OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KUNYIT ASAM DAN JUS WORTEL DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA DI PUSKESMAS SUKAMULYA KABUPATEN GARUT TAHUN 2025
Kejadian dismenore pada remaja di Puskesmas Sukamulya tahun 2022 tercatat sebanyak 648 remaja yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Sukamulya dengan keluhan mengalami dismenore. Salah herbal untuk mengurangi dismenore adalah wortel yang mengandung betakaroten serta kunyit yang mengandung senyawa kurkumin. Betakaroten memiliki fungsi sebagai anti inflamasi dan anti analgetik serta curcumine bekerja menghambat rekasi cylooxygenase dapat mengurangi terjadinya inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui efektivitas pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore pada remaja. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pre test - post test two group design. Populasi pada penelitian seluruh remaja yang tercatat sebagai anggota posyandu remaja di Desa Sindangpalay sebanyak 56 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan total sampling sebanyak 56 orang remaja putri yang mengalami nyeri dismenore dan dibagi dalam dua kelompok yaitu sebanyak 26 orang pada kelompok wortel dan sebanyak 15 orang pada kelompok kunyit asam. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi skala nyeri dan petunjuk teknis pemberian jus wortel dan kunyit asam. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney Test. Pemberian kunyit asam efektif mengatasi dismenore dengan penurunan nyeri dari 5,64 menjadi 1,14 dan diperoleh p-value 0,000. Jus wortel juga efektif mengatasi dismenore dengan penurunan nyeri dari 5,68 menjadi 1,21 dan diperoleh p-value 0,000. Tidak terdapat perbedaan antara pemberian kunyit asam dan jus wortel dalam mengatasi dismenore dengan p-value 0,675. Diharapkan remaja putri dapat melakukan penanganan secara mandiri dalam mengatasi dismenore dengan menggunakan kunyit asam dan jus wortel sebagai salah satu cara yang aman untuk dilakukan
ANALISIS KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI STUDI KASUS DAERAH IRIGASI KEDUNGDOWO
Modernisasi Irigasi adalah sistem irigasi partisipatif dengan tujuan untuk efisiensi, efektifitas, dan irigasi yang berkelanjutan. DI Kedungdowo merupakan Irigasi Kewenangan Kabupaten dengan areal layanan sebesar 300 hektar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Daerah Irigasi Kedungdowo dan menentukan prioritas penerapan pilar modernisasi irigasi.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Jepara. Sedangkan data primer di peroleh dengan survey dan wawancara kepada responden menggunakan metode RAP (Rapid Appraisal Procedure) dengan Skala Likert 1 – 5, sesuai dengan Pedoman Teknis Modernisasi Irigasi.
Hasil dari penilaian untuk Pilar Ketersediaan Air sebesar 14,11, Pilar Sarana dan Prasarana Irigasi sebesar 18,60, Pilar Sistem Pengelolaan sebesar 8,63, Pilar Institusi Pengelola sebesar 10,67, dan Pilar Sumber Daya Manusia sebesar 6,00. Nilai Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) secara keseluruhan untuk DI Kedungdowo sebesar 58,02 dengan kategori cukup, modernisasi di tunda, dan dilakukan penyempurnaan sesuai dengan hasil IKMI antara 1 – 2 tahun. Prioritas pilar modernisasi irigasi dilakukan dengan Analitycal Hierarchy Process (AHP), dengan kriteria Budaya, Ekonomi, Sosial, dan Tingkat Kesulitan. Sebagai alternatif adalah 5 pilar modernisasi irigasi. Dari hasil analisis Prioritas pertama yaitu Institusi Pengelola (0,245), Sistem Pengelolaan (0,238), Sumber Daya Manusia (0,221), Ketersediaan Air (0,157), dan Pilar Sarana dan Prasarana (0,139
TATA KELOLA DAN IMPLEMETASI PERATURAN DAERAH (PERDA) NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA KABUPATEN MALANG
Abstract:
Pedagang kaki lima merupakan pelaku usaha yang memiliki peran penting dalam perputaran perekonomian masyarakat, tetapi juga menimbulkan permasalahan yang terus saja terjadi, yang melanggar aturan yang berlaku, serta menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat, sehingga pada akhirnya masyarakat yang akan merasakan dirugikan. Permasalahan serupa juga dialami oleh Kepanjen, Kabupaten Malang. Sebagai Ibukota Kabupaten Malang idealnya mengatur lokasi dan aktivitas PKL agar lebih tertata, tidak merusak lingkungan dan kerapian jalan utama. Penelitian ini berfokus pada Tata Kelola dan Implemetasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tata Kelola dan Implemetasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang telah berperan dalam penataan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Kepanjen namun dalam hal implementasi dan pengawasan dirasa masih kurang optimal sehingga menyebabkan banyaknya pedagang kaki lima yang tidak mematuhi himbauan
HUBUNGAN ANTARA GRIT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG BEKERJA PARUH WAKTU
Part-time students face challenges in balancing academic and work demands, which can impact subjective well-being. This study aims to determine the relationship between grit and subjective well-being in part-time students. This study used a quantitative method with a correlational design. Grit was measured using the Grit Scale, while subjective well-being was measured using the Satisfaction With Life Scale (SWLS) and the Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Data analysis was carried out using the Spearman's rho correlation test which showed a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient of 0.098. The results of this study indicate a significant positive relationship between grit and subjective well-being in part-time students. The higher the grit level that students have, the higher the subjective well-being they feel
PERKEMBANGAN METAVERSE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEKAYAAN INTELEKTUAL SERTA PERLINDUNGAN HUKUM
Penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk kekayaan intelektual baru yang muncul di metaverse, seperti aset digital, avatar, karya seni virtual, dan pengalaman interaktif, yang sering kali direpresentasikan sebagai NFT (Non-Fungible Token). Perkembangan metaverse ini berdampak signifikan terhadap Hak Cipta, Merek Dagang, Paten dan Desain Industri. Tantangan utama dalam perlindungan kekayaan intelektual di metaverse mencakup isu yurisdiksi yang bersifat lintas batas dan terdesentralisasi, anonimitas pengguna (yang terkadang tersirat dalam diskusi teknologi), penegakan hukum yang kurang efektif di lingkungan virtual yang bergerak cepat, serta kurangnya standardisasi antar platform. Penelitian ini mengkaji potensi adaptasi dan pembaruan terhadap kerangka hukum kekayaan intelektual yang ada, termasuk penguatan regulasi internasional, penyesuaian definisi untuk aset digital baru seperti NFT, serta pembaruan dalam kategori-kategori kekayaan intelektual. Pemanfaatan teknologi seperti Blockchain, Kecerdasan Buatan (AI), dan Smart Contracts diusulkan untuk meningkatkan efisiensi dalam pemantauan dan penegakan hak KI, yang memungkinkan pencatatan kepemilikan yang transparan, deteksi pelanggaran secara otomatis, dan otomatisasi pelaksanaan hak KI. Selain itu, mekanisme penyelesaian sengketa alternatif seperti arbitrase dan mediasi, pengembangan standar internasional, kolaborasi global, serta peningkatan pendidikan dan kesadaran hukum bagi pengguna juga dianggap sangat krusial untuk menciptakan ekosistem digital yang mendukung perlindungan kekayaan intelektual yang efektif di era metaverse. Kesimpulannya, karakteristik unik dari metaverse menghadirkan tantangan besar bagi kerangka hukum kekayaan intelektual yang ada saat ini. Perlindungan hak KI yang efektif memerlukan adaptasi terhadap kerangka hukum yang lebih dinamis, pemanfaatan teknologi mutakhir, serta mekanisme penyelesaian sengketa alternatif. Penelitian ini berkontribusi dengan memetakan tantangan-tantangan utama dan mengkaji potensi solusi, serta menyarankan perlunya tindakan konkret dari pemerintah, pengembang platform, kreator, pengguna, serta kolaborasi global untuk merespons tantangan ini secara efekti
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ECO ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum)
Greens are one of the most important elements in fulfilling livestock needs to survive. One effort to provide high-quality greens is to cultivate feed plants from superior grass species. Elephant grass is one of the superior greens commonly given to livestock with the characteristics of stem segments and leaf structures that are easy to digest. Eco enzyme fertilizer can be applied directly in fulfilling nutrients so that it can accelerate and increase plant production so that it has the potential to increase the growth and production of elephant grass. The purpose of this study was to determine the effect of eco enzyme fertilizer on the productivity of elephant grass (Pennisetum purpureum). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and five replications. The concentration of eco enzyme fertilizer applied was P0 as a control, P1 eco enzyme 20 ml, P2 eco enzyme 30 ml and P3 eco enzyme 40 ml. The research parameters included plant height, number of leaves, fresh production and dry production of elephant grass. The results of the study showed that P3 had plant height (182.70 cm), number of leaves (12.90 strands), fresh production of elephant grass (1.64 kg) and dry production of elephant grass (0.49 kg), the highest and different between each treatment. The addition of eco enzyme fertilizer with a concentration of 40 ml (P3) gave the best results for plant height, number of leaves, fresh production and dry production of elephant grass and has the potential to be applied in larger quantitie
DOES INTERNAL CONTROL CAPACITY AND DISCLOSURE OF FINANCIAL PERFORMANCE ON INSTAGRAM CAN INFLUENCE AUDIT OPINION? (STUDY CAPITAL MARKET IN CENTRAL ASIA)
This study investigates whether internal control capacity and the disclosure of financial performance on Instagram influence audit opinions in companies listed on the Central Asian capital markets. Using a descriptive quantitative approach, data were collected from 21 finance sector companies in Uzbekistan and Kazakhstan, and secondary data were collected from official capital market websites. The results show that both Instagram financial disclosures and total assets do not have a statistically significant effect on audit opinions. The findings suggest that traditional financial strength measures and social media disclosures might not yet play an important role in affecting auditors' judgments in the setting of Central Asia. Limitations of the study are the small sample size and limited data availability, indicating the potential for further research with a broader sample from more sectors and countries. The research contributes to the growing discussion of the evolving role of digital financial communication and internal controls on audit practice in emerging markets
DOES A ACCOUNTING LITERACY, FINANCIAL TECHNOLOGY, RISK LEVEL AND LOCUS OF CONTROL ON INVESTMENT DECISIONS AMONG Z GENERATION?
Accounting literacy, financial technology, risk level, and locus of control are often cited as key factors influencing individual investment behavior. In this study, we investigate the impact of these variables on investment decision-making among z generation who study at Universitas Pendidikan Indonesia. A total of 44 respondents participated Using a quantitative approach and multiple regression analysis, the findings reveal that risk level significantly influences students' investment decisions, while accounting literacy shows a borderline significance. Conversely, financial technology usage and locus of control do not show a significant relationship with investment decisions. These results suggest that z generation are more driven by their perception of financial risk when making investments rather than external technology tools or internal control beliefs. The study highlights the need for enhancing financial education programs that address risk awareness to improve investment behaviors among z generation
DETERMINAN LABA PER SAHAM, RASIO UTANG PADA EKUITAS DAN LABA ATAS EKUITAS TERHADAP KAPITALISASI PASAR
Abstract: Tujuan riset ini adalah untuk memastikan bagaimana kapitalisasi pasar dipengaruhi oleh laba per saham, rasio utang terhadap ekuitas, & laba atas ekuitas. Teknik sampel riset memakai purposive sampling dengan 31 perusahaan sebagai sampel pada perusahaan yang konsisten tercatat di 50 saham kapitalisasi tertinggi selama periode 2021-2023. Analisis regresi linier berganda dipakai riset ini serta menggunakan SPSS versi 23. Menurut temuan studi ini, kapitalisasi pasar dipengaruhi secara positif oleh rasio utang terhadap ekuitas, tetapi tidak dipengaruhi oleh laba per saham dan laba atas ekuitas. Kapitalisasi pasar secara bersamaan dipengaruhi oleh laba atas ekuitas, rasio utang atas ekuitas, dan laba per saham