Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
962 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGEMBANGAN DESA WISATA DARUNU DI KABUPATEN MINAHASA UTARA BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2024
AbstractPeraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Manado-Likupang Tahun 2023-2044 untuk menjadi arah pengembangan pariwisata bagi semua daerah di Sulawesi Utara. Aturan ini pun harus menjadi patokan pengembangan pariwisata bagi Desa Darunu di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang telah menjadi Desa Wisata Rintisan pada tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan desa Wisata Darunu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2024 bahwa pengembangan pariwisata di Desa darunu harus sesuai dengan visi yaitu destinasi Pariwisata Nasional Manado-Likupang pada tahun 2023-2044 sebagai simpul pariwisata bahari asia pasifik yang berkelanjutan dan bertumpu pada Masyarakat. Sekalipun peraturan ini belum banyak diketahui termasuk oleh aparatur Pemerintah Desa Darunu (hanya 5 dari 19 orang yang mengetahui aturan ini), namun dalam pelaksanaannya konsep empat pilar pembangunan pariwisata yaitu destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan kelembangaan pariwisata sudah dilaksanakan. Selanjutnya untuk arah pengembangan pariwisata harus mengikuti 5 tahapan yaitu pemulihan, mulai melangkah, menguatkan diri, membangun daya saing, dan pemantapan agar supaya pengembangan pariwisata Desa Darunu tetap terarah sekalipun terjadi pergantian pemimpin.
Kata Kunci :Desa Wisata Darunu, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 202
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI KOMUNIKASI PROMOSI WISATA TAMAN BALEKAMBANG SURAKARTA
In the digital era, Instagram media users are increasingly from various social circles, for example, managers or sectors in the world of tourism such as Balekambang Park Surakarta. Balekambang Park tourism is one of the interesting places both from a historical, cultural and environmental point of view. Instagram as one of the promotional media for Balekambang Park tourism because it has a large number of followers. With the effective use of Instagram, it can make Balekambang Park a popular tourist spot. The purpose of this research is to find out the utilisation of Instagram used for promotional communication and to find out the obstacles to promotion using Instagram. In this study, researchers used a descriptive qualitative approach, namely by providing an explanation or description of the problem at hand and supported by primary and secondary data. The results of this study show that Balekambang Park utilises the features provided by Instagram as a promotional media. The use of Instagram as a promotional media is reviewed from the aspects of tourism promotion content, user aspects and economic impact. While the promotion carried out by Balekambang Park through Instagram also has several obstacles, which include obstacles in human resource management, inadequate live streaming tools, and regarding content.
 
STRATEGI HUMAS KOTA BANDUNG DALAM MENYUSUN CONTENT PILLAR MEDIA SOSIAL
This study discusses the success of Bandung City Public Relations in managing social media as a means of disseminating public information. The use of social media proves that Bandung City Public Relations can adapt to the digital era. The use of appropriate social media strategies and content pillars makes Bandung City Public Relations an exemplary example for other government agencies. Bandung City Public Relations can prove that implementing appropriate content pillars in managing social media, can break the perception that information provided by the government to the public is always rigid. This study uses a descriptive qualitative approach with thematic and content analysis methods. Data collection was carried out through interviews, observations, and literature studies. This study resulted in a discussion of the strategy for compiling Bandung City Public Relations' social media content pillars, the compilation of which was carried out simultaneously with the preparation of content planning. Bandung City Public Relations uses an agenda-setting strategy in implementing social media content planning. Bandung City Public Relations carries out three stages of the agenda-setting process which include the stages of determining the public agenda, defining the media agenda, and determining the policy agenda. Bandung City Public Relations' social media has three main content pillars, namely eduvative content, functional content, and entertaining content. The three pillars are applied to every social media account of Bandung City Public Relations, the packaging of which is adjusted to the characteristics of each social media. Bandung City Public Relations strives for content packaging that is not rigid to increase the level of interaction with the public
Kajian Ketoprak Moderasi Beragama Wahyu Dwijo Aji Kemenag Kabupaten Temanggung Sebagai Media Pesan Pembangunan Keumatan
Kajian Ketoprak Moderasi Beragama Wahyu Dwijo Aji Kemenag Temanggung Sebagai Media Pesan Pembangunan Keumatan. Skripsi, Program Studi Kepenyuluhan Buddha Jurusan Dharmaduta, Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah. Perkembangan Iptek yang semakin canggih membawa perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat yang serba canggih dalam teknologi tentunya ada potensi negatif yang ditimbulkannya di masyarakat. Masih minimnya daya dukung masyarakat terhadap tradisi budaya, khususnya seni ketoprak, bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Masyarakat yang kurang teredukasi atau tidak memiliki akses yang memadai terhadap informasi mengenai seni tradisional seperti ketoprak mungkin cenderung kurang mengapresiasi nilai-nilai budayanya. Tujuan yang akandicapai pada penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan peran para pemain ketoprak dalam memberikan tontonan dan tuntunan pada masyarakat, menganalisis peran para pemain dalam menyampaikan pesan tentang moderasi beragama, dan mendiskripsikan peran para pemain ketoprak dalam penyampaian pesan pembangunan dari pemerintah pada masyarakat. Jenis penelitian yang akan digunakan yaitu kualitatif penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah para pemain atau anggota yang tergabung dalam ketoprak moderasi Kemenag Temanggung. Anggota ketoprak Wahyu Dwijo Aji berjumlah 28 orang. Dengan memilih informan sejumlah 5 orang yang merupakan tokoh ketoprak dan anggota lintas agama dengan purphosif sampling. Peneliti menetapkan fokus penelitian, pengumpulan data, menafsirkan data, mengolah dan menarik kesimpulan atas semuannya. Alat pengumpulan data yaitu alat tulis, dan dokumen/ literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran para pemain ketoprak dalam memberikan tontonan dan tuntunan pada masyarakat dengan memberikan tuntunan yaitu lewat para pemain yang menjadi pemeran/lakon, menampilkan peranya dengan baik atau sungguh-sungguh dalam berakting, peran dengan penghayatan yang totalitas, dan menampilkan peran sesuai karakter sebenarnya. Peran para pemain dalam menyampaikan pesan tentang moderasi beragama dengan menyampaikan tentang pesan-pesan moderasi beragama, menyampaikan pesan kerukunan umat serta cerita sebagai simbol adanya kerukunan umat dalam kehidupan di masyarakat, dan menyampaikan cerita dengan bahasa agama serta bahasa ketoprak sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Peran para pemain ketoprak dalam penyampaian pesan pembangunan dari pemerintah pada masyarakat. Dengan menyampaikan tentang program pembangunan manusia untuk peningkatan kualitas hidup, menyampaikan pesan tentang kesehatan, pertanian, pendidikan, budaya, ekonomi, menyampaikan pesan sopan santun, kesusilaan, dan saling menghargai
A CRITICAL STUDY ON THE CONTROVERSY OF ABHIDHAMMA ACCORDING TO HISTORICAL AND TRADITIONAL APPROACH
ABSTRACT
This research provides a critical examination over the controversy surrounding the history of Abhidhamma based on historical background and written tradition. It is a library research which was done by collecting and scrutinizing data from the Tipitaka and its commentaries, combined with articles and books written by Buddhist scholars. Abhidhamma which is traditionally understood as higher teaching taught by the Buddha, reveals controversies among Buddhist scholars. They questioned the historical authenticity of Abhidhamma as the words of the Buddha, since they found several incompatibilities when looking at the historical background of the development of Buddhist literature. Kathāvatthuppakaraṇa, one of the seven books of Abhidhamma Piṭaka, is strong evidence that the book was compiled by Ven. Mogaliputtatissa Thera in the end of the third Buddhist council long after the parinibbāna of the Buddha. However, the written tradition as reported in the commentaries asserts that Abhidhamma should be accepted as Buddhavacana. Bhikkhu Buddhaghosa Thera in his commentaries consistently tried to highlight the Abhidhamma as higher teachings that should be acknowledged as Buddhavacana. This research sheds light on how the history of Abhidhamma is perceived on through the lenses of history and written tradition
MANGANAN: IMPLEMENTATION OF KALYANAMITTA VALUES IN SEDEKAH BUMI TRADITION IN JEPARA
Manganan is a tradition passed down from generation to generation by the people of Tunahan village, Jepara district. This research aims to describe the transformation of Kalyanamitta values in the Manganan tradition of Sedekah Bumi in Tunahan village, Jepara district. The methods used in this research are phenomenological methods and descriptive methods. By providing meaning from the experiences that have been felt and also to describe what happened when the research was carried out according to the facts in the field. The research results state that first, the Manganan tradition carried out in Tunahan village is different from the Manganan tradition in general in terms of its implementation, place and also the process carried out; The second result is the values contained in the implementation of the Manganan tradition, including religious values, solidarity values, tolerance values, educational values; Third, there are values contained in the Manganan tradition which are related to Kalyanamitta, namely religious values, tolerance values and solidarity values. The conclusion of this research is that the Manganan tradition which is still carried out today by the Tunahan village community has meaning, values and symbols contained in it and also from the values in the Manganan tradition there is a connection with Buddhist teachings, namely kalyanamitt
Pengaruh Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pengguna Pada PDAM Tirta Mahakan Cabang Kota Bangun
Abstrak
Berkembangnya dunia teknologi elektronika, laju informasi, dan telekomunikasi dapat memberikan rasa puas terhadap pengguna internet yang sekarang berperan pula dalam membantu permasalahan kehidupan masyarakat sehari-hari dalam berbagai bidang, termasuk pada bidang salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum yang menjadi objek dalam penelitian ini ialah PDAM Tirta Mahakam Cabang Kota Bangun. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui bagaimana suatu kualitas sistem informasi pada PDAM Tirta Mahakam Cabang Kota Bangun mampu mempengaruhi kepuasan penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, lalu hasil penelitian diolah menggunakan SPSS ver 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan, kualitas informasi, dan kualitas layanan berpengaruh sebesar 43,2% terhadap kepuasan pengguna dengan nilai R square 0,432. Pada uji F dihasilkan nilai F hitung 5,600. Kemudian pada uji T variabel kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan masing-masing memiliki nilai T hitung kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna 2,825>1,986, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna 2,694>1,986, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna -0,417<1,986.
Kata kunci: Kualitas Sistem, Kualitas Informasi, Kualitas Layanan, Kepuasan Pengguna.
Abstract
The development of the world of electronic technology, the speed of information, and telecommunications can provide a sense of satisfaction for internet users who now also play a role in helping people's daily life problems in various fields, including in the field of one of the regionally owned business units engaged in the distribution of clean water for the community. The general object of this research is PDAM Tirta Mahakam, Kota Bangun Branch. The purpose of this research was to find out how a quality information system at PDAM Tirta Mahakam Branch Kota Bangun can influence user satisfaction. This study uses a quantitative approach, then the results of the research are processed using SPSS ver 23. The results of this study indicate that the variables of service quality, information quality, and service quality have an effect of 43.2% on user satisfaction with an R square value of 0.432. In the F test, the calculated F value is 5,600. Then in the T-test, the variables of system quality, information quality, and service quality each have a T value of system quality on user satisfaction 2.825> 1.986, information quality on user satisfaction 2.694> 1.986, and service quality on user satisfaction -0.417 <1.986.
Keywords: System Quality, Information Quality, Service Quality, User Satisfatio
Student Perception of Blended Learning in Learning English
The purpose of this study was to determine students' perceptions of the application of Blended Learning, namely the use of Microsoft Teams in English Learning in class XI (Eleventh). This study used a quantitative survey approach which spent two months collecting data using an online closed-ended questionnaire. Data was taken from students of class XI (Eleventh) consisting of 71 respondents from a total of 181 students using Random Sampling. To determine student perceptions, the scores obtained from the closed-ended questionnaire were converted into percentages for analysis. The results of this study showed that students gave their positive perceptions of the use of Blended Learning using Microsoft Teams in English Learning. Respondents' positive ratings were obtained from their experience in learning using Microsoft Teams. They are enjoy with using Microsoft Teams which has many features and is easy to use. This research also reveals that Blended Learning using Microsoft Teams is very beneficial for them. Blended Learning makes learning not boring, they are more interested in learning. In addition, being more active and being able to add insight that is getting wider because it has many features that are very useful for students
GAMBARAN RANCANGAN STRATEGI PADA INDUSTRI PERHOTELAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN GENERAL AGREEMENT ON TRADE IN SERVICE
Dalam artikel ini memang bertujuan untuk memaparkan gambaran rancangan strategi pada industri perhotelan di Indonesia dalam mengimplementasikan General Agreement On Trade In Service yang selama ini tengah berlangsung. Metode ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, di mana data pengamatan dan literatur direduksi dan dianalisis untuk memaparkan artikel ini. Hasilnya, di dalam General Agreement On Trade In Service memang cukup menjanjikan di dalam kelancaran operasional industri perhotelan baik di dalam Cross Border Supply, Consumption abroad, Commercial Presence, Movement Of Natural Persons. Namun di sisi lain juga diperlukan pembenahan di dalam industri perhotelan terlebih di sektor operasional, pemasaran, keuangan dan juga sumber daya manusia yang memerlukan gambaran rancangan strategi tersendiri sesuai dengan permintaan dan juga penawaran yang disesuaikan dengan Cross Border Supply, Consumption abroad, Commercial Presence, Movement Of Natural Persons
PERAN BUDAYA SUNDA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA TERAS SUNDA CIBIRU: TINJAUAN TEORI BUHALIS 3A
Budaya yang memiliki banyak ciri khas dan daya tarik bagi masyarakat umum menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia. Namun, pada zaman sekarang sering terjadinya akulturasi budaya yang membuat kekhawatiran hilangnya kemurnian budaya sunda di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran budaya Sunda dalam pengembangan destinasi wisata serta mengetahui penerapan konsep 3A yang terdapat di Teras Sunda Cibiru Kota Bandung. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini didapatkan dari sumber referensi studi literatur, observasi, dan wawancara. Narasumber dari penelitian ini adalah pengelola dan pelaku seni Teras Sunda Cibiru Kota Bandung. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa peran budaya Sunda memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pengembangan destinasi wisata Teras Sunda Cibiru dan diketahui bahwa pengembangan pariwisata budaya dapat menjadi potensi tersendiri bagi industri pariwisata karena masing-masing daerah memiliki kearifan budaya lokal yang khas dan unik bagi wisatawan dengan menerapkan konsep 3A pengembangan pariwisata yaitu Attraction, Activity, dan Accesibility. Implikasi budaya dalam pengembangan destinasi wisata dapat memberikan peran yang bagus dalam praktiknya karena dapat membantu perkembangan destinasi tersebut, dan juga menjadi wadah untuk menyalurkan dan melestarikan budaya yang ada