OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
PERAN POLRI DALAM MENCEGAH DAN MENINDAK TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI INDONESIA
Penelitian ini mengkaji peran Polri dalam mencegah dan menindak tindak pidana perdagangan orang di Indonesia dengan pendekatan yuridis normatif. Melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan sebagai bahan hukum primer dan literatur hukum sebagai bahan sekunder, penelitian ini mengungkap bahwa perdagangan orang merupakan kejahatan kompleks yang melibatkan jaringan lintas negara dan menyasar kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak. Upaya pencegahan dilakukan melalui penyuluhan, sosialisasi, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat, sedangkan penindakan melibatkan investigasi, penggeledahan, dan penahanan tersangka berdasarkan prosedur hukum yang berlaku. Selain itu, Polri turut berperan dalam perlindungan dan rehabilitasi korban guna mengembalikan fungsi sosial mereka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberantasan tindak pidana perdagangan orang masih dihadapkan pada berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan rendahnya kepercayaan masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan koordinasi lintas instansi dan perbaikan sistem pendukung untuk penegakan hukum yang lebih optima
FAKTOR PREDISPOSISI TERHADAP KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang berbahaya bagi wanita dan dapat menyebabkan penyakit serius. Kehamilan ektopik adalah kehamilan di mana sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar lapisan rahim. Kehamilan ektopik dapat menyebabkan keguguran dan pecahnya dinding tuba falopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi yang berhubungan dengan kejadian kehamilan ektopik terganggu (KET) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, paritas, riwayat penyakit reproduksi sebelumnya dan penggunaan kontrasepsi dengan kejadian kehamilan ektopik terganggu (KET) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel yaitu 84 responden. Data yang diperoleh dengan mengambil data sekunder dari rekam medik RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mulai dari tahun 2021-2023. Hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh terdapat hubungan antara umur (p-value= 0,040;OR= 2,909), paritas (p-value= 0,022; OR= 3,333), dan penggunaan kontrasepsi (p-value= 0,043;OR= 2,818) dengan kejadian Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pihak Rumah Sakit dapat menyediakan akses lebih luas untuk layanan konsultasi dan pemeriksaan dini bagi pasien dengan riwayat penyakit
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELOMPAT PEMAIN BOLA BASKET: PERBANDINGAN LATIHAN DEPTH JUMP DAN KNEE TUCK JUMP
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump dalam meningkatkan kemampuan melompat pada pemain bola basket. Kemampuan melompat merupakan faktor penting dalam permainan bola basket, terutama dalam melakukan shooting dan blocking. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Sebanyak 20 pemain bola basket dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, di mana kelompok pertama diberikan latihan depth jump dan kelompok kedua diberikan latihan knee tuck jump selama enam minggu. Pengukuran kemampuan melompat dilakukan menggunakan tes vertical jump sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan melompat. Namun, latihan depth jump menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan dengan knee tuck jump. Temuan ini menunjukkan bahwa depth jump lebih efektif dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai dan kemampuan melompat pada pemain bola basket. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan plyometric dapat digunakan sebagai strategi peningkatan performa atlet bola basket, dengan depth jump sebagai pilihan latihan yang lebih optimal
PERLINDUNGAN HUKUM NOTARIS TERKAIT GUGATAN PENGHADAP ATAS PENGGUNAAN SAKSI INSTRUMENTER DALAM PEMBUATAN AKTA AUTENTIK
One form of obligation and responsibility of a Notary is to present an instrumental witness in the process of making an authentic deed as regulated in Article 16 paragraph (1) letter m and Article 40 Law Number 2 of 2014 concerning amendments to Law Number 30 of 2004 concerning the position of Notary, hereinafter referred to as UUJN. In its implementation, lawsuits are often found related to the absence of instrumental witnesses. So this research discusses the responsibilities of Notaries regarding the use of instrumental witnesses in authentic deeds and the legal protection of Notaries regarding lawsuits against the use of instrumental witnesses in authentic deeds. The theory used in this research is authentication and legal protection according to Satjipto Rahardjo.The research method used in this research is normative juridical, the research approach used is the case approach, statutory approach, analytical approach and conceptual approach and the sources of legal materials used are primary, secondary and tertiary legal materials with techniques for collecting legal materials carried out by collecting library materials and analyzing legal materials using systematic legal interpretation and grammatical interpretation.From this research, it can be seen that the Notary is responsible for fulfilling the formal requirements in an authentic deed, one of which is by presenting two (2) instrumental witnesses, because the result of not presenting all the instrumental witnesses causes the evidentiary power of the Notarial deed as an authentic deed to only be recognized as a deed that has personal evidentiary power. So that in the future there will be no more lawsuits related to instrumental witnesses, it is necessary to reform the law, namely by changing the UUJN in article 40 regarding instrumental witnesses. With this legal reform, it is hoped that in the future it will be possible to improve legal protection for Notaries regarding the use of instrumental witnesses
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ABORTUS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Komplikasi ibu dan janin yang banyak dijumpai adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan muda yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam keadaan, tetapi yang tersering adalah abortus. Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dimana usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abortus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain case control. variabel dalam penelitian ini adalah umur ibu, pendidikan, pekerjaan, riwayat abortus sebelumnya, riwayat penyakit, anemia dan paritas dengan kejadian Abortus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 118 responden. Data yang diperoleh dengan mengambil data sekunder dari rekam medik RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mulai dari tahun 2022-2023. Hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh terdapat hubungan antara umur (p-value= 0,000), pendidikan (p-value= 0,369), pekerjaan( p-value=0,022), riwayat abortus (p-value= 0,000),anemia (p-value= 0,295), paritas (p-value= 0,000),riwayat penyakit (p-value= 0,369 dengan kejadian Abortus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pihak Rumah Sakit dapat menyediakan akses lebih luas untuk layanan konsultasi dan pemeriksaan dini bagi pasien dengan riwayat penyakit
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DEWASA DENGAN TUBERCULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT PURWOKERTO
Background: Tuberculosis (TB) is a chronic and infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria and is one of the top 10 causes of death worldwide. TB treatment requires a long duration, 6 months, leading to boredom and discontinuation of treatment. This study aims to determine the description of adherence to medication in adult patients with tuberculosis at the Balai Kesehatan Paru Masyarakat Purwokerto (BKPM). Purpose: This research uses a quantitative method with a descriptive design. Methods: The sample of this study consisted of 76 respondents with total purposive sampling technique. Results: The results showed that the majority of age characteristics were in the late adult category, consisting of 28 respondents (36.8%), female respondents 18 (23.7%), middle education level 30 respondents (39.5%), and unemployed 20 people (26.3%). Adherence to medication in TB patients at BKPM was 48 (63.2%). Conclusion: %). For BKPM Purwokerto, to always provide education about puimonary TB disease so that patients adhere to medication and achieve healt
QUANTITY OF ANTIOXIDANTS IN TURMERIC AND MUSK LIME PREPARATIONS IN TREATING VANGINAL DISCHARGE
One of the reproductive health problems in women is the occurrence of vaginal discharge which can be experienced by various ages, especially women of childbearing age (WUS). Pathological vaginal discharge is an abnormal vaginal secretion in women. Excessive and abnormal vaginal discharge can be an early symptom of cervical cancer. Abnormal vaginal discharge can be treated with the use of herbs or preparations that function as effective anti-fungi. Turmeric is rich in essential oil content that can reduce vaginal discharge in women because it acts as an anti-bacterial, anti-inflammatory, antioxidant. Vitamin C content in oranges can overcome vaginal discharge. The purpose of the study was to see the characteristics of antioxidants and tannin levels. The research method in this study was an experimental study conducted at the MIPA Laboratory of Pakuan University. The population in this study were turmeric and kasturi orange rhizomes in the plantations of Tanjungpinang City and Bintan Regency. The samples in this study are turmeric and kasturi orange extracts. Turmeric rhizomes will be dried and powdered, while kasturi orange will be filtered to obtain the liquid. These two herbs will be extracted in the laboratory. The results of this study are vitamin C content in fresh oranges of 0.22 mg/100 g with antioxidant activity of 82.93, turmeric powder contains flavonoids with a value of 1116.57 mg/g. Turmeric and orange powder formula (Kujeri) has high antioxidants in the thick extract formula so that it can help kill germs that cause vaginal discharge
INOVASI INTEGRASI ROBOTIC WELDING DAN POSITIONER SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI LEAN MANUFACTURING
Industri furnitur logam membutuhkan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi kualitas. Penelitian ini merancang integrasi sistem robotic welding dengan positioner system dalam kerangka lean manufacturing untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan presisi produksi. Studi kasus dilakukan pada perusahaan furnitur logam, dengan analisis alur produksi menggunakan pendekatan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Hasil penelitian menghasilkan desain sistem otomatisasi yang mengintegrasikan robotic welding dan positioner system untuk mendukung efisiensi proses dan konsistensi hasil. Desain ini dirancang menggunakan perangkat lunak simulasi berbasis CAD (Computer Aided Design), dengan fokus pada penerapan prinsip lean manufacturing. Penelitian ini terbatas pada tahap desain tanpa uji implementasi lapangan. Studi lanjutan direkomendasikan untuk menguji performa desain dalam kondisi produksi nyata serta mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi operasional
HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS DENGAN KONTROL DIRI MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh demokratis dengan kontrol diri mahasiswa. Pola asuh demokratis merupakan pola pengasuhan yang menekankan keseimbangan antara dukungan dan pengawasan orang tua, yang diharapkan dapat membentuk kontrol diri yang lebih baik pada individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 120 mahasiswa berusia 18-25 tahun yang tinggal bersama orang tua dan memiliki orang tua yang bersifat mendukung, memberikan arahan, serta batasan yang jelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pola asuh demokratis dan skala kontrol diri yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh demokratis dengan kontrol diri mahasiswa (r = -0,289, p < 0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh demokratis, semakin rendah kontrol diri mahasiswa, dan sebaliknya. Temuan ini bertentangan dengan hipotesis awal dan menunjukkan bahwa faktor lain, seperti lingkungan sosial dan budaya, turut berperan dalam pembentukan kontrol diri mahasiswa. Hasil penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya keseimbangan antara kebebasan dan disiplin dalam pola asuh agar mahasiswa dapat memiliki kontrol diri yang optimal
OPTIMALISASI TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI UNTUK KASUS DISLOKASI SENDI SIKU DI RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON
Examination of the elbow joint at the Arjawinangun Regional Hospital Radiology Installation uses basic projections according to the procedure, namely AP and Lateral with the elbow flexed 90 degrees for cooperative patients. Meanwhile, for uncooperative patients, AP projection and AP Oblique Medial Rotation are performed as a substitute for lateral projection. This aims to ensure patient comfort and avoid increasing injury to the patient. The aim of this research is to find out what projections are carried out in the Radiology Installation of Arjawinangun Regional Hospital in examining elbow joints in cases of dislocation. Apart from that, it is also to find out the radiographic results from the projections carried out. This research is a type of qualitative research with a case study approach. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. The subjects of this research included two patients, one radiologist, two radiographers and data analysis, including data collection, data reduction and data presentation. The results of the study showed that when examining the elbow joint in cases of dislocation in the Radiology Installation of Arjawinangun Regional Hospital using a conventional DR aircraft with the patient positioned next to the examination table, the elbow joint was positioned above the detector according to the projection carried out with a vertical beam perpendicular to the detector, FFD 100 cm, and central point in the middle of the elbow joint. Radiographic results resulting from AP-Lateral projection, as well as AP-AP Oblique Medial Rotation can provide sufficient information to make a diagnosis