OJS Bajang Institute
Not a member yet
    4234 research outputs found

    KEPASTIAN HUKUM KEWENANGAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM RANGKA UPAYA MENINGKATKAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

    Full text link
    Corruption is a disgraceful act that severely undermines Indonesia’s national economy. As such, corruption-related offenses must be eradicated through precise and effective legal mechanisms; otherwise, such efforts would be rendered ineffective. In pursuit of this objective, this study examines the extent of the Corruption Eradication Commission’s (Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK) authority following the enactment of Law Number 19 of 2019 concerning the Corruption Eradication Commission, as well as the optimization of legal certainty regarding its authority to enhance anti-corruption efforts in Indonesia.This research adopts a descriptive approach concerning the legal certainty of KPK’s authority in strengthening corruption eradication efforts. The study employs a normative juridical analysis (qualitative) method, focusing on the fundamental legal issues surrounding KPK’s powers.The findings reveal that the amendments introduced by Law Number 19 of 2019, which revised Law Number 30 of 2002, have significantly altered the institutional framework and authority of KPK. These legislative changes have led to a considerable decline in KPK’s effectiveness, as reflected in Indonesia’s Corruption Perception Index (CPI), which has shown a substantial downward trend over the fiveyear period from 2019 to 2024. This decline is largely attributed to the absence of legal certainty in KPK’s authority, which has hindered its ability to execute its functions effectively. To address this issue, it is imperative to strengthen the legal certainty of KPK’s authority through legislative reforms that clarify its powers and institutional structure. This may be achieved by repositioning KPK as an independent state institution or by granting it constitutional legitimacy through direct recognition under the 1945 Constitution of the Republic of Indonesi

    PENERAPAN PRINSIP BLUE ECONOMY PADA BUDI DAYA PERIKANAN MASYARAKAT DI DESA WUAKERONG KABUPATEN LEMBATA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ekonomi biru (blue economy) dalam budidaya perikanan di Desa Wukaerong, Kabupaten Lembata. Topik ini penting mengingat potensi kelautan yang besar di wilayah pesisir serta pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data menurut Creswell yang mencakup proses pengorganisasian data, membaca menyeluruh, coding, kategorisasi tema, hingga interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip blue economy yang meliputi: minimize waste, inklusi sosial, adaptasi dan inovasi, serta multiplier effect sudah mulai diterapkan, meskipun belum optimal. Faktor-faktor yang menghambat penerapan tersebut antara lain adalah minimnya infrastruktur dan sarana pendukung, keterbatasan dana, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap konsep blue economy. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan kelautan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah pesisir

    MENDORONG REFORMASI TATA KELOLA PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK MELALUI STRATEGI OPTIMALISASI INTEGRASI E-PNBP DAN SIMBARA DI SUB-SEKTOR MINERBA

    Full text link
    Kajian ini menyatakan problem statement bahwa tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sub-sektor mineral dan batubara (minerba) menghadapi tiga tantangan utama: ketidaksinkronan regulasi antar instansi, rendahnya kepatuhan pelaku usaha, dan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah tambang. Kajian ini menganalisis integrasi sistem e-PNBP dan SIMBARA sebagai solusi strategis berbasis transformasi digital untuk mengatasi persoalan tersebut. Penulis selanjutnya mengedepankan pendekatan integratif antara transformasi digital dan tata kelola fiskal sub-sektor minerba, dengan mengusulkan kebijakan berbasis sistem dengan kepatuhan sejak awal (compliance by design) yang memperkuat sinkronisasi data dan audit lintas sistem secara real-time. Dengan pendekatan object-centric business process management (OCBPM), SWOT, Bardach, dan SOAR, kajian ini mengidentifikasi bahwa intervensi kebijakan yang bersifat mengikat, sistemik, dan adaptif menjadi kunci utama keberhasilan reformasi. Lima alternatif kebijakan disusun dan dievaluasi, dengan prioritas pada penerbitan Peraturan Menteri yang mewajibkan penggunaan e-PNBP oleh seluruh perusahaan tambang. Rekomendasi lainnya mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sistem digital, serta audit keamanan independen. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital PNBP tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kejelasan arah kebijakan dan konsistensi kelembagaan. Terakhir, penulis menyarankan bahwa kajian di masa depan perlu berfokus pada roadmap implementasi terstruktur berbasis wilayah dan/atau segmentasi pelaku usaha untuk memastikan keberhasilan kebijakan secara nasiona

    PENEGAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Smoking behavior, which still occurs frequently in public spaces, poses a potential health risk to both active and passive smokers. Despite the existence of regulations to reduce smoking prevalence, many people continue to smoke in public areas, further deteriorating public health. Purpose: This study aims to analyze and describe the efforts and challenges in enforcing Regional Regulation No. 10 of 2013 regarding Smoke-Free Areas in Pangkajene and Kepulauan Regency and to identify the obstacles encountered during its implementation. Method: This study employs a descriptive qualitative method with an inductive approach, based on Soerjono Soekanto’s law enforcement theory, which includes five key factors: the law itself, law enforcement officers, facilities, society, and culture. The informants in this study include Satpol PP, the Health Office, business owners, school principals, and local communities. Results/Findings: Enforcement of the Smoke-Free Area regulation in Pangkajene and Kepulauan Regency has not been maximized. The main challenges identified include the lack of PPNS personnel, limited facilities such as warning signs, and low public legal awareness. However, efforts to improve coordination between agencies and ongoing socialization are showing positive results. Conclusion: Enforcement of Regional Regulation No. 10 of 2013 regarding Smoke-Free Areas faces challenges, particularly in human resources and facilities. Strengthening inter-agency coordination and raising public awareness are crucial for the successful implementation of this polic

    PENGARUH LATIHAN MODIFIED DUMBBELL LUNGES DAN MODIFIED BAND HOLD TO LUNGES TERHADAP POWER PEMAIN VOLI RIWAYAT CHRONIC ANKLE INSTABILITY

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak pemberian Modified Dumbbell Lunges dan Modified Band Hold To Lunges terhadap peningkatan kekuatan pada pemain voli yang memiliki riwayat ketidakstabilan kaki kronis. Penelitian ini, dengan teknik purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel dari 24 pemain voli yang memiliki riwayat ketidakstabilan ankle yang lama. Mereka dibagi menjadi dua kelompok pre-test dan dua kelompok post-test. Kelompok pertama menerima dummbell lunges yang dimodifikasi, sedangkan kelompok II menerima band hold to lunges dilakukan tiga kali seminggu dalam empat minggu. Untuk mengukur, peneliti menggunakan alat ukur vertical jump power dan anterior drawer test of ankle untuk mengetahui chronic ankle instability. Hasilnya Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok I dan II, menurut hasil paired t-test dengan p=0,000 (p<0,05) pada peningkatan kekuatan pada pemain voli yang memiliki riwayat ketidakstabilan ankle kronis. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara modified dummbell lunges dan band hold to lunges terhadap peningkatan power pada pemain voli riwayat chronic ankle instability

    UJI KECERNAAN RANSUM KOMPLIT BERBASIS SILASE JERAMI PADI DENGAN PENAMBAHAN EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME) SECARA INVITRO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan aditif EM-4 peternakan pada silase ransum komplit berbasis silase jerami padi sebagai sumber serat yang berbeda terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik in vitro. Penelitian ini menggunakan metode In Vitro. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 (Silase ransum komplit mengandung 0% jerami padi), P1 (Silase ransum komplit mengandung 25% jerami padi), P2 (Silase ransum komplit mengandung 50% jerami padi), P3 (Silase ransum komplit mengandung 75% jerami padi). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa silase ransum komplit berbasis silase jerami padi dengan penambahan EM4 secara invitro terbaik terdapat pada perlakuan P2 (Silase ransum komplit mengandung 50% jerami jagung) ditinjau dari KCBK dan KCB

    PERBANDINGAN PERTUMBUHAN RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv. Thailand) PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA POC DAN KETINGGIAN POTONG PERTAMA

    Full text link
    This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer (POC) and the height of the first cutting and the interaction on the growth and fresh weight of pakchong grass (Pennisetum purpureum cv Thailand L.), as well as to determine the effect of different first cutting heights on the growth and fresh weight of pakchong grass (Pennisetum Purpureum cv Thailand L). The design is to use a factorial Randomized Group Design (RAK) consisting of 2 factors, namely the first factor consists of 2 levels, namely T1 (one internode) and T2 (2 internodes), the second factor consists of 3 levels, namely P0 (control), P1 (POC Hantu), P2 (POC Vio), with 6 treatment combinations and 4 replicates. Fertilization using POC at a dose of 0.5% sprayed on plants at 2, 3 and 4 weeks after planting (mst). The observation parameters were height growth, stem diameter, number of tillers and fresh and dry forage production. Observations for grass height at 2, 4, and 6 mst, while for the number of tillers and stem diameter were done before harvest (40 hst) and fresh forage production was done at harvest. Data were analyzed statistically, if in the test there is a real difference then it will be continued with testing using DMRT. The results of the research on the parameters observed from the effect of some POC usage with the results of the effect of cutting length differed not significantly (p>0.05) to the diameter and number of tillers, significantly different (p<0.05) to production. The highest results of using POC Hantu (P1) for fresh weight and dry weight. There is no interaction but the best wet and dry weight production is P2T1

    EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES DINGIN DI AREA PENYUNTIKAN PADA BAYI TERHADAP RESPON NYERI SAAT IMUNISASI DPT-Hb-HiB DI WILAYAH PUSKESMAS PONDOKSALAM TAHUN 2025

    Full text link
    Setiapl anak berhakl memperoleh imunisasil dasar sesuail dengan ketentuanl untuk mencegahl terjadinya penyakitl yang dapatl dihindari melaluil imunisasi. Olehl karena itul pentingnya strategil evidence-basedl imunisasi digunakanl untuk mengurangil rasa lnyeri. Cakupanl imunisasi secaral nasional sudahl mencapai targetl tetapi masihl banyak lanak-anakl yang samal sekali beluml mendapatkan imunisasil atau beluml lengkap limunisasinya. Rendahnya angkal UCI dil Puskesmas Pondoksalam disebabkanl oleh beberapal faktor yangl dimungkinkan terjadil antara lain ketakutanl orang tual terhadap nyeril pasca limunisasi. Tujuan Untukl mengetahui efektifitasl penggunaan kompresl hangat danl kompres dinginl terhadap penurunanl nyeri padal bayi saat imunisasil DPT-Hb-HiB di Puskesmas Pondoksalam Tahun 2025. Metode: ini adalah study kasus penelitian kualitatif literatur review, pengumpulan data di dilakukan dengan cara mengobservasi bayi yang diberikan imunisasi DPT-Hb-HiB dengan intervensi kompresl hangat danl kompres ldingin. lHasil: Penelitianl ini membuktikan bahwa ada perbedaan antara bayi yang diberikan intervensi kompresl hangat danl bayi diberikan kompresl dingin terhadapl nyeri saat imunisasi. Padal responden yang dil berikan kompres dingin mengalami nyeri ringan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan intensitas nyeri saat imunisasi DPT-Hb-HiB, kepada bayi yang diberikan intervensi kompres dingin mengalami nyeri ringan, dengan skala 3. Juga mengalami proses penyembuhan lebih cepat. Dan untuk bayi yang diberikan intervensi kompres hangat mengalami nyeri sedang, dengan skala 5. Saran: Puskesmas dapat menerapkanl terapi kompresl dingin sebeluml tindakan imunisasil dengan metodel suntikan kepadal bayi gunal mengurangi intensitasl nyeri danl membantu menurunkanl kecemasan orangl tua terhadapl nyeri dampakl tindakan suntikanl saat limunisasi

    PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP EMPLOYABILITY PADA PEGAWAI RSU BHAKTI ASIH TANGERANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap employability pada pegawai rumah sakit. Dengan melibatkan 102 responden dan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menemukan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap employability. Literasi digital yang baik memfasilitasi adaptasi terhadap sistem kerja digital, pelatihan daring, dan peningkatan efisiensi kerja, sehingga memperkuat kesiapan, fleksibilitas, dan daya saing pegawai rumah sakit di era digital

    DAYA TERIMA BISKUIT “JATISAR” BAGI BALITA STUNTING

    Full text link
    Biscuits are a type of food made from wheat flour combined with other ingredients through a heating and molding process. This widely recognized food is often used as a medium for fortification, allowing additional nutrients to be consumed by more people. One of the high-protein food ingredients is sardines. Besides sardines, titi corn can also be used as a protein source because it contains a relatively high amount of protein. This study aimed to determine the acceptability and nutritional content of biscuits substituted with titi corn flour and sardine flour. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of original (control) biscuits and formulated biscuits. The results indicated that the selected formulated biscuit was formula A1 (45% titi corn flour and 5% sardine flour). The best formula of titi corn flour and sardine flour biscuits can be consumed as a snack, especially by toddlers, with a serving size of three 15-gram pieces per snack time to help meet their nutritional needs, making it an effective additional nutrient source in combating stuntin

    3,085

    full texts

    4,234

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Bajang Institute
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇