Ejurnal Universitas San Pedro
Not a member yet
    238 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI POLINOMIAL BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA UNTUK SISWA KELAS XISMA NEGERI 2 KEPULAUAN TANIMBAR

    Full text link
    Learning technology is used in education so that it can be used as a change in the delivery of teaching and learning in schools from conventional learning to unconventional learning. The purpose of this study is to determine the use of a problem-based mathematical learning model assisted by geogebra application to improve mathematical problem-solving skills in polynomial materials for grade XI students of SMA Negeri 2 Tanimbar Islands. The methodology used in this study is descriptive qualitative research. There are three ways that researchers use to obtain data, namely: tests, interviews and documentation. The data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of this study are that from the three problems given at the time of the final test which was attended by 26 students, there were 20 students who had more dominant problem solving abilities, namely being able to identify known and asked aspects and determine whether these aspects were sufficient to solve the problem. Combining the components that have been asked and known and formulating them into a mathematical model, choosing a method to solve the problem, working together to solve mathematical problems and confirming that the answer is correct and accurate, but there are 6 students who still find it difficult to sketch polynomial function graphs correctly. manually. Meanwhile, for proof using the Geogebra application, all students in class So the use of a problem-based mathematics learning model assisted by the Geogebra application can improve mathematical problem solving abilities in polynomial material for class XI students at SMA Negeri 2 Tanimbar Islands

    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Advesity Quotient pada Challenge Based Learning Terintegrasi STEM

    Full text link
    Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menjadi tantangan dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pembelajaran menggunakan model Challenge Based Learning (CBL) terintegrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan Adversity Quotient (AQ). Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan sequential explanatory, diawali dengan pengumpulan data kuantitatif, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif. Data diperoleh melalui tes, observasi, dan wawancara di SMP Kyai Ageng Giri. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji parametrik dan dideskripsikan untuk ditinjau dari AQ. Hasil menunjukkan bahwa implementasi model CBL terintegrasi STEM berkualitas dengan rincian perangkat pembelajaran berkategori valid, pelaksanaan pembelajaran berkategori sangat baik, dan pembelajaran efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis berdasarkan AQ menunjukkan bahwa siswa degan kategori climber menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam seluruh tahap pemecahan masalah, siswa camper menunjukkan kemampuan cukup baik namun kurang pada tahap evaluasi, sedangkan siswa quitter megalami kesulitan pada hampir semua tahap. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan ketangguhan siswa dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran kontekstual yang adaptif terhadap karakteristik siswa

    Pemodelan Stokhastik dalam Dinamika Perubahan Ukuran Populasi Tanaman yang Terkena Jamur

    Full text link
    Pertumbuhan populasi tanaman dapat terganggu oleh infeksi jamur yang menyebar secara stokastik, terutama pada tanaman semangka dan melon yang rentan dalam kondisi iklim tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan matematis yang mempertimbangkan unsur ketidakpastian untuk memahami dinamika penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perubahan ukuran populasi tanaman yang terinfeksi jamur menggunakan pendekatan stokastik berbasis model epidemiologi SIR dan SITR. Metode yang digunakan adalah pemodelan stokastik berbasis proses Markov waktu kontinu dengan data primer yang dikumpulkan dari observasi langsung di Desa Paya Itik, Deli Serdang. Model ini memetakan populasi tanaman ke dalam kelompok rentan, terinfeksi, dalam perawatan, dan sembuh, serta menghitung laju infeksi, kesembuhan, dan kematian untuk menentukan stabilitas sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pada tanaman semangka maupun melon, model stokastik menunjukkan kestabilan dengan nilai rasio reproduksi dasar (R?) < 1. Hal ini mengindikasikan bahwa satu tanaman terinfeksi tidak cukup untuk menyebabkan penyebaran penyakit lebih lanjut, sehingga epidemi tidak terjadi. Penyemprotan disinfektan terbukti menurunkan infeksi dan meningkatkan kesembuhan. Dengan demikian, pemodelan stokastik memberikan gambaran realistis terhadap dinamika populasi tanaman yang terinfeksi jamur dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit tanaman

    Pemodelan Jumlah Kematian Ibu di Provinsi Sumatera Utara Menggunakan Pendekatan Regresi Binomial Negatif

    Full text link
    Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting untuk mengukur kesehatan suatu negara serta mencerminkan tingkat keberhasilan program kesehatan ibu. Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi yang belum mencapai target RENSTRA pada tahun 2023 dengan AKI yang tinggi. Oleh karena itu, penanganan yang tepat terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan AKI diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kematian ibu di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data jumlah kematian ibu di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2023. Hasil analisis menggunakan Regresi Poisson menunjukkan karakteristik overdispersi. Oleh karena itu, pemodelan kematian ibu dilakukan menggunakan Regresi Binomial Negatif. Nilai AIC yang diperoleh untuk model Regresi Binomial Negatif , sebesar 186,99. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi jumlah kematian ibu adalah persentase persalinan di fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan pentingnya persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan sebagai strategi utama dalam menurunkan angka kematian ibu di Provinsi Sumatera Utara

    Karakterisasi Pusat Gelanggang Polinom Miring Atas Matriks Riil 3x3

    Full text link
    Pusat dari gelanggang polinom miring berperan penting dalam memahami sifat simetri dan komutativitas dalam struktur aljabar nonkomutatif. Konsep ini memiliki relevansi dalam pengembangan teori modul dan aplikasi seperti pengkodean dan kriptografi. Dalam penelitian ini, dikarakterisasi pusat dari gelanggang polinom miring atas gelanggang matriks riil 3×3. Hasil ini diperoleh dengan membangun sebuah endomorfisma pada gelanggang matriks riil 3×3, yang kemudian digunakan untuk mengkonstruksi gelanggang polinom miring. Hasil utama menunjukkan bahwa pusat gelanggang tersebut terdiri tepat dari polinomial-polinomial berderajat genap dengan koefisien berupa matriks skalar riil. Struktur ini muncul dari syarat bahwa elemen pusat harus komutatif terhadap operasi dalam gelanggang R dan terhadap x. Pembuktian dilakukan menggunakan argumen inklusi ganda

    Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas X pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    Full text link
    Pendidikan adalah upaya individu untuk membangun kepribadian yang selaras dengan nilai-nilai masyarakat. Terutama matematika harus diajarkan sejak sekolah dasar karena ini membangun kemampuan berpikir yang sangat penting untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Namun saat belajar siswa juga menghadapi banyak masalah. Di SMK Negeri 1 Bone Pantai, peneliti menemukan bahwa guru menggunakan buku pegangan dan siswa hanya dapat menyalin atau menulis apa yang tertulis dalam buku pelajaran, guru terus mendominasi proses pembelajaran melalui pendekatan ceramah. Akibatnya, siswa mungkin tidak terlibat secara signifikan dalam kegiatan di kelas. Selain itu, penjelasan dalam  buku menggunakan banyak istilah dan bahasa yang sulit dipahami siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul Meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas X di SMK NEGERI 1 BONE PANTAI melalui pendekatan berbasis masalah pada materi tertentu. sistem persamaan linear dua variable (SPLDV) Penelitian ini merupakan jenis penelitian (R&D), jenis Penelitian dan Pengembangan (R&D) dipilih sebagai metode penelitian ini karena memandu peneliti dalam menghasilkan sebuah produk . menggunakan model pengembangan ADDIE sebagai panduan sistematis dalam pengembangan produk. Modul ini tidak hanya memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul efektif digunakan untuk penigkatan pemahaman siswa dengan hasil validasi ahli materi pembelejaran validasi 81,41%,validasi ahli desain rat-rata menerima 75,00%, dan hasil keterampilan proses siswa  rat-rata menerima 80%

    Implementasi Metode Naïve Bayes dengan Random Oversampling pada Klasifikasi Keluarga Berisiko Stunting

    Full text link
    Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius yang memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang dan kognitif anak. Keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya stunting, sehingga identifikasi dini keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan keluarga berisiko stunting menggunakan metode Naïve Bayes serta mengevaluasi pengaruh teknik Random Oversampling (ROS) terhadap performa model pada data tidak seimbang. Data pada penelitian ini terdiri dari 7 variabel independen dan 1 variabel dependen yang bersumber dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model Naïve Bayes memiliki akurasi sebesar 92,46% dan sensitivitas 100% serta spesifisitas 69,14% yang menunjukkan kelemahan dalam mengidentifikasi keluarga berisiko. Metode ROS-Naïve Bayes menunjukkan peningkatan performa model dimana diperoleh akurasi sebesar 99,87%, sensitivitas 99,83%, dan spesifisitas 100%. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi Naïve Bayes dengan ROS efektif dalam mengatasi ketidakseimbangan data dan meningkatkan performa model. Faktor utama yang memengaruhi risiko stunting meliputi keikutsertaan KB modern, sanitasi, usia ibu dan jumlah anak

    Literatur Review: Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Adaptif dan Dampaknya terhadap Sosial-Emosional Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran adaptif di sekolah dasar serta implikasinya terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Kajian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber penelitian terkini terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan manfaat besar, antara lain meningkatkan efektivitas pembelajaran, memungkinkan personalisasi materi sesuai kemampuan dan gaya belajar siswa, serta membantu guru dalam pemantauan dan evaluasi. Namun, literatur juga menyoroti potensi dampak negatif, seperti berkurangnya interaksi sosial, isolasi emosional, dan ketergantungan terhadap teknologi. Dalam konteks pendidikan dasar yang menekankan pembentukan karakter dan keterampilan sosial, hal ini menjadi perhatian penting. Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan perlu dilakukan secara bijak dengan memperkuat peran guru sebagai fasilitator empatik serta memastikan ruang interaksi sosial tetap terjaga. Model pembelajaran hibrida yang menggabungkan teknologi dan interaksi manusia direkomendasikan sebagai strategi untuk menyeimbangkan pencapaian akademik dan kesejahteraan emosional siswa

    Penerapan Model Think Pair Share Berbantuan Media Pop Up Berbasis QR Code Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas V

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest serta mengukur peningkatan pemahaman konsep peserta didik kelas V dalam mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media pop up berbasis QR code. Model TPS merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa untuk berpikir sendiri (Think), berdiskusi berpasangan (Pair), dan berbagi pendapat (Share) guna menemukan konsep pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa dengan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji t, dan uji N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain sebesar 57,63%, yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan antara hasil pretest dan posttest, menunjukkan bahwa penggunaan model TPS berbantuan media pop up berbasis QR code mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran TPS dengan dukungan media visual interaktif berbasis QR code efektif digunakan dalam meningkatkan pemahaman konsep pada siswa sekolah dasar. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengembangkan media pembelajaran sejenis untuk meningkatkan efektivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran

    Penerapan Media Geoboard untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Kelas IV SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Geoboard terhadap pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas IV sekolah dasar semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Posttest-Only Control Group. Sampel penelitian terdiri atas 28 siswa kelas IV C sebagai kelompok eksperimen yang belajar menggunakan media Geoboard dan 25 siswa kelas IV A sebagai kelompok kontrol yang belajar menggunakan media PowerPoint, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes esai berjumlah 8 soal untuk mengukur pemahaman konsep siswa. Hasil analisis menggunakan uji t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, penggunaan media Geoboard terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar siswa sekolah dasar

    174

    full texts

    238

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejurnal Universitas San Pedro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇