Ejurnal Universitas San Pedro
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Potret Pendidikan Dasar di Desa Jerol Kecamatan Aru Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran Pendidikan Dasar di Desa Jerol Kecamatan Aru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah guru di SD Kristen Jerol masih sangat kurang. (2) Sarana dan Prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran belum memadai. (3) Model pembelajaran Games Based Learning mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik. Melalui penelitian ini diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menaruh perhatian terhadap Pendidikan Dasar yang ada di daerah terpencil khususnya Desa Jerol
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pecahan Sederhana Menggunakan Media Konkrit di Kelas III Mi Al – Muttaqin Muncin
Membaca adalah salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki setiap indidu dan biasanya kemampuan ini sudah dilatih sejak dini. Dengan memiliki kemampuan membaca, berbagai pengetahan lainnya dapat diperoleh engan mudah. Kemampuan membaca erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa dan dapat mempengaruhi aspek lainnya seperti kemampuan mengkomunikasikan ide dan gagasan. Tujuan membaca pada kelas rendah adalah untuk menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, mengupayakan agar siswa dapat mengenal dan membaca huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat dengan lafal yang tepat dan lancer. Adapun tujuan membaca pada kelas tinggi adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Penelitian dengan pendekatan kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji akar penyebab permasalahan kemampuan membaca pada siswa sekolah dasar kelas tinggi dan menemukan solusinya
Kajian Optimasi Rute Terpendek Menggunakan Metode Simulated Annealing untuk Distribusi Obat pada Jaringan Apotek Kimia Farma di Kota Kupang
Telah dilakukan kajian optimasi untuk menganalisis perjalanan distributor obat pada apotek kimia Farma di kota Kupang. Optimasi menjadi sebuah persoalan komputasi sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti distribusi obat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulated annealing dengan memanfaatkan perangkat lunak Matlab 2013a. Simulasi dari model yang dirancang bertujuan mencari rute terpendek proses distribusi yang memenuhi kriteria memiliki energi minimum dan keadaan cooling schedule. Visualisasi bekerja pada 9 titik apotek kimia farma di Kota Kupang yakni Apotek Kimia Farma Herewila (1), Apotek Kimia Farma Oesapa (2), Apotek Kimia Farma Ahmad Yanni (3), Apotek Kimia Farma TDM(4), Apotek Kimia Farma Naikolan (5), Apotek Kimia Farma Lippo (6), Apotek Kimia Farma Lalamentik (7), Apotek Kimia Farma Hatta 135 (8) dan Apotek Kimia Farma Hatta 46 (9). Pada pengujian ini model dengan simulasi didapatkan energi minimum= 1.641461 satuan, suhu= 5 satuan derajat, jarak terpendek= 0.114017543, dengan rute=1-5-7-4-2-6-3-8-9-1
Pengaruh Lama Variasi Waktu Perendaman Klorofil Ekstrak Pewarna Alami Terhadap Efisiensi Dye Sensitizer Solar Cell (DSSC)
Energi yang berasal dari fosil semakin berkurang dan tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu banyak para ahli mencari alternatif lain untuk menciptakan energi baru yang bersifat renewable, dan Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakterisasi sifat kelistrikan material dye alami yang di ekstrak dari daun Bayam (dye Amaranthus) yang telah dipreparasi dalam larutan ethanol sebagai sensitizer pada DSSC. Metode spin coating digunakan agar deposisi pada mendapatkan lapisan tipis yang homogen pada area aktif kaca FTO. Variasi waktu perendaman kaca FTO pada dye diuji karakterisasi menggunakan I-V Meter Elkahfi, UV-Vis dan I-V Keithley tipe A. Hasil absorbansi dye berada pada panjang gelombang dan juga terdapat pergeseran panjang gelombang dari dye. Efisiensi terbesar dari variasi waktu perendaman 12 jam pada klorofil dye Amaranthus yaitu . Efisiensi yang tinggi pada elektroda dari variasi waktu menunjukkan kinerja kerja yang baik pada Dye Sensitized Solar Cell
Pengukuran Tingkat Kebisingan di Lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Telah dilakukan penelitian tentang tingkat kebisingan di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan di lingkungan Perpustakaan. Penelitian dilakukan selama tiga hari kerja dalam tiga pembagian waktu yaitu pada jam 09:00-10:00 WITA, 10:30-11:30 WITA dan 12:00-13:00 WITA. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sound Level Meter (SLM) tipe digital sound level mwrwt AS804. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data pengukuran yang diperoleh dari pengukuran langsung menggunakan alat SLM, sedangkan data sekunder adalah data jumlah kendaraan yang melintasi di sekitar perpustakaan. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kebisingan selama tiga hari diperoleh nilai rata-rata tingkat kebisingan tertinggi berturut-turut sebesar 117,38 dB(A), 91,16 dB(A), dan 89,93 dB (A) yaitu pada hari kedua pada jam 12:00-13:00 WITA, hari ketiga jam 12:00-13:00 WITA dan hari pertama jam 10:30-11:30 WITA. Hasil analisis data primer menunjukan bahwa tingkat kebisingan di Lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melebih ambang batas yang ditentukan oleh KEP-48/MENLH/11/1996 tentang baku tingkat kebisingan kawasan sekolah dan sejenisnya adalah 55 dB(A). Hasil ini didukung oleh data sekunder yang menunjukkan tingginya aktivitas transportasi/kendaraan yang melewati lingkungan perpustakaan pada jam-jam tersebut.
 
Penentuan Kualitas Air Tanah sebagai Air Minum dengan Metode Indeks Pencemaran
Air tanah dalam perannya sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat perlu dipertimbangkan faktor kualitasnya. Suatu sumber air dalam waktu tertentu akan menunjukkan kondisi atau status bila dibandingkan terhadap standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas atau status mutu pada empat sampel air tanah di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dengan metode indeks pencemaran. Hasil pengujian terhadap sampel air kemudian dibandingkan dengan baku mutu air minum yang ditetapkan dalam PERMENKES No.492/MENKES/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Penentuan indeks pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang masih sesuai dengan baku mutu antara lain bau, pH, nitrat, nitrit, fosfat, nikel, kromium, mangan, tembaga, alumunium, fluor, dan seng, sedangkan parameter yang telah melampaui baku mutu antara lain warna, Sulfat dan Besi. Hasil perhitungan indeks pencemaran menunjukkan bahwa air tanah tersebut dikategorikan tercemar ringan dan tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum
Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematika SMP Santo Paulus Saumlaki
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Problem based learning dengan berbantuan lembaran kerja siswa dapat meningkatan pemahaman konsep peserta didik di kelas, Hasil siswa meningkat. metode penelitian Kualitatif, dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data post tes. Penelitian ini dilakukan pada SMP Santo Paulus Saumlaki di Kelas VIIc dengan jumlah 24 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dengan 3 kali pertemuan diantarannya 2 kali pertemuan proses pembelajaran dan 1 hari untuk tes akhir. Dan melalui post tes, maka yang meneliti mampu memperhatikan peningkatan murid muridnya semasa perkembangan belajar. Sesudah menerapkan model pembelajaran maka hasil penelitian menunjukan bahwa 6 orang siswa berada pada kategori sangat baik, 2 orang siswa berada pada kategori baik, dan 2 orang berada pada kategori cukup. Kesimpulan : pembelajaran problem basrd learning (PBL) dengan berbantuan lembar kerja siswa (LKS) dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika yang pada umumnya rendah hingga meningkat
Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar
Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah karena melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Dengan mengetahui bentuk kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam belajar diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat agar nantinya mahasiswa tidak melakukan kesalahan yang sama. Salah satu penyebab terjadinya kesalahan dalam mengerjakan soal adalah kemampuan memahami konsep matematis yang masih rendah. Berdasarkan pengalaman, peneliti masih menemukan mahasiswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal aljabar sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini berupa deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan letak kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah 48 mahasiswa Akuntansi STIE Pembangunan Tanjungpinang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes hasil belajar berupa tes uraian yang terdiri dari 6 soal materi aljabar. Teknik analisis data yang digunakan adalah jawaban mahasiswa yang dianalisis kemudian dihitung persentase masing-masing kesalahan dengan menggunakan rumus. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah aljabar meliputi kesalahan perhitungan sebesar 20,14%, kesalahan prosedur sebesar 12,85% dan kesalahan konseptual sebesar 10,42%
Kajian Literatur: Permasalahan Kemampuan Membaca pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Tinggi
Membaca adalah salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki setiap indidu dan biasanya kemampuan ini sudah dilatih sejak dini. Dengan memiliki kemampuan membaca, berbagai pengetahan lainnya dapat diperoleh engan mudah. Kemampuan membaca erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa dan dapat mempengaruhi aspek lainnya seperti kemampuan mengkomunikasikan ide dan gagasan. Tujuan membaca pada kelas rendah adalah untuk menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, mengupayakan agar siswa dapat mengenal dan membaca huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat dengan lafal yang tepat dan lancer. Adapun tujuan membaca pada kelas tinggi adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Penelitian dengan pendekatan kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji akar penyebab permasalahan kemampuan membaca pada siswa sekolah dasar kelas tinggi dan menemukan solusinya
Pengaruh Jumlah Produksi Interleukin-2 (IL-2) Terhadap Paparan Gelombang Elektromagnetik Frekuensi Radio GSM 900 MHZ dengan Kultur Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC)
Gelombang elektromagnetik dapat diartikan sebagai gelombang yang terbentuk dari perpaduan medan magnetik dan medan listrik. Paparan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan imunologis dan stres oksidatif antara lain limfosit dengan salah satu sel T yang memproduksi sitokin salah satunya adalah interleukin-2 (IL-2). Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh paparan gelombang elektromagnetik frekuensi radio GSM 900 MHz terhadap jumlah produksi IL-2 dengan variasi jarak dan waktu yang ditentukan. Sampel yang digunakan adalah sampel darah sehat dari 13 pendonor yang telah dikultur Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC). Metode dalam penelitian ini: darah normal diberikan paparan radiasi gelombang elektromagnetik frekuensi radio GSM 900 MHz dengan menggunakan perangkat VSG25A ke sel darah putih yang telah dikultur dalam kotak aluminium yang dilapisi timbal. Variasi jarak yang diberikan, dihitung dari ujung antena perangkat VSG25A dengan wadah sampel adalah 0 cm, 2.5 cm, dan 5 cm dan waktu paparan selama 15, 30, 45, dan 60 menit. Semua sampel yang diberikan paparan maupun tidak diberikan paparan (normal) dihitung jumlah Interleukin-2 menggunakan flowcytometry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama paparan gelombang elektromagnetik frekuensi radio GSM 900 MHz, produksi IL-2 cenderung meningkat. Pada jarak 2,5 cm produksi IL-2 menurun setelah diberikan paparan selama 30 menit. Sedangkan produksi IL-2 terhadap jarak paparan apabila lama paparan kurang dari 30 menit dapat diartikan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap perubahan jumlah produksi IL-2