Jurnal Jaringan Telekomunikasi (JJT)
Not a member yet
    285 research outputs found

    Prototype Mini Crane Pemindah Barang Berbasis Sistem Otomasi

    Get PDF
    Crane is a tool used to make it easier to move and lift an item. This research aims to create a mini crane system for optimizing the movement of goods based on industrial automation that utilizes PLC (programmable logic controller) as the controller and Pneumatik s as the actuator. This system uses a Mitsubishi PLC as the main controller. PLC works based on the input obtained from the selector switch to select a manual or automatic work system. There is a push button as a start and stop button, a limit switch as a limiter for the movement of the X and Y axes of the Rodless Cylinder to move items, proximity sensors to detect the presence of items to be moved and those that have been moved. In the results of this study, the sensor used to detect the type of workpiece material uses an inductive proximity sensor. In one crane process takes a maximum of 15.37 seconds. The maximum weight that a vacuum can suck at a pressure of 3 bar is 650g, at a pressure of 4 bar it is 950g, and at a pressure of 6 bar it is 1059g.Crane merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah dalam memindahkan dan mengangkat suatu barang. Peneltian ini bertujuan untuk membuat sistem mini crane untuk optimalisasi pemindahan barang berbasis otomasi industri yang memanfaatkan PLC (programmable logic controller) sebagai kontroler dan pneumatik sebagai aktuatornya. Sistem ini menggunakan PLC Mitsubishi sebagai pengendali utama. PLC bekerja berdasarkan masukan yang diperoleh dari selector switch untuk memilih sistem kerja manual atau otomatis. Terdapat push button sebagai tombol start dan stop, limit switch sebagai pembatas gerak sumbu X dan Y dari Rodless Cylinder untuk memindahkan barang, proximity sensor untuk mendeteksi keberadaan dari barang yang akan dipindahkan dan yang telah dipindahkan. Pada hasil penelitian ini sensor yang digunakan untuk mendeteksi jenis material benda kerja menggunakan sensor proximity inductive. Dalam satu proses crane membutuhkan waktu maksimal 15,37 detik.  Berat maksimal yang dapat dihisap vacuum pada tekanan 3 bar adalah 650g, pada tekanan 4 bar adalah 950g, dan pada tekanan 6 bar adalah 1059g

    Implementasi Enkripsi Advanced Encryption Standard (AES-128) Mode Cipher Block Chaining (CBC) sebagai Keamanan Komunikasi Pergerakan Robot Humanoid KRSBI

    Get PDF
    A humanoid robot is a robot that has a human-like shape, which has a body and head, two arms and two legs that allow it to move and interact with the environment created by humans [1]. The humanoid soccer robot system currently used still uses the Robot Operating System (ROS) system, which is basically in the system without any encryption or data security every time communication is made by sending and requesting or what is commonly called Publish and Subscribe. In order to develop the humanoid soccer robot, this research is designed for "Implementation of Advanced Encryption Standard (AES-128) Cipher Block Chaining (CBC) Mode as Communication Security for Humanoid Robot Movement KRSBI". Which is designed to operate in low quality connectivity, with network bandwidth that secures every node running on the ROS which includes features for subscribing to topics and also publishing topics. Then with the addition of cryptography can keep data or messages safe when sent, from sender to receiver without experiencing interference from third parties. According to Bruce Scheiner in his book "Applied Cryptography", cryptography is the science and art of keeping messages secure. [2] So all communications are encrypted using Secure Sockets Layer (SSL), or more specifically Transport Layer Security (TLS).Robot humanoid adalah robot yang memiliki bentuk seperti manusia yaitu memiliki tubuh dan kepala, dua tangan dan dua kaki yang memungkinkan dapat bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan yang dibuat oleh manusia [1]. Pada sistem robot sepak bola humanoid yang digunakan saat ini masih menggunakan sistem Robot Operating System (ROS) saja, yang pada dasarnya di dalam sistem tersebut tanpa ada enkripsi atau pengaman data setiap kali komunikasi dilakukan dengan pengiriman dan permintaan atau yang biasa disebut Publish dan Subscribe. Dalam rangka pengembangan robot sepak bola humanoid, penelitian ini dirancang untuk “Implementasi Enkripsi Advanced Encryption Standard (AES-128) Mode Cipher Block Chaining (CBC) Sebagai Keamanan Komunikasi Pergerakan Robot Humanoid KRSBI”. Yang didesain untuk beroperasi pada konektivitas dengan kualitas yang rendah, dengan network bandwidth yang mengamankan setiap node yang berjalan di dalam ROS yang didalamnya terdapat fitur untuk subscribe topik dan juga publish topik. Kemudian dengan tambahan kriptografi dapat menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message- message agar tetap aman (secure). [2] Maka semua komunikasi dienkripsi dengan menggunakan Secure Sockets Layer (SSL), atau lebih spesifiknya Transport Layer Security (TLS)

    Rancang Bangun Sistem Virtual Reality Nirkabel Berbasis WLAN

    Get PDF
    Virtual Reality technology is one of the technologies that currently growing and gaining interest, due to its wide application potential in multiple fields. Virtual Reality is a technology that allows a user interact with computer as well as other users through a virtual environment that replicates natural human senses, in this case encompassing hearing and sight. This research would explore design, realisation, and analysis of a wireless Virtual Reality system based on WLAN, using widely available hardware that is smartphone device. Practical implementation with widely available technology is prioritised compared to overall quality provided by the system. Operating system used for the PC is Microsoft Windows 10, and for smartphone Android version 6.0.1 is used as base. XAMPP distribution is used as HTTP server on top of Windows operating system on PC. Stereoscopic/360 degree MP4 video format is chosen as streaming load. The designed Virtual Reality system is capable of using hotspot capability of a smartphone to perform streaming of stereoscopic video with 1080s and 720s resolution. The designed room dimension is up to 6x4 meter for a single transceiver configuration, and up to 6x8 for two transceiver configuration. These dimension limitation is based on -3dB signal power drop that occurs at 5 meter distance in the performed test, as such the furthest distance between a transceiver and a client must be within 5 meterTeknologi Virtual Reality merupakan salah satu teknologi yang semakin berkembang dan diminati pada saat ini, dikarenakan potensi penerapannya yang sangat luas pada berbagai bidang. Teknologi Virtual Reality merupakan teknologi yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer maupun dengan manusia lain melalui lingkungan virtual yang meniru indra manusia secara alamiah, dengan kata lain mencakup penglihatan dan pendengaran. Penelitian ini membahas perancangan, realisasi, serta analisis sebuah sistem Virtual Reality nirkabel dengan berbasis WLAN, menggunakan perangkat keras yang tersedia pada masyarakat yakni perangkat smartphone. Mengutamakan penerapan praktis dengan teknologi yang tersedia pada masyarakat dibandingkan kualitas keseluruhan sistem. Sistem operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows 10 untuk PC dan Android versi 6.0.1 untuk smartphone. Menggunakan distribusi XAMPP pada PC/laptop Windows sebagai server HTTP. Media yang digunakan berupa video 360°/stereoskopik berformat mp4. Sistem Virtual Reality yang dirancang mampu menggunakan hotspot smartphone untuk melakukan streaming pada resolusi 1080s serta 720s. Rancangan luas ruangan yang dibuat adalah hingga 6x4 meter untuk konfigurasi dengan satu pemancar, dan hingga 6x8 meter untuk konfigurasi dengan dua pemancar. Batasan ukuran ruangan ini didasarkan pada titik penurunan kekuatan sinyal sebesar -3dB yang terjadi pada jarak 5 meter pada kedua resolusi, sehingga batasan jarak terjauh antara klien dan server adalah 5 meter

    Rancang Bangun Pendeteksi Gelombang Berdiri pada Kabel Koaksial Menggunakan Dioda Detector 1N4148

    Get PDF
    In the coaxial transmission line, there is a theory of standing waves. Standing waves occur due to interference between one wave with another wave. Some institutions or colleges may not all have the equipment to observe the exact waveform of an electrical signal or commonly called an oscilloscope. One of them is Malang State Polytechnic. Therefore, in this study I want to make it easier for students, especially in the transmission line practicum course, to be able to describe the standing wave curve in coaxial cable. The results of the system implementation are carried out using an IC LED VU Display as a standing wave curve display where the generator functions as a signal input which regulates the predetermined input frequency and voltage. The results of the test of this system are that standing waves in mismatch conditions (Rl<50?) at points 4/10 to 7/10 , in mismatch conditions (Rl>50?) at points 7/10 and 8/10 are obtained by starting wave condition in match condition there is no reflected wave.Dalam saluran transmisi koaksial, ada teori tentang gelombang berdiri (standing wave). Gelombang berdiri terjadi akibat adanya interferensi antara gelombang satu dengan gelombang yang lain. Beberapa institusi atau perguruan tinggi mungkin tidak semua memiliki peralatan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik atau biasa disebut dengan osiloskop. Salah satunya yaitu Politeknik Negeri Malang. Maka dari itu, pada penelitian ini saya ingin memudahkan para mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah praktikum saluran transmisi untuk dapat menggambarkan kurva gelombang berdiri pada kabel koaksial. Hasil penerapan sistem dilakukan dengan menggunakan IC LED VU Display sebagai tampilan kurva gelombang berdiri dimana generator fungsi sebagai masukan sinyal yang mana mengatur frekuensi dan tegangan input yang sudah ditentukan. Hasil dari pengujian sistem ini diperoleh gelombang berdiri dalam kondisi mismatch (Rl<50?) pada titik 4/10 ? hingga 7/10 ?, dalam kondisi mismatch (Rl>50?) pada titik 7/10 ? dan 8/10 ? diperoleh dengan diawali kondisi gelombang dalam kondisi match tidak ada gelombang yang dipantulkan

    Rancang Bangun Sistem Deteksi Lingkungan Kerja Industri Berbasis GSM

    Get PDF
    Industrial accidents are accidents that occur in the workplace, especially in an industrial environment. The most important factors in the occurrence of work accidents are technical equipment, work environment, and the workers themselves. Lighting that is not enough to illuminate workers when using machines can cause work accidents during the production process. In addition, hot conditions can also cause work accidents because hot temperatures make the body uncomfortable at work, reduce agility, interfere with the carefulness of the brain, and ease emotions so that workers cannot concentrate and can cause work accidents. The purpose of this research is to create a system that can detect temperature, smoke, and light in a GSM-based industrial environment. This system can help prevent industrial accidents by obtaining information about industrial environmental conditions for workers in the form of SMS. Temperature, smoke, and light sensors will send SMS information when each sensor exceeds the threshold value specified in the program. Information delivery is carried out using 3 different providers, namely Three, Indosat, and Telkomsel by comparing the amount of delay. The test results can be concluded that the three sensors can work well. The temperature sensor can detect temperature with an average error value of 0.03%. The smoke sensor can detect smoke with an average value of 0%. Provider Three can send information with a small average delay, namely 1.46s. Indosat providers can send information with an average delay of 3.68s. Telkomsel providers can send information with an average delay of 1.52s.Kecelakaan industri adalah kejadian kecelakaan yang terjadi di tempat kerja khususnya di lingkungan industri. Faktor yang paling utama timbulnya kecelakaan kerja adalah faktor peralatan teknis, lingkungan kerja, dan pekerja itu sendiri. Pencahayaan yang kurang dalam menerangi pekerja saat memakai mesin bisa menyebabkan kecelakaan kerja saat proses produksi berjalan. Selain itu kondisi yang panas juga bisa menyebabkan kecelakaan kerja karena suhu yang panas membuat tubuh tidak nyaman dalam bekerja, mengurangi kelincahan, mengganggu kecermatan otak, serta memudahkan emosi sehingga pekerja tidak dapat berkonsentrasi dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem yang dapat mendeteksi suhu, asap, dan cahaya pada lingkungan industri berbasis GSM. Sistem ini dapat membantu mencegah terjadinya kecelakaan industri dengan cara mendapatkan informasi mengenai kondisi lingkungan industri bagi para pekerja berupa SMS. Sensor suhu, asap, dan cahaya akan mengirimkan informasi berupa SMS apabila masing-masing sensor melebihi nilai batas ambang yang telah ditentukan dalam program. Pengiriman informasi dilakukan menggunakan 3 provider berbeda, yaitu Three, Indosat, dan Telkomsel dengan membandingkan besarnya delay. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa ketiga sensor dapat bekerja dengan baik. Sensor suhu dapat mendeteksi suhu dengan nilai rata-rata error 0,03%. Sensor asap dapat mendeteksi asap dengan nilai rata-rata 0%. Provider Three dapat mengirimkan informasi dengan rata-rata delay yang kecil, yaitu 1,46s. Provider Indosat dapat mengirimkan informasi dengan rata-rata delay sebesar 3,68s. Provider Telkomsel dapat mengirimkan informasi dengan rata-rata delay sebesar 1,52s

    Pengaruh Perubahan Suhu terhadap Nilai Panjang Gelombang Fiber Optik yang Difungsikan Sebagai Sensor Suhu

    Get PDF
    In this study we can determine the effect of temperature on wavelength and frequency on fiber optic media by using a splitter by looking at the measured wavelengths when the optical fiber is heated using an aluminum intermediate as a heat sensor. With temperatures to be used ranging from 270?C to 400?C. The measurement was carried out using an Optical Spectrum Analyzer (OSA) device. From the temperature variations given, the conclusion is that the greater the temperature given, the farther the wavelength shift and the smaller the resulting frequency. The wavelength produced on the fiber optic splitter cable 1 to the fiber optic splitter cable 4 has almost the same wavelength value starting from a temperature of 270 ° C- 400 ° C. the difference occurs when the cable before the splitter and after the seplitter. The validity level in each splitter has a different persesn value such as the splitter has a validity value of 99.80%, splitter 2 has a validity of 99.72%, Splitter 3 has a validity of 99.72% and splitter 4 has a validity of 99.70%Dalam penelitian ini dapat diketahui pengaruh suhu terhadap Panjang gelombang dan frekuensi pada media fiber optic dengan menggunakan splitter dengan melihat panjang gelombang yang terukur ketika serat optic di panaskan menggunakan perantara alumunium sebagai sensor panas. Dengan suhu yang akan digunakan mulai dari suhu 270?C hingga 400?C.Pengukurn dilakukan dengan menggunakan perangkat Optical Spectrum Analyzer (OSA). Dari Variasi suhu yang diberikan menghasilkan kesimpulan bahwa semakin besar suhu yang diberikan, semakin jauh pergeseran panjang gelombang dan semakin kecil juga frekuensi yang dihasilkan. Panjang gelombang yang dihasilkan pada kabel fiber optic splitter 1 sampai dengan kabel fiber optic splitter 4 mempunyai nilai Panjang gelombang yang hampir sama mulai dari suhu 270°C- 400°C. perbedaan terjadi saat kabel sebelum di splitter dan setelah di seplitter.  Tingkat kevalidan di setiap splitter mempunyai nilai persesn yang berbeda seperti pada splitter mempunyai nilai kevaildan 99.80%, splitter 2 dengan kevalida 99.72%, Splitter 3 dengan kevalidan 99.72% dan pada splitter 4 dengan kevalidan 99.70

    Rancang Bangun Sistem Rekap Nilai Mahasiswa Prodi Jaringan Telekomunikasi Digital Politeknik Negeri Malang Menggunakan Jaringan Fiber Optik Berbasis Website Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital, Politeknik Negeri Malang

    No full text
    In undergoing the lecture process, one of the important elements is the student and the student's value. In the study program of Digital Telecommunication Network, Malang State Polytechnic itself is currently still using the data processing systems of student grades on standard computer worksheets without any special software. In addition, the increasing data from year to year will make it difficult in the process of access and search, where at this time Information technology is required to be faster and more accessible. In this study the method used in the student value recap is by creating a website. Then the website is uploaded on the server and uses fiber optic transmission media. The results of testing the system's website functionality could run according to planning. In testing the performance of website using wireless transmission media and optical fiber produced the best value of delay, packet loss, and throughput when using optical fiber networks, with 0.113s delay results for wireless transmission media and 0.004s with transmission media using optical fiber at 9 users accessing the website simultaneously. For the throughput value obtained was 48.229 kbps with wireless transmission media and 956.347 kbps with fiber optic transmission media. From this results, the more number of users obtained, the better the delay and throughput. And the packet loss parameters obtained 10.457% with wireless transmission media and 0.667% with optical fiber transmission media when accessed by 9 usersDalam menjalani proses perkuliahan salah satu unsur penting adalah mahasiswa dan nilai mahasiswa tersebut. Di prodi Jaringan Telekomunikasi Digital Politeknik Negeri Malang sendiri saat ini masih menggunakan sistem pengolahan data nilai mahasiswa di lembar kerja komputer standar tanpa ada software khusus, Selain itu semakin bertambahnya data dari tahun ke tahun akan menyulitkan dalam proses akses dan pencarian, dimana pada saat ini penyebaran teknologi informasi dituntut harus lebih cepat dan mudah diakses. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam sistem rekap nilai mahasiswa yaitu dengan membuat website. Kemudian website diupload pada server dan menggunakan media transmisi fiber optik . Hasil pengujian fungsionalitas website sistem dapat bejalan sesuai perencanaan. Pada pengujian kinerja website menggunakan media transmisi wireless dan fiber optik dihasilkan nilai delay, packet loss, dan throughput paling baik ketika menggunakan jaringan fiber optik. dengan hasil delay 0.113s untuk media transmisi wireless dan 0.004s dengan media transmisi menggunakan fiber optik pada 9 pengguna mengakses website secara bersamaan. Untuk nilai throughput yang diperoleh yaitu 48.229 kbps dengan media transmisi wireless dan 956.347 kbps dengan media transmisi fiber optik. Dari hasil ini diperoleh semakin banyak jumlah pengguna, maka delay dan throughput semakin baik. Dan pada parameter packet loss diperoleh nilai 10.457% dengan media trasnmisi wireless dan 0.667% dengan media transmisi fiber optik ketika diakses 9 pengguna

    Analisis Kinerja Signal Booster 4G LTE 1800 MHz pada Gedung AH Lantai 1 Politeknik Negeri Malang

    Get PDF
    With the increase in internet users in the current era, especially in office buildings, shopping centers, apartments or other high-rise buildings, the Base Transceiver System (BTS) coverage is not optimal due to the construction of concrete, bricks or steel frames that are dampening the signal. One of the solutions to improve the signal in an Indoor room is Signal Booster. The purpose of this research is to conduct an analysis of the quality of Signal Booster performance in the measurement of walk test and to analyze the potential placement of Signal Booster. The method used is a walk test that aims to determine the value of the received power 4G before and after the installation of Signal Booster. This aims to find out the best layout to be installed by Signal Booster. Based on the results of the research before installing Signal Booster, the room that has the lowest RSRP has an average value of -100dBm to -120dBm. While detelah given a Signal Booster has an average value of -60dBm to 80dBm. This states that Signal Booster can improve the signal quality of the Indoor roomDengan meningkatnya pengguna internet pada era sekarang terutama pada gedung perkantoran, pusat perbelanjaan , apartmen atau gedung bertingkat lainya membuat coverage Base Transceiver System (BTS) tidak maksimal karena kontruksi beton , batu bata atau rangka baja yang bersifat meredam sinyal. Salah satu solusi untuk meningkatkan sinyal pada ruangan Indoor adalah Signal Booster.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis tentang kualitas kinerja Signal Booster pada Gedung AH lantai 1 menggunakan metode pengukuran walk test serta melakukan analisis potensi penempatan Signal Booster, walk test ini bertujuan untuk mengetahui nilai daya terima 4G sebelum dan sesudah pemasangan Signal Booster. hal ini bertujuan untuk mengetahui tata letak yang terbaik untuk dipasang oleh Signal Booster. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dipasang Signal Booster , ruangan yang memiliki RSRP terendah mempunyai nilai rata rata -100 dBm sampai -120dBm. Sedangkan detelah diberi Signal Booster memiliki nilai rata rata -60dBm sampai 80dBm. Hal ini menyatakan bahwa Signal Booster dapat memperbaiki kualitas sinyal dari ruangan Indoo

    Rancang Bangun Sistem Mode Persiapan pada Mobil Berbasis Mikrokontroler

    No full text
    People want a vehicle that is ready to use without having to wait for long or in the sense that the performance of an activity can run efficiently. With a remote control that can control the vehicle remotely, activities in setup mode will be more efficient. In general, remote control is used in motorized vehicles using Infra-red or Bluetooth communication with communication distance 60meters. So we need LoRa module that has longer beam range. The purpose of research is to design remote control and receiver that can control the vehicle such as opening vehicle door lock,  activating the AC, to the starter mode on the car contact with a wider range of sending and receiving information. The results of research indicate that LoRa module has received signal strength value (RSSI) of -65dBm when LOS (line of sight) at distance 10meters and RSSI of -66dBm at non-LOS (non-line of sight) at the same distance. SNR of 9.25dB when LOS and SNR of 6.0dB when non-LOS at distance 10meters. The research results of sending and receiving remote control data have a maximum distance when non-LOS with obstacles 5mm thick glass and 20 cars is 100 meters with a received signal strength of -112dBm. It can be concluded that for non-LOS connectivity between the LoRa SX1278 has an effectiveness distance at 50meters with an RSSI value of -99dBm and an SNR of 0.25dB, for a LOS condition it has an effectiveness at distance 50meters with RSSI value of -96dBm and SNR of 9dB.Masyarakat menginginkan kendaraan yang siap digunakan tanpa harus menunggu lama atau dalam arti kinerja dari sebuah aktivitas dapat berjalan secara efisien. Dengan remote control yang dapat mengontrol kendaraan melalui jarak jauh, aktivitas dalam mode persiapan akan lebih efisien. Pada umumnya remote control digunakan pada kendaraan bermotor menggunakan komunikasi Infra-red ataupun Bluetooth dengan jarak komunikasi 60 meter. Sehingga diperlukan modul LoRa yang jangkauan pancarannya lebih jauh. Tujuan penelitian adalah merancang remote control dan penerimanya agar dapat mengontrol kendaraan seperti pembukaan kunci pintu kendaraan, pengaktifan AC mobil, hingga starter mode pada contact mobil dengan jangkauan pengirim dan penerima informasi yang lebih jauh. Hasil penelitian ini diketahui modul LoRa memiliki nilai kuat sinyal yang diterima (RSSI) sebesar -65dBm saat LOS (line of sight) untuk jarak 10meter dan RSSI sebesar -66dBm saat non-LOS (non-line of sight) dengan jarak sama. SNR sebesar 9.25 dB saat LOS dan SNR sebesar  6.0dB saat non-LOS untuk jarak 10meter. Hasil penelitian pengiriman-penerimaan data remote control memiliki jarak maksimum pada saat non-LOS dengan halangan berupa kaca setebal 5mm dan 20 mobil adalah 100 meter dengan nilai kuat sinyal diterima sebesar -112dBm. Dapat disimpulkan untuk keadaan non-LOS konektivitas antara LoRa SX1278 memiliki jarak efektivitas 50meter dengan nilai RSSI sebesar -99dBm dan SNR 0.25dB, untuk keadaan LOS (line of sight) miliki efektivitas pada jarak 50meter dengan nilai RSSI sebesar -96dBm dan SNR 9dB

    Rancang Bangun Sistem Akses Rumah Indekos Menggunakan QR Code Berbasis Mikrokontroler dengan Payment Reminder System pada Aplikasi Android

    Get PDF
    The boarding house is a temporary residence and is used as a place to store valuables. One of the facilities that need to be improved is the security of the fence and door of the house, because houses are often targets for people who want to commit crimes, so a security system is needed. The majority of security systems on house door locks are currently manual security systems in the form of conventional padlocks. This study aims to develop a system to provide a better level of security accuracy on room doors and boarding house fences, and a payment reminder system so that boarding house payments are more controlled. To open the fence and door of the boarding house occupants, scan the QR code with the android application so that they can access the fence and door of the room. Status has not paid the rent will be given a warning in the form of a pop-up in the android application. The test results obtained are in the form of successful testing of the functionality of the miniature boarding house, testing the SmartKos application, firebase database, and the accuracy of data communication between firebase and NodeMCU in the form of delay with the worst value in the measurement. 3rd with a value of 3.89 s, the best throughput is in the 3rd measurement with a value of 43864 bps, packet loss in this study has an index of 4 because it has a packet loss value of 0%.Rumah indekos merupakan tempat tinggal sementara dan dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga. Salah satu sarana yang perlu ditingkatkan adalah keamanan pagar dan pintu rumah, karena rumah seringkali menjadi sasaran bagi orang yang ingin berbuat kejahatan, sehingga sistem keamanan sangat dibutuhkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan pagar dan pintu rumah adalah menggunakan kunci pintu digital. Sistem keamanan pada kunci pintu rumah disaat ini mayoritas ialah sistem keamanan manual berbentuk kunci gembok konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan sebuah sistem untuk memberikan tingkat akurasi keamanan yang lebih baik pada pintu kamar dan pagar indekos, dan sistem pengingat waktu pembayaran agar pembayaran indekos lebih terkontrol. Untuk membuka pagar dan pintu kamar penghuni indekos melakukan pemindaian kode QR dengan aplikasi android sehingga dapat mengakses pagar dan pintu kamar tersebut. Penghuni indekos yang statusnya belum membayar uang sewa akan diberi peringatan berupa pop up di aplikasi android. Setelah dilakukan pengujian sistem miniatur rumah indekos, maka didapatkan hasil pengujian yaitu berupa keberhasilan uji fungsionalitas miniatur rumah indekos yang telah dibuat, uji fungsionalitas aplikasi SmartKos pada smartphone android, database firebase, dan keakuratan komunikasi data antara firebase dan NodeMCU berupa delay dengan nilai terburuk pada pengukuran ke-3 dengan nilai 3.89 detik, throughput yang paling baik adalah pada pengukuran ke-3 dengan nilai 43864 bps, packet loss pada penelitian ini memiliki indeks 4 karena memiliki nilai packet loss sebesar 0%

    246

    full texts

    285

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Jaringan Telekomunikasi (JJT)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇