OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN HASIL TANGKAP IKAN DI KEPULAUAN RIAU
Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan budidaya, khususnya budidaya laut. Diketahui jumlah produksi perikanan di Kepulauan Riau mengalami peningkatan setiap tahunnya,. Besarnya potensi ikan yang dimiliki oleh Kepulauan Riau berbanding lurus dengan banyaknya jenis ikan yang ada dan dibudidayakan oleh nelayan ataupun pihak ketiga. Namun nelayan kesulitan menentukan jenis ikan berdasarkan lokasi habitat ikan sehingga terkendala dalam menentukan lokasi penangkapan ikan yang dituju. Selain itu proses penangkapan ikan juga dipengaruhi oleh musim dan waktu penangkapannya. Sehingga nelayan perlu mengetahui pengelompokan jenis ikan berdasarkan titik lokasinya agar dapat menyesuaikan dengan waktu dan juga alat tangkap yang digunakan. Clustering adalah suatu metode untuk mencari dan mengelompokkan data yang memiliki kemiripan karakteristik (similarity) antara satu data dengan yang lain. Salah satu teknik clustering sederhana adalah algoritma K-Means, menggunakan software RapidMiner. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengelompokkan jenis ikan berdasarkan titik lokasi yang outputnya sehingga dapat bermanfaat untuk nelayan di Kepulauan Riau
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. mott)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Bioboost pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. mott). Penelitian dilaksanakan di desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dari bulan Februari hingga April 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P0 (tanpa pemberian pupuk Bioboost), P1 (pemberian 5 ml pupuk Bioboost/100 ml air), P2 (pemberian 10 ml pupuk Bioboost/100 ml air), dan P3 (pemberian 15 ml pupuk Bioboost/100 ml air). Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, luas daun, produksi bahan segar, dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Bioboost berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap semua parameter yang diukur. Perlakuan P3 (15 ml/100 ml air) memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman (127,8 cm), jumlah anakan (35,6 batang), jumlah daun (178,4 helai), luas daun (256,7 cm²), produksi bahan segar (3,75 kg/rumpun), dan produksi bahan kering (0,82 kg/rumpun). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk Bioboost dengan konsentrasi 15 ml/100 ml air memberikan pertumbuhan dan produksi rumput Odot yang terbai
ANALISIS KONTRIBUSI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN BEA DAN PENERIMAAN CUKAI TERHADAP PENERIMAAN NEGARA PADA KPPBC TMP C KUPANG
Penerimaan negara memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, salah satunya berasal dari sektor bea dan cukai. Ketidakkonsistenan antara target dan realisasi penerimaan pada KPPBC TMP C Kupang periode 2020–2024 menunjukkan perlunya analisis terhadap kontribusi sektor bea dan cukai terhadap penerimaan negara serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode Sequential Explanatory, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif agar data kualitatif dapat memperkuat hasil kuantitatif. Data yang dianalisis mencakup data primer dan sekunder tahun 2020–2024, meliputi penerimaan bea masuk, cukai, dan total penerimaan negara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penerimaan bea tergolong sangat baik, dengan rata-rata 81,28%, dipengaruhi oleh volume impor gula mentah dan beras yang bergantung pada kebijakan kuota impor. Sebaliknya, kontribusi penerimaan cukai tergolong rendah, dengan rata-rata 18,72%, disebabkan rendahnya konsumsi barang kena cukai serta terbatasnya produksi dan jumlah industri penghasilnya
 
STUDY CASE LITERATURE REVIEW (SCLR): EFEKTIVITAS MASSAGE ENDORPHIN DAN COUNTER MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PESALINAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA DI RSUD MALINGPING TAHUN 2025
Proses persalinan hampir selalui disertai dengan rasa nyeri. Rasa nyeri yang terjadi pada proses persalinan terjadi akibat kerusakan jaringan nyata. Apabila rasa nyeri yang menyertai proses persalinan tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan meningkatnya kecemasan menghadapi persalinan sehingga hormon adrenalin meningkat dan mengakibatkan vasokonstriksi yang menyebabkan aliran darah ibu ke janin menurun. Endorphin Massage merupakan sebuah terapi sentuhan yang dapat menurunkan rasa nyeri melalui serabut C dan delta A yang berdiameter kecil sehingga gerbang sinaps menutup transmisi impuls nyeri. Selain Endorphin massage, Counter massage juga dapat membantu menurunkan rasa nyeri, dengan pijatan yang dilakukan dengan memberikan tekanan yang terus-menerus selama kontraksi pada tulang sakrum pasien dengan pangkal atau kepalan salah satu telapak tangan. Tujuan: mengetahui perbedaan efektivitas endorphin massage dan Counter massage dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I. Penelitian ini menggunakan metode Study Case Literatur Review dimana proses penelitian melibatkan peninjauan serta evaluasi kritis terhadap sumber – sumber literatur yang telah ada. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 ibu bersalin yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kesimpulan: ada perbedaan efektivitas antara massage endorphin dan massage Counter dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan Kala I. Saran: Bagi bidan hendaknya melakukan teknik endorphin masase maupun counter massage pada ibu bersalin untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan mengajarkan kepada keluarga/ pendamping
STUDY CASE LITERATURE REVIEW (SCLR): PENGARUH BUAH PEPAYA DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU MENYUSUI POST SC DI RSUD MALINGPING KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2025
ASI (Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cakupan ASI di Kabupaten Lebak masih rendah yaitu 60,7% salah satu penyebabnya adalah ASI sedikit dan belum keluar. Pemberian buah papaya dan pijat oksitosin merupakan salah satu upaya peningkatan produksi ASI. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh pemberian buah papaya, pengaruh pijat oksitosin, dan perbandingan pengaruh buah papaya dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dilakukan kepada dua responden ibu menyusui post SC (Sectio Caesarea) dengan memberikan intervensi yang berbeda, satu responden diberikan buah papaya sebanyak tiga kali 200 gram dalam sehari selama tiga hari, dan satu responden lainnya diberikan pijat oksitosin dua kali sehari selama 15 menit dalam tiga hari berturut-turut. Terdapat pengaruh buah papaya dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI, serta pijat oksitosin terbukti lebih berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI dibuktikan dengan peningkatan produksi ASI dari semula sebanyak 17 ml meningkat setelah intervensi pijat oksitosin menjadi 26,8 ml. Pijat oksitosin dilakukan secara dini akan lebih efektif dalam peningkatan produksi ASI
PERAN LINGKUNGAN KERJA, KESELAMATAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang harus diprioritaskan dalam upaya mempertahankan laju roda perusahaan. Aspek aspek yang dapat memberi dukungan terhadap kinerja yang mumpuni seorang karyawan dapat meliputi faktor lingkungan kerja, keselamatan kerja, dan kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan. Penelitian ini mengkaji dampak lingkungan, keselamatan, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Terdapat 106 responden yang dikumpulkan melalui survey dengan purposive sampling, studi ini menemukan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dan secara simultan lingkungan kerja, keselamatan kerja dan kepuasan kerja memiliki pengaruh signfikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini memberi perspektif situasi kerja yang dapat memberi peran terhadap pencapaian tujuan organsasi. Perspektif tersebut adalah kondisi fisik dan non-fisik di tempat kerja yang harus mencerminkan rasa nyaman serta terlindungi dari potensi bahaya di tempat kerja, dan adanya penghargaan, serta minimnya rasa khawatir akan cedera atau kecelakaan. Situasi lingkungan, keselamatan dan kepuasan kerja menjadi daya dorong karyawan untuk memberikan upaya terbaik, berinovasi, dan proaktif dalam menyelesaikan tugas, yang secara langsung berdampak pada peningkatan kinerja organisasi, sehingga dapat terus memposisikan diri dalam persaingan industri dan pasar yang dilayani
STATUS NUTRSI PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Prof Dr W. Z JOHANNES KUPANG
Cancer is one of the diseases with the highest mortality rate in the world. Every year the number of cancer patients in the world increases to 6.25 million people. WHO estimates that 500,000 new cases of breast cancer are diagnosed with a death toll of approximately 3,750 deaths per year. Objective: Education with booklet media can increase patient knowledge about good nutrition during chemotherapy. This study aims to analyze the effect of booklets on the level of knowledge of cancer patients at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Hospital. Methods: This study used a pre experiment one group pre-post test design with 38 cancer patient respondents. The variables analyzed included the level of knowledge before and after the booklet intervention. Data were analyzed using the Wilchoxon statistical test and cross tab. Results: There is an effect of education with booklet media, where it is obtained asymp. Sig (2-tailed) is 0.000 <0.05. Conclusion: There is an effect of education through booklet media about nutrition on the level of knowledge in patients undergoing chemotherapy at Prof. Dr. W. Z. Hospital Kupang. Johannes Kupang Hospital. Suggestion: It is hoped that this study can provide information and input to cancer patients undergoing chemotherapy at Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, about nutritional knowledge so that they can practice it and the hospital can explain more about nutrition to all patients at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Hospita
EVALUASI PERESEPAN FORMULARIUM DI APOTEK RAWAT JALAN RSUD TAMAN HUSADA BONTANG PERIODE APRIL - JUNI TAHUN 2023
Hospitals must follow the National Formulary when prescribing drugs. According to the National Formulary, the percentage of drug prescriptions in hospitals is at least 80%, according to the standard indicator of health service quality number 30 of 2022 concerning hospital prescriptions. One of the class B hospitals in East Kalimantan Province, Taman Husada Bontang General Hospital treats patients with National Health Insurance (JKN), whose population continues to grow. The purpose of this study was to assess the suitability of Bontang Regional Hospital to prescribe drugs in 2023 according to the National Formulary. Retrospective data collection was used in an observational study design. Based on the inclusion and exclusion criteria, the study sample consisted of all prescription sheets for outpatients at Bontang Regional Hospital from April to June 2023. Prescription forms, drug content, dosage strength, and dosage form are indicators of suitability for prescribing. By comparing the number of drug prescriptions written according to the National Formulary with the total number of prescriptions, the percentage of suitability was calculated. According to the National Formulary, 98.23% of drug items matched, and 99.76% of prescription sheets also matched. Bontang Regional Hospital's prescription is not 100% in accordance with the National Formulary, but based on drug items and prescriptions, it has exceeded the standard indicators of drug prescriptions in hospitals (more than 80%)
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PENINGKATAN STATUS KLINIK UTAMA CAHAYA IMANI MENJADI RUMAH SAKIT TIPE D DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
This study aims to analyze the investment feasibility of upgrading Klinik Utama Cahaya Imani to a Type D Hospital in Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province. The analysis was conducted using methods such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Profitability Index (PI), and Average Rate of Return (ARR). The research method applied was a qualitative descriptive method with a case study approach, through the collection of primary and secondary data from Klinik Cahaya Imani and related agencies. The analysis showed that the investment requirement amounts to Rp 110,060,402,638 with an estimated hospital revenue of Rp 32,339,793,340 per year. The financial analysis results indicated a positive NPV, IRR higher than the discount rate, PP faster than the economic life, PI greater than one, and ARR meeting the investment feasibility criteria. Thus, upgrading Klinik Utama Cahaya Imani to a Type D Hospital is financially feasible. The results of this study are expected to serve as a basis for managerial decision- making in developing health services in Hulu Sungai Selatan Regenc
IMPLEMENTASI SIMRS SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN INCOME RSUD MIMIKA
The Hospital Management Information System (SIMRS) is a vital tool in supporting efficient, integrated, and data-driven healthcare services. This study aims to evaluate the implementation of SIMRS at RSUD Kabupaten Mimika using the Human, Organization, and Technology – Fit (HOT-Fit) Model. The model assesses the alignment and readiness across the dimensions of technology (input), human and organizational processes, and the resulting system benefits (output). This research employed a qualitative approach using in-depth interviews, observations, and document analysis. Data were collected from seven key informants across primary service units and three triangulated informants from the quality management, human resources, and training divisions. Thematic analysis was conducted based on the HOT-Fit framework. The findings indicate that in terms of technology, the system still faces technical issues such as slow performance, limited data correction features, and the absence of a fully realized paperless culture. In the human dimension, user competence remains uneven, with limited ongoing training and no standardized system for assigning SIMRS responsibilities. From the organizational perspective, there is a lack of standardized SOPs, weak inter-unit coordination, and the absence of a dedicated SIMRS management team. Nevertheless, from the benefit/output dimension, SIMRS has contributed positively to increasing hospital revenue and service efficiency, although data utilization for decision-making remains limited. This study recommends strengthening internal policies, implementing continuous training, upgrading technology infrastructure, and conducting regular evaluations to ensure the sustainability and optimization of the system. The findings may serve as a policy reference and practical insight for other hospitals implementing or planning to implement SIMR