Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
962 research outputs found
Sort by
Moderasi Beragama Perspektif Pengalaman Keagamaan Joachim Wach
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang memiliki kecenderungan untuk mencari makna dalam kehidupan. Dalam realitas yang beragam, kecenderungan ini muncul sebagai respons terhadap kompleksitas dunia. Dalam konteks ini, moderasi beragama muncul sebagai kerangka yang relevan untuk mengarahkan pengalaman keagamaan di tengah beragamnya pandangan dan keyakinan. penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam tentang pandangan Joachim Wach dalam memahami moderasi beragama melalui analisis konsep pengalaman keagamaannya. Penelitian ini merupakan sebuah studi pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis yang bertujuan untuk mendalami konsep atau teori dari seorang tokoh dalam hal ini pemikiran Joachim Wach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam perspektif pengalaman keagamaan Joachim Wach menunjukkan bahwa sikap yang seimbang, terbuka, dan toleran terhadap praktik dan keyakinan agama adalah fondasi yang kuat untuk menjaga perdamaian, mempromosikan toleransi, dan membentuk masyarakat yang inklusif. Dalam Ekspresi Pengalaman Keagamaan, sikap moderat memainkan peran yang penting dalam membentuk hubungan yang seimbang antara dimensi spiritual dan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari
Tradisi Nyadran Punden Dan Umat Buddha Di Dusun Lamuk, Kabupaten Temanggung
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan melaksanakan doa bersama. Nyadran di Dusun Lamuk ini ada sebuah keunikannya tersendiri yaitu dengan adanya pertunjukan merti dusun dan hanya ditujukan untuk makam leluhur Lamuk yang bernama Eyang Coguno. Tradisi Nyadran Punden di Dusun Lamuk sudah dilaksanakan sejak tahun 1977. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana tradisi nyadran bisa bertahan dan apa fungsi dan makna tradisi nyadran Punden di Dusun Lamuk Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui langkah langkah yang ditempuh untuk mempertahankan tradisi nyadran di Dusun Lamuk dan untuk mengetahui fungsi dan makna tradisi nyadran Punden di Dusun Lamuk Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif..Sedangkan teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat bentuk, fungsi, dan makna dalam tradisi nyadran Punden. Bentuk tradisi nyadran merupakan serangkaian dari prosesi, tradisi, dan ritual. Prosesi tersebut diantaranya bersih-bersih, puja bakti, selamatan, nyadran, dan acara hiburan. Tradisi nyadran mempunyai fungsi bagi masyarakat sebagai fungsi sosial, fungsi religi, fungsi pendidikan, melestarikan kebudayaan, dan berfungsi sebagai hiburan. Selain itu simbol dan makna tersebut bisa didapatkan pada kembang boreh, kembang telon, kemenyan, nasi tumpeng dan jajan pasar. Berdasarkan hasil simpulan terdapat beberapa saran bagi masyarakat supaya tradisi nyadran ini tetap dipertahankan agar tidak dilupakan dan juga tradisi ini bisa untuk melestarikan kebudayaan lokal
Peran Dharmaduta Keliling Terhadap Pemahaman Buddha Dhamma: Vihara Metta Manggala, Pati-Jawa Tengah
Agama Buddha Indonesia merupakan agama minoritas dan perkembangannya pun sangat lamban bahkan dapat dikatakan macet, karena generasi penerus sangatlah minim dan dikarenakan beberapa faktor umat Buddha tidak sedikit yang berpindah ke kepercayaan lain. Untuk itu diperlukan seorang dharmaduta untuk menguatkan atau memupuk keyakinan masyarakat terutama pada daerah-daerah pelosok. Untuk mensiati kekurangan dharmaduta dibentuklah dharmaduta keliling. Dharmaduta keliling mempunyai pengaruh penting dalam membina dan memberikan pelayanan bagi umat. Tujuan dalam penelitian ini; 1) Mengetahui peran Dharmaduta keliling dalam pembinaan dan pelayanan untuk meningkatkan keyakinan umat Buddha, 2) Mengetahui kemampuan Dharmaduta keliling untuk melaksanakan tugas membabarkan Dharma, 3) Mengetahui pemahaman Dharma umat Buddha. Penelitian yang dilakukan di Vihara Metta Manggala ini merupakan penilitian kualilatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptive. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara pada informan, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tiga tahap, reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan uji kredibilitas (credibility) data, uji depenabilitas (reliabilitas) data, uji transferabilitas (validitas eksternal), dan uji komfirmabilitas (objektifitas).
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Dharmaduta sangat besar untuk pemahaman Dharma umat Buddha, kemampuan Dharmaduta meliputi; kemampuan pengetahuan, kemampuan mengajar, dan motivasi sangat baik. Fasilitas yang cukup memadahi mendukung pembabaran Dharma lebih maksimal. Meningkatnya keyakinan dan pemahaman Aspek sila yang menimbulkan harmoni dalam hati dan pikiran disebut Samadhana, Aspek paññā secara harfiah paññā berarti memahami, mengetahui secara penuh atau tepat, untuk memperoleh kebijaksanaan merupakan kebahagiaan (sukho paññāya paṭilābho
Peranan Meditasi Empat Appamanna Dalam Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama
Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang menjalani hidup tentunya lebih berat dalam mempertahankan atau mengendalikan sifta fanatiknya. Fenomena yang terjadi berdasarkan penelitian melalui studi kepustakaan menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengerti manfaat pelaksanaan meditasi empat appamanna dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis Kepustakaan (Library Researh) yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. tujuan untuk mengungkap kejadian atau fakta yang terjadi. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) teknik observasi, (2) teknik komunikasi, (3) teknik pengukuran, dan (5) teknik telaah dokumen dan buku-buku yang berkaitan dengan masalah kerukunan umat beragama, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dengan terjalin kerukuna antar umat beragama maupun seagama menjadi faktor utama untuk terjalin bersatunya bangsa dan Negara. Dalam membina kehidupan bernegara warga bernegara yang damai dan tentram harus berpedoman pada kerukunan, sila yang baik, kedermawanan, dan kebijaksanaan mendasari kerukunan. Selain itu salah satu faktor kerukunan antar umat beragama salah satunya mengembangkan sifat cinta kasih, belas kasihan, perasaan simpati, keseimbangan batin, sehingga kehidupan seagama dan antar umat beragama dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Meditasi, Empat Appamanna, Kerukunan Antar Umat Beragam
INTENSITAS MENGIKUTI SEKOLAH MINGGU BUDDHA DAN KEMANDIRIAN SISWA VIHARA VIPASSANA KUSALACITTA
Intensitas siswa dalam mengikuti kegiatan Sekolah Minggu Buddha mampu menumbuhkan sikap kemandirian siswa. Adapun ciri-ciri dari beberapa sikap kemandirian siswa adalah: tanggung jawab, jarang meminta bantuan orang lain, kreatif dan inisiatif, memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, percaya diri, dan dapat melayani diri sendiri. Kemampuan ini dapat diperoleh dari hasil belajar di sekolah minggu yang banyak mengajarkan sikap-sikap kemandirian siswa seperti mendengarkan cerita tentang sifat-sifat luhur Buddha dan Bodhisatva, mewarnai yang dapat menumbuhkan kemampuan motorik anak, bernyanyi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Hal demikian dapat dikuasai oleh siswa jika dilakukan secara intens dan intensitas di sini mengacu pada durasi dan kesungguhan siswa dalam melakukan kegiatan di Sekolah Minggu Buddh
PENGARUH KEGIATAN KEAGAMAAN BUDDHA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA BERAGAMA BUDDHA SMP SMARATUNGGA AMPEL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan keagamaan Buddha terhadap pembentukan karakter Buddhis. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua atau beberapa variabel pada suatu studi kelompok subjek. Subjek penelitian ini adalah peserta didik beragama buddha SMP Smaratungga Ampel yang berjumlah 27 siswa beragama Buddha. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel kegiatan keagamaan Buddha dan pembentukan karakter Buddhis. Hal ini ditunjukkan dari koefisien regresi sebesar 0,754 yang berarti pembentukan karakter buddhis dipengaruhi oleh kegiatan keagamaan Buddha. Persamaan regresi linier sederhana antara kegiatan keagamaan Buddha dengan pembentukan karakter Buddhis yaitu: Y=45.502+0,719X
MENGANALISA PERKEMBANGAN BUDAYA KOREA DAN PENGARUHNYA DI INDONESIA MELALUI PERSPEKTIF TEORI KOMUNIKASI: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
Studi tentang budaya (cultural studies) berkaitan dengan proses produksi dan reproduksi budaya. Berbagai budaya yang berkembang saat ini tidak dapat dilepaskan dari proses dan perilaku komunikasi antar kelompok masyarakat. Komunikasi antar budaya diharapkan mampu menjembatani proses komunikasi antar individu di tengah budaya yang beragam satu dengan yang lain. Selain itu, hadirnya internet dewasa ini juga membuat batasan yang sebelumnya muncul antara satu budaya dengan budaya yang lain semakin tidak terlihat lagi. Hal ini juga dapat diamati pada fenomena perkembangan budaya Korea (Korean Wave) di Indonesia. Artikel ini dikaji dalam perspektif teori komunikasi, menggunakan pendekatan kualitatif dan didukung dengan metode systematic literature review. Hasilnya, budaya Korea bukan sekedar hadir di Indonesia, melainkan memberikan dampak yang signifikan dalam perubahan budaya dari kelompok masyarakat yang ada di Indonesia. Fenomena terkait fanatisme, pertukaran budaya, hingga celebrity worship kerap kali kita temukan dalam proses interaksi sehari-hari. Berbagai paham dan budaya yang ditemui saat ini tentunya tidak dapat berkembang dan menyebar di masyarakat tanpa adanya proses komunikasi, khususnya komunikasi dalam konteks antar budaya
NILAI POSITIF TAYANGAN TELEVISI MENURUT KELUARGA BUDDHIS DI KABUPATEN KARANGANYAR
This article aims to describe the television shows that are the favorite of Buddhist families in Karanganyar Regency, and the most frequently used broadcasting hours for watching and how Buddhist families view the positive value of television shows. The research method used in this research is a case study. The research was conducted in Karanganyar Regency. The research data were obtained from interviews, documentation studies, participatory observations and direct observations. The results showed that the most accessible communication media was television. The time most often used to access is at 17.00 WIB - 23.00 WIB. The programs that become the favorites of the father's group are sports and news shows, the programs that become the favorites of the mother's group are soap operas and news, while the programs that become the favorite shows of the younger generation are infotainment shows. The positive values that can be taken from television shows that are consumed by the Buddhist community include being diligent and diligent in worshiping, Tepo Sliro and love of peace
STRATEGI MARKETING KUSUMA KENCANA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN JASA WEDDING ORGANIZER MELALUI SOSIAL MEDIA TIK TOK
AbstractTikTok is a digital platform founded by ByteDance in 2016 in China. The development of TikTok is increasing from year to year. In fact, TikTok is the most downloaded non-gaming application in 2020. This popularity has indirectly made many content creators give birth to various unique ideas, one of which is Kusuma Kencana, a content creator who consistently presents informational content for the services he founded, namely the wedding organizer. By using a qualitative method, this research presents results based on observation, interviews with Faisal and Tim, and documentation. Based on these results, it can be concluded that Kusuma Kencana used a marketing strategy to increase sales of TikTok's social media wedding organizer services, which is the result of observations about showing that marketing strategy. And from the results of these observations, using the Kusuma Kencana Marketing strategy in Increasing Sales of Wedding Organizer Services Through Social Media TikTok which contains Kusuma Kencana's marketing activities, utilizes social media as a medium used in marketing services and promoting its services to customers. A marketing strategy with 7p and STP can be a solution for wedding organizer services. Promotion through several media such as Instagram, TikTok and WhatsApp, Sales Promotion implements promotion through the media social media, Public Relations influencing consumers through interesting content and working with models or celebrities, Personal Sales direct communication between the owner and the bride and groom, Direct Marketing social media as a place to share interesting and creative content to attract the attention of the bride and groom
MEDIA UNDER THE OLD DEVELOPMENT THEORIES AND MEDIA UNDER THE POST-MODERNIST ERA
Media has an important role in influencing culture and human way of life. Over the years, the media has continued to evolve with technological developments and social changes, thus having an impact on media development theories. In media history, there are two influential theories of media development, namely the old development theory and the post-modernist era. The aim of this article is to discuss old developmental theories and the post-modernist era in media development. By conducting a discussion of the introduction of the theory, the media used, the role of technology, technological change and the impact and implications of future media development so that it can become the basis for better and more effective media development in the future. In the development of the media, the theory of old developments and the Post Modernist era has a significant influence. In conclusion, media development cannot be separated from the surrounding social, technological, cultural and consumer behavior environment. Therefore, media companies and media developers should consider these factors in the development of more responsive, personalized and relevant media in the future