E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
Not a member yet
924 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) DAN NAÏVE BAYES DALAM KLASIFIKASI PENYAKIT DIABETES
High levels of sugar in the blood can cause diabetes. The longer people are unable to control glucose in their blood, the more complications it can cause, other diseases and even death. Early detection of diabetes is needed, one way is by carrying out data mining classification. Data mining classification in this research uses two algorithms, namely SVM (Support Vector Machine) and Naïve Bayes. This research compares the two algorithms using two methods, namely training split and k-fold cross validation which aims to get the best classification results in detecting diabetes. The best classification results are determined by calculating the average value of precision, recall and accuracy. Based on this research, the SVM algorithm with split percentage training produces average values for precision, recall and accuracy, namely 77%, 71.5%, 77.27%, while the SVM algorithm with k-fold cross validation produces average values for precision, recall , and accuracy is 77%, 72.5%, 71%. The Naïve Bayes algorithm with the split percentage training method produces average values for precision, recall and accuracy, namely 75.5%, 74.5%, 79%, while the Naïve Bayes algorithm with k-fold cross validation produces average values for precision, recall, and accuracy of 75.5%, 74.5%, 75%. The best classification result in detecting diabetes is the Naïve Bayes algorithm, the split percentage method, which provides the best accuracy, precision and recall values above 74%.Tingginya kadar gula dalam darah dapat mengakibatkan penyakit Diabetes. Semakin lama orang tidak dapat mengontrol glukosa dalam darah, maka dapat mengakibatkan komplikasi penyakit lain bahkan kematian. Diperlukannya deteksi dini terhadap penyakit diabetes, salah satu caranya yaitu dengan melakukan klasifikasi data mining. Klasifikasi data mining dalam penelitian ini menggunakan dua algoritma yaitu SVM (Support Vector Machine) dan Naïve Bayes. Penelitian ini membandingkan kedua algoritma dengan menggunakan dua metode yakni training split dan k-fold cross validation yang bertujuan untuk mendapatkan hasil klasifikasi terbaik dalam mendeteksi penyakit diabetes. Hasil klasifikiasi terbaik ditentukan dengan menghitung nilai dari rata-rata presisi, recall, dan akurasi. Berdasarkan penelitian ini, algoritma SVM dengan training persentase split menghasilkan nilai rata-rata untuk presisi, recall, dan akurasi yaitu 77%, 71.5%, 77.27%, sedangkan algoritma SVM dengan k-fold cross validation menghasilkan nilai rata-rata untuk presisi, recall, dan akurasi yaitu 77%, 72.5%, 71%. Algoritma Naïve Bayes dengan metode training persentase split menghasilkan nilai rata-rata untuk presisi, recall, dan akurasi yaitu 75.5%, 74.5%, 79%, sedangkan algoritma Naïve Bayes dengan k-fold cross validation menghasilkan nilai rata-rata untuk presisi, recall, dan akurasi sebesar 75.5%, 74.5%, 75%. Hasil klasifikasi terbaik dalam mendeteksi penyakit diabetes adalah algoritma Naïve Bayes metode persentase split memberikan nilai akurasi, presisi, recall terbaik diatas 74%
STUDI INVENTARISASI KERUSAKAN JALAN DI KAWASAN TUNJUNG NYAHO KOTA PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH
Jalan di kawasan Tunjung Nyaho Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah merupakan akses transportasi warga sehari-hari dalam beraktivitas. Kondisi jalan lingkungan ini sudah mengalami kerusakan sehingga cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sehingga di inventarisasi untuk mengetahui jenis dan penyebab kerusakan yang terjadi. Data yang digunakan adalah data primer berupa data klasifikasi jalan, data lalu lintas harian rata-rata (LHR), dan data kerusakan jalan. Dalam melakukan proses analisisnya terdiri dari analisis metode bina marga 2011 untuk mendapatkan kondisi dan jenis kerusakan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang terjadi, mulai dari yang terbesar sampai terkecil, yaitu : lubang (potholes) dengan luas 394,54 m2 (63,06 %), retak pinggir (edge crack) dengan luas 123,04 m2 (19,67 %), sungkur (shoving) dengan luas 42,55 m2 (6,80 %), retak kulit buaya (alligator crack) dengan luas 34,55 m2 (5,52 %), keriting (corrugation) dengan luas 30,00 m2 (4,80 %) dan retak sambungan jalan (lane joint cracks) dengan luas 0,94 m2 (0,15 %)
PENGARUH PENAMBAHAN BATU KAPUR PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN SEBAGAI FILLER TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE–BINDER COURSE (AC–BC)
Infrastruktur transportasi merupakan elemen terpenting dalam menunjang kemajuan suatu negara, salah satunya adalah jalan raya. Penggunaan filler memiliki pengaruh yang signifikan pada kualitas perkerasan aspal beton. Pada penelitian ini pemanfaatan batu kapur Paciran menjadi salah satu alternatif filler. Selain untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan, penggunan batu kapur sebagai filler ini juga dapat mengoptimalkan pengelolahan sumber daya alam lokal di Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode pengujian Marshall yang telah ditetapkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Perhitungan variasi kadar aspal renacana menggunakan metode teoritis didapatkan variasi aspal sebesar 5,42%, 6,42%, dan 7,42%, dan didapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) dari parameter pengujian Marshall sebesar 7,03%. Berdasarkan parameter pengujian Marshall, didapatkan Kadar Filler Optimum pada penelitian ini sebesar 1,19%. Dari rumus Garis Tren Polinomial Kadar Filler Optimum sebesar 1,17% didapatkan nilai VIM 3,49%, VMA 18,62%, VFA 81,32%, Stabilitas 2189,52 kg, Flow 3,87 mm, dan MQ 568,47 kg/mm. terdapat kenaiakan dan penurunan disebabkan penambahan filler batu kapur Paciran, nilai VIM dan VMA mengalami penurunan sebesar 23,69% dan 4,69%. Nilai VFA, Stabilitas, Flow, dan MQ mengalami kenaikan sebesar 6,17%, 4,70%, 1,49%, dan 1,67%. Secara keseluruhan penambahan filler batu kapur Paciran sebagai campuran lapisan aspal beton AC-BC telah memenuhi syarat pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018
Analisis Kinerja Pajak Reklame Pada Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan
Advertising tax is a very potential source of regional income. The increase in the number of billboard installations in Hulu Sungai Tengah Regency has not been matched by strict supervision from the Government due to the detection of many cases of irregularities and fraud occurring in the field in the installation of billboards. This research aims to measure the performance of advertising taxes in Hulu Sungai Tengah Regency. The methods used are the collection ratio and the tax growth rate ratio. The results of this research show that the results of calculating advertising tax performance use ratios of average collection is 82.83% with the criteria being ineffective in achieving tax performance. Meanwhile, analysis of tax performance using the calculation of the tax growth rate ratio shows that the percentage of advertising tax performance has not succeeded in achieving performanceSalah satu penerimaan daerah yang berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah yaitu Pajak Daerah khususnya pajak reklame. Pajak reklame menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat potensial karena reklame salah satu media pemasaran untuk mempromosikan sebuah produk. Peningkatan jumlah pemasangan reklame di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat dari pihak Pemerintah dikarenakan banyaknya temuan kasus - kasus penyimpangan dan kecurangan yang terjadi di lapangan dalam pemasangan reklame.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja pajak reklame di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode yang digunakan yaitu rasio pengumpulan (collection ratio) dan rasio laju pertumbuhan pajak.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan kinerja pajak reklame menggunakan rasio pengumpulan rata – rata sebesar 82,83% dengan kriteria tidak efektif dalam mencapai kinerja pajak. Sedangkan analisis kinerja pajak menggunakan perhitungan rasio laju pertumbuhan pajak menunjukkan persentase kinerja pajak reklame tidak berhasil mencapai kinerja.
Kata Kunci : Kinerja, Pajak Reklame, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah
Kabupaten Hulu Sungai Tenga
Pengukuran Indeks Desa Zakat dalam Mendukung Program Zakat Community Development (Studi pada Desa Terantang Kabupaten Barito Kuala)
This study aims to explain the results of measuring the Zakat Village Index (Indeks Desa Zakat, IDZ) in supporting the Zakat Community Development (ZCD) program in Terantang Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency. This research adopts a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methods. The data sources used include primary data collected through interviews and Focus Group Discussions (FGDs) as well as secondary data in the form of Village Potential Data (PODES) documentation. The analytical tool employed is the Zakat Village Index (IDZ), developed by the Strategic Studies Center of the National Amil Zakat Agency (Puskas BAZNAS), using the Multi-Stage Weighted Index calculation method. The findings reveal that the Zakat Village Index (IDZ) measurement for Terantang Village yielded a total index score of 0.58. This score indicates that the overall condition of Terantang Village falls into the "fairly good" category, making it a viable candidate for assistance through zakat funds as part of the Zakat Community Development (ZCD) program.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai hasil pengukuran Indeks Desa Zakat dalam mendukung program Zakat Community Development di Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Jenis penelitian ini merupakan penelitian metode campuran (mixed methods research) yakni kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil wawancara, Focus Group Discussions (FGD) serta hasil pengukuran berdasarkan skala likert pengukuran Indeks Desa Zakat yang telah disusun oleh Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional dan data sekunder berupa dokumentasi data Potensi Desa (PODES). Alat analisis yang digunakan adalah Indeks Desa Zakat (IDZ) dengan metode perhitungan yang disebut Multi-Stage Weighted Index. Hasil penelitian ini menunjukan hasil pengukuran nilai Indeks Desa Zakat (IDZ) Desa Terantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, memperoleh total nilai indeks 0,58. Nilai ini menunjukan bahwa secara keseluruhan kondisi Desa Terantang termasuk dalam kategori cukup baik sehingga Desa Terantang dapat dipertimbangkan untuk dibantu dengan dana zakat dalam mendukung program Zakat Community Development (ZCD)
PEMERIKSAAN KEHADIRAN LOGAM DAN KADAR TERCEMARNYA AIR BAKU SEBAGAI DAMPAK PENGGUNAAN WC APUNG KOTA BANJARMASIN
Water quality that meets environmental quality standards is very necessary for living creatures. Water quality is generally expressed by parameters such as physics, chemistry and biology. It is important to know the quality of river water because river water is the main need of the people of Banjarmasin city, the majority of whom live along the banks of the Martapura River. Community service activities are carried out in the Banjarmasin city area with the collaboration partner being the 9 November Banjarmasin Community Health Center. The team from the 9 November Community Health Center has innovated a river septic tank called the S Plus Subarwakat septitank. This septic tank innovation is applied to public places located on the edge of or above rivers. Therefore, the service team from Poliban will measure the quality of river water using this septic tank innovation. The method for measuring river water quality uses a multiparameter tool which produces water quality parameters such as TDS levels or dissolved solids, oxygen content, acidity or pH levels, salinity levels, etc
PENTINGNYA KUALITAS LAYANAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN INDIHOME BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan jasa provider Indihome di Banjarmasin terhadap kepuasan dan loyalitas konsumennya. Metode penelitan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner dengan skala likert disebarkan kepada 99 orang pengguna jasa Indihome di Banjarmasin. Metode pengambilan sample yang digunakan adalah convenience sampling yaitu dengan membagikan kuesioner di gerai Indihome, Banjarmasin. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan analisis jalur / path analysis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa variable reliability/ kehandalan dan empati berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen. Selanjutnya juga ditemukan bahwa variable kehandalan/reliability juga berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsume
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Komoditas Unggulan adalah sebuah produk yang paling disukai dan diproduksi pada suatu daerah tertentu dan dapat bersaing dari daerah lainnya. Dari beberapa komoditas unggulan tanaman pangan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih ada yang belum mencukupi kebutuhan pangan didaerahnya. Untuk mengetahui hal tersebut maka perlu dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode Location Quetient Analysis. Hasil dari perhitungan Location Quetient Analysis kemudian ditampilkan dalam bentuk peta sebaran komoditas unggulan pertanian. Peta tersebut menampilkan jumlah produksi dari setiap komoditas unggulan subsektor tanaman pangan sehingga dapat mengetahui wilayah produksi pinggi, sedang dan rendah.
Untuk subsektor tanaman pangan Padi dan Kacang Hijau adalah komoditas unggulan yang mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena memiliki nilai Location Quetient lebih dari 1, Maka dari itu untuk komoditas unggulan subsektor pertanian Padi dan Kacang Tanah dapat melakukan kegiatan Impor ke daerah lain. Untuk subsektor tanaman pangan Jagung, Kacang Tanah, Ubi Kayu dan Ubi Jalar masih belum mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena memiliki nilai Location Quetient dibawah angka 1
SISTEM INFORMASI PENGADUAN PELANGGAN BERBASIS WEB PADA PERUSAHAAN UMUM DAERAH PENGELOLA AIR LIMBAH DOMESTIK BANJARMASIN
Penelitian yang dilakukan adalah pemecahan masalah yang dialami Perusahaan Umum Daerah Pengelola Air Limbah Domestik Kota Banjarmasin memerlukan perngelolaan pelayanan pengaduan pelanggan yang baik dan benar sebagai penunjang efektivitas kerja dan kelancaran dalam melakukan pelayanan pengaduan pelanggan. Tujuan dari penelitian Sistem Innformasi Pengaduan Pelanggan Berbasis Web pada Perusahaan Umum Daerah Pengelola Air Limbah Domestik Banjarmasin yaitu merancang dan mendesain sistem informasi pengaduan pelanggan berbasis Web agar user mudah menggunakannya (user friendly)
PEMANFAATAN LIMBAH ABU BATU BARA SEBAGAI FILLER PADA LATASTON LAPIS AUS (HRS-WC)
Penggunaan batu bara sebagai sumber energi industri dan pembangkit listrik selain menghasilkan limbah buangan yang membutuhkan ruang untuk penimbunan, juga memunculkan kemungkinan pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan oleh proses pembakaran batu bara berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dimana menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menyatakan bahwa FABA sebagai hasil akhir dari pembakaran batu bara, bukan lagi termasuk kategori limbah B3, membuka kesempatan yang luas untuk pemanfaatan FABA dari hanya limbah, menjadi bahan bangunan, subtitusi semen, bahan additif untuk campuran filler pada perkerasan lentur serta restorasi tambang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan akibat pencampuran bottom ash sebagai filler terhadap sifat-sifat aspal pada campuran beraspal HRS-WC. Pengujian material yang dilakukan adalah pengujian agregat, pengujian aspal dan pengujian campuran beraspal panas dengan alat Marshall menurut Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 revisi 2. Pengujian yang dilakukan telah memenuhi spesifikasi dengan proporsi agregat campuran agregat kasar 13%, agregat sedang 0%, abu batu 71%, pasir 14% dan filler (berupa bottom ash) 2% yang menghasilkan kadar aspal optimum 6,90% dengan nilai kadar aspal efektif sebesar 6,20%; VIM sebesar 3,758%; VMA sebesar 17,325%; VFB sebesar 78,421%, Stabilitas Marshall 876,991 Kg dan Marshall Quotient sebesar 269,209 Kg/mm