OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
TANGGUNGJAWAB HUKUM DOKTER DALAM PENERAPAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS TELEMEDICINE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN (STUDI DI UPT PUSKESMAS BINUANG KABUPATEN SERANG)
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 huruf H menyatakan bahwa “Setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Hal itu bermakna bahwa pemerintah harus mengupayakan setiap individu untuk hidup sehat, dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang memadai. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia diperlukan pendekatan yang efektif dan efisien yang mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satu strategi yang diadopsi adalah penggunaan Telemedicine yaitu praktik menyediakan layanan kesehatan virtual dari jarak jauh dengan menggunakan teknologi komunikasi untuk menghubungkan pasien dengan penyedia layanan kesehatan. Layanan telemedicine memungkinkan untuk memangkas beberapa tahapan dalam pelayanan kesehatan, hal ini tidak terlepas dari berbagai permasalahan hukum yang berpotensi dapat muncul dan harus ada pertanggungjawaban hukum dari pemberi layanan telemedicine tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum normatif-empiris. Pendekatan yang digunakan penulis adalah dengan mengkaji norma hukum (pengaturan) dan implementasi (pelaksanaan) aturan hukum/proses penerapan hukum untuk mencapai tujuan hukum. Data yang digunakan yakni; 1) data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang pengumpulan datanya dilakukan melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan 2) data primer yang didapat dari hasil wawancara dengan responden dan informan. Hasil pengumpulan data kemudian dilakukan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Bentuk tanggungjawab hukum seorang dokter dalam pelayanan telemedicine dapat dilihat daripada sengketa yang ditimbulkan dan berdasarkan hal tersebut tanggungjawab hukum seorang dokter dapat dilihat dari perspektif hukum yaitu hukum pidana, hukum perdata dan hukum administrasi. 2) Pelayanan telemedicine di UPT Puskesmas Binuang telah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada walaupun masih belum maksimal dikarenakan ada beberapa kendala seperti jaringan yang kadang kurang stabil, pemahaman tenaga medis tentang telemedicine yang masih kurang dan sebagainya
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI DAN PISANG AMBON TERHADAP DIARE PADA BALITA DI TPMB A KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2025
Latar Belakang : Diare merupakan gangguan buang air besar ditandai dengan buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lender, diare banyak menyerang balita karena daya tahan tubuhnya yang lemah sehingga sangat rentan terhadap virus penyebab diare, selain secara farmakologi, penanganan diare juga bisa dilakukan secara nonfarmakologi yaitu dengan memberikan air rebusan daun jambu biji dan pisang ambon. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun jambu biji dan pemberian pisang ambon terhadap diare pada balita. Metode : Penelitian ini menggunakan metode SCLR (Study Case Literatur Review) dengan membandingkan 2 kelompok yaitu dengan jumlah responden 4 orang pada kelompok intervensi pemberian air rebusan daun jambu biji dan 4 orang pada kelompok intervensi pemberian pisang ambon, intervensi dilakukan selama 3 hari dan dievaluasi setiap harinya menggunakan penilaian skala tinja Bristol. Hasil : hasil penelitian pada kelompok intervensi pemberian air rebusan jambu biji rata-rata responden sembuh dari diare pada 1,5 hari pemberian intervensi dan pada kelompok pemberian pisang ambon rata-rata responden sembuh dari diare pada 2 hari pemberian intervensi. Kesimpulan : dapat disimpulkan pemberian air rebusan daun jambu biji dan pisang ambon efektif terhadap penyembuhan diare, jika dilihat dari rata-rata lama waktu penyembuhan diare dapat disimpulkan pemberian air rebusan daun jambu biji lebih efektif dalam mempercepat penyembuhan diare pada balita
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NOTARIS AKIBAT PEMALSUAN SALINAN AKTA NOTARIS YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK LAIN YANG BUKAN PENGHADAP
Notaries as public officials are authorized to assist the goverment in terms of making an authentic deeds. Each notaries responsible for every deeds that been made, either in the form fo minutes of deeds or copies of notarial deeds. In carrying the duties as notaries, they have rights to be under protection of law from goverment and related organization. Research problems in this study are to see what are legal concequences of forged copies of notarial deeds by other parties who are not the parties? And what are the legal protection for notaries against forged copies of notarial deeds by other parties who are not the parties? This study, using theory of protection law by Satjipto Rahardjo and theory of legal consequences by Soeroso.Method in this study uses Types of Normative Juridical Research that is a literature legal research or secondary data with primary, secondary, tertiary legal material resource. As for the approach of this study uses Legislative Approach, Conceptual Approach, Analytical Approach, and Case Approach. And collection of the legal material done by identifies and inventories positive rule of law, literature, journal, and other legal material. As for analysis technique for legal material done by Grammatical law interpretation and analogical law construction method.The result of this study shows that consequences of legal for forged copies of notarial deeds by other parties who are not parties are, the notarial deeds still bind for every parties and is a protection for notaries. Things that can be done by notaries are to include an exoneration clause in the contents of the notarial deeds to mitigate problem in the future. It is suggested that notaries could be more cautious in publishing copy of deeds and keeps digitalized copy of deeds to avoid forgery
EVALUATING ISLAMIC BUSINESS AND FINANCIAL MANAGEMENT IN PRINTING COMPANY: CASE STUDY KUMPULAN KARANGKRAF, MALAYSIA
This community service research tries to evaluate and socialize the implementation of Islamic business management in the Quran printing business of Kumpulan Karangkraf company, Malaysia. The method we used was descriptive qualitative, with data collection techniques of field observation and interviews with informants from the top management of Kumpulan Karangkraf, Malaysia. Technological disruption, competition, and rising printing costs are some issues we obtained after conducting field visits and talking to top management. In addition, the visit was filled with interactive discussions that allowed the management to share experiences and solutions with Islamic business and finance principles. The main result of this research is implementing Islamic business and finance strategies at Kumpulan Karangkraf. In addition to focusing on key account management, increasing the use of Islamic financial products and services can be more effective in enhancing the importance of Islamic business and economic strategies to improve the competitiveness of their products in the market. The implications of this research can contribute to developing corporate strategies that are more favorable to increasing the use of Islamic financial services, which in turn can increase sales, efficiency, and business blessings
PARENTS’ INVOLVEMENT IN NON-FORMAL EDUCATION PROGRAM “KELAS MANDIRI” IN KOTA SENTANI
The role of parents is very important in formal education, non-formal education and informal education. The purpose of this study was to investigate parental involvement in their children's education within a non-formal educational setting. The study focused on parents with children enrolled in the Papua Language Institute's English Class program called “Kelas Mandiri”. It employed a qualitative research design and collected data through observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The data were analyzed using Miles & Huberman's three-stage qualitative data analysis. The study found that parental involvement in supporting children in the "Kelas Mandiri" is relatively low due to limited educational resources, financial constraints, health issues, cultural events, marital relationships, and global changes. The implications suggest an increased focus on the religious approach within the community and family, as well as the development of non-formal programs. It is crucial to educate parents about their essential role in their children's lives and implement strategies to enhance their involvement in their children's learning at hom
HATE SPEECH UTTERED BY MOTHERS-IN-LAW TO DAUGHTERS-IN-LAW IN BALI: FORENSIC LINGUISTICS & PRAGMA-SEMANTIC APPROACH
Communication plays a vital role in expressing ideas and emotions, with verbal exchanges being key to conveying meaning. However, speech can sometimes be misused, resulting in harmful forms of expression like hate speech. Hate speech is considered a linguistic offense, often laden with malice and deeply offensive. This study examines the types of hate speech and the pragma-semantic analysis behind utterances made by mothers-in-law toward their daughters-in-law in Bali. Employing a descriptive qualitative approach, the research offers an in-depth data analysis. The study identifies seven utterances and four types of hate speech. The findings also show that locutionary, illocutionary, and perlocutionary acts are interconnected. Locutionary acts are articulated, illocutionary acts convey the intended meaning, and feedback is reflected in perlocutionary acts. For example, all hate speech expressed is baseless. This study contributes by highlighting how older individuals, particularly mothers-in-law, often use their mother language to express spontaneous hatred
PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU MELALUI PELATIHAN BERBASIS LESSON STUDY DI SEKOLAH DASAR
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru melalui program pelatihan berbasis Lesson Study di Sekolah Dasar Bina Harapan Bandung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi pendekatan pengabdian masyarakat dan penelitian tindakan kolaboratif. Melalui tiga tahapan utama—plan, do, dan see—guru-guru didampingi dalam merancang pembelajaran, melaksanakan, dan merefleksikan prosesnya secara bersama-sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang RPP, menerapkan model pembelajaran aktif, serta melakukan refleksi kritis terhadap praktik mengajarnya. Kegiatan ini juga memperkuat budaya kolaboratif antar guru sebagai salah satu indikator profesionalisme
LITERATURE REVIEW: THE RELATIONSHIP OF BREASTFEEDING WITH STUNTING INCIDENTS IN TODDLER
Latar belakang: Faktor risiko stunting bervariasi. Hasil penelitian baik tingkat nasional maupun internasional menunjukkan hasil inkonsisten hubungan pemberian ASI dengan kejadian stunting. Rekomendasi World Health Organization (WHO) intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) salah satunya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Studi ini bertujuan mengkaji dan mensintesis bukti-bukti ilmiah dibutuhkan untuk mengarahkan intervensi stunting terkait dengan pemberian ASI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review (LR). Sumber data dari Pro-quest, Neliti, PubMed, Perpusnas, google scholar. Kata kunci stunting, determinant, ASI ekslusif, breastfeeding, toodlers, faktor risiko stunting, malnutrisi, dan lama pemberian ASI. Kriteria inklusi faktor-faktor kejadian stunting dilihat dari pemberian ASI, artikel tahun 2009-2019, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, jumlah artikel yang eligibilitas sebanyak 22. Kriteria ekslusif adalah literatur yang tidak relevan, meneliti stunting namun pada remaja atau dewasa, ada duplikasi dan artikel tanpa free full text. Jumlah artikel yang tidak memenuhi kriteria sebanyak 409. Hasil: Faktor risiko stunting sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, ASI ekslusif memiliki manfaat terbatas terhadap pertumbuhan bayi, durasi pemberian ASI ekslusif masih menjadi perdebatan terutama pada insufisiensi ASI saja untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau dikenal sebagai dilema wealing dan belum ditemukan penelitian terkait tidak menyusui terhadap kejadian stunting. Kesimpulan; Bahwa ASI ekslusif bukanlah satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal harus diperhatikan
DISAIN SISTEM INFORMASI ANALISIS KUANTITATIF RESUME MEDIS DALAM MENUNJANG REKAM KESEHATAN ELEKTRONIK DENGAN METODE V-MODEL
Salah satu kegiatan rekam medis yang dilakukan yaitu menganalisa kelengkapan berkas rekam medis. Resume medis adalah ringkasan kegiatan pelayanan rekam medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan khususnya dokter selama masa perawatan hingga pasien keluar baik dalam keadaan hidup maupun meninggal. Permasalahan yang sering terjadi adalah prosedur analisa kelengkapan resume medis rawat inap masih optima, kurangnya pemahaman tentang SOP pengisian resume medis rawat inap oleh petugas, seringnya terjadi ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien dan keterlambatan dalam pengembalian rekam medis pasien dari ruang perawatan. Penelitian ini dilakukan untuk mendesain sistem informasi kelengkapan pengisian resume medis rawat inap. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan pada penelitian ini, sedangkan V-Model digunakan pada pengembangan perangkat lunak. Hasil dari penelitian ini adalah membuat perancangan sistem informasi kelengkapan pengisian resume medis rawat inap agar lebih efektif dan adanya sosialisasi kepada petugas kesehatan tentang keharusan pengisian resume medis rawat inap, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit
TATALAKSANA PENANGANAN KASUS RETINITIS PIGMENTOSA PENYEBAB LOW VISION PADA SEORANG IBU RUMAH TANGGA
: Penelitian ini mengkaji kasus tunggal pasien wanita berusia 45 tahun dengan Retinitis Pigmentosa (RP) yang menyebabkan low vision. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini mendeskripsikan karakteristik klinis, pemeriksaan refraksi, dan manajemen low vision pada pasien tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien mengalami penurunan ketajaman penglihatan dengan koreksi terbaik 3/24 pada kedua mata, fotofobia, penyempitan lapang pandang hingga 10%, dan gangguan penglihatan warna sekunder. Manajemen yang direkomendasikan meliputi alat bantu optik berupa kacamata koreksi miopia tinggi (S-7.00) dengan adisi +1.50, kemungkinan penggunaan teleskop 8X jika diperlukan, serta alat bantu non-optik seperti kacamata hitam dan topi. Modifikasi lingkungan sangat ditekankan, termasuk penggunaan kontras warna tinggi, pengaturan cahaya, dan penandaan visual untuk objek dan area di lingkungan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan komprehensif dalam rehabilitasi low vision pada pasien RP untuk mempertahankan sisa fungsi penglihatan dan meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari