Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PENGRAJIN BUNGA KERTAS GLADIOL DI KAMPUNG PELANGI KOTA SEMARANG
Latar Belakang : Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan kelemahan di tangan
menyababkan rasa nyeri di nervus medianus. Pravelensi CTS pada pekerjaan
dengan resiko tinggi di tangan menunjukkan 5,6% - 14,8%. Gerakan berulang
merupakan salah satu penyebab CTS. Pengrajin bunga gladiol merupakan industri
informal dimana proses kerja lebih banyak melakukan aktifitas gerakan berulang.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan
keluhan subjektif CTS pada pengrajin bunga kertas gladiol.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
desain analitik observasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian
ini adalah pengrajin bunga kertas sebanyak 40 pengrajin. Pengambilan sampel
menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 37 pengrajin.
Variabel independen yaitu usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja dan gerakan
berulang sedangkan variabel dependen yaitu keluhan subjektif CTS. Pengumpulan
data menggunakan kuesioner BCTQ, timbangan digital dan microtoice. Analisis
data penelitian menggunakan uji statistic Mann-whitney dan. Spearman rank.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara usia (p= 0,000;ρ=o,546),
masa kerja (p=0,008;ρ=0,353), gerakan berulang (p=0,046; ρ=0,330) dengan
keluhan CTS. ,tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,840), status gizi
(p=0,058;ρ=0,314) dengan keluhan subjektif CTS..
Simpulan: Ada hubungan antara usia, masa kerja, dan gerakan berulang dengan
keluhan CTS dan tidak ada hubungan antara status gizi dan jenis kelamin dengan
keluhan CTS.
Kata Kunci : Carpal Tunnel Syndrome, karakteristik individu. Gerakan berulan
HUBUNGAN ANTARA UNSAFE ACTION DALAM PENGGUNAAN GADGET DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF GANGGUAN KESEHATAN MATA PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Latar Belakang : Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 kerusakan
fungsi penglihatan dan kebutaan masing-masing sebesar 1,49% dan 0,5% pada umur produktif
(15-54 tahun). Penggunaan kacamata meningkat pada usia produktif (15-54 tahun) dengan
prevalensi 12,1 % (Riskesdas, 2018). Keluhan subyektif gangguan kesehatan mata seperti
myopia, astenopia, mata kering, hypermetropia, astigmatisme, dan mata merah. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara unsafe action penggunaan gadget dengan
keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah
mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo. Sampel penelitian ini adalah 97 mahasiswa yang
menggunakan gadget. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan quota sampling.
Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji
Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara unsafe action
penggunaan gadget dengan keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di
Universitas Ngudi Waluyo (p=0,270).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara unsafe action penggunaan gadget dengan
terjadinya keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di Universitas Ngudi
Waluyo.
Kata Kunci : Keluhan subyektif gangguan kesehatan mata, unsafe action, penggunaan gadget
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Kasus Putusan Nomor 12/Pid.Sus-Anak/2022/PN Mkd)
Kejahatan yang saat ini terjadi tidak lagi memandang usia tertentu untuk dapat
melakukan kejahatan. Artinya kejahatan bisa dilakukan oleh siapa saja baik
dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Anak merupakan amanah dari
Tuhan Yang Maha Esa yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai
manusia seutuhnya. Masa anak-anak sebenarnya adalah masa yang sangat indah
dimana pada saat usia masih anak-anak tersebut adalah usia masa bermain.
Namun pada kenyataannya saat ini banyak anak yang melakukan kejahatan, salah
satunya tindak pidana pembunuhan berencana. Salah satu contohnya yaitu kasus
pembunuhan berencana anak di bawah umur yang tega membunuh teman satu
kelasnya, kasus ini terjadi di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Dalam
mencari sumber data, jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan metode
yuridis normatif dan pendekatan empiris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menjelaskan motif yang menyebabkan anak melakukan tindak pidana
pembunuhan berencana dan mengetahui peran kriminologi sebagai syarat utama
dalam proses penegakan hukum terhadap anak yang telah melakukan tindak
pidana pembunuhan berencana. Faktor yang dominan terhadap kejahatan yang
dilakukan oleh anak adalah faktor emosi, faktor usia, faktor lingkungan sosial, dan
faktor keluarga, karena faktor tersebut saling berkesinambungan. Kriminologi
berperan penting terhadap proses penegakan hukum dalam perkara yang
melibatkan anak di bawah umur. Kriminologi sangat berperan penting dalam
proses penyelidikan dan analisis hakim dalam memutuskan suatu perkara anak
dengan mengidentifikasi karakteristik dan perkembangan pada anak. Selain itu,
Kriminologi dapat membantu BAPAS dalam menetapkan program pelatihan yang
bermanfaat bagi anak yang sedang menjalankan masa tahanannya.
Kata Kunci: Kriminologi, Pembunuhan Berencana, Ana
PENEGAKAN HUKUM PIDANA DALAM PERBUATAN KLITIH OLEH ANAK DI WILAYAH KABUPATEN SEMARANG
Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai penegakan hukum pidana
dalam penanggulangan perbuatan klitih yang mengacu pada konflik sosial dan kekerasan oleh
anak. Hambatan-hambatan dan bagaimana pemecahan masalah tersebut dalam rangka
penegakan hukum terhadap tindak pidana dengan kekerasan yang dilakukan oleh aksi
kejahatan jalanan berupa klitih yang mengacu pada konflik sosial dan kekerasan oleh anak
dibawah umur. penelitian ini berupa data sekunder. Penulis mengunakan data sekunder
Penelitian yang dilaksanakan Penulis termasuk dalam jenis penelitian hukum empiris yang
bersifat deskriptif analisis data yang dipergunakan dalam yang diperoleh dari berbagai
sumber.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Observasi dan
dokumentasi yang berupa penyebaran kuesioner terhadap para responden. Sedangkan Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif. penegakan hukum
pidana dalam penanggulangan perbuatan klitih yang mengacu pada konflik sosial dan
kekerasan oleh anak diwilayah Ungaran barat masih lemah karena adanya peningkatan angka
kejahatan dari tahun 2020 sampai tahun 2022 sedangkan secara keseluruhan diwilayah
kabupaten Semarang mengelami naik turun (tidak stabil). Segala upaya telah dilakukan oleh
pihak kepolisian setempat dalam mengurangi tindak kejahatan yang dilakukan oleh pelaku aksi
klitih, yaitu dengan cara Pre-emtif, Preventif, dan Represif yaitu meningkatkan penanganan
terhadap daerah yang rawan terjadinya kejahatan, Melaksanakan kegiatankegiatan patroli
secara rutin, Mengadakan penggerebekan terhadap penjual minuman keras, Menghimbau
kepada seluruh lapisan masyarakat agar secepatnya melaporkan kepada pihak yang berwajib,
apabila terjadi suatu kejahatan yang dilakukan oleh pelaku aksi klitih.
Kata Kunci: Penegakan Hukum Pidana,Perbuatan Klitih,Anak
TINGKAT KEPUASAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN FARMASI TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI RUMAH SAKIT RSUD KOTA SALATIGA
Instalasi farmasi merupakan suatu unit atau bagian di rumah
sakit tempat penyelenggaraan semua kegiatan pekerjaan kefarmasian yang turut
berperan aktif dalam penyembuhan pasien dan berorientasi pada kepentingan
penderita dan masyarakat. Tujuan penelitian ini mengevaluasi tingkat kepuasan
penggunaan SIMRS terhadap pelayanan farmasi dan menerapkan sistem informasi
manajemen farmasi di RSUD Kota Salatiga guna meningkatkan efisiensi dan
kualitas pelayanan kesehatan.
Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional secara
Prospektif. Pengambilan data menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan
30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan
uji validitas dan reliabilitas. Tingkat Pengetahuan dibagi menjadi 3 kategori yaitu
Kurang (<60%), Cukup (60% -75%), dan Baik (76% -100%).
Hasil: Tingkat Kepuasan Petugas Instalasi Farmasi RS RSUD Kota Salatiga pada
indikator Kualitas Sistem (74%), Kualitas Informasi (74%), Kepuasan Pengguna
(70%) dan Lingkungan Organisasi (76%). Tingkat kepuasan secara keselurula
(73%) kategori cukup.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat
disimpulkan yang dapat diambil dalam penelitian yaitu responden memiliki
tingkat kepuasan cukup dengan persentase 73%
TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN GIZI COOKIES BERBAHANREBUNG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour)
Rebung memiliki potensi yang cukup besar namun
pemanfaatannya belum optimal. Sebagai upaya peningkatan pemanfaatan
konsumsi masyarakat terhadap rebung, maka perlu pengolahan yang tepat yaitu
mengubah rebung menjadi tepung rebung serta menciptakan produk pangan yang
digemari masyarakat seperti cookies yang mengandung serat tinggi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan
kandungan gizi cookies berbahan rebung bambu betung (Dendrocalamus asper)
dengan penambahan tepung mocaf
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian eskperimental. Uji
kesukaan menggunakan kuesioner dengan 30 subjek panelis tidak terlatih dengan
membandingkan cookies berbahan rebung dengan penambahan tepung mocaf
dengan perbandingan F1(100%), F2(75%:25%), F3(50%:50%), F4(25%:75%).
Hasil uji tingkat kesukaan tertinggi dilakukan uji kandungan zat gizi energi dan
serat. Analisis data menggunakan analisis univariat kemudian dideskripsikan
Hasil: Tingkat kesukaan tertinggi cookies F4 (25%:75) masuk dalam kategori
cukup dengan kandungan energi sebesar 507,928 per 100 gram, sehingga 50 gram
cookies dapat memenuhi kebutuhan energi sebesar 10,37% pada orang dewasa
usia 19-29 tahun dan serat 9,08 per 10 gram, sehingga 50 gram cookies dapat
memenuhi kebutuhan serat sebesar 13,16% pada orang dewasa usia 19-29 tahun.
Simpulan: Formulasi 4 merupakan formulasi tertinggi dengan kandungan energi
507,928 kkal dan kandungan serat 9,08% per 100 gra
HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA DAN KERAWANAN PANGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI DESA BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG
Data hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, prevalensi
stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian
stunting antara lain tingkat pendapatan keluarga dan kerawanan pangan.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pendapatan keluarga dan kerawanan
pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di Desa Bansari
Kabupaten Temanggung.
Metode : Desain penelitian dengan pendekatan cross-sectional. Sampel 59
responden yang terdiri dari balita usia 24 – 59 bulan yang didapatkan dengan
teknik purposive sampling. Pengambilan data tinggi badan balita diukur
menggunakan microtoise, sedangkan tingkat pendapatan keluarga dan kerawanan
pangan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner Household
Food Insecurity Acces Scale. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square
(α=0,05).
Hasil : Prevalensi stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di Desa Bansari sebesar
37,3%. Sebesar 64,4% balita berasal dari keluarga dengan tingkat pendapatan
rendah dan 76,3% keluarga balita tergolong keluarga dengan rawan pangan.
Terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan tingkat pendapatan keluarga
(p=0,031) dan kerawanan pangan (p=0,042). Keluarga dengan tingkat pendapatan
rendah berisiko 3,825 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan keluarga
dengan pendapatan tinggi dan keluarga yang tergolong rawan pangan berisiko 4,8
kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan keluarga yang tahan
pangan.
Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pendapatan keluarga dan
kerawanan pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di
Desa Bansari Kabupaten Temanggung
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI GORENGAN DAN MINUMAN BERPEMANIS DENGAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA LAKI-LAKI DEWASA DI KELURAHAN WATES KOTA MAGELANG
Kasus obesitas sentral di Indonesia pada tahun 2013 adalah
26,6 %, lebih tinggi dari prevalensi tahun 2007 yaitu 18,8%. Obesitas sentral
dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah status ekonomi, status
perkawinan, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan kondisi
mental emosional.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
konsumsi gorengan dan minuman berpemanis dengan kejadian obesitas sentral
pada laki-laki dewasa di Kelurahan Wates, Kota Magelang.
Metode : Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi laki-laki dewasa
berusia 45-54 tahun. Lokasi penelitian di Kelurahan Wates Kota Magelang.
Teknik sampling dengan simple random sampling sebanyak 100 orang.
Pengambilan data dengan kuesioner FFQ dan pengukuran lingkar pinggang.
Analisis data menggunakan uji koefisien kontingensi. (α=0,05)
Hasil : Responden di Kelurahan Wates Kota Magelang, paling banyak termasuk
dalam kategori obesitas sentral yaitu sebesar 91%. Sedangkan 9% termasuk dalam
kategori tidak obesitas. Ada hubungan antara konsumsi gorengan dan minuman
berpemanis dengan kejadian obesitas sentral pada laki-laki dewasa di Kelurahan
Wates, Kota Magelang, dengan nilai p-value 0,000 dan p-value 0,014.
Kesimpulan : Ada hubungan antara konsumsi gorengan dan minuman
berpemanis dengan kejadian obesitas sentral pada laki-laki dewasa di Kelurahan
Wates, Kota Magelan
TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN ZAT GIZI BUBUR BAYI INSTAN BERBAHAN MOCAF (Modified Cassava Flour) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna Radiate L.) DAN IKAN KEMBUNG SEBAGAI MP-ASI
Bubur bayi instan merupakan satu jenis MP-ASI yang popular
dikalangan orang tua karena dinilai praktis dalam penyajiannya. Alternatif
pengganti tepung terigu dan memanfaatkan bahan pangan lokal tepung mocaf
dengan tepung kacang hijau dan ikan kembung dalam pembuatan bubur bayi
instan
Tujuan : Mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan zat gizi bubur bayi instan
berbahan mocaf (Modified Cassava Flour) dengan penambahan tepung kacang
hijau (Vigna Radiate L.) dan ikan kembung sebagai MP-ASI
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental. Formulasi
yang digunakan yaitu F1 (50%:50%), F2 (60%:40%), F3 (70%:30%), F4
(80%:20%). Tingkat kesukaan kepada 25 panelis tidak terlatih. Metode analisis
data menggunakan univariat
Hasil : Terdapat 4 formulasi yaitu F1, F2, F3 dan F4 berdasarkan rata-rata paling
banyak penerimaan pada parameter rasa, warna, aroma, dan tekstur didapatkan
hasil paling tinggi pada formulasi 3 dengan rata-rata skor 77 (61,6%)
Simpulan : Formulasi 3 merupakan formulasi terbaik dengan nilai kandungan
gizi kadar protein 11,41%, kadar lemak 18,27%, karbohidrat 61,18%, kadar air
7,022% sudah memenuhi syarat SNI 01-7111.1-2005 per 100 gram MP-ASI
bubuk insta
TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN GIZI COOKIES TEPUNG KENTANG (Solanum tuberosum L.) DAN KACANG FAVA (Vicia faba L.)
Cookies merupakan kue kering berbentuk kecil yang
mempunyai rasa manis dan tektur yang renyah. Cookies umumnya terbuat dari
tepung terigu sehingga mengandung banyak karbohidrat. Oleh karena itu, untuk
mengurangi konsumsi tepung terigu dan menambah nilai gizi cookies, dilakukan
inovasi cookies dari bahan pangan lokal seperti kentang dan sumber protein yang
berasal dari protein nabati seperti kacang fava.
Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan energi, protein,
lemak, karbohidrat dan serat pada cookies tepung kentang dan kacang fava.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimen. Perlakuan dilakukan
dengan membuat 3 formulasi yang berbeda dengan perbandingan tepung kentang
tepung kacang fava : F1 (60% : 40%) , F2 (50% : 50%), dan F3 (40% : 60%),
kemudian dilakukan uji tingkat kesukaan dengan formulir hedonik, formula
dengan tingkat kesukaan terbaik selanjutnya dilakukan uji kandungan gizi (energi,
protein, karbohidrat, lemak dan serat) kemudian dideskripsikan.
Hasil : Hasil penelitian ini dilakukan uji tingkat kesukaan, uji tingkat kesukaan
terbaik pada formulasi 3 dengan nilai 63,4%. Kandungan gizi pada formulasi 3
dalam 100 gram cookies yaitu energi 435,7 kkal, protein 14,4%, lemak 17,1%,
karbohidrat 56,0%, dan serat 4,4%.
Simpulan : Nilai zat gizi pada cookies tepung kentang dan kacang fava lebih
tinggi dari pada cookies komersial. Kandungan karbohidrat pada cookies tidak
memenuhi syarat SNI dan serat pada cookies melebihi syarat SNI-2973-2011