Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
Not a member yet
    2690 research outputs found

    Gambaran Subjective Well-Being pada Perempuan dengan Hypersexuality

    No full text
    Hypersexuality can profoundly affect the subjective well-being of women, causing feelings of worthlessness, shame, disruptions in daily life. Despite this, hypersexuality can also have positive effects, such as relaxation and happiness. This research, employing phenomenological methods and in-depth interviews with two women (aged 25 and 26), explores the subjective well-being of women with hypersexuality. Findings indicate that these women experience various aspects of subjective well-being, though at low levels. Positive affect arises from emotional support from sexual partners and post-sexual activity calmness. However, negative affect includes feelings of worthlessness and shame towards future partners, hindering stable relationships. Compulsive thoughts and conflicts create a cyclical pattern impacting life satisfaction. Inconsistencies between moral beliefs and actions trigger cognitive dissonance, prompting moral disengagement to justify sexual behaviors. Unsupportive family conditions and the aftermath of sexual abuse worsen subjective well-being, while support from sexual partners enhances it.Hypersexuality dapat secara mendalam mempengaruhi kesejahteraan subjektif wanita, menimbulkan perasaan tidak berharga, malu, dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, hypersexuality juga dapat memiliki efek positif, seperti relaksasi dan kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologis dan wawancara mendalam dengan dua wanita (berusia 25 dan 26 tahun), mengeksplorasi kesejahteraan subjektif perempuan dengan hypersexuality. Ditemukan bahwa perempuan dengan hypersexuality mengalami aspek kesejahteraan subjektif, meskipun pada tingkat rendah. Positive affect muncul dari dukungan emosional dari pasangan seksual dan ketenangan setelah aktivitas seksual. Namun, negative affect melibatkan perasaan tidak berharga dan malu terhadap pasangan masa depan, membuat individu sulit membangun hubungan stabil. Pikiran compulsive dan konflik menciptakan siklus hypersexuality yang memengaruhi kepuasan hidup. Inkonsistensi antara keyakinan moral dan tindakan memicu disonansi kognitif, mendorong moral disengagement untuk membenarkan perilaku seksual. Kondisi keluarga yang kurang suportif dan dampakpelecehan seksual memperburuk kondisi subjective well-being, sementara social support partner seksual cenderung meningkatkannya

    Peningkatan Kapasitas Pengelola Eco Camp Mangunkarsa dalam Penyusunan Laporan Keuangan

    Full text link
    Pengelola Eco Camp Mangunkarsa di Grigak, Gunung Kidul, Yogyakarta, menghadapi permasalahan utama terkait dengan pengelolaan keuangan, yang mencakup pemantauan pendapatan dan pengeluaran, perencanaan anggaran yang cermat, serta identifikasi sumber pendanaan alternatif untuk pengembangan lebih lanjut. Hal ini terjadi akibat kurangnya sistematisasi dan pelacakan yang tepat terhadap pengeluaran dan pendapatan. Permasalahan ini muncul karena minimnya pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan pencatatan transaksi serta penyusunan laporan keuangan. Untuk itu, dilakukan pendekatan melalui pelatihan berbentuk workshop pembuatan laporan keuangan, yang dilanjutkan dengan pemantauan. Pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelola dalam mencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan. Program ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, yang memerlukan pendekatan adaptif dan partisipatif dari mitra

    INFLUENCE OF SOCIO-ECONOMIC, FINANCIAL LITERACY, AND DIGITAL FINANCIAL LITERACY ON GEN Z'S INVESTMENT BEHAVIOR

    Full text link
    This study aims to analyze the impact of income and financial literacy on investment behavior through digital financial literacy as a mediation. The rise of information technology has brought significant changes in all sectors, financial sector is one of them. The rise of fintech can ease the process of doing investment activity but, on the other side, harm the users if they are not aware of the platform they are using. Gen Z in Surabaya is the population in this research since Gen Z dominates the number of investors in the capital market. The research method used is quantitative, where the data was collected from questionnaires that were analyzed statistically using SEM-PLS in the SmartPLS 3 program. The sampling method used is purposive sampling involving 172 Gen Z respondents from Surabaya. The results indicate that income has a significant effect on investment behavior, while financial literacy does not have a significant effect on investment behavior. However, digital financial literacy has a significant effect on investment behavior. Income has a significant effect on investment behavior when digital financial literacy serves as the mediation variable, partially mediating the relation. As well as financial literacy also has a significant effect on investment behavior when digital financial literacy serves as the mediator. Research suggests Gen Z actively enhances their financial literacy through self-learning from online courses or similar platforms. On the other hand, financial institutions can provide an accessible platform that can be easily accessed by Gen Z to improve their digital financial literacy

    Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Produk Lokal melalui Pelatihan Inovasi Produk Sirup Mangrove bagi Ibu-Ibu PKK

    Full text link
    Salah satu potensi pangan lokal di Kecamatan Wonorejo dan Keputih adalah buah mangrove, namun pemanfaatannya belum optimal karena rendahnya pengetahuan warga setempat mengenai pengolahan buah tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dan ibu-ibu PKK di Kecamatan Wonorejo dan Keputih dalam memanfaatkan buah mangrove. Pelatihan ini memberikan keterampilan praktis, khususnya dalam mengolah mangrove menjadi sirup dan produk inovatif lainnya, sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi interaktif, praktik langsung, serta pelatihan perhitungan harga pokok produksi (HPP), yang membantu peserta dalam persiapan produk dan penetapan harga jual. Hasil pelatihan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Mayoritas peserta menganggap resep mudah diikuti dan bermanfaat untuk usaha mandiri. Adapun kendala dalam ketersediaan bahan baku menunjukkan perlunya jaringan pemasok lokal yang andal. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberdayakan peserta, membuka peluang ekonomi lokal, serta mendukung upaya konservasi mangrove di wilayah tersebut

    KAJIAN KONSEP BENTUK BANGUNAN PADA KOMPLEKS GEDUNG KEJAKSAAN AGUNG RI JAKARTA SELATAN

    Full text link
     Kompleks Gedung Kejaksaan Agung R.I merupakan kawasan perkantoran Pemerintahan yang berada di daerah Jakarta Selatan. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa Gedung perkantoran seperti Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Gedung Jampipdus (Gedung Bundar), Kantor Pengacara Negara, Gedung Pusat Pemulihan Aset (PPA), dan Gedung unit-unit kerja lainnya. Pada penelitian ini spesifik akan membahas tentang 3 (tiga) Gedung dalam kompleks Kejaksaan Agung R.I, yakni Gedung Utama Kejaksaan Agung R.I, Gedung Jampidsus, dan Gedung Pusat Pemulihan Aset (PPA). Tiga Gedung ini didirikan pada tahun 1968 dan telah dilakukan beberapa kali renovasi. Dalam kurun waktu ini, Gedung ini tetap memberikan ciri khas utamanya yakni garis horizontal pada fasad bangunan. Ciri khas ini yang kemudian menjadikan konsep arsitektur kontekstual sangat kuat melekat pada kompleks Gedung ini. Kontekstual merupakan salah satu konsep arsitektur yang memiliki penekanan terhadap penyesuaian pembangunan dengan bangunan sekitar melalui proses yang dapat menghidupkan kembali bangunan lama dengan fungsi yang baru. Maka dari itu konsep kontekstual ini memiliki tiga hal yang berkaitan, yakni kegiatan, lingkungan, dan tampilan (visual bangunan). Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kajian penerapan konsep kontekstual ini pada fasad bangunan kompleks gedung Kejaksaan Agung RI Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode riset kualitatif deskriptif dengan menerapkan studi literatur. Metode ini digunakan untuk mengetahui data yang akan digunakan sebagai bahan untuk menganalisis kontekstual dari objek penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa inovasi penerapan konsep kontekstual pada bangunan ini dapat memperkuat karakter dari Kejaksaan Agung R.I sebagai lembaga negara serta dapat menciptakan suasana baru yang dapat menyatu dengan lingkungan sekitar

    IDENTIFIKASI PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL LRT JABODEBEK DENGAN SNI ISO 31000

    Full text link
    Pembangunan LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, merupakan proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat. Dalam proyek ini, arsitek berperan dalam perancangan fasilitas pendukung yang sesuai dengan standar teknis, profesional, dan regulasi, termasuk UU No. 6 Tahun 2017 dan PP No. 15 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian pembangunan LRT Jabodebek dengan SNI ISO 31000. Hasil penelitian ini mengungkapkan, sebagian besar pembangunan LRT Jabodebek ini sudah memenuhi prinsip SNI ISO 31000 tetapi terdapat ketidaksesuaian pada prinsip ke-3, ke-4, ke-5 dan ke-7 pada SNI ISO 31000. Hal ini dikarenakan cost overrun sebesar Rp.2,6 Triliun, karena kesalahan desain geometri lintasan LRT Jabodebek memiliki 24 tikungan dengan radius 300 m. Hal ini yang kurang sesuai dengan prinsip ke 3 manajemen risiko dalam pengambilan keputusan, prinsip ke 4 manajemen risiko bagaimana menyikapi ketidakpastian, prinsip ke 5 manajemen risiko tepat waktu, dan prinsip ke 7 manajemen risiko disesuaikan dengan penggunaannya. Dengan analisis pembangunan LRT Jabodebek secara kualitatif deskriptif dengan menggunakan matriks evaluasi berdasarkan 11 prinsip ISO 31000, proyek ini berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta diharapkan dapat memberikan gambaran pentingnya manajemen risiko terhadap pembangunan baik untuk kepentingan pekerja, perekonomian, keamanan, kenyamanan, dan kepastian proyek

    TINJAUAN AKSESIBILITAS BAGI TUNA DAKSA: STUDI TOILET LOBBY HOTEL THE PAPANDAYAN BANDUNG

    Full text link
    Aksesibilitas merupakan elemen penting dalam desain interior, terutama pada fasilitas publik seperti hotel yang harus mampu melayani seluruh pengguna tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan meninjau aksesibilitas toilet lobby hotel bagi penyandang difabel, khususnya penyandang tuna daksa di Hotel The Papandayan Bandung, dengan fokus pada kesesuaian terhadap standar yang ditetapkan regulasi pemerintah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan tinjauan literatur untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak fasilitas hotel yang belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas. Permasalahan utama meliputi keterbatasan kemudahan akses, aspek keamanan penggunaan, serta kurangnya dukungan terhadap kemandirian difabel. Hambatan-hambatan tersebut dapat menyulitkan pengguna dalam beraktivitas secara nyaman dan aman di area toilet, misalnya keterbatasan ruang gerak kursi roda, ketinggian perlengkapan yang tidak sesuai, atau minimnya pegangan pendukung. Selain mengidentifikasi kendala, penelitian ini juga memberikan rekomendasi desain yang lebih inklusif, seperti penyesuaian dimensi ruang, penggunaan material anti-slip, serta penambahan fasilitas penunjang sesuai kebutuhan difabel. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan hotel tidak hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan mandiri bagi semua pengunjung. Secara lebih luas, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan serta praktik desain interior perhotelan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan prinsip aksesibilitas sebagai bagian dari pelayanan yang berkeadilan dan berkelanjutan

    PERANCANGAN PROYEK GKB CAKRAWALA MANDALA NUSANTARA UNP KEDIRI DENGAN PENDALAMAN HUMAN CENTERED DESIGN OLEH KONSULTAN SOUL STUDIO

    Full text link
    Peningkatan jumlah mahasiswa baru di UNP Kediri menimbulkan kebutuhan akan fasilitas yang mendukung berbagai aktivitas akademik. Untuk itu, dibangun Gedung Kuliah Bersama (GKB) bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Namun, makna “bersama” yang melekat pada GKB belum sepenuhnya terwujud, karena pendekatan desain yang digunakan masih kaku, formal, dan lebih menekankan efisiensi daripada partisipasi pengguna. Proyek ini menggunakan pendalaman Human-Centered Design (HCD) dengan metode participatory design untuk menjawab tantangan tersebut. Bersama Soul Studio, konsultan arsitektur interior berbasis HCD, mahasiswa dilibatkan secara aktif guna mengidentifikasi kebutuhan nyata, perilaku pengguna, serta prioritas ruang yang relevan dengan dinamika kegiatan kampus. Adapun tahapan penelitian yang dilakukan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam (in-depth interview),perumusan konsep awal (concepting), dan workshop (co-design). Temuan lapangan menunjukkan perlunya area transisi yang lebih terbuka, ruang diskusi informal, serta elemen desain yang mendorong interaksi sosial. Strategi desain kemudian diwujudkan dalam konsep ruang yang fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada pengalaman pengguna. Konsep desain GKB dikembangkan sebagai ruang yang bersifat dinamis, adaptif, dan mampu menyesuaikan diri dengan aktivitas serta pola interaksi mahasiswa. Hasil proyek diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih empatik serta sejalan dengan visi Soul Studio menghadirkan desain inovatif yang berdampak pada pengalaman pengguna

    ENERGY EFFICIENCY ENHANCEMENT ON UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA : GREENSHIP PARAMETERS BASED

    Full text link
    The increasing global demand for energy, particularly in the building sector, has underscored the need for effective energy efficiency management, as buildings account for a significant portion of the world’s energy consumption. In Indonesia, energy consumption has been increasing, with projections indicating a continued rise due to population and economic growth. Universities are significant energy consumers due to their diverse needs and numerous activities. The rapid expansion of higher education, particularly in countries like Indonesia, exacerbates energy demand. This research examines the Universitas Ciputra Surabaya Tower as a case study for EEC implementation, based on Greenship parameters as defined by the Green Building Council Indonesia (GBCI). The research aims to assess the extent of Universitas Ciputra’s efforts in improving its energy efficiency and conserving energy from renewable resources. Several efforts have been made, including the implementation of solar panels and the use of energy-efficient lighting and HVAC units. The results have shown that these applications have conserved approximately 2-3% of renewable resources and reduced energy consumption over the last few years. Hence, as the point calculation set by Greenship parameters, Universitas Ciputra Tower has already reached a total of 33 out of 36 points in the EEC rating tools

    Hubungan Antara Self-Compassion dengan Subjective Well-Being pada Anggota Ormawa di Kota Surabaya

    No full text
    Membership in Student organizations (abbreviated ORMAWA) provides various benefits for students but also places the burden of tasks and responsibilities which can disrupt their subjective well-being. This research aims to ascertain how self-compassion and subjective well-being relate to one another in students who are members of ORMAWA in  Surabaya. Participants in this research were 264 people who were ORMAWA members in many universities in the city of Surabaya. Participants were taken by accidental sampling technique. This research used the Pearson product-moment method. The result of the data analysis produces a correlation coefficient value of r = 0,219 with p = 0,000. These results indicated that the relation between self-compassion and subjective well-being is relatively weak. In this research, self-compassion is less substantial in explaining the variation of subjective well-being of ORMAWA students.  The student members of ORMAWA in this study may have other factors or ways to maintain good subjective well-being.Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai macam perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Keanggotaan dalam ORMAWA memberikan manfaat yang beragam bagi mahasiswa seperti kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, memperluas jejaring sosial dan berkontribusi pada kegiatan pengembangan diri. Namun demikian, keterlibatan dalam ORMAWA juga dapat memiliki dampak negatif termasuk meningkatnya beban tugas dan tanggung jawab yang dapat mengganggu keseimbangan antara akademik dan kegiatan non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan subjective well-being pada mahasiswa yang merupakan anggota ORMAWA di Kota Surabaya. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 264 orang yang merupakan anggota ORMAWA di seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis Pearson product moment yang membuktikan ada hubungan antara self-compassion dengan subjective well-being. Hal ini menunjukkan bahwa apabila tingkat self-compassion tinggi, maka tingkat subjective well-being juga tinggi begitupun sebaliknya

    2,504

    full texts

    2,690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇