OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
ANALISA MORFOMETRIK TERNAK ENTOK (Cairina moschata) DI KECAMATAN AMANDRAYA KABUPATEN NIAS SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometrik ternak entok (Cairina moschata) di Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengukuran morfometrik dilakukan terhadap populasi entok jantan dan betina dewasa untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisik antara kedua jenis kelamin tersebut. Parameter yang diukur meliputi panjang leher, panjang paruh, panjang badan, panjang tulang sayap, panjang paha (femur), panjang tibia, panjang shank (tarsometatarsus), panjang jari ketiga, dan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ukuran morfometrik entok jantan lebih besar dibandingkan entok betina pada semua parameter yang diukur. Perbedaan signifikan terlihat pada panjang leher (jantan: 16,37±1,22 cm; betina: 10,31±1,08 cm), panjang badan (jantan: 25,74±0,82 cm; betina: 21,88±1,20 cm), dan panjang sayap (jantan: 27,70±1,26 cm; betina: 23±1,07 cm). Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai karakteristik morfometrik entok di Kecamatan Amandraya yang dapat digunakan untuk program konservasi dan pengembangan genetik ternak entok lokal di masa mendatan
UJI ORGANOLEPTIK KEFIR SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk bunga rosella dengan konsentrasi berbeda terhadap kualitas organoleptik kefir susu kambing. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol 0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%) bubuk bunga rosella. Parameter yang diamati meliputi rasa, aroma, dan tekstur melalui uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk bunga rosella memberikan pengaruh signifikan terhadap karakteristik organoleptik kefir susu kambing, dengan perlakuan P2 (10%) memberikan hasil terbaik pada semua parameter yang diuj
PENANGGULANGAN KEJAHATAN PENCURIAN DALAM PERSPEKTIF PIIL PESENGGIRI DI LAMPUNG UTARA
Kejahatan pencurian masih menjadi salah satu bentuk kriminalitas yang dominan di Kabupaten Lampung Utara, dengan tren peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Penegakan hukum melalui mekanisme formal terbukti belum sepenuhnya efektif karena berbagai kendala seperti keterbatasan pembuktian, rendahnya partisipasi korban, dan ketidaksesuaian dengan konteks sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, yang bertujuan untuk mengkaji integrasi antara hukum positif dan nilai-nilai lokal Piil Pesenggiri sebagai strategi penanggulangan pencurian. Nilai-nilai seperti nemui nyimah, nengah nyappur, sakai sambayan, dan bejuluk beadek dijadikan sebagai dasar pemulihan sosial dalam proses penyelesaian konflik melalui mekanisme mediasi adat. Temuan menunjukkan bahwa integrasi pendekatan hukum formal dengan keadilan restoratif berbasis adat mampu meningkatkan efektivitas penanggulangan pencurian, mengurangi residivisme, dan memperkuat harmoni sosial. Model ini juga sejalan dengan regulasi nasional mengenai restorative justice, sehingga layak dikembangkan lebih lanjut dalam kebijakan daerah
ANALISIS MORFOMETRIK TERNAK ENTOK (Cairina moschata) DI DESA BINJAI KECAMATAN TEBING SYAHBANDAR KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fenotipik entok (Cairina moschata) berdasarkan morfometrik di Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode penelitian menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 91 ekor entok yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi sebanyak 930 ekor. Parameter yang diukur meliputi panjang leher, panjang paruh, panjang badan, panjang sayap, panjang paha/femur, panjang jari ketiga, dan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entok jantan memiliki ukuran morfometrik yang lebih besar dibandingkan entok betina. Rata-rata panjang leher entok jantan 17,68±0,98 cm dan betina 9,01±0,62 cm, panjang paruh jantan 5,65±0,35 cm dan betina 4,81±0,31 cm, panjang badan jantan 25,86±0,86 cm dan betina 23,22±1,02 cm, panjang sayap jantan 27,50±1,24 cm dan betina 21,76±1,05 cm, panjang paha jantan 8,72±0,44 cm dan betina 8,59±0,35 cm, panjang jari ketiga jantan 7,8±0,26 cm dan betina 6,40±0,65 cm, serta bobot badan jantan 3,45±0,20 kg dan betina 1,99±0,28 kg. Koefisien keragaman tertinggi terdapat pada bobot badan entok betina sebesar 0,145, sedangkan yang terendah pada panjang badan entok jantan sebesar 0,033. Penelitian ini memberikan informasi dasar tentang karakteristik morfometrik entok yang dapat digunakan untuk pengembangan ternak entok di wilayah tersebu
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WISATA BENDUNG WARU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
Pariwisata merupakan sektor strategis dengan prospek cerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisata yang beriringan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu destinasi yang memiliki potensi pengembangan adalah Bendung Waru di Kecamatan Waru, yang menawarkan daya tarik wisata air dan edukasi. Namun, pengelolaan destinasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi digital, serta kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan wisata Bendung Waru dengan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Metode yang digunakan meliputi analisis SWOT serta evaluasi persepsi pengunjung terhadap daya tarik wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bendung Waru memiliki keindahan alam yang mendukung pengembangan wisata ekowisata dan rekreasi air. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi aksesibilitas yang terbatas, kurangnya fasilitas pendukung, serta minimnya strategi pemasaran. Dengan strategi pengelolaan yang tepat, seperti peningkatan infrastruktur, optimalisasi promosi, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Bendung Waru berpotensi menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang berkontribusi terhadap perekonomian daera
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PLAFORM E-COMMERCE DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam meningkatkan penjualan di sektor e-commerce di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi strategi pemasaran yang diterapkan oleh pelaku bisnis e-commerce, efektivitas media sosial dalam memengaruhi keputusan konsumen, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dari pelaku bisnis e-commerce yang aktif menggunakan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang digunakan mencakup pembuatan konten visual yang menarik, kerja sama dengan influencer, promosi berbayar, dan pemanfaatan fitur interaktif seperti live shopping. Media sosial terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan melalui jangkauan yang luas, interaksi langsung dengan konsumen, dan peningkatan brand awareness. Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat, perubahan algoritma, dan kebutuhan akan sumber daya yang besar menjadi hambatan bagi bisnis e-commerce. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan alat pemasaran yang vital bagi bisnis e-commerce, terutama dalam menjangkau konsumen di pasar digital yang kompetitif. Saran diberikan untuk mendiversifikasi strategi pemasaran, meningkatkan kualitas konten, dan memanfaatkan data analitik untuk mengoptimalkan hasi
ANALISIS KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA SEBAGAI PEMBAHARUAN HUKUM NASIONAL
Keberadaan KUHP Baru sebagai pembaharuan hukum nasional yang bersumber, bercirikan, berakar, dan berkarakter nasional sesuai dengan isi Pancasila dan UUD 1945, sangat mendesak untuk dapat direalisasikan menggantikan KUHP lama sebagai peninggalan kolonial Belanda dan sudah tidak relevan dengan perkembangan sosisl, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi dalam suasana Indonesia yang mengalami reformasi. Terbentuknya KUHP baru adalah mencerminkan upaya serius pemerintah dalam penegakan hukum pidana yang lebih manusiawi dan adil bagi semua lapisan masyarakat. Terasa sangat janggal apabila Negeri Belanda, WvS sudah lama direvisi dan tidak diberlakukan, akan tetap berlaku sebagai warisan kolonial, karena ketidak mampuan bangsa ini untuk menciptakan suatu undang-undang pidana nasional yang bar
PENGEMBANGAN E-MODUL MENGGUNAKAN VIDEO BERBASIS WONDERSHARE FILMORA MATERI TEKS EKSPLANASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
The purpose of this study is to develop an e-module using Wondershare Filmora- based video explanatory text material, so that it is feasible to be tested and effective to be able to improve students' learning outcomes. This research method uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation) development model. This research involved 30 students and in the process of validation and trial of the e- modules that have been developed. Validation was carried out by validators, namely material experts, teacher subject matter experts, linguists, and media experts, with the validation results of 92% of the subject matter experts, 100% of teacher subject matter experts, 92% of linguists, and media experts of 97% with an average result of 95.25% which was included in the "Very Feasible" criteria. It was strengthened by the results of student respondents of 100% and teacher responses of 100% included in the category of "Very Good". Similarly, the average result of the N-Gain value is 0.85 in the category "Effective". From the results of the research, it can be concluded that the e-module uses Wondershare Filmora- based videos that were developed effectively and practically to be used in measuring students' understanding of explanatory text materia
DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DAN TANTANGAN NYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
Digitalisasi layanan publik merupakan salah satu bentuk transformasi yang tidak dapat dielakkan dalam tata kelola pemerintahan modern. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara negara dalam menjalankan fungsi pelayanannya kepada publik. Melalui digitalisasi, pemerintah berupaya meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat akses pelayanan, memperkuat transparansi, serta menciptakan pelayanan public yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Namun demikian, pelaksanaan digitalisasi ini juga membawa konsekuensi hukum yang kompleks, terutama dalam kerangka hukum administrasi negara yang secara tradisional dibangun atas dasar hubungan langsung antara pejabat publik dan warga negara dalam proses administrasi. Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana hukum administrasi negara mengatur dan menyikapi dinamika digitalisasi pelayanan publik, serta mengidentifikasi kendala hukum yang muncul seiring dengan perubahan sistem pelayanan dari konvensional menjadi digital
THE COMMUNICATION STRATEGY OF THE TELEGRAM CHANNEL ‘KAZAKHS IN BALI’ THE ROLE OF DIGITAL MEDIA IN STRATEGIC CULTURAL COMMUNICATION AMONG DIASPORAS
This study explores the communication strategy of the ‘Kazakh in Bali’ Telegram channel using the circular S.O.M.E (Share, Optimize, Manage, Engage) model as its theoretical framework. Through a qualitative approach, including interviews with the channel’s founder and content analysis, the research examines how the channel facilitates engagement and interaction within the Kazakhstani diaspora in Indonesia, particularly Bali. The findings reveal that the channel effectively shares relevant content, optimizes Telegram’s platform features, maintains organized management, and fosters member-led engagement, resulting in both virtual and real-world impacts. Activities initiated through the channel—such as cultural gatherings, domestic tourism, environmental volunteering, and charity work—not only strengthen community ties but also contribute positively to Indonesia. This research contributes to understanding how digital diaspora communities can serve as agents of cultural exchange and social contribution through strategic communication practices