Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Hubungan antara Derajat Acne Vulgaris dengan Citra Tubuh pada Remaja di Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono

    Full text link
    Latar Belakang : Penampilan fisik merupakan aspek pertama yang dinilai orang lain, terutama bagi remaja. Perubahan fisik seperti acne vulgaris dapat menurunkan citra tubuh remaja. Tujuan : Mengetahui hubungan antara derajat acne vulgaris dengan citra tubuh pada remaja di Pondok Pesantren Darul Amanah Bedono. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 52 orang menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS. Hasil : Mayoritas responden mengalami acne vulgaris ringan (50,0%) dan memiliki citra tubuh negatif (57,7%). Semua responden dengan acne vulgaris berat (100%) memiliki citra tubuh negatif. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara acne vulgaris dan citra tubuh (χ² = 31,528; df = 2; p = 0,000). Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara derajat acne vulgaris dengan citra tubuh remaja. Saran : Diharapkan remaja dapat menjaga kesehatan kulit dan memahami bahwa acne vulgaris merupakan kondisi yang umum terjadi, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan faktor lain yang mempengaruhi acne vulgaris dan citra tubuh. Kata Kunci : Acne vulgaris, Citra Tubu

    Hubungan Lingkar Lengan Atas (Lila) Dengan Tekanan Darah Pada Pra Lansia

    Full text link
    Latar Belakang: Tekanan darah merupakan salah satu parameter vital yang mencerminkan fungsi jantung dan pembuluh darah. pra lansia berisiko mengalami tekanan darah tinggi seiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam peningkatan tekanan darah adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara LiLA dengan tekanan darah pada pra lansia di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Metode: desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan jumlah sampel 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. pengukuran LiLA menggunakan pita pengukur antropometri dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki LiLA dalam kategori normal, sedangkan 10,6% mengalami obesitas. Rata – rata tekanan darah sistolik adalah 150,7 mmHg. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara LiLA dan tekanan darah sistolik (p = 0,000; r = 0,464). Simpulan: terdapat hubungan positif yang signifikan antara Lingkar Lengan Atas (LiLA) dan tekanan darah sistolik pada pra lansia. Saran: pengukuran LiLA dapat digunakan sebagai indikator risiko hipertensi pada pra lansia. Diperlukan edukasi tentang pola hidup sehat untuk mencegah obesitas dan mengontrol tekanan darah. Kata kunci: Lingkar Lengan Atas (LiLA), tekanan darah, hipertensi, pra lansia

    Evaluasi Implementasi Sistem Peresepan Elektronik Dalam Mencegah Medication Error Pada Tahap Prescribing Di Rumah Sakit Dr. Asmir Salatiga

    Full text link
    Kesalahan dalam pengobatan (medication error) memiliki dampak yang merugikan terhadap keselamatan pasien, dengan frekuensi tertinggi terjadi pada tahap peresepan. Diharapkan bahwa penerapan sistem peresepan elektronik dapat menurunkan risiko terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat medication error di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit dr Asmir Salatiga, berdasarkan indikator yang ada pada tahap prescribing. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif evaluatif dengan pengambilan data secara prospektif. Jumlah sampel yang digunakan mencapai 100 resep dari pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diambil secara acak (random sampling) dalam rentang waktu Desember 2024 - Januari 2025. Analisis data dilakukan dengan merujuk pada indikator kesalahan pengobatan pada tahap prescribing. Berdasarkan hasil penelitian, dari 100 resep yang telah dianalisis, teridentifikasi dua kejadian kesalahan pengobatan pada tahap penulisan resep, yaitu ketidakadaan kekuatan sediaan obat 2% dan polifarmasi 32%. Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem serta peningkatan pengawasan terhadap tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan peresepan elektronik di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit dr Asmir Salatiga berpotensi mengurangi kesalahan pengobatan pada tahap peresepan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya kekuatan sediaan sebanyak 2% dan polifarmasi sebesar 32%. Kata Kunci: medication error, prescribing, peresepan elektroni

    Hubungan Stress dengan Kualitas Tidur Mahasiswa S1 Keperawatan Semester Akhir

    Full text link
    Latar Belakang: Stres merupakan keadaan dimana seorang individu terbebani oleh stressor yang sedang dialaminya. Mahsiswa semester akhir mempunyai lebih banyak stressor dari mahasiswa semester awal dikarenakan adanya tuntukan tugas akhir berupa skripsi. Stres pada mahasiswa semester akhir ini dapat berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Mahasiswa dengan kualitas tidur yang buruk akan menimbulkan masalah pada fisik dan fisiologisnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan stres dengan kualitas tidur mahasiwa semester akhir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester akhir di SI Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo. Penarikan sampel menggunakan metode total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang mahasiswa semester akhir, alat ukur stress menggunakan kuesioner DASS-42 sedangkan untuk kualitas tidur menggunakan PSQI. Kedua kuesioner adalah kuesioner baku telah di uji validitas dan reabilitas. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stress berat sebanyak 30.3%, sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 74.2%. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.001 < (0.05). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur mahasiswa semester akhir SI Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo. Saran : Diharapkan pihak kampus dapat menyediakan bimbingan konseling bagi mahasiswa, sehingga kampus dapat menjadi tempat perolongan pertama bagi mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental akibat stres akademik. Kata kunci : Kualitas Tidur, Mahasiswa semester akhir, Stre

    Penerapan Penegakan Hukum Tindak Pidana Sekstorsi Dalam Sistem Hukum Pidana Di Indonesia

    Full text link
    Latar Belakang: Sekstorsi sebagai bentuk kejahatan pemerasan berbentuk konten seksual digital, semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Kejahatan ini melibatkan ancaman penyebaran materi eksplisit korban untuk memeras uang, layanan seksual ataupun konten serupa. Di Indonesia kasus sekstorsi sering kali menimpa remaja khususnya perempuan, dengan dampak psikologis dan sosial yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana sekstorsi dan efektivitas penegakan hukumnya dalam sistem hukum pidana di Indonesia. Metode: Metode penelitian adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus dan peraturan perundang – undangan, serta wawancara korban dan aparat penegak hukum. Hasil: Tindak pidana sekstorsi di Indonesia semakin marak, terutama di kalangan remaja perempuan. Pelaku sering menggunakan modus operandi seperti grooming dan rekayasa sosial untuk memanipulasi korban agar memberikan konten seksual, yang kemudian digunakan pelaku untuk melakukan pemerasan. Korban mengalami dampak psikologis berat, seperti trauma, depresi, kecemasan, dan dampak sosial lainnya. Sekstorsi di Indonesia masih diatur secara parsial melalui KUHP, UU ITE, dan UU Pornografi, yang belum secara spesifik mengakomodasi kompleksitas kejahatan ini. Kendala utama dalam penegakan hukum meliputi kesulitan pembuktian, kurangnya literasi digital masyarakat, dan stigma sosial terhadap para korban. Kesimpulan: Diperlukan regulasi khusus yang mengatur tentang sekstorsi secara komprehensif, peningkatan kapasitas aparat penegakan hukum dalam investigasi digital, dan juga edukasi kepada masyarakat untuk mencegah dan menangani kasus sekstorsi secara efektif. Kata Kunci: Sekstorsi; Penegakan Hukum; UU ITE; Kekerasan Berbasis Gender

    Penerapan Lembar Monitoring Dekubitus Dalam Upaya Pencegahan Dekubitus Pada Pasien Yang Dirawat Di Icu Rsud Dr. H. Jusuf Sk Provinsi Kalimantan Utara

    Full text link
    Latar Belakang: Dekubitus merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien rawat inap, terutama di ruang perawatan intensif (ICU). Penanganan yang tepat dan pencegahan dini sangat penting untuk mencegah timbulnya luka dekubitus yang dapat memperburuk kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menekan dan menurunkan angka kejadian dekubitus di ICU RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Kinerja Pengabdian dan Pengembangan: Kegiatan ini mencakup sosialisasi kepada perawat ICU mengenai pengisian pengkajian risiko dan lembar monitoring pencegahan dekubitus, serta evaluasi tingkat kepatuhan perawat menggunakan metode pre dan post- test, dengan 10 responden berisiko tinggi dekubitus dan 16 perawat ICU di RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara yang menerima sosialisasi tentang pengkajian risiko dekubitus menggunakan skala Norton melalui SIM RS serta pengisian lembar monitoring pencegahan dekubitus, yang dilaksanakan pada 8-14 Januari 2025. Hasil: Peningkatan skor rata-rata dari 12 menjadi 20 antara pre-test dan post-test mengindikasikan bahwa penerapan lembar monitoring dekubitus telah membawa perubahan yang positif terhadap pengelolaan risiko dekubitus pada pasien di ICU. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu mengurangi risiko dekubitus yang awalnya tinggi, menjadi lebih rendah dan lebih terkendali. Kesimpulan: Penggunaan lembar monitoring dekubitus sebagai langkah pencegahan terhadap terjadinya dekubitus pada pasien yang dirawat di ICU RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara terbukti efektif dalam menilai tingkat kepatuhan perawat ICU dalam melakukan tindakan pencegahan decubitus dari kategori tinggi ke rendah. Kata Kunci: Lembar monitoring dekubitus, Pencegahan dekubitus, Pasien IC

    Menejemen Kepelatihan Klub Wushu Sasana Satria Pandanaran Kabupaten Semarang

    Full text link
    Latar Belakang: Klub Wushu Sasana Satria Pandanaran diduga memiliki kendala terkait aspek manajemen kepelatihan, meliputi perencanaan latihan, metode pembinaan, serta sistem evaluasi yang diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap manajemen kepelatihan di klub ini guna mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan atlet. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen kepelatihan di Klub Wushu Sasana Satria Pandanaran Kabupaten Semarang, dengan fokus pada aspek perencanaan, implementasi, dan evaluasi program latihan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelatih dan atlet dalam proses kepelatihan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan sudah berjalan baik, dilihat dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Meskipun pelatih memiliki pengalaman dan kompetensi dalam membina atlet, keterbatasan fasilitas dan sumber daya menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi program kepelatihan. Kesimpulan:Menejemen kepelatihan memiliki potensi untuk ditingkatkan melalui perbaikan sistem perencanaan latihan, penerapan metode kepelatihan yang lebih terstruktur, serta optimalisasi evaluasi performa atlet. Ketersediaan fasilitas yang lebih memadai menjadi aspek penting dalam meningkatkan efektivitas pembinaan. Sedangkan dengan adanya kemauan dan motivasi warga belajar untuk mengikuti pelatihan, sarana dan prasana yang memadai, cara mengajar instruktur yang baik, respon yang baik warga belajar saat penyampaian materi, serta lingkungan yang bersih sehingga menunjang kelancaran dalam proses pembelajaran. Implikasi: Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelatih dan pengelola klub untuk mengembangkan sistem manajemen kepelatihan yang lebih sistematis dan berbasis data. Kata kunci : Pelatihan, Menejemen, Satria Pandanaran, Wushu

    Pengaruh Latihan Speed Chute Parachute Terhadap Kecepatan Lari Atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Bahurekso Kesesi

    Full text link
    Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di dunia yang dapat menjadi peluang emas untuk meraih suatu prestasi atau menjadi seorang pemain profesional. Kondisi fisik merupakan faktor utama dalam bermain sepak bola, maka dari itu dibutuhkan adanya suatu kecepatan dan hal yang erat kaitannya dengan kecepatan adalah lari, proses untuk mendapatkan hasil lari dengan kecepatan maksimal yaitu dengan latihan. Salah satu bentuk latihan untuk mencapai kecepatan lari yang optimal adalah dengan berlari menggunakan parasut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian latihan speed chute terhadap kecepatan lari atlet dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Bahurekso Kesesi. Penelitian pemberian latihan speed chute pada 15 orang atlet SSB Putra Bahurekso dilaksanakan di Lapangan Bahurekso, Kesesi, Pekalongan, Jawa Tengah. Pengukuran yang dilakukan pada penelitian ini meliputi tes kecepatan lari sebelum dan sesudah diberikan treatment selama 12x pertemuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil kecepatan lari rata-rata sebesar 4,4% dengan hasil p-value 0,016 < 0,05. Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh latihan menggunakan speedchute parachute terhadap peningkatan lari atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Bahurekso Kesesi. Kata Kunci : Sepak Bola, Kecepatan Lari, Speedchute Parachut

    TOFU GO GREEN DARI LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI ALTERNATIF FERTILIZER PERTANIAN

    Full text link
    Limbah adalah ampas suatu kegiatan yang memiliki kandungan berbahaya yang baik karena sifat maupun jumlahnya dapat membahayakan lingkungan serta makhluk hidup lainnya. Limbah industri adalah sisa yang dihasilkan dari proses kegiatan industri, limbah cair tahu berasal dari hasil pembuatan tahu. Masalah : Terdapat 11 industri rumahan tahu di Jatisari, Gedanganak, Ungaran Timur. Masing-masing tempat produksi dapat menghasilkan limbah cair tahu sebanyak 1.800 liter. Limbah cair dari industri dibuang ke aliran sungai yang berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga menimnulkan pencemaran lingkungan. Limbah cair tahu mengandung protein tinggi apabila tidak dikelola dengan baik dan langsung dibuang ke sungai atau badan air lainnya dapat mempengaruhi sifat fisik, kimiawi dan biologis air. Pencemaran biologis dapat menyebabkan berbagai penyakit menular seperti diare, kolera, hepatitis A, dan schistosomasis akibat air terkontaminasi patogen dari bahan organik. Tujuan : Memanfaatkan limbah cair tahu menjadi pupuk organik untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan pendapatan penduduk terdampak limbah. Metode : Pemanfaatan limbah cair tahu menggunakan metode pemrosesan dan fermentasi menggunakan bakteri EM4. Hasil : Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik berhasil menurunkan frekuensi pencemaran limbah cair tahu. Masyarakat terbantu dengan alternatif pupuk cair organik pengganti pupuk kimia. Terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sekitar dari penjualan pupuk Tofu Go Green. Kesimpulan : Limbah cair tahu dapat mengurangi pencemaran lingkungan

    HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN STRES PADA PEKERJA PT SEDAP ABADI SEJAHTRA

    Full text link
    Stres kerja merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh pekerja, terutama di lingkungan industri dengan paparan kebisingan tinggi. Kebisingan yang berlebihan tidak hanya berdampak pada gangguan pendengaran, tetapi juga dapat memicu stres, gangguan konsentrasi, kelelahan, hingga penurunan produktivitas. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyebutkan bahwa kebisingan di tempat kerja merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik pekerja. Dalam jangka panjang, stres akibat kebisingan dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, hingga penurunan kualitas hidup. Metode : Penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 76 pekerja di bagian produksi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengukuran intensitas kebisingan menggunakan Sound Level Meter, dan kuesioner untuk mengukur tingkat stres kerja. Analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman yang dianggap signifikan apabila nilai p-value &lt; 0,05. Hasil : Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan tingkat stres pekerja. Diketahui bahwa intensitas kebisingan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan stres kerja, dengan nilai koefisien korelasi (rs) = 0.421 dan nilai signifikansi (p-value) = 0.000. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi sedang antara intensitas kebisingan dan tingkat stres kerja pekerja di industri produksi briket. Simpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebisingan berlebih di lingkungan kerja berkontribusi terhadap peningkatan stres pekerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian kebisingan, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa earmuff atau earplug, serta pengelolaan lingkungan kerja yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇