Jurnal FKIP UNTAD
Not a member yet
785 research outputs found
Sort by
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISWA AUDITORIAL KELAS X SLTA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi profil pemecahan masalah siswa auditorial kelas X SLTA pada materi SPLDV. Penelitian ini mengggunakan metode kualitatif dengan pendekatandeskriptif kualitatif didasarkan pada langkah Polya. Hasil penelitian menunjukkan profil siswa auditorial dalam memecahkan masalah SPLDV adalah cenderung menggunakan ciri siswa visual dan siswa kinestetik.
Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah; Masalah SPLDV; Gaya Belajar.
Abstract:This research to get the description of profile problerm solving auditorial student of class X senior high school at items LESTV. This research used is qualitative method by using descriptive approach qualitative which is by a problem solving Polya phase. The result of research showed that the profile of student auditorial in solved the problem is tend to use thekinesthetic student characteristic and visual student characteristic.
Keyword: Profile of problem solving; LESTV Problem; Learning Styles
¬PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 PALU PADA MATERI HUBUNGAN SUDUT-DALAM DAN SUDUT-LUAR SEGITIGA
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu pada materi hubungan sudut-dalam dan sudut-luar segitiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis and Mc Taggart yang dilaksanakan dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu pada materi hubungan sudut-dalam dan sudut-luar segitiga dengan karakteristik yaitu: (1) bahan ajar disajikan dalam bentuk masalah, (2) konsep dan rumus diajarkan melalui kegiatan dalam LKS, (3) guru berperan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, (4) interaksi dalam kelas bersifat multi arah.
Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Pemahaman; Hubungan Sudut-dalam dan Sudut-luar Segitiga.
Abstrct: The purpose of this research aim to the describe of applying the guided discovery method in improving the understanding of student in class VII Junior High School 6 Palu of relation interior-angle trilateral and external-angle. This Research type is class action research. Research device relate at model of Kemmis and Mc Taggart executed with two cycle. Result of research indicate that the applying of guided discovery method can improve the understanding of student in class of VII Junior High School 6 Palu in items of relation of interior-angle and trilateral external-angle with the characteristic that is: (1) lesson items presented in the form of problem, (2) concept and formula taught to pass the activity in LKS, (3) teacher of personating fasilitator in course of study, (4) interaction in class have the character of the multi instruct.
Keywords: Guided Discovery Method; Understanding; Relation of Interior-Angle Trilateral and External-Angle
PENERAPAN LANGKAH POLYA DALAM MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSEGI PANJANG
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan langkah Polya dalam model Problem Based Instruction yang dapat meningkatkan kemampuan siswa pada penyelesaian soal cerita persegi panjang di Kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembelajaran yang menggunakan langkah Polya dalam Model Problem Based Instruction yang dapat meningkatkan kemampuan siswa pada penyelesaian soal cerita persegi panjang di Kelas VII SMP Negeri 7 Palu, yakni: 1) orientasi siswa pada masalah; 2) mengorganisasi siswa untuk belajar; 3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan 5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Tahap membimbing penyelidikan individu maupun kelompok memuat empat langkah Polya, yaitu: a) memahami masalah; b) membuat perencanaan; c) melaksanakan perencanaan; dan d) melihat kembali hasil.
Kata Kunci: Langkah Polya; Model Problem Based Instruction; Kemampuan Matematika;
Soal Cerita; Persegi Panjang
Abstract: The purpose of this research is to obtain a description in the implementation of Polya phase in Problem Based Instruction model which can increase the students’ ability to solving the word problem about rectangular in VII SMP Negeri 7 Palu. Type research is of classroom action research. Plan of this research is based of Kemmis and Mc. Taggart. Based on the result of the research, learning to use Polya phase in Problem Based Instruction model which can increase the students’ ability to solving the word problem about rectangular in VII SMP Negeri 7 Palu, those are: 1) student’s orientation to the problem; 2) organize student’s to study; 3) guiding individual or group investigation; 4) developing and presenting the work; 5) analyzing and evaluating the problem solving process. Stage of guiding individual or group investigation Polya contains four phase, that is: a) understanding the problem, b) devising plan, c) carrying out the plan, and d) looking back.
Keyword: Polya Phase; Problem Based Instruction Model; Mathematic Ability; Word Problem;
Rectangula
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi pembelajaran yang menerapkan metode penemuan terbimbing dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume balok di kelas VIII SMP Negeri 12 Palu.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 12 Palumaka pembelajaran yang menggunakan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume balok, yaitu: (1) mengorientasikan siswa pada masalah, (2) mengorganisasikan siswa dalam belajar, (3) membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (4) mempresentasikan hasil kegiatan dan (5) mengevaluasi keberhasilan belajar siswa.
Kata kunci : Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan; Volume Balok
Abstract:The Objective of this research was to obtain the learning descripsion applying guided discovery learning method in effort to increase learning outcome on material of surface area and volume of cubein VIII SMP Negeri 12 Palu. This was a classroom action research refered to Kemmis and MC Taggart reseach design. Based on the research results, the learning applied guided discovery learning method can increase students’ learning outcome on the material of surface area and volume of cube namely: (1) orienting the students on the problem, (2) organizing the students in learning, (3) guiding individual and group insvestigation, (3) presenting activity result and (5) evaluating students’ learning achievenment.
Keywords :Guided Discovery Learning;Learning Outcome; SurfaceArea; Volume Of Cub
PENERAPANLANGKAH POLYA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA KELILING DAN LUAS PERSEGIPANJANG
ABSTRACT :The purpose of this research is to describe the implementation of Polya phase that can improve student learning outcomes in solving word problems about rectangular in VII A SMP Negeri 19 Palu. This type of research is a classroom action research. Plan of this research is based of Kemmis and Mc. Taggart. Based on the result of the research learning to use Polya phase can increase the student’s learning outcomes to solving the word problem about rectangular in VII A SMP Negeri 19 Palu, those are: 1) understanding the proble; 2) devising plan, 3) carrying out the plan;and 4) looking back at a complete solution.
Key words : Polya Phase; Learning Outcomes; Word Problem; Rectangular.
ABSTRAK :Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan langkah Polya yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi keliling dan luas persegipanjang di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart.Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembelajaran yang menggunakan langkah Polya dalam penyelesaian soal cerita di kelas VII A SMP Negeri 19 Palu, yaitu: 1) memahami masalah; 2) membuat perencanaan; 3) melaksanakan rencana; dan 4) melihat kembali pada solusi yang lengkap.
Kata Kunci : Langkah Polya; Hasil Belajar; Soal Cerita; Persegipanjang