Universitas Muhammadiyah Sinjai Online Journal Systems
Not a member yet
304 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK DAN RETRIBUSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Pajak dan Retribusi. Objek penelitian ini yakni Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dengan melakukan upaya penggalian sumber daya alam, terutama daerah-daerah yang berpotensi akan berkembang, misalnya sektor pariwisata, pertambangan, pertanian, perikanan, dan perdagangan. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kajian pustaka dan analisis deskriptif dalam teknik analisis datanya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoptimalan penggunaan aplikasi online (smart register) dalam pengelolaan pajak dan retribusi dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui lebih banyak sumber, penggunaan aplikasi online juga menjadi terobosan awal untuk pemanfaatan teknologi dalam berbagai bidang lainnya sebagai bagian dari pembenahan sistem kerja dan budaya kerja yang selama ini masih bersifat manual
Nilai Organoleptik Bakso Daging Sapi dengan Penambahan Berbagai Level Tepung Rebung dan Waktu Penyimpanan yang Berbeda
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rebung terhadap nilai organoleptik bakso daging sapi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan. Daging sapi Bali Longissimus dorsi digunakan dalam pembuatan bakso, dengan mencampurkan tepung tapioka dan bumbu-bumbu. Faktor Pertama yaitu tepung rebung (level tepung rebung 0 %, 10% dan 20%) dan faktor kedua yaitu lama penyimpanan bakso (0, 7 dan 14 hari). Parameter yang diamati yaitu nilai organoleptik berupa kekenyalan, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menyatakan bahwa penambahan tepung rebung tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap nilai organoleptik kekenyalan, rasa dan tekstur bakso, sedangkan lama penyimpanan bakso tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kekenyalan dan rasa, namun berpengaruh (P<0.05) terhadap tekstur. Penyimpanan 7 hari menyebabkan peningkatan skor tekstur bakso menjadi agak halus. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan tepung rebung tidak berpengaruh terhadap nilai organoleptik bakso
Pengaruh Ukuran Ovarium Sapi Bali terhadap Kualitas Oosit
Ovarium sebagai organ reproduksi utama pada sapi betina, berfungsi menghasilkan oosit yang penting dalam proses reproduksi. Kualitas oosit yang dihasilkan oleh ovarium sangat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan ukuran ovarium itu sendiri. Pemahaman mengenai hubungan antara ukuran ovarium dan kualitas oosit sangat penting untuk meningkatkan efisiensi reproduksi pada sapi Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran ovarium sapi Bali terhadap kualitas oosit. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor kemudian mengelompokkan masing-masing faktor menjadi 3 kelompok dengan 9 ulangan. Faktor yang dilihat yaitu ukuran ovarium dan berat ovarium yaitu ovarium dengan volume ≤30 mm3, ovarium dengan volume 31-49 mm3 dan ovarium dengan volume ≥50 mm3. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa ukuran ovarium sapi Bali berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas oosit, ukuran ovarium sapi Bali yang optimal menghasilkan oosit ovarium dengan volume 31- 49 mm3 yaitu sebanyak 27 oosit atau 61,3% dari total ovarium yang dikoleksi
Pola dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa di Kabupaten Sinjai
This research aims to explain the draft from Service Empowerment Public And Village Regency Sinjai regarding the frame increase capacity apparatus village. Technique study is a method qualitative, study This in the data collection process includes observation, interviews, and documentation. As for the informant on the study the head of the Sinjai Regency Community and Village Empowerment Service, Head of Field Government Village, Governance Section Village, Sexy Development Capacity Apparatus Village, Apparatus Villages in the Regency Sinjai. The technique developed data analysis that is Data Reduction, Presentation Data, and Data Verification. The draft from Service Empowerment Public And Village increases the capacity of the government village with mentoring, training, and most importantly, building coordination between government villages in support of the governance process of managing government villages. Village build Indonesia into beginning resurrection village with supported with its publication Law about The expected village as material guidelines in maintenance government village. On maintenance government in the village Still becomes a task together in an independent village especially with various innovations of course the more improved for progress village. PMD Department is an institution of government villages that have tasks to accommodate government villages
KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERISINAN DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LUWU TIMUR
Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Luwu Timur. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 8 orang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Parasuraman berdasarkan tangibles (Bukti Fisik), reability (Kehandalan), responsiveness (Daya Tanggap), assurance (Jaminan) dan emphaty (Empati).
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanannya belum maksimal. Hal tersebut terbukti dari pemaparan informan yang menyatakan bahwa mengenai kecepatan waktu dalam memberikan pelayanan terhadap pengguna layanan menilai belum baik karena belum sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh DPMPTSP. Masih ada pegawai yang belum bersikap ramah dalam memberikan pelayanan. Masih memerlukan penyediaan komputer untuk menerapkan pelayanan online kepada masyarakat dan pegawai/staff DPMPTSP masih ada yang belum mendahulukan kepentingan pengguna layanan serta masih ada pula pegawai yang menerapkan sikap membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat/pengguna layanan. Pelayanan yang berkualitas dapat dikatakan apabila dari kelima indikator pelayanan tersebut sudah diterapkan
Analisis Vibes Pendidikan di Kabupaten Gowa dalam Perspektif Administrasi Publik
Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gowa, dengan fokus pada implementasi program-program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti hubungan antara berbagai program, seperti Pengelolaan Pendidikan, Pembinaan Perpustakaan, dan Pengembangan Kurikulum, dengan kebijakan pendidikan yang lebih luas. Meskipun terdapat peningkatan partisipasi sekolah dari 78% pada tahun 2019 menjadi 85% pada tahun 2022, tantangan signifikan tetap ada, terutama dalam hal infrastruktur dan distribusi sumber daya manusia. Kesenjangan antara sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan menjadi hambatan utama. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor diidentifikasi sebagai kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, meskipun akses teknologi pendidikan masih terbatas. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sistem evaluasi dan kebijakan adaptif untuk memastikan keberlanjutan program-program pendidikan di Kabupaten Gowa.Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gowa, dengan fokus pada implementasi program-program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti hubungan antara berbagai program, seperti Pengelolaan Pendidikan, Pembinaan Perpustakaan, dan Pengembangan Kurikulum, dengan kebijakan pendidikan yang lebih luas. Meskipun terdapat peningkatan partisipasi sekolah dari 78% pada tahun 2019 menjadi 85% pada tahun 2022, tantangan signifikan tetap ada, terutama dalam hal infrastruktur dan distribusi sumber daya manusia. Kesenjangan antara sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan menjadi hambatan utama. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor diidentifikasi sebagai kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, meskipun akses teknologi pendidikan masih terbatas. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sistem evaluasi dan kebijakan adaptif untuk memastikan keberlanjutan program-program pendidikan di Kabupaten Gowa
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM WISATA HUTAN MANGROVE (Analisis Tahapan, Faktor Pendorong, dan Bentuk Partisipasi di Objek Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke)
Wisata hutan mangrove merupakan salah satu bentuk pariwisata berbasis lingkungan yang memiliki potensi besar, namun partisipasi masyarakat dalam pengembangannya masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan, faktor pendorong, dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Objek Wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di tiga dusun di Desa Tongke-Tongke.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan partisipasi masyarakat pada objek wisata Hutan Mangrove Tongke-Tongke mencakup empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi namun masih tergolong partisipasi semu. Faktor-faktor yang mendorong partisipasi antara lain rasa kepemilikan dan tanggung jawab, tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi lingkungan, dan dorongan eksternal dari pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Bentuk partisipasi masyarakat yang ditemukan meliputi partisipasi buah pikiran, tenaga, harta benda, keterampilan, dan partisipasi sosial.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan dukungan eksternal, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pengembangan mekanisme evaluasi partisipasi masyarakat. Temuan penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan strategi yang berkelanjutan untuk pengelolaan wisata hutan mangrove di kawasan lainnya
PENGGUNAAN SISTEM REKAPITULASI SUARA PADA PEMILU 2024 DI TPS 077 KOTA PALANGKA RAYA KELURAHAN BUKIT TUNGGAL
Penelitian ini mengkaji penggunaan Sistem Rekapitulasi Suara (SIREKAP) pada Pemilu 2024 di TPS 077 Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur dan empiris, studi ini menganalisis implementasi SIREKAP berdasarkan Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 dan fenomena sosial yang terjadi selama pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIREKAP bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pemilu, implementasinya menghadapi beberapa tantangan signifikan. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan komprehensif, masalah teknis seperti server error, dan ketidaksiapan infrastruktur di beberapa daerah. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam pelatihan petugas, penguatan infrastruktur teknologi, dan peningkatan literasi digital masyarakat untuk optimalisasi penggunaan SIREKAP di masa depan
Uji Kualitas Pupuk Organik Cair (POC) berbahan Dasar Jeroan Ayam Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Limbah Buah sebagai Dekomposer
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan warna, aroma, pH, dan suhu selama proses fermentasi dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar jeroan ayam dengan bantuan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai dekomposer. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu jeroan ayam segar (usus ayam) sebagai bahan dasar POC, larutan MOL yang dibuat dari fermentasi bahan organik menggunakan limbah buah nanas (kulit nanas) dan limbah pisang (kulit pisang yang masak). Parameter yang diamati yaitu Perubahan warna, aroma, pH, dan suhu dari hasil akhir pembuatan POC. Hasil penelitian ini yaitu pH awal larutan fermentasi POC berada pada angka 6,5. pH mengalami penurunan secara bertahap selama fermentasi, mencapai pH 5,0 pada hari ke-21. Perubahan warna selama proses fermentasi POC dari merah kecoklatan (hari ke-0) menjadi hitam pekat pada hari ke-15 hingga akhir fermentasi. Aroma awal menunjukkan bau amis yang kuat hingga hari ke-21, bau asam mulai menurun. Suhu larutan cenderung meningkat di awal fermentasi hingga mencapai puncaknya pada 33,45 °C pada hari ke-9. Pada hari ke-21, suhu menurun dan stabil 28,25 °C. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa POC berbahan dasar jeroan ayam yang difermentasi menggunakan MOL dari limbah buah mencapai kondisi optimal setelah 21 hari fermentasi, dengan perubahan warna, aroma, pH, dan suhu yang menunjukkan proses dekomposisi yang baik dan fermentasi yang stabil
Comparison of Embryo Production between Simmental and Limousin Cattle in Different Seasons at Cipelang Cattle Embryo Center
Indonesia is a tropical country that has two different seasons, namely the rainy season and the dry season. Embryo production can be influenced by several factors, one of which is the season factor. Seasonal factors can affect the quality and quantity of embryos produced. The purpose of this study was to determine the comparison of embryo production of Simmental cattle with Limousin cattle in the rainy season and the dry season. The material used was 40 donor cattle divided into 20 Simmental cattle and 20 Limousin cattle aged 3 to 6 years with a body weight of 450-700 kg. The research procedure starts from superovulation using reproductive hormone injection, artificial insemination, embryo collection using flushing technique and embryo evaluation. The research method used was a case study. Data processing and analysis in this study used the independent t-test with research variables of the number of embryos collected, the quality of embryos produced, the number of corpus luteum produced, the level of response, and the level of recovery. The results of this study were no significant difference (P> 0.05) in the production of Limousin and Simmental cattle embryos in the rainy season. In contrast to the dry season, the results were (P <0.05) which means there is a difference in the production of Limousin and Simmental cattle embryos in the dry season. On the other hand, Limousin cattle showed that Limousin cattle were slightly superior to all variables in the dry season