Ejurnal Universitas San Pedro
Not a member yet
    238 research outputs found

    Penerapan Model Lee-Carter untuk Peramalan Angka Harapan Hidup Berdasarkan Usia di Kota Medan

    Full text link
    Angka harapan hidup merupakan indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan dan kesejahteraan penduduk. Di Kota Medan, angka kematian, khususnya pada ibu dan bayi, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memahami dan memprediksi dinamika ini, pendekatan matematis diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan tingkat angka harapan hidup di Kota Medan berdasarkan usia penduduk menggunakan model Lee-Carter. Model ini merupakan metode stokastik berbasis analisis faktor yang menggabungkan model demografi dengan model time series. Data sekunder yang digunakan diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tahun 2021–2023. Proses pemodelan dimulai dengan menghitung tingkat kematian pusat (central death rate), diikuti oleh estimasi parameter model Lee-Carter menggunakan Singular Value Decomposition (SVD). Indeks mortalitas kemudian diekstrapolasi dengan pendekatan time series untuk memperoleh proyeksi tingkat kematian dan probabilitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai peluang tertinggi untuk bertahan hidup terdapat pada usia 21 tahun dengan peluang sebesar 0,975 pada tahun 2021, 0,98 pada tahun 2022, dan meningkat menjadi 1,41 dan di tahun 2023 harapan hidupnya di usia 33 tahun. Nilai 1,41 mungkin berasal dari proses normalisasi atau hasil estimasi yang tidak dibatasi (unbounded) secara eksplisit dalam skala probabilistik. Maka interpretasinya lebih sebagai indikator "tingkat survival" atau kecenderungan hidup sangat tinggi, bukan peluang literal dalam bentuk probabilitas. Dengan demikian, model Lee-Carter terbukti efektif dalam meramalkan angka harapan hidup berdasarkan usia dan dapat menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan kesehatan di Kota Medan

    Perbandingan Ukuran Jarak pada Analisis Kluster Hirarki

    Full text link
    Analisis klaster merupakan salah satu metode statistik untuk mengelompokkan objek berdasarkan kemiripan. Pada data kategorik, pemilihan ukuran jarak menjadi aspek penting karena memengaruhi struktur dan interpretasi klaster yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa enam ukuran jarak Gower, Goodall1, Goodall2, Goodall3, Goodall4, dan Anderberg dalam analisis klaster hierarki menggunakan data kategorik dari Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Metode yang digunakan adalah hierarchical agglomerative clustering, dengan tahap awal pembersihan data dan konversi ke tipe faktor agar sesuai dengan karakteristik pengukuran jarak kategorik. Evaluasi hasil klaster dilakukan dengan dua indeks validasi internal, yaitu Silhouette dan Dunn, serta metrik eksternal Adjusted Rand Index (ARI) untuk menilai stabilitas klaster melalui proses bootstrapping. Ketiga metrik tersebut digunakan secara komplementer: Silhouette mengevaluasi konsistensi lokal anggota klaster (dengan nilai ? 0.5 umumnya dianggap baik), Dunn mengukur pemisahan antar-klaster secara global (semakin tinggi semakin baik), sementara ARI menunjukkan konsistensi struktur klaster terhadap variasi data (nilai mendekati 1 menunjukkan stabilitas tinggi). Hasil menunjukkan bahwa setiap ukuran jarak menghasilkan struktur klaster yang berbeda. Di antara semua ukuran yang diuji, Goodall4 memberikan hasil terbaik karena membentuk klaster yang mudah diinterpretasikan, memiliki nilai indeks Silhouette dan Dunn yang relatif tinggi, serta skor ARI mendekati sempurna. Hal ini mengindikasikan bahwa Goodall4 merupakan alternatif yang layak direkomendasikan dalam kasus serupa

    Implementasi Algoritma Sherman-Morrison untuk Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Menggunakan Matlab

    Full text link
    Artikel ini membahas implementasi algoritma Sherman-Morrison untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, di mana A merupakan matriks nonsingular berukuran n×n sehingga sistem memiliki solusi tunggal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendekatan penyelesaian yang adaptif dan efisien bagi sistem linier yang mengalami perubahan lokal secara berulang. Algoritma Sherman-Morrison merupakan bentuk khusus dari rumus Sherman–Morrison–Woodbury yang berlaku untuk modifikasi rank-satu, sehingga memungkinkan pembaruan invers matriks tanpa perhitungan ulang secara menyeluruh. Kajian dilakukan melalui pembuktian teoritis rumus tersebut dan implementasi komputasional menggunakan MATLAB R2013a. Implementasi disusun sebagai fungsi khusus yang dikembangkan secara modular untuk mengeksekusi langkah-langkah algoritma. Pengujian dilakukan terhadap empat jenis matriks: acak penuh, simetris positif definit, jarang (sparse), dan hampir singular. Evaluasi mencakup akurasi solusi, error residual, serta waktu eksekusi, kemudian dibandingkan dengan metode standar (A\b). Hasil implementasi menunjukkan bahwa algoritma memberikan solusi yang akurat dan efisien pada sistem dengan skala kecil serta matriks sparse, namun cenderung tidak stabil bila diterapkan pada matriks yang hampir singular. Dengan demikian, algoritma ini layak digunakan untuk kasus pembaruan rank-satu dengan kondisi yang baik, serta relevan untuk penerapan dalam konteks pembelajaran dan komputasi numerik

    Fenomenologi Pembelajaran Matematika SMP pada Materi Garis dan Sudut

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman belajar peserta didik SMP dalam pembelajaran matematika pada materi garis dan sudut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini berfokus pada pemahaman subjektif partisipan terhadap pembelajaran di dalam kelas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan empat informan, yaitu tiga peserta didik kelas VII dan satu guru matematika di MTsS Alkhairaat Kalukubula. Teknik analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama yang membentuk struktur pengalaman belajar peserta didik yaitu: makna belajar matematika bagi peserta didik, interaksi dan partisipasi dalam pembelajaran, serta kesulitan konseptual dalam memahami materi garis dan sudut. Peserta didik memaknai belajar matematika secara berbeda, tergantung pada keberhasilan memahami materi dan kenyamanan interaksi sosial di kelas. Peserta didik yang memahami materi merasa percaya diri dan senang, sedangkan yang kesulitan cenderung diam, takut bertanya, dan menarik diri dari proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan media visual dan rendahnya kemampuan visualisasi menjadi penyebab utama kesulitan konseptual Peserta didik dalam memahami sudut dan relasinya dengan garis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika yang bermakna tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi emosional dan sosial peserta didik

    Peran Guru Kelas dalam Menumbuhkan Disiplin Belajar Sejak Dini pada Siswa SDN Kebonagung 1 Porong

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disiplin belajar sejak dini dan menganalisis peran guru kelas dalam menumbuhkan disiplin belajar sejak dini pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kebonagung 1 Porong. Disiplin belajar merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa, yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan akademik mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara terhadap tiga guru kelas rendah dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, pelatih, dan evaluator dalam membentuk kebiasaan belajar yang disiplin. Strategi yang digunakan mencakup pemberian tugas rutin, keteladanan, penguatan positif, serta evaluasi yang berkelanjutan. Indikator disiplin belajar yang teridentifikasi antara lain keteraturan kehadiran, tanggung jawab terhadap tugas, keterlibatan dalam pembelajaran, dan kebiasaan mengulang pelajaran di rumah. Penelitian ini memperkuat pentingnya peran aktif guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter disiplin sejak usia dini. Hasil temuan ini diharapkan menjadi rujukan praktis bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam menanamkan nilai kedisiplinan secara berkelanjutan

    Inovasi Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD: Analisis Strategi dan Implementasinya

    Full text link
    Metode pembelajaran merupakan komponen penting dalam menentukan kualitas proses belajar mengajar, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MI/SD. Namun, praktik pembelajaran di lapangan masih didominasi metode konvensional yang bersifat satu arah, sehingga kurang mampu menumbuhkan partisipasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai inovasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD, meliputi metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, proyek, pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, serta storytelling. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran yang inovatif mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan motivasi belajar. Dengan demikian, guru perlu mengembangkan dan mengadaptasi metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan perkembangan teknologi. Inovasi metode pembelajaran tidak hanya merupakan kebutuhan pedagogis, tetapi juga strategi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan pembentukan karakter peserta didik di era digital

    Pelaksanaan P5 Bertema Kearifan Lokal di SD Naskat Yos Sudarso, Kepulauan Aru

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan P5 SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya informasi kepada satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru mengenai pelaksanaan P5 yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala satuan pendidikan, fasilitator fase A, dan fasilitator fase C. Pemilihan informan berdasarkan jabatan struktural sebagai kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, dan wakil bidang kesiswaan yang diyakini memahami pelaksanaan P5 lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui prosedur bertahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan satuan pendidikan memilih koordinator dan fasilitator proyek, mengidentifikasi kesiapan sekolah, merancang dimensi yang ingin diasah dalam satu semester, merumuskan tema, dan menentukan alokasi waktu. Pada tahap pelaksanaan, satuan fasilitator membangun kesadaran peserta didik, mengeksplorasi permasalahan, menentukan peran setiap stakeholder, menyelesaikan proses pelaksanaan, dan menyusun pelaksanaan evaluasi. Tema yang diangkat SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo adalah kearifan lokal dengan topik pengolahan bahan mentah berupa ikan laut sumber daya alam terbesar di Kepulauan Aru menjadi makanan siap santap, lezat, dan lebih tahan lama seperti kecap, baso, dan nuget. Dapat disimpulkan bahwa SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai panduan yang dikeluarkan oleh BSKAP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

    Pemetaan Daerah Rawan Longsor Menggunakan Data Citra Landsat 9 di Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao

    Full text link
    Telah dilakukan pemetaan potensi daerah rawan longsor menggunakan data citra landsat 9 di Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan teknologi penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan longsor di Kecamatan Rote Tengah akibat cuaca ekstrem. Data yang digunakan untuk pemetaan potensi kerawanan longsor mencakup citra Landsat 9, citra Digital Elevation Model (DEM) dan data curah hujan. Metode penelitian meliputi pembuatan peta kemiringan lereng, peta curah hujan, dan peta tutupan lahan. Ketiga parameter tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan peta kerawanan longsor yang diklasifikasikan ke dalam tiga kelas: tidak rawan, rawan, dan sangat rawan. Validasi dilakukan menggunakan titik lokasi longsor yang diperoleh dengan GPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah rawan longsor di Kecamatan Rote Tengah mencakup area seluas 13670,36 hektar dengan persentase 78,73%, sementara daerah sangat rawan longsor mencakup area seluas 3692,61 hektar dengan persentase 21,27%

    Pemanfaatan LiDAR dalam Pemantauan Perubahan Tutupan Lahan untuk Mitigasi Perubahan Iklim: Tinjauan Literatur Sistematis

    Full text link
    Perubahan tutupan lahan merupakan faktor penting dalam studi perubahan iklim global, terutama dipicu oleh aktivitas antropogenik. Dalam dua dekade terakhir, teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) telah berkembang sebagai alat efektif untuk pemantauan spasial perubahan tutupan lahan dengan akurasi tinggi. Penelitian ini bertujuan memberikan tinjauan sistematis mengenai pemanfaatan teknologi laser pada LiDAR dalam konteks pemantauan perubahan tutupan lahan yang relevan dengan studi perubahan iklim. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mengidentifikasi tren penelitian, metode yang digunakan, serta kontribusi LiDAR dalam estimasi parameter lingkungan seperti biomassa, stok karbon, dan model elevasi digital. Tinjauan ini mencakup publikasi dari tahun 2015 hingga 2024. Hasil menunjukkan bahwa LiDAR memiliki keunggulan dalam penetrasi kanopi vegetasi dan estimasi biomassa dengan akurasi tinggi (90–95%). Selain itu, integrasi LiDAR dengan data multispektral dan kecerdasan buatan (AI) memperluas kemampuannya dalam pemantauan lingkungan. Temuan ini diperoleh dari analisis literatur yang mencakup berbagai konteks aplikasi, seperti program REDD+, mitigasi bencana, dan validasi laporan emisi karbon nasional, terutama di wilayah tropis seperti Amazon dan Kalimantan. Dengan demikian, LiDAR merupakan teknologi utama dalam pengamatan bumi yang memadukan dimensi spasial dan temporal, sehingga mampu memberikan data yang presisi dan kontinu untuk mendukung kajian perubahan iklim, dinamika tutupan lahan, dan isu-isu lingkungan lainnya secara berkelanjutan

    Pemodelan Matematis untuk Memprediksi Penjualan dengan Menggunakan Metode Regresi Linier

    Full text link
    Penelitian ini berfokus pada data penjualan produk pada UMKM Pojok Laundry, khususnya parfum laundry yang merupakan produk paling diminati konsumen dibandingkan dengan produk lain yang ditawarkan. Meskipun demikian, penjualan parfum laundry setiap bulan belum stabil karena adanya fluktuasi yang sulit diprediksi. Permasalahan tersebut mendorong dilakukannya penelitian dengan tujuan memprediksi penjualan parfum laundry agar pelaku usaha dapat menyiapkan stok sesuai dengan kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan adalah regresi linier, dengan analisis data penjualan sebelumnya untuk meramalkan tren pada periode berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan April 2025 penjualan parfum laundry diprediksi mencapai 38 botol, meningkat dibandingkan bulan Maret 2025 yang hanya 18 botol. Namun demikian, angka prediksi ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata penjualan pada periode sebelumnya, yaitu 42 botol. Temuan ini memberikan gambaran bahwa penerapan pemodelan matematis dengan metode regresi linier dapat membantu UMKM dalam memperkirakan kebutuhan stok produk, meskipun hasil ramalan tetap perlu dipertimbangkan dengan faktor eksternal yang memengaruhi penjualan

    174

    full texts

    238

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejurnal Universitas San Pedro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇