Ejurnal Universitas San Pedro
Not a member yet
238 research outputs found
Sort by
Analisis Keakuratan Metode Numerik Dalam Menyelesaikan Turunan Persamaan Nonlinier
Kasus penyelesaian turunan numerik suatu persamaan nonlinier sering ditemukan di bidang sains dan teknik. Turunan numerik persamaan nonlinear tersebut sulit ditentukan secara analitik, sehingga memerlukan pendekatan numerik. Turunan numerik yang dapat digunakan dalam kasus menyelesaikan turunan yaitu menggunakan metode beda maju, metode beda mundur, dan metode beda pusat. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan tingkat keakuratan dari metode beda maju, metode beda mundur, dan metode beda pusat dalam menyelesaikan persamaan nonlinear berbentuk polinomial,eksponensial dan trigonometri. Hasil dari ketiga metode ini kemudian dibandingkan dengan nilai eksaknya, sehingga diperoleh error mutlaknya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kasus persamaan nonlinear bentuk polinomial, eksponensial dan trigonometri, metode beda pusat memiliki error mutlak terkecil dibandingkan dengan metode beda maju dan metode beda mundur, yaitu sebesar 0,00043, 0,00022, dan 0,00292. Dengan demikian, metode numerik yang akurat dalam menyelesaikan turunan yaitu metode beda pusat.
Pengaruh Kemampuan Komunikasi Guru terhadap Keaktifan Siswa pada Pelajaran Matematika di Kelas IV SD
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi guru terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran matematika di SD kelas IV Baptis Cengkareng Indah. Penelitian ini lebih berfokus untuk mengetahui pengaruh komunikasi guru terhadap keaktifan siswa pada saat pembelajaran matematika. Materi yang menjadi fokus pada penelitian ini ialah materi bangun ruang. Pada pembelajaran bangun ruang guru akan membahas terkait isi maupun struktur daripada balok maupun kubus dan sesuai dengan materi yang tertera di dalam bab tersebut. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Baptis Cengkareng Indah sebanyak 30 orang siswa. Instrumen untuk mengumpulkan data pada penelitian yang digunakan berupa angket kemampuan komunikasi guru dan angket keaktifan siswa. Hasil yang diperoleh menggunakan uji parsial (t) yang menunjukkan bahwa signifikan 0.00 < 0,05. Hasil ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima, yang berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan komunikasi guru terhadap keaktifan siswa
Identifikasi Reservoir Panas Bumi Berdasarkan Pemodelan 2D Anomali Magnetik
Penelitian mengenai identifikasi reservoar panas bumi telah dilakukan di kompleks gunung Pandan Jawa Timur menggunakan metode magnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kedalaman reservoir panas bumi berdasarkan nilai anomali magnetik. Akuisisi data magnetik dilakukan sebanyak 80 titik dengan luasan daerah penelitian 9 x 10 km². Pengolahan data meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF (International Geomagnetik Reference Field), dan kontinuasi ke atas. Berdasarkan hasil pengolahan data magnetik, diperoleh rentang nilai anomali magnetik -446,7 nT sampai 526,3 nT. Interpretasi kualitatif data magnetik dilakukan pada hasil anomali magnetik yang telah di koreksi meliputi koreksi harian, koreksi IGRF, dan kontinuasi ke atas. Interpretasi kuantitatif data magnetik dilakukan dengan membuat model 2D menggunakan peta anomali magnetik residual. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa terdapat beberapa struktur sekunder berupa rekahan/crack yang menjadi jalan keluarnya fluida panas menuju ke permukaan. Reservoar hidrotermal manifestasi Jari (Selo Gajah) diduga berada pada batupasir tufaan dengan kedalaman 500 m – 1500 m, sedangkan manifestasi Banyukuning diperkirakan berada pada breksi vulkanik dengan kedalaman 1000 m – 1500 m
Pemetaan Curah Hujan Tahunan Dan Keadaan Hidrogeologi di Kabupaten Timor Tengah Utara Untuk Identifikasi Potensi Kekeringan
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebaran curah hujan tahunan dan kondisi hidrogeologi Kabupaten Timor Tengah Utara. Kajian tentang parameter penentu kekeringan seperti curah hujan dan kondisi hidrogeologi diharapkan dapat menjadi masukan sebagai kerangka acuan dalam mitigasi kekeringan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan data sekunder berupa data curah hujan dan data hidrogeologi, tahapan pengolahan data dan deskripsi pata hasil. Pembuatan peta curah hujan tahunan menggunakan data CHIRPS berupa data hujan bulanan selama periode 2018-2023. Data tersebut diolah dengan Arcgis melalui local cell staticstics tools untuk mendapatkan data raster rata-rata hujan tahunan. Selanjutnya data raster diubah menjadi data point, interpolasi point dan kemudian reklasifikasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan tahunan di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah 1155-1893 mm/tahun. Ini mengindikasikan bahwa Kabupaten Timor Tengah Utara didominasi oleh curah hujan rendah. Kajian tentang kondisi hidrogeologi menunjukkan bahwa Kabupaten Timor Tengah Utara memiliki litologi akuifer berupa batuan gamping, endapan lepas, batuan malihan dan beku, batuan padu dan batuan volkanik, dan produktivitas akuifer didominasi oleh akuifer (bercelah atau sarang) produktif kecil dengan air tanah langka. Kedua peta dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kekeringan
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Bilangan Bulat Di Kelas VII SMPN 1 Tana Righu Setelah Daring
Data merupakan informasi penting dan perlu perhatian khusus menunjukan bahwa, lebih dominan siswa yang nilainya tidak tuntas sehingga ada kesulitan yang dialami siswa pada materi bilangan bulat. Data yang tertulis merupakan rekomendasi untuk mengetahui tingkat kesulitan siswa. Analisis kesulitan siswa mengunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Analisis data meliputi; Reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Data yang dianalisis yaitu berdasarkan Indikator Yeo dan Kow (2009), Arikunto (2006) dan Suyoto dkk(2015). Penelitian terlaksana pada hari kamis, 4 Agustus 2022 sampai Sabtu, 6 Agustus 2022 di kelas VIIA SMPN 1 Tana Righu yang menjadi kelas penelitian dengan jumlah 25 siswa. Tetapi, pada pelaksanaan tes hanya 21 siswa yang mengikuti tes karena satu siswa tidak hadir. Berdasarkan hasil Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi bilangan bulat, peneliti mencatat dan menyimpulkan hasil penelitian bahwa, kesulitan memahami masalah yang diberikan khususnya mengetahui yang diketahui dan ditanyakan mencapai 34% yaitu ada 7 siswa, kesulitan menentukan strategi penyelesaian yang tepat khusunya menentukan rumus penyelesaian matematika mencapai 38% yaitu ada 8 siswa, kesulitan membuat model matematika pada penyelesaian jawaban mencapai 24% yaitu ada 5 siswa, dan kesulitan melakukan prosedur matematika yang benar khususnya menentukan kesimpulan yang logis mencapai 4% yaitu ada 1 siswa
Penerapan Metode Hauled Container System dan Stationary Container System untuk Optimalisasi Pengangkutan Sampah di Kota Kupang
Pengangkutan sampah di Kota Kupang masih belum optimal akibat keterbatasan armada, jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan sistem jaringan transportasi yang belum memadai. Padahal, pengangkutan sampah merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengelolaan sampah, yang dapat menyumbang 40–60% dari total biaya operasional serta berdampak pada efisiensi waktu dan usia pakai kendaraan. Penelitian ini menerapkan dua metode sistem pengangkutan, yaitu Hauled Container System (HCS) dan Stationary Container System (SCS), untuk mengoptimalkan proses pengangkutan sampah di Kota Kupang. HCS dan SCS merupakan sistem pengumpulan sampah tidak langsung dengan pendekatan kontainer individual. Berdasarkan proyeksi, jumlah penduduk Kota Kupang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 511.103 jiwa, dengan timbulan sampah sebesar 358 m³/hari. Volume sampah yang tinggi ini berdampak pada peningkatan kebutuhan armada, frekuensi ritasi, dan jalur pengangkutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode HCS dengan armada arm roll truck berkapasitas 6 m³ mampu melakukan 4,46 ritasi/hari per unit, dengan waktu tempuh rata-rata 1,433 jam/ritasi untuk dua kali ritasi. Sementara itu, metode SCS menggunakan armada dump truck berkapasitas 8 m³ hanya mampu melakukan 1 ritasi/hari per unit, dengan waktu tempuh 1,183 jam/ritasi. Masing-masing armada direncanakan melayani satu kelurahan dengan durasi kerja operasional selama 8 jam per hari. Hasil ini menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan sistem pengangkutan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kota Kupang
Pengaruh Minat Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktornya adalah minat belajar. Ketika siswa memiliki minat dalam belajar maka siswa dapat melakukan proses pembelajaran dengan menyenangkan dan tanpa adanya paksaan dari siapapun. Namun sebaliknya, ketika siswa tidak memiliki minat dalam belajar maka siswa akan merasa jenuh atau bosan dan tidak peduli dengan apa yang sedang dipelajari sehingga hal ini akan berakibat pada kemampuan-kemampuan yang dimiliki khususnya pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh minat belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pusaka Rakyat 02 semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 73 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SDN Pusaka Rakyat 02 sebanyak 45 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket) minat belajar dan soal tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji parsial (uji t) yang menunjukkan bahwa signifikansi sebesar dengan nilai yang didapatkan sebesar nilai sebesar 2,017 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya minat belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IV
Investigasi Pemaparan Radiasi Kosmik dan Radiasi Ultraviolet di Daerah Pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur
Telah dilakukan penelitian tentang investigasi pemaparan radiasi kosmik dan radiasi ultraviolet di daerah pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur. Penelitian ini bertujuan menentukan kisaran radiasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian,memetakan distribusi pemaparansinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian, mengestimasi luas daerah dengan pemaparan radiasi kosmik dan sinar UV yang tinggi, di daerah pertanian, mengetahui tingkat kontaminasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian sesuai dengan standar aman lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacah radiasi kosmik di daerah penelitian untuk pengukuran pagi, siang dan sore berkisar dari 4 cpm sampai dengan 33 cpm. Untuk radiasi ultraviolet pada pengukuran pagi,siang dan soren berkisar dari 80 W/cm2 sampai 1000 W/cm2. Luas daerah dengan tingkat radiasi kosmik tertinggi yaitu 0,000179 m2 dan luas daerah radiasi ultraviolet yang tertinggi yaitu 0,001738 m2. Dari hasil konversi secara manual tingkat kontaminasi radiasi sinar kosmik yang berbahaya sesuai dengan standar IAEA untuk umum yang dapat diterima makhluk hidup di lokasi penelitian cukup tinggi yaitu berkisar antara 1,079 mSv/thn sampai 2,739 mSv/thn. Untuk radiasi ultraviolet waktu paparan radiasi paling berbahaya sesuai dengan standar radiasi efektif yang diterima makhluk hidup yaitu pada waktu pagi dan siang hari
Structural Equation Modeling Partial Least Square Pada Analisis Faktor Kualitas Pelayanan Perpustakaan Berdasarkan Persepsi Mahasiswa
Kualitas layanan perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kompetensi pegawai dan lingkungan perpustakaan. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan signifikansi variabel kompetensi pegawai dan lingkungan perpustakaan terhadap kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah analisis data menggunakan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Dari hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh kompetensi pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan sebesar 0,457. Lingkunngan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pegawai sebesar 0,441. Lingkunngan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan sebesar 0,308. Variabel kompetensi sebesar 0,163 sehingga dikatakan model lemah, artiya 16,3% variasi kompetensi dapat dijelaskan oleh model. Nilai variabel kualitas pelayanan sebesar 0,415 sehingga dikatakan model moderat, artiya 41,5% variasi kompetensi dapat dijelaskan oleh model
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Literasi Sains Siswa SMA
Literasi sains merupakan salah satu aspek dalam pendidikan untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu dimensi dari literasi sains yaitu dimensi kompetensi. Berdasarkan data PISA dan data studi awal bahwa literasi sains kompetensi siswa Indonesia masih rendah. Salah satu pembelajaran yang memberikan pengaruh positif terhadap literasi sains yaitu problem based learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap literasi sains siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design dengan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel kelas eksperimen dan kontrol menggunakan random cluster sampling. Subyek penelitian ini berjumlah 68 siswa SMAN 1 Kota Bima yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa lainnya sebagai kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PBL, sedangkan siswa pada kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensioanal. Penelitian ini menggunakan instrument tes literasi sains kompetensi berupa 13 butir soal dengan reliabilitas sebesar 0,489. Data penelitian dianalisis dengan uji t one tail. Hasil uji t literasi sains kompetensi siswa diperoleh thitung= 2,89 > 2 =ttabel(0.05;66), menunjukkan bahwa literasi sains kompetensi siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional