e-catalog management design. And this research produces an e-catalog management application that contains information about the service descriptions in the technical division of document control and management of incidents that occur.Layanan IT adalah salah satu faktor penting dalam operasional bisnis yang ada pada divisi teknikal dokumen kontrol. Divisi teknikal dokumen kontrol adalah salah satu divisi yang memiliki peran vital dalam mendukung proses construction, production dan maintenance. Penelitian ini bertujuan untuk merancang service catalogue management dengan menggunakan framework ITILV3. Tahapan dalam perancangan katalog ini berupa identifikasi masalah, pengumpulan data, analisa data, pemetaan domain berdasarkan framework ITIL versi 3, penetapan domain, dan perancangan e-catalog manajemen. Dan penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi manajemen e-catalog manajemen yang berisi informasi tentang deskripsi layanan yang ada di divisi teknikal dokumen kontrol serta manajemen pengelolaan insiden yang terjad

    REVIEW DESAIN PERKERASAN JALAN RAYA III KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    No full text
    Jalan merupakan prasarana darat yang berpengaruh besar terhadap perkembangan suatu wilayah. Jalan Ray III berada di Kabupaten Pulang Pisau lokasi  dalam kota, ibu kota Kabupaten. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif dari Provinsi Kalimantan Tengah menuju Provinsi Kalimantan Selatan juga sebaliknya. Peningkatan jalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan dalam rangka mengakomodasi pertumbuhan arus lalu lintas. Kondisi tanah dasar pada ruas Jalan Ray III adalah tanah lunak, sehingga dalam desain tanah dasar dengan dilakukan pengurukan timbunan. Metode perencanaan perkerasan yang digunakan adalah Analisa Komponen SKBI 2.3.26.1987. Objek studi yaitu Jalan Ray III terletak di Kabupaten Pulang Pisau pada STA 0 + 000 s/d STA 0 + 200. Hasil dari Evaluasi Desain Perkerasan Jalan dengan umur rencana 5 tahun diperoleh LER adalah 26,3 Laston (MS. 590) adalah 7,5 cm (tebal minimal 7,5 cm karena merupakan jalan kabupaten), Batu pecah kelas A (CBR  100) adalah 10 cm dan Batu pecah kelas B (CBR 80) adalah 10 cm (Syarat tebal minimum LPB). Untuk umur rencanaa 10 tahun diperoleh LER adalah 76,9 Laston (MS.590)  adalah 7,5 cm (tebal minimal 7,5 cm karena merupakan jalan kabupaten). Batu pecah kelas A (CBR 100) adalah 10 cm,  Batu pecah kelas B (CBR 80) adalah 14,4 c

    PERBANDINGAN ANGGARAN BIAYA (RAB) PELAT LANTAI KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI KOMPOSIT (BONDEK)

    No full text
    Penggunaan kayu/plywood untuk bekisting pada proses pengecoran pelat lantai konvensional dalam sudut pandang konstruksi dianggap memiliki beberapa kelemahan serta berdampak pada kerusakan ekosistem. Sehingga perlu dicari alternatif dan inovasi material lain yang memiliki keunggulan dan dapat mengurangi bahkan menggantikan penggunaan kayu pada pembangunan konstruksi. Produk material yang dimaksud adalah bondek yaitu jenis baja ringan berlapis galvanis dengan tekstur bergelombang yang rapi dan kokoh. Pada penelitian ini dibahas perbandingan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai konvensional menggunakan bekisting kayu dengan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai komposit menggunakan bekisting  bondek pada pembangunan Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Berdasarkan shop drawing, data spesifikasi bahan, harga satuan bahan dan upah, serta referensi lainnya dibuat analisa harga satuan pekerjaan dengan mengacu pada standar Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI  Tahun 2016 dan Harga Satuan Bahan dan Upah Banjarbaru Tahun 2019 oleh Kementerian PUPR kemudian dilakukan perhitungan biaya(RAB) pembangunan pelat lantai. Menggunakan metode komparatif biaya(RAB) pembangunan biaya pelat lantai konvensional dibandingkan dengan biaya pembangunan pelat lantai komposit(bondek).  Dari hasil perhitungan diperoleh biaya pembangunan pelat lantai konvensional sebesar Rp. 2.850.731.000,- dan biaya pembangunan pelat lantai komposit(bondek) sebesar Rp. 2.138. 501.000,- dengan selisih Rp. 230.230.000,- atau 24.98% lebih murah pelat lantai komposit(bondek)

    ANALYSIS OF LATERITE SOIL WITH PORTLAND CEMENT MIXED VARIATIONS AND THE EFFECT ON THE CBR UNSOAKED

    No full text
    Ketapang and Kayong Utara Regency have road construction that often suffers damage before the planned life age caused by the behavior of expansive clay. The subgrade is a fundamental structure in building road construction because the subgrade will support traffic loads or construction loads. The strength and durability of the pavement structure road will depend on the properties and bearing capacity of the subgrade. Practically soil stabilization is a reinforcement engineering against foundation or subgrade by using mixed materials. Therefore, different soil improvement variations are needed. Based on the test result, the CBR value of Sukadana initially gets a 2.95% point. The CBR value for the 6% and 10 % mixture, respectively, gets 17.14% and 25.02%. The CBR value of Sungai Melayu Rayak originally get 4.65% point. Then, for the 6% and 10% mixture, the CBR values increased by 13.78% and 18%. The value of the bearing capacity of the highway soil construction can be know from the results of CBR testing on each variation. The CBR also can measure the strength of the soil. The addition of cement to the earth tends to increase the bearing capacity of the ground. It is because cement can function as a binder between soil particles with chemical compounds contained in cement

    682

    full texts

    924

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇