Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
962 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERILAKU NARSISTIK REMAJA BUDDHIS PENGGUNA APLIKASI TIKTOK DI DESA MOJOREJO, KECAMATAN JUNREJO
Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, has a sense of curiosity and a search for identity by displaying narcissistic behavior to be recognized in society. Narcissism is displayed through social media, one of which is the TikTok application. The purpose of this study is to find out the causes and effects of the use and impact of the TikTok application and the relationship between the use of the TikTok application and the narcissistic behavior of Buddhist adolescents. The method in this study is descriptive qualitative and primary data sources obtained through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the use of the TikTok application by Buddhist youth in Mojorejo Village is caused; entertainment, seeking information and keeping up with the times. The positive impact of the TikTok application is being confident, active, increasing knowledge. In addition, the negative impacts that arise are difficulty managing time, the emergence of a sense of laziness, and difficulty controlling emotions. Narcissistic behavior is shown by Buddhist adolescents from the desire to have many followers, and aggression as a response when getting reprimanded
Analisis respon mahasiswa terhadap implementasi google classroom pada mata kuliah perencanaan pembelajaran
Abstrak
Dalam Capaian Pembelajaran mata kuliah Perencanaan Pembelajaran, siswa diharapkan mampu membuat perencanaan pembelajaran dan mengevaluasinya dalam tahun pelajaran tertentu. Google Clasroom adalah salah satu platform pembelajaran dimasa pandemi covid-19 ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan google classroom dalam meningkatkan keterampilan pembuatan perencanaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester genap di IKIP PGRI Bojonegoro pada tahun akademik 2020/2021. Peneliti menggunakan total sample dalam teknik pengambilan sampel. 26 siswa menjadi Subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai instrumen. Hasil dari penelitian ini, dapat dilihat setelah menganalisis data secara deskriptif, hasilnya menunjukkan bahwa semua siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan terlibat aktif selama kegiatan belajar mengajar. Siswa lebih mudah mengekspresikan diri. Proses pembelajarannya tidak membosankan dan menarik. Mereka termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang baik karena mereka merasa lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide.
Kata kunci: Google classroom, Respon Mahasiswa, Perencanaan Pembelajaran
Abstract
In the Learning Achievement of Lesson Plan Course, students are expected to be able to make learning plans and evaluate them in a particular school year. Google Clasroom is one of the learning platforms used during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study is to find out how students respond in the use of google classroom in improving planning skills. This research is qualitative descriptive research. This research was carried out on even semester students at IKIP PGRI Bojonegoro in the academic year of 2020/2021. Researchers use total samples in sampling techniques. 26 students were subjected to the study. The study used questionnaires as instruments. The results of this study can be seen after analyzing the data descriptively. The results show that all students have high learning motivation and are actively involved during teaching and learning activities. Students are easier to express themselves. The learning process is interesting and not boring. They are motivated to get good achievements because they feel more confident in expressing ideas.
Keywords: Google classroom, Students’ respond, Lesson Plan
Peran Tradisi Ngejot dalam Meningkatkan Kerukunan Antar-Umat Beragama di Desa Mareje Timur Kabupaten Lombok Barat: Perspektif Umat Buddha
Abstrak
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Mareje Timur, Dusun Tendaun adalah tradisi Ngejot. Tradisi Ngejot merupakan salah satu tradisi yang ditandai sebagai wujud kedekatan dan eratnya persaudaraan antar-umat beragama khususnya umat Buddha dan umat Islam. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada saat hari-hari besar keagamaan seperti Waisak dan Pattidana masal bagi umat Buddha serta Idul Fitri bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Ngejot dalam meningkatkan kerukunan antar-umat beragama dalam perspektif umat Buddha. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi (pengamatan), wawancara dan partisipasi langsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan konsep dari tokoh Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu kondensasi data, reduksi data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini, tradisi Ngejot merupakan tradisi yang bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar-umat beragama dan tradisi Ngejot ini berperan sebagai perekat solidaritas sosial. Dalam hal ini, tradisi Ngejot terbukti memiliki peran yang strategis dalam menjaga keharmonisan antar-umat beragama dengan demikian kerukunan masyarakat di Dusun Tendaun semakin meningkat. Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan lain yang menjadi upaya pendukung untuk menciptakan kerukunan umat beragama seperti begawe, gotong royong dan baksos. Selain itu, dari hasil penelitian juga ditemukan fakta-fakta lain bahwa tradisi Ngejot ini selaras dengan ajaran Buddha, yaitu memberi atau berdana dan cinta kasih yang juga membawa pada kerukunan.
Kata Kunci: Tradisi Ngejot, Kerukunan, Perspektif Umat Buddha
Abstrak
Salah satu tradisi yang masih dipertahankan dan dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Mareje Timur, Dusun Tendaun adalah tradisi Ngejot. Tradisi Ngejot merupakan salah satu tradisi yang ditandai sebagai wujud kedekatan dan eratnya persaudaraan antar-umat beragama khususnya umat Buddha dan umat Islam. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada saat hari-hari besar keagamaan seperti Waisak dan Pattidana masal bagi umat Buddha serta Idul Fitri bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Ngejot dalam meningkatkan kerukunan antar-umat beragama dalam perspektif umat Buddha. Penelitian ini menggunakan metode etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi (pengamatan), wawancara dan partisipasi langsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan konsep dari tokoh Miles dan Huberman melalui tiga tahap, yaitu kondensasi data, reduksi data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini, tradisi Ngejot merupakan tradisi yang bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar-umat beragama dan tradisi Ngejot ini berperan sebagai perekat solidaritas sosial. Dalam hal ini, tradisi Ngejot terbukti memiliki peran yang strategis dalam menjaga keharmonisan antar-umat beragama dengan demikian kerukunan masyarakat di Dusun Tendaun semakin meningkat. Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari banyak kegiatan lain yang menjadi upaya pendukung untuk menciptakan kerukunan umat beragama seperti begawe, gotong royong dan baksos. Selain itu, dari hasil penelitian juga ditemukan fakta-fakta lain bahwa tradisi Ngejot ini selaras dengan ajaran Buddha, yaitu memberi atau berdana dan cinta kasih yang juga membawa pada kerukunan.
Kata Kunci: Tradisi Ngejot, Kerukunan, Perspektif Umat Buddha 
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA ASPEK EJAAN PADA KUMPULAN CERPEN KARYA SISWA SMP IT NURUL ISLAH
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan menjelaskan aspek ejaan pada kumpulan cerpen karya siswa SMP IT Nurul Islah. Objek penelitian, yaitu analisis kesalahan aspek ejaan dalam kumpulan cerpen karya siswa SMP IT Nurul Islah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Analisis dalam penelitian ini berdasarkan pada PUEBI. Adapun aspek kesalahan yang dianalisis, meliputi penggunaan huruf kapital, penggunaan kata ganti, penggunaan kata hubung, penggunaan kata depan, penggunaan kata serapan, dan penggunaan tanda baca. Jumlah kesalahan dalam cerpen karangan siswa sebagai berikut: kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 16, kesalahan penggunaan kata ganti sebanyak 5, penggunaan kata hubung sebanyak 15, penggunaan kata depan sebanyak 15, penggunaan kata serapan sebanyak 2, dan penggunaan tanda baca sebanyak 11.
Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa, Cerpen, EBI
 
Pengaruh Model TPS Terhadap Peningkatan Keaktifan Dan Kerja Sama Siswa SMB Pada Materi Jalan Utama Berunsur Delapan
The activeness and cooperation of students is one of the factors for students to understand a material well. Therefore it is necessary to increase student activity and collaboration. For this reason, there is a need for a learning model that can increase student activity and cooperation. One of the learning models that can increase student activity and collaboration is the cooperative learning model Think Pair Share type (TPS), because this cooperative learning model emphasizes student cooperation and discussion in groups and in learning divides students into small groups consisting of 2 students. This study aims to: 1) To determine the effect of the Think Pair Share Cooperative Learning Model on student activity To determine the effect of the Think Pair Share Cooperative Learning Model on student cooperation. This type of research is a type of quantitative research that will use ANOVA analysis. The sample used in this study amounted to 16 students in the three SMBs in the Seputih Raman sub-district. Data collection techniques in this study using questionnaires or questionnaires, interviews and observations. Based on the results of the analysis conducted by researchers that F count the activity of F table (0.459 3.81) then Ho is accepted. The results of these calculations can be defined that the TPS learning model has no effect on increasing the activity of SMB students. The results of these calculations can be defined that the TPS learning model does not increase the cooperation of SMB student
Integrated Quality Management for the Existence of Ecclesiastical Ministries Today
The Covid-19 pandemic still ongoing today is a challenge and a struggle for every area of human life without exception. For example, business life is disrupted because of economic problems. Politically, the tension between one nation and another affects market prices and impacts basic needs and the sustainability of people's lives. Likewise, pastoral service activities have undergone a total change since the pandemic, resulting in some church services not functioning properly. For example, some worship services were shifted from building to house in a face-to-face to virtual style. This study aims to analyze the role of integrated quality management in the existence of pastoral ministry today, using a descriptive qualitative method approach with an Integrated Quality Management (MMT) system. The author collects data through observation, interviews, and literature documentation at the Bethel Church of Indonesia Parakletos Taman Palem Lestari, Cengkareng, West Jakarta. As a result, Integrated Quality Management is very important. It is a central need in customer satisfaction in this day and age, so church leaders must open up and realize that change is a certainty that not only has to be faced but will be better if anticipated by continuously innovating and creating in the grace of God
Pendidikan anti-korupsi pasca pandemi covid-19 di SDN Mojoroto 1 Kota Kediri
Pendidikan anti korupsi merupakan usaha secara terencana dan sadar yang terdapat nilai anti korupsi dalam usaha belajar mengajar yang kritis. Selama pandemi pendidik menemukan siswa yang tidak mengerjakan PR sendiri, melainkan tugas yang mengerjakan adalah orangtua bahkan oleh guru les, sehingga sulit untuk pendidik dalam menilai hasil kerja siswa yang jujur. Dengan pasca pandemi Covid’19 maka peneliti akan membahas bagaimana kurikulum pendidikan anti korupsi di SDN 1 Mojoroto beserta permasalahan dan solusinya. Metode penelitian yang digunakan dengan metode deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara kepada siswa dan guru di SDN 1 Mojoroto. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan bahwasanya seluruh siswa di SDN 1 Mojoroto menerapkan perilaku anti korupsi dengan membiasakan berperilaku jujur. Walaupun belum dikatakan seluruhnya siswa berperilaku jujur saat ujian seperti siswa melirik kanan kiri saat ujian berlangsung bahkan melihat buku catatan, sedangkan siswa yang peduli dengan kejujuran segera melaporkan perbuatan tersebut. Tidak hanya kejujuran, melainkan sikap disiplin dengan waktu dari masuk hingga pulang sekolah dan tugas yang diberikan guru agar diselesaikan tepat waktu, sikap tanggung jawab dalam berperilaku hingga bertanggung jawab atas dirinya sendiri, bekerja keras dalam memahami pelajaran, kesederhanaan dalam berpenampilan, kemandirian dalam mengerjakan tugas, adil serta tidak memilih dan memilah teman, berani untuk mengajukan pendapat serta tampil percaya diri, dan kepedulian atau tenggang rasa terhadap sesama tanpa melihat perbedaan status sosial. Untuk melancarkan penanaman pendidikan anti korupsi, maka adanya kerjasama antara guru, wali murid dan masyarakat supaya hasilnya lebih efektif.
Kata kunci : Pendidikan, Anti-Korupsi, Pasca Pandemi Covid-19.  
MAKNA SIMBOLIK RITUAL SOTOBA MAJELIS NICHIREN SHOSHU BUDDHA DHARMA INDONESIA (MNSBDI) Kajian Folklor
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan latar belakang munculnya dan pelaksanaan ritual Sotoba, mendeskripsikan simbol-simbol dan fungsi pelaksanaan Sotoba bagi umat MNSBDI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sotoba merupakan badan pencapaian kesadaran Buddha untuk almarhum, bersama Myohorengekyo. Sutra yang dipakai yaitu bab Upaya Kausalya dan Bab Panjangnya Usia Sang Tathagata . Fungsi ritual Sotoba bagi masyarakat MNSBDI sebagai sistem proyeksi, angan-angan yaitu pemohon memperoleh karunia yang dapat dirasakan tujuh keturunan keatas dan tujuh turunan kebawah. Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan. Ritual Sotoba sebagai pranata yang syah dalam tradisi doa kematian di MNSBDI, sebagai wujud pendidikan balas budi anak kepada orang tua serta sebagai wujud cinta kasih terhadap semua makhluk. Ritual Sotoba sebagai alat pemaksa bagi umat MNSBDI dan sebagai bentuk taat dengan ajaran yang ada di Saddharmapundarika-Sutr
Students' Achievement Between Online and Offline English Learning
The difference between online and offline learning impacts the students' achievements in English learning. This study aimed to analyze the comparison between students' achievement in offline and online English learning. This study used mixed methods research between quantitative and qualitative research methods. The population of this research was 113 students. The researcher used the purposive sampling technique and took 28 respondents as the study's sample. The instrument of this study was students' achievement data, interviews, and observation. The result shows that the student who learned in offline learning had a higher score than those who learned in online learning. It was proved by the average score that students obtained. Students who knew offline got a score of 78.93. Meanwhile, students who learned online got a score of 75.00, indicating that offline learning is more effective than online learning. The data showed Sig. (2-tailed) value was 0.000 less than 0.05. That value significantly differed between students' online and offline learning achievement. These happen because of several problems that affect student achievement; students' less cohesiveness, being uncomfortable studying, lacking attention and motivation, and the limitations of supporting facilities in learning. It makes students lazy to learn English
Analisis Makna Kegiatan Pujawalian Sebagai Proses Sosialisasi Kehidupan Sosial Beragama Umat Buddha Vihara Metta Mandala Kabupaten Banjarnegara
Abstrak
Kehidupan sosial beragama merupakan hal yang penting bagi umat Buddha Vihara Metta Mandala. Melalui kegiatan Pujawalian diharapkan dapat menjadi proses sosialisasi kehidupan sosial beragama umat Buddha Vihara Metta Mandala. Penelitian ini membahas tentang makna kegiatan Pujawalian sebagai proses sosialisasi pada kehidupan sosial beragama umat Buddha Vihara Metta Mandala Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data Analisis Makna Kegiatan Pujawalian Sebagai Proses Sosialisasi Kehidupan Beragama Umat Buddha Vihara Metta Mandala Kabupaten Banjarnegara akan dikumpulkan dengan observasi berpartisipasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian menyatakan bahwa kegiatan Pujawalian merupakan kegiatan yang penting dalam menunjang proses sosialisasi kehidupan sosial beragama umat Buddha Vihara Metta Mandala Kabupaten Banjarnegara. Dengan adanya kegiatan Pujawalian ini umat Buddha menjadi lebih dekat, rutin melakukan ibadah sebagai makhluk beragama, serta dapat saling mendoakan satu sama lain. Oleh karena itu umat Buddha telah menjalani kehidupan sosial beragama dengan baik dengan kegiatan Pujawalian ini.
Kata Kunci: Pujawalian, Sosialisasi, Sosial Beragama.