Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
    962 research outputs found

    GAYA BAHASA REPETISI DAN METAFORA PADA NOVEL JIKA KITA TAK PERNAH BAIK-BAIK SAJA KARYA ALVU SYAHRIN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji serta mendeskripsikan adanya Gaya Bahasa Repetisi dan Metafora Pada Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif yang menggunakan metode analisis deskriptif. Penggunaan metode analisis deskriptif dilakukan karena sasaran dalam penelitian ini adalah sebuah karya sastra yang berbentuk novel. Teknik Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural, yaitu suatu penelitian yang dilakukan melalui studi bidang pustaka dengan menganalisis karya novel dengan teori-teori yang ada. Hasil Penelitian Gaya Bahasa yang dapat ditemukan dalam Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin, yaitu gaya Bahasa repetisi sebanyak 32 temuan setara 50%, gaya Bahasa metafora sebanyak 32 temuan setara 50%. Total keseluruhan hasil temuan sebanyak 64 atau setara dengan 100%. Simpulan Berdasarkan perumusan masalah pada penelitian tentang Gaya Bahasa Repetisi dan Metafora pada Novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja Karya Alvi Syahrin dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat jenis-jenis gaya Bahasa dalam novel Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja karya Alvi Syahrin sebanyak 64 temuan. Jenis-jenis citra perempuan tersebut terdapat gaya Bahasa Repetisi dan gaya Bahasa Metafora.   Kata Kunci: Gaya Bahasa , unsur instrinsik, nove

    PEMBOIKOTAN MEDIA TELEVISI PADA TOKOH PUBLIK

    Get PDF
    Dunia hiburan sedang diterpa isu panas terkait kembalinya sosok Saipul Jamil yang kembali muncul ke publik setelah menjalani hukuman atas tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Masyarakat merasa geram pasalnya media terlalu membesar-besarkan kembalinya Saipul Jamil, bahkan ada satu televisi yang melakukan glorifikasi dengan menayangkan aksi penyambutan dengan tidak biasa. Protes pun bermunculan hingga keluar sebuah petisi yang mewacanakan pemboikotan pedangdut tersebut. Pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun disinggung atas lolosnya tayangan yang dianggap kurang patut dipertontonkan ke masyarakat itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menggunakan analisis wacana Norman Fairclough. Dari analisis yang dilakukan peneliti maka ditarik kesimpulan bahwa kasus pada Saipul Jamil harusnya dapat dijadikan pembelajaran bagi publik figur lainnya, bahwa sanksi sosial benar adanya. Pemerintah juga harus memberi batasan untuk setiap hal yang dapat memberi pengaruh kepada masyarakat, termasuk tayangan yang disajikan oleh media. Supaya tidak ada pemakluman kepada tindakan yang tidak dibenarkan

    Analisis Minat Dan Motivasi Remaja Buddhis Untuk Melakukan Puja Bhakti di Vihara Dhamma Panna Dusun Krajan Desa Kalimanggis

    Get PDF
    Remaja Buddhis adalah geneasi penerus Agama Buddha di Vihara Dhamma Panna, ketika ada puja bakti hanya sebagian remaja Buddhis yang datang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara Dhamma Pañña Dusun Krajan Desa Kalimangnggis 2) Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara Dhamma Pañña Dusun Krajan Desa Kalimanggis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Vihara Dhamma Panna Dusun Krajan Desa Kalimanggis pada bulan February-Juli. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti di Vihara rendah. Hal itu dikarenakan kurangnya keyakinan (Saddha), minat dan motivasi pada diri remaja Buddhis dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan motivasi remaja Buddhis untuk melakukan puja bakti faktor internal yang mempengaruhi minat remaja Buddhis seperti minat dan keyakinan (Saddha) dan faktor eksternal yang mempengaruhi minat yaitu lingkungan sekitar. &nbsp

    Analisis Metode Ceramah Dharmaduta Dalam Udayi Sutta

    Get PDF
    Pemeluk agama Buddha dibandingkan dengan agama yang lain jumlahnya sangat sedikit begitu pula penyebar agama buddha (bhikkhu) yang jumlahnya tidak banyak di indonesia sehingga umat buddha kurang adanya pembinaan. Selain bhikkhu sebanarnya terdapat seorang dharmaduta (penceramah) yang bertugas memberikan pembinaan terhadap umat yang perannya menggantikan seorang anggota Sangha (para bhikkhu). Namun tidak banyak dari seorang dharmadutta yang mengaplikasikan nilai-nilai Udayi Sutta dalam memberikan ceramah kepada umat Buddha. Terdapat 5 nilai yang harus dikuasai seorang  dharmaduta dalam memberikan ceramah kepada masyarakat umat Buddha. Metode penulisan dalam penelitian ini menggunakan metode kaulitatif dengan pendekatan fenomonologi dari kejadian-kejadian dimasyarakat. Dengan seorang penceramah mengaplikasikan udayi sutta dalam setiap ceramahnya akan memberikan kualitas pada umat buddha serta mendorong umat buddha untuk pergi ke vihara dan meningkatkan keyakinannya pada Buddha Dhamma dan Sangha

    Makna Tradisi Paninian Masyarakat Adat Dayak Meratus dan Relasinya Dengan Agama Buddha

    Get PDF
    Paninian dalam masyarakat adat Dayak Meratus, mengetahui makna ritual Paninian yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Dayak Meratus, dan mengetahui relasi ritual Paninian dengan agama Buddha. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Guntung Tarap Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan, bahwa: tata cara pelaksanaan tradisi Paninian oleh masyarakat adat Dayak Meratus biasanya dilaksanakan setelah musim panen padi. Ritual Paninian diantaranya, yaitu memberikan sesaji (ubo rampe), membacakan mantra, dan memanjatkan doa sesuai harapan masing-masing pelaksana ritual

    Matapitu-Upatthanam Dalam Perspektif Buddhis

    No full text
    Di kalangan agama dan filosofis, konsep keluarga sering dilihat sebagai landasan moral dan etika yang membentuk inti masyarakat. Dalam agama Buddha sendiri, salah satu agama besar yang berakar kuat pada filosofi dan kehidupan praktis, terdapat sebuah konsep yang secara khusus menekankan pentingnya hubungan keluarga, yaitu Mātāpitu-Upaṭṭhānaṁ Konsep yang mengarah terhadap bagaimana seseorang memberi penghargaan dan penghormatan serta wujud berbati terhadap orang tua, sebagai salah satu aspek penting dalam praktik kehidupan yang diyakini umat Buddha. Mātāpitu-Upaṭṭhānaṁ nilai-nilai etika dan moral yang mendasari ajaran Buddha. Kami menganalisis teks-teks klasik Buddhis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana konsep ini diterapkan dalam praktik spiritual, dalam kehidupan bermasyarakat dan bagaimana dampaknya terhadap pembentukan karakter dan sikap individu. Dalam melaksanakan penlitian penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu metode yang melibatkan analisis mendalam terhadap berbagai sumber teks. Mātāpitu-Upaṭṭhānaṁ membantu individu membangun karakter etika dan moral yang kokoh. Praktik ini merangsang pengembangan sikap empati, pengendalian diri, dan pengorbanan, yang merupakan inti dari kebajikan Buddhisme. Dalam mengintegrasikan praktik ini dalam kehidupan sehari-hari, individu dapat membentuk landasan moral yang memandu tindakan mereka dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual

    Upaya Mengembangkan Moralitas Anak Melalui Praktik Brahmavihāra: Kajian Pada Sekolah Minggu Buddha Vihara Cittadhamma Dusun Purwogondo Desa Sampetan Kecamatan Ampel

    Get PDF
    Penelitian tentang pengembangan moralitas anak melalui praktik Brahmavihara. Kajian diskriptif pada Sekolah Minggu Vihara Cittadhamma Dukuh Purwogondo Desa Sampetan Kabupaten Boyolali dilatar belakangi adanya permasalahan utama yaitu masih adanya perilaku ‘kenakalan-kenakalan” dalam perkembangan moral dan agama. Brahmavihara merupakan emosi luhur, di mana keberadaannya sebagai kediaman yang memberikan kedamaian bagi yang menjadikannya sebagai pedoman dalam bertindak dan bersikap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Kualitatif.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek penelitian meliputi siswa sekolah, guru pembina, pengelola, pengurus vihara dan orang tua siswa. Data penelitian ini dianalisis dengan tiga tahap yaitu: 1) analisa data sebelum di lapangan; 2) analisa data selama di lapangan model Miles and Huberman; dan 3) analisa data selama di lapangan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik praktik Brahmavihāra di Sekolah Minggu Buddha Vihara Cittadhamma terdiri dari  empat  komponen dasar yang dilaksanakan oleh pengelola, guru pembina, dan siswa antara lain tumbuhnya rasa menghargai dan menyayangi kepada guru pembina, teman, orang tua, binatang, tanaman; (2) dampak atau hasil pelaksanaan praktik Brahmavihāra terbagi ke dalam beberapa domain meliputi kebijakan pengelola, sekolah minggu, keluarga, dan masyarakat. Pengelola maupun sekolah minggu berupaya merencanakan, memfasilitasi dan mengintegrasikan nilai-nilai Buddhis melalui praktik riil (nyata) dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga siswa memiliki rasa hormat dan sayang kepada orang tua dan dalam lingkup masyarakat siswa memiliki pengetahuan dasar agama Buddha yang baik, disiplin dan bertanggung jawab, serta memiliki sikap dan perilaku moral yang baik

    MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA MARGOREJO

    Get PDF
    Keberagaman merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Keberagaman ini di satu sisi dapat menjadi keistimewaan, namun di sisi lain juga dapat menjadi sumber potensi terjadinya konflik di masyarakat. Moderasi beragama merupakan sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain. Adanya keberagaman agama tidak menjadi kendala bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai di Desa Margorejo. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan moderasi beragama di Desa Margorejo. Adanya moderasi beragama tercermin dari terwujudnya toleransi antar-umat beragama di Desa Margorejo. Kerukunan antar-umat beragama di Desa Margorejo menjadi tradisi turun-temurun yang terus diwariskan sampai dengan generasi yang ada saat ini hingga memunculkan kesadaran dan penerimaan masyarakat akan adanya perbedaan agama di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Terwujudnya moderasi beragama di Desa Margorejo tidak terlepas dari adanya sinergitas pemerintah desa, para tokoh agama, dan masyarakat khususnya para pemuda lintas agama dalam berupaya untuk menjaga dan memperkuat moderasi beragama

    UPAYA KAUSALYA DAN QUANTUM LEARNING

    Get PDF
    Dalam pembelajaran terdapat dua kegiatan yaitu belajar dan mengajar, yang prosesnya membutuhkan interaksi baik antara pembelajar dan pengajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Salah satu proses yang mendukung dari tujuan pembelajaran adalah metode yang cocok. Dalam agama Buddha, terdapat metode mengajar yang cocok untuk semua usia yaitu Upaya Kausalya. Upaya Kausalya merupakan suatu seni mengajar yang mengandung unsur kreatifitas, kecerdasan, keindahan, kepiawaian sesuai dengan keadaan atau situasi yang dihadapi untuk mencapai keberhasilan dan manfaat. Metode pembelajaran Quantum Learning mengutamakan keaktifan peran, pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman dan pengecapan. Selain itu, dalam proses pembelajaran menggunakan musik untuk mencegah kebosanan dalam belajarnya. Penelitian ini bertujuan menggali hubungan metode Upaya Kausalya dan Quantum Learning dalam sebuah pembelajaran. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesamaan metode antara Upaya Kausalya dan Quantum Learning secara prinsip, pelaksanaan, dan tujuan

    KAJIAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM NOVEL SUTASOMA

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara memiliki keberagaman budaya, bahasa, maupun agama. Pembelajaran pendidikan multikultular sangat tepat diterapkan di Indonesia yang multikultular. Tujuan penelitian yaitu mengkaji nilai-nilai pendidikan multikultular dalam Novel Sutasoma. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan content analysis. Sumber data primer dalam peneliti berupa teks Novel Sutasoma. Hasil penelitian menunjukkan Novel Sutasoma mengajarkan nilai-nilai pendidikan multikultular, diantaranya (1) menghargai pendapat, hasil karya siswa yang multikultural; (2) memberikan rasa kasih sayang kepada seluruh siswa sedangkan siswa senantiasa menghormati guru; (3) memahami dan memiliki kerelaan untuk menerima keberagaman; (4) guru dalam pelayanan pembelajaran tidak membeda-bedakan dari mana siswa berasal, semua peserta didik diposisikan secara merata dan tidak pilih kasih; (5) memberikan penjelasan untuk dengan penuh kasih sayang; (6) saling menghormati, menghargai dalam kehidupan; (7) Bhinneka tunggal ika, tan hana darma mang rwa; (8) tidak menilai siswa hanya berdasarkan status sosial, budaya, bahasa, agama yang telah diyakini; dan (9) menghindari ketegangan dan permusuhan

    890

    full texts

    962

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇