Jurnal Jaringan Telekomunikasi (JJT)
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
Analisis Kualitas Sinyal Menggunakan G-Nettrack Pro di Kota Malang
Currently, wireless telecommunication networks (wireless) have developed very rapidly. To meet the demands of today's mobile users for data rate transfer and data services. The application of LTE technology has been intensively carried out in several countries, including Indonesia. The problem that is often faced is the limited coverage area of ??the Base Transceiver Station (BTS) so that not all areas can be covered by the 4G network. Based on this background, this thesis will analyze the performance and signal quality of LTE networks in Malang City. This measurement is done using the G-Nettrack Pro application and the parameters to be measured in this study are RSRQ, RSRP, SINR and Throughput. The location of eNodeB used for research is in 2 Districts in Malang City. From the measurement results of the drive test, it was found that the area of ??Sawojajar and Malang City had a max RSRP value of -64 dBm, a min RSRP of -105 dBm, an average RSRP of -83.2 dBm in the Very good category. RSRQ max -6 dB, min RSRQ -11 dB, and average RSRQ -10.05 dB in the Normal category. SINR max 25 dB, SINR min -3 dB, and SINR average 9.65 dB in the Good category. Uplink max 14546 kbps, Uplink min 0, and an average Uplink 19.96 kbps in the Very bad category. Downlink max 15564 kbps, Downlink min 0, and downlink average 28.6 kbps in the Very bad category.Jaringan telekomunikasi nirkabel (wireless) saat ini sudah berkembang sangat pesat. Untuk memenuhi demand pengguna seluler saat ini terhadap transfer data rate dan layanan data. Penerapan teknologi LTE sudah gencar dilakukan pada beberapa negara termasuk di Indonesia. Masalah yang sering dihadapi adalah keterbatasan coverage area dari Base Transceiver Station (BTS) sehingga tidak semua area dapat tercakup oleh jaringan 4G. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dalam skripsi ini akan dilakukan analisis performansi dan kualitas sinyal jaringan LTE di Kota Malang. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi G-Nettrack Pro dan parameter yang akan diukur dalam penelitian ini adalah RSRQ, RSRP, SINR dan Throughput. Lokasi eNodeB yang digunakan untuk penelitian yaitu di 2 Kecamatan yang berada di Kota Malang. Dari hasil pengukuran drive test, diperoleh untuk wilayah Sawojajar dan Kota Malang memiliki nilai RSRP max -64 dBm, RSRP min -105 dBm, RSRP rata-rata -83,2 dBm dengan kategori Sangat baik. RSRQ max -6 dB, RSRQ min -11 dB, serta RSRQ rata-rata -10,05 dB dengan kategori Normal. SINR max 25 dB, SINR min -3 dB, serta SINR rata-rata 9,65 dB dengan kategori Baik. Uplink max 14546 kbps, Uplink min 0, serta Uplink rata-rata 19,96 kbps dengan kategori Sangat buruk. Downlink max 15564 kbps, Downlink min 0, serta Downlink rata-rata 28,6 kbps dengan kategori Sangat buruk
Rancang Bangun Sistem Komunikasi Data Pemesanan pada Drive Thru Toko Roti ETU Polinema Berbasis Android
The rapid development of technology increases the competitive power of the business world which is getting bigger. This technology has information and communication systems that are easily accessible by the internet. In a restaurant / shop has different ordering systems. Drive thru is a service that is considered a modern system, consumers can easily order food or drinks even though they are still in the vehicle and do not need to enter the store. In the drive thru ordering system, consumers come to the intended shop and can order food from the vehicle without the need to enter the restaurant, where the order is ordered directly in front of the microphone outlet which is connected to the cashier specifically for drive thru consumers and if so, consumers can continue. to the cashier to make payments and take orders. In this study, a food ordering system is proposed for the drive thru store, by making an application and web admin where consumers can place orders quickly, and there is also Qrcode which functions as a sign of user purchases and Epay's balance which simplifies the payment process. Web functions as admin data. The test results can be concluded that the Qrcode detection on Qrcode scanner has an average reading accuracy at a distance of 2.98cm, in the Qos test which is carried out with different networks, the result is that the Telkomsel provider gets the smallest delay with a value of 0.121766.Perkembangan teknologi semakin pesat menambah daya persaingan dalam dunia bisnis yang semakin besar, teknologi ini terdapat sistem informasi dan komunikasi yang mudah diakses dengan adanya internet. Dalam sebuah restoran / toko memiliki sistem pemesanan yang berbeda- beda. Drive thru merupakan sebuah layanan yang dianggap sebuah sistem modern, konsumen dapat dengan mudah memesan makanan ataupun minuman walau masih berada didalam kendaraan dan tidak perlu masuk kedalam toko. Dalam sistem pemesanan drive thru konsumen datang ke toko yang dituju lalu dapat memesan sebuah makanan dari kendaraan tanpa perlu masuk kedalam restoran, dimana cara pemesanannya memesan secara langsung didepan gerai mikrofon yang sudah terhubung ke kasir khusus untuk konsumen drive thru dan jika sudah, konsumen dapat melanjutkan ke kasir untuk melakukan pembayaran serta pengambilan pesanan. Pada penelitian ini diusulkan sistem pemesanan makanan pada drive thru toko, dengan membuatkan aplikasi dan web admin dimana konsumen dapat melakukan pemesanan dengan cepat, serta terdapat juga Qrcode yang berfungsi sebagai tanda pembelian user dan saldo Epay yang mempermudah proses pembayaran. Web berfungsi sebagai data admin. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa deteksi Qrcode pada Qrcode scanner memiliki rata-rata akurat baca pada jarak 2,98cm, dalam uji Qos yang dilakukan dengan berbeda jaringan, hasilnya dimana provider telkomsel mendapat delay terkecil dengan nilai 0.121766
Disain dan Implementasi Atenna BOW TIE Pada Frekuensi 750 MHz Untuk Aplikasi Penerima TV
Many types of antennas work on the UHF band, including a 1 / 2l dipole antenna, Yagi-Uda array antenna, log periodic antenna, etc. The antenna of this type, its physical dimensions are adjusted according to the wavelength. The higher the working frequency, the shorter the wavelength, so the shorter the antenna's physical length. Bow tie antennas are often used as a TV receiver antenna, besides being relatively easy to manufacture, simple and significant. In this study, the antenna designed is a bow-tie antenna (butterfly) which works at a UHF frequency of 750 Mhz, arranged in an array, then fed with a 4: 1 balun (antenna impedance 300 ? to 75 ?), using a toroidal balun. With an air core in order to match the coaxial cable impedance of 75 ?. Antenna material from aluminum (solid). The research site was carried out in the Polinema Telecommunication laboratory. Antenna test results at an operating frequency of 750 Mhz show that the value of RL (return loss): - 11 dB, the coefficient of reflection G= 0.282, and the VSWR magnitude value = 1.786. The highest gain measurement occurs at the frequency: 567.25 Mhz (channel 33), which is 10.45 dB, and the average gain of the antenna is 3.19 dB. Because the VSWR price is less than 2, it can be said that the bow-tie antenna is still quite decent or good. It meets the criteria of an antenna parameterAntena yang bekerja pada band UHF , banyak jenisnya antara lain : antena dipole 1/2l, antena Yagi-Uda array, antena log periodik dan sebagainya. Antena jenis ini, dimensi fisiknya disesuaikan dengan panjang gelombang. Semakin tinggi frekuensi kerja, semakin pendek panjang gelombangnya, sehingga semakin pendek pula panjang fisik antenna tersebut. Antena bow tie juga sering digunakan sebagai antena penerima TV , selain cukup mudah pembuatannya, sederhana dan gainnya cukup besar. Pada penelitian ini, antena yang disain adalah antena jenis bow tie (kupu-kupu) yang bekerja pada frekuensi UHF yaitu 750 Mhz, disusun secara array, selanjutnya dicatu dengan balun 4:1 (impedansi antena 300 ? ke 75 ?), menggunakan balun toroida dengan inti udara, agar bisa matching dengan impedansi kabel koaxial 75 ?. Bahan antena dari alumunium(solid). Adapun tempat penelitian dilaksanakan di laboratorium Telekomunikasi Polinema.
Hasil Pengujian antena pada frekuensi kerja yakni 750 Mhz, menunjukkan bahwa nilai RL (retrun loss) : - 11 dB, koefisien pantul ? = 0,282 dan besarnya nilai VSWR = 1,786 . Sedang untuk pengukuran gain tertinggi terjadi pada frekuensi : 567,25 Mhz (kanal 33) yakni 10,45 dB, dan gain rata-rata antena adalah 3,19 dB. Karena harga VSWR lebih kecil dari 2, maka dapat dikatakan bahwa antena bow tie masih cukup layak atau bagus , telah memenuhi kreteria dari suatu parameter antena
Rancang Bangun Sistem Pemesanan Jadwal Laundry Self Service Berbasis Website Menggunakan Protokol MQTT Rancang Bangun Sistem Pemesanan Jadwal Laundry Self Service Berbasis Website Menggunakan Protokol MQTT
In this study, customers had to queue in order to get their turn for laundry. So that users need a long time so it is less time efficient. This self-service laundry has a washing schedule booking service through the website making it easier for laundry service users without the need to queue. The method used in this study is an application for ordering laundry schedules via the website and an RFID tag as a card to access self-service laundry services. First, the user registers with customer service to get an RFID tag in the form of a smart card containing the user's identity and balance so that they can operate the washing machine. This research measures the accuracy of the weight sensor, the accuracy of the RFID distance, and the communication system between hardware and software. In the test results, the accuracy of the weight sensor obtained an error percentage of 0.28% to 1.69%. In testing the accuracy of the RFID distance, the reading of the RFID tag with a reader was obtained from a distance of 0 cm to 3 cm. In testing QoS (Quality of Service) using parameters delay, packet loss and throughput. In the delay test, the test results obtained are 0.057ms to 15.426ms. In the packet loss test it was obtained 0%. Whereas in the throughput test, the results obtained are around 0.337 Kbps to 6,758 Kbps.Pada penelitian ini pelanggan harus mengantri terlebih dahulu agar mendapat giliran me-laundry. Sehingga pengguna membutuhkan waktu yang lama sehingga kurang efisien waktu. Laundry self service sendiri mengharuskan pengguna jasa melakukan kegiatan mencuci sendiri sehingga tidak terjadi kehilangan pakaian. Laundry self service ini memiliki layanan pemesanan jadwal mencuci melalui website sehingga memudahkan pengguna jasa laundry tanpa perlu antri. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa aplikasi pemesanan jadwal me-laundry melalui website dan tag RFID sebagai kartu untuk mengakses jasa laundry self service. Pertama pengguna mendaftarkan diri terlebih dahulu ke customer service untuk mendapatkan tag RFID berupa smart card yang berisi identitas pengguna dan saldo agar dapat mengoperasikan mesin cuci tersebut. Pada penelitian ini mengukur akurasi sensor berat, akurasi jarak RFID, dan sistem komunikasi antara hardware dan software. Pada hasil pengujian nilai akurasi sensor berat diperoleh presentase error sebesar 0.28% sampai 1.69%. Pada pengujian akurasi jarak RFID diperoleh hasil pengukuran terbacanya tag RFID dengan reader dari jarak 0 cm sampai 3 cm. Pada pengujian QoS (Quality of Service) menggunakan parameter delay, packet loss dan throughput. Pada pengujian delay diperoleh hasil pengujian sebesar 0.057ms sampai 15.426ms. Pada pengujian packet loss diperoleh 0%. Sedangkan pada pengujian throughput diperoleh hasil sekitar 0.337 Kbps sampai 6.758 Kbps
Implementasi Manajemen Bandwidth VoIP Pada IP-PBX Menggunakan Routerboard di Jaringan Intranet
The growing number of internet applications and their users can affect the quality of the internet, each application has different traffic needs. In addition, bandwidth management can also lend bandwidth that has been allocated in accordance with its priorities in order to optimize existing bandwidth usage. Regulating and limiting internet bandwidth usage is indeed an important thing when our internet connection is limited. We need to limit the bandwidth quota of each user connected to the Mikrotik Router. In Mikrotik Router itself, there are features that can limit bandwidth, namely simple queue and queue tree. In the use of VoIP services, bandwidth management is required to manage traffic on the network, the appropriate bandwidth settings can optimize the speed of data transmission. Looking at the internet needs, this research designs an implementation of bandwidth management using routerboard, which will be applied to IP-PBX and use raspberry pi as a server. The results of the research on bandwidth management implementation in simple queue and queue tree is each able to serve 6 users with PCMU codecs, from the test obtained packet loss value of 0.00% from 3 clients, and jitter has an average value of 167.37% from 3 clients.
Semakin berkembangnya aplikasi internet dan penggunanya yang semakin banyak dapat mempengaruhi kualitas jaringan internet, setiap aplikasi internet memiliki kebutuhan trafik yang berbeda-beda. Selain itu, manajemen bandwidth juga dapat meminjamkan bandwidth yang telah dialokasikan sesuai dengan prioritasnya agar dapat mengoptimalkan penggunaan bandwidth yang ada. Mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita terbatas. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu simple queue dan queue tree. Dalam penggunaan layanan voip diperlukan adanya manajemen bandwidth yang berfungsi untuk mengatur trafik pada jaringan, pengaturan bandwidth yang sesuai dapat mengoptimalkan kecepatan pengiriman data. Melihat kebutuhan internet tersebut maka dalam penelitian ini akan dirancang suatu implementasi manajemen bandwidth dengan menggunakan routerboard, yang akan diterapkan pada IP-PBX dan menggunakan raspberry pi sebagai server. Hasil penelitian implementasi manajemen bandwidth pada simple queue dan queue tree tersebut masing-masing mampu melayani 6 pengguna dengan codec PCMU, dari pengujian tersebut didapatkan nilai packet loss sebesar 0.00% dari 3 client, dan jitter memiliki nilai rata-rata 167,37% dari 3 client
RANCANG BANGUN SARUNG TANGAN PINTAR PENERJEMAH BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) BERBASIS IOT
To make the general public can understand sign language, people who translate sign language are needed. Research with titled "Design of Smart Gloves for Indonesian Sign Language Translator (BISINDO) based on IoT" purpose to make easier for deaf people communicate daily with general public. Using Esp-32 microcontroller, flex sensor, and gyroscope sensor, to detect hand movements form sign language symbols. The results of translating symbols in the words will be display on smartphone application. The results of this study are in the form of smart gloves that can translate Indonesian Sign Language which is abbreviated as BISINDO. From the data of both right and left hand gloves, 26 letters and 5 different words can be combined. The results of mapping on right glove in letters A, B, L, M, W, Y, Z, have almost same flex sensor angle value, so that characters can appear, the mapping is carried out on MPU-6050 sensor. Tests were carried out 739 times on letter sign symbols and 180 times on word sign language symbols, the percentage of successful experiments on letters was 95% and the percentage of successful experiments on words was 73%.Agar masyarakat umum dapat memahami bahasa isyarat diperlukan orang yang menerjemahkan bahasa isyarat. Penelitian ini dengan judul “Rancang Bangun Sarung Tangan Pintar Penerjemah Bahasa Isyarat Indosnesia (BISINDO) berbasis IoT” bertujuan untuk memudahkan penyandang tunarungu dalam berkomunikasi sehari – hari dengan masyarakat umum. Dengan menggunakan mikrokontroller Esp-32 yang mengolah data masukan dari sensor flex dan sensor gyroscope, kedua sensor tersebut dapat mendeteksi gerakan tangan yang membentuk simbol bahasa isyarat. Sensor flex dipasang pada jari – jari tangan, sedangkan sensor gyroscope diletakan pada punggung tangan kanan dan kiri. Hasil penerjemah simbol yang berupa huruf atau kata akan ditampilkan pada aplikasi di smartphone. Hasil penelitian ini adalah berupa sarung tangan pintar, dimana sarung tangan tersebut dapat menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia yang disingkat dengan BISINDO. Sensor flex digunakan untuk mendeteksi gerakan dari jari-jari tangan, sedangkan sensor gyroscope dan sensor accelerometer (MPU-6050) untuk mendeteksi gerakan tangan. Dari data kedua perangkat sarung tangan kanan dan kiri tangan dapat dikombinasikan 26 huruf dan 5 kata yang berbeda. Hasil mapping pada sarung tangan kanan pada huruf A, B, L, M, W, Y, Z,memiliki nilai sudut sensor flex yang hamper sama, agar karakter bisa tampil dilakukan mapping pada sensor MPU-6050. Pada sarung tangan kiri lebih banyak yang menggunakan mapping sensor MPU-6050, karena pada simbol bahasa isyarat yang digunakan oleh tunarungu sering menggunakan tangan kanan. Pengujian dilakukan sebanyak 739 kali pada simbol isyarat huruf dan 180 kali pada simbol bahasa isyarat kata, Persentase keberhasilan percobaan pada huruf yaitu sebesar 95% dan persentase keberhasilan percobaan pada kata yaitu sebesar 73%
Sistem Pencatatan Hasil Timbangan Menggunakan Sensor Load Cell Melalui Database Berbasis Arduino Uno
The system of weighing goods on the market today still uses a manual system. It can be seen in traditional markets that sell fruits and meat whose weighing system only provides output in the form of object weight and price without saving the results of the data and has not automatically sent measurement data to the database. The purpose of this tool is to solve the problem, to provide information about the type of material that is weighed by pressing the material code on the keypad and provide load weight data and total weighing price measurement results to the customer and send the data of into a database so the owner businesses can monitor the results of weight materials and the total price and can verify the income. The result is to provide scale measurement data about material's name, ingredient's weight and the total price of ingredients. The data is sent to the database and then the incoming data will be recorded from NodeMCU and the data will appear on the website or SmartPhone.The conclusion is the calibration process using a 20Kg Load Cell sensor gets a calibration_factor of 48530 to get a value of 0.00Kg and a readability of 10 grams. The tool has 10 codes that have been made, each code has a type of material and a different price for each button. Delay time of sending data is about 0.051 to 0.197 ms, which means excellent quality according to the TIPHON standard.Sistem timbangan barang pada pasar saat ini masih menggunakan sistem manual. Dapat terlihat pada pasar tradisional yang menjual buah-buahan dan daging yang sistem timbangannya hanya memberikan keluaran berupa berat benda dan harga tanpa menyimpan hasil data tersebut dan belum secara automatis melakukan pengiriman data pengukuran jenis bahan timbangan ke database. Tujuan dari alat tersebut adalah untuk menangani masalah yaitu memberikan informasi mengenai jenis bahan yang ditimbang sesuai dengan jenis bahan yang ditimbang dengan menekan kode bahan pada
keypad dan memberikan data berat beban dan total harga pengukuran hasil timbangan ke pelanggan dan mengirimkan data hasil pengukuran berat bahan timbangan ke dalam database yang berfungsi agar pemilik
bisnis atau instansi bisa memonitoring hasil berat bahan dan total harga dan dapat diperiksa kebenaran pendapatan tersebut. Hasil dari penetilian adalah memberikan data pengukuran timbangan dengan data berupa nama bahan, berat bahan dan total harga bahan. Data tersebut terkirim ke database kemudian akan dicatat data yang masuk dari NodeMCU menggunakan bahasa C/C++ menuju ke file.php yang berada pada hosting dan data akan tampil pada website atau tampilan SmartPhone.
Kesimpulan adalah proses kalibrasi menggunakan sensor Load Cell 20Kg mendapatkan calibration_factor sebesar 48530 untuk mendapatkan nilai 0.00Kg dan daya baca sebesar 10 gram. Alat memiliki 10 kode yang telah dibuat, setiap kode tersebut memiliki jenis bahan dan harga yang berbeda setiap tombolnya. Dengan menekan tombol maka data akan terkirim ke database dengan waktu delay sebesar dari 0.051 hingga 0.197 ms yang disimpulkan delay dengan kualitas Excelent atau luar biasa sesuai standarisasi TIPHON
Implementasi Teknologi Geofencing Untuk Pengawasan terhadap Lansia Menggunakan Sarung Lengan Berbasis Mikrokontroler dan Android
According to the World Health Organization (WHO), an elderly person is someone who has entered the age of 60 years and over. Based on recorded data from Radio Suara Surabaya from January 2017 to July 2019, Radio Suara Surabaya has received 618 listener reports of missing people due to dementia or senility. This research aims to provide an alternative in order to keep an eye on the presence of the elderly by utilizing the U-Blox Neo 6m GPS module and the ESP8266 NodeMCU microcontroller. In addition, supervisors can use an android application to implement geofence technology. The results of the research conducted gave the results by testing the GPS U-Blox Neo 6m module placed in different locations and conditions resulting in receiving information signals obtained from 3-9 information satellites that send signals. The distance difference test was carried out at 10 different location points resulting in a difference in the distance from 1 m to 8 m. In addition, there is data transmission delay testing carried out at different times of the morning, afternoon, and night which results in delays ranging from 0.2 seconds to 1 second. Based on the research conducted, it can be concluded that the implementation of geofence results in a geofence application that can apply geofence to the elderly by depicting a circle radius of 100 m based on the center point of a specified location. The use of GPS U-Blox Neo 6m gives results by calculating the average distance difference of 3.7m.Menurut World Health Organisation (WHO), lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Berdasarkan data tercatat dari Radio Suara Surabaya mulai Januari 2017 sampai dengan Juli 2019, Radio Suara Surabaya telah menerima 618 laporan pendengar tentang orang hilang karena demensia atau pikun. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan alternatif agar tetap dapat mengawasi keberadaan lansia dengan memanfaatkan modul GPS U-Blox Neo 6m dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266. Selain itu pengawas dapat menggunakan aplikasi android untuk mengimplementasikan teknologi geofence. Hasil dari penelitian yang dilakukan memberikan hasil dengan pengujian modul GPS U-Blox Neo 6m diletakkan pada lokasi dan kondisi yang berbeda menghasilkan penerimaan sinyal informasi didapat dari 3-9 satelit informasi yang mengirimkan sinyal. Pengujian selisih jarak dilakukan pada 10 titik lokasi yang berbeda menghasilkan selisih jarak dari 1 m hingga 8 m. selain itu, terdapat pengujian delay pengiriman data yang dilakukan pada waktu yang berbeda dari pagi, siang, dan malam hari yang menghasilkan delay mulai dari 0.2 detik hingga 1 detik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi geofence menghasilkan aplikasi geofence dapat menerapkan geofence bagi lansia dengan penggambaran radius lingkaran sebesar 100 m berdasarkan titik pusat dari sebuah lokasi yang ditentukan. Penggunaan GPS U-Blox Neo 6m memberikan hasil dengan perhitungan rata-rata selisih jarak sebesar 3.7
Perbandingan Performansi Mini PC 1.2 GHz dan 1.5 GHz sebagai Server Layanan Video Call menggunakan Codec H264
The problem that exists on the server for video call services is that the use of the server usually uses a PC that has FreePBX installed and requires some hardware that must be provided, such as a CPU with 312 MB of memory specifications used, 800 MHz Pentium III CPU. There is an alternative to building a server with better specifications than conventional CPUs in supporting video call services using a Mini PC. One type of popular Mini PC is the Raspberry Pi. Based on the results of a comparative study, two Mini PC servers are able to serve customer capacity at video resolution for the H264 codec. Two Mini PC servers are able to serve as many as 10 client video call communications with CPU and RAM usage on the Raspberry Pi 4 compared to the Raspberry Pi 3 with an average CPU usage of 39.8% and RAM Usage 282 MB viewed using the HTOP command on putty. Determination of the amount of user capacity is determined based on the number of clients communicating simultaneously, and the CPU and RAM usage on the Mini PC.Permasalahan yang ada pada server untuk layanan video call yaitu penggunaan server biasanya menggunakan PC yang telah terinstall FreePBX dan diperlukan beberapa perangkat keras yang harus disediakan seperti CPU dengan spesifikasi memory yang digunakan 312 MB, CPU 800 MHz Pentium III. Terdapat alternatif untuk membangun server dengan spesifikasi yang lebih baik dari CPU Konvensional dalam menunjang layanan video call dengan menggunakan Mini PC. Salah satu jenis Mini PC yang populer yaitu Raspberry Pi. Berdasarkan hasil penelitian perbandingan dua server Mini PC mampu melayani kapasitas pelanggan pada resolusi video untuk codec H264. Dua server Mini PC mampu melayani komunikasi video call sebanyak 10 client dengan penggunaan CPU dan RAM pada Raspberry Pi 4 dibandingkan Raspberry Pi 3 dengan rata-rata penggunaan CPU 39.8% dan RAM Usage 282 MB dilihat menggunakan perintah HTOP pada putty. Penentuan jumlah kapasitas pengguna ditentukan berdasarkan jumlah client yang berkomunikasi secara bersamaan, dan penggunaan CPU serta RAM pada Mini PC
Implementasi Wireless Sensor Network Pada Simulasi Peringatan Gempa Bumi Menggunakan Sensor SW-420
The wireless sensor network is a network consisting of sensor devices that detect nearby symptoms and then send information about the obtained results. Earthquakes are natural phenomena that can come at any time. So we need a tool that works automatically to give a warning as soon as possible when a WSN-based earthquake occurs to anticipate community rescue and reduce the number of casualties. This earthquake simulation alert will provide two notifications. Visual notifications displayed on the LCD and from the web. The sound notification issued by the buzzer will be different depending on the vibration received by the SW-420 sensor. Parameter earthquake used is MMI (modified mercalli intensity) using a visual assessment, international earthquake parameters. SIG (earthquake intensity scale) which already has a PGA (Peak Ground Acceleration) unit and includes MMI in it which is made by BMKG. After an excessive vibration is detected and it exceeds a predetermined limit, the MCU node will send an analog signal to the buzzer to provide a notification that has been set. For each appear notification, it aims to direct the public as soon as possible to assembly point that has been set in each building. Each detected vibration will be stored in WEB database. The vibration results detected by the sensor are a value of 0 (low) and 1 (high). These results will be sampled and produce an output in the form of Earthquake Intensity Scale. Wireless sensor network adalah suatu jaringan yang terdiri dari perangkat sensor yang mendeteksi gejala di sekitar kemudian mengirim informasi hasil yang didapat. Gempa bumi merupakan gejala alam yang bersifat bisa datang sewaktu waktu. Maka diperlukan alat yang bersifat kerja secara otomatis untuk memberikan peringatan secepat mungkin ketika terjadi gempa bumi berbasis WSN untuk mengantisipasi penyelamatan masyarakat dan menurunkan angka korban yang disebabkan oleh gempa bumi. Peringatan simulasi gempa bumi ini akan memberikan dua notifikasi. Notifikasi visual yang ditampilkan pada LCD dan dari web. Notifkasi suara yang dikeluarkan oleh buzzer akan berbeda tergantung dari getaran yang diterima oleh sensor SW-420. Parameter
gempa bumi yang dipakai adalah MMI (modified mercalli intencity) menggunakan penilaian secara visual, parameter gempa bumi international. SIG ( skala intensitas gempa bumi) yang sudah ada satuan PGA (Peak Ground Acceleration) dan sudah mencakup MMI didalamnya yang dibuat oleh BMKG. Setelah terdeteksi adanya getaran yang berlebihan dan melampaui batas yang sudah ditentukan, node MCU akan mengirimkan sinyal analog ke buzzer untuk memberikan notifikasi yang sudah diatur.
Untuk setiap notifikasi yang muncul bertujuan untuk mengarahkan masyarakat sesegara mungkin ke assembly point yang sudah diatur disetiap gedung. Setiap getaran yang terdeteksi nantinya akan disimpan pada database WEB. Hasil getaran yang terdeteksi oleh sensor berupa nilai 0 (getaran rendah) dan 1 (getaran tinggi). Hasil tersebut akan disampling dan menghasilkan keluaran berupa Skala Intensitas Gempa bumi. Sensor yang sudah diatur sensitivitasnya dengan menggunakan vibration meter sebagai tolak ukur untuk hasil getaran yang sesuai