Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
FAKTOR DETERMINAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK PADA USIA DEWASA DAN LANSIA YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RST Dr. ASMIR SALATIGA
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik adalah suatu kerusakan proses patofisiologi
ginjal, terjadinya penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel, pada
suatu derajat yang memerlukan bantuan terapi pengganti ginjal tetap, berupa
hemodialisa dan transplantasi ginjal. Kualitas hidup merupakan keadaan dimana
seseorang menerima kepuasan dan kenikmatan pada kehidupan sehari-hari.
Kualitas hidup tersebut menyangkut kesehatan fisik dan kesehatan mental. Tujuan
dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui faktor determinan kualitas hidup
pasien gagal ginjal kronik pada usia dewasa dan lansia yang menjalani hemodialisa
di RST dr. Asmir Salatiga.
Metode : Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik, pendekatan cross
sectional dengan jumlah populasi 84 responden dan sampel 69 responden diambil
dengan metode quota sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu usia, tingkat
pendidikan, pekerjaan, lama hemodialisa, perilaku kepatuhan menjalani
hemodialisa yang diteliti menggunakan kuesioner sedangkan variabel kualitas
hidup pasien gagal ginjal kronik diteliti menggunakan kuesioner baku WHOQOL-
BREF, pengambilan data menggunakan kuesioner dengan analisis univariat dan
bivariat.
Hasil : Hasil uji chi square diperoleh usia (p = 0,003), tingkat pendidikan (p =
0,682), status pekerjaan (p = 0,000), lama hemodialisa (p = 0,000), perilaku
kepatuhan (p = 1,000).
Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pekerjaan, lama hemodialisa dengan
kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik pada usia dewasa dan lansia di RST Dr.
Asmir Salatiga. Tidak ada hubungan antara pendidikan, perilaku kepatuhan
menjalani hemodialisa dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik pada usia
dewasa dan lansia di RST Dr. Asmir Salatiga.
Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik, Kualitas Hidu
HUBUNGAN RADIASI LAYAR KOMPUTER DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA PEMAIN GAME ONLINE DI D’STERNET ESPORT ARENA UNGARAN
Latar Belakang: Prevalensi gangguan penglihatan di Indonesia pada tahun 2019
sebesar 3%. Paparan radiasi dari monitor yang melebihi 0,0001 μT yang mengenai
mata dapat menyebabkan computer vision syndrome. Dampak paling buruk dari
computer vision syndrome adalah kerusakan retina yang dapat menyebabkan
degenerasi makula dan kerusakan penglihatan sentral. Computer vision syndrome
adalah sekelompok gejala yang memengaruhi kesehatan mata yang disebabkan oleh
penggunaan komputer. Hasil survei awal yang dilakukan di D’sternet Esport Arena
Ungaran menunjukkan bahwa 8 dari 10 responden mengalami keluhan terkait
computer vision syndrome yang ditandai dengan nyeri pada punggung dan leher,
mata pegal, mata berair, penurunan penglihatan, dan mata pegal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara Tingkat radiasi layar
komputer dengan keluhan computer vision syndrome.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan
menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah
member tetap warnet dengan sampel 114 responden. Teknik pengambilan sampel
penelitian ini dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner keluhan computer vision syndrome dan elektromagnetik. Analisis data
yang digunakan uji chi-square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Tingkat radiasi
layar komputer dengan keluhan computer vision syndrome pada pemain game
online di D’sternet Esport Arena Ungaran dengan p value = 0.001
Kesimpulan: Radiasi pada layar komputer memiliki hubungan dengan keluhan
computer vision syndrome pada pemain game online di D’sternet Esport Arena
Ungaran.
Kata Kunci: Radiasi, Keluhan Computer vision syndrome, pemain game online
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PENGRAJIN BUNGA KERTAS GLADIOL DI KAMPUNG PELANGI KOTA SEMARANG
Latar Belakang : Kelelahan merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh pekerja dengan perasaan
lelah yang dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan data dari (ILO)
pada tahun 2013 menyatakan bahwa setiap tahun terdapat 2 juta pekerja meninggal yang disebabkan
dari kecelakaan kerja, karena akibat dari kelelahan saat melakukan aktivitas bekerja. Pengrajin bunga
kertas gladiol merupakan salah satu pekerjaan di sektor informal yang melakukan pekerjaan secara
monoton dan gerakan berulang selama 8 jam dalam satu hari, sehingga dapat menyebabkan kelelahan
pada pengrajin bunga kertas gladiol di Kampung Pelangi, Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pengrajin bunga kertas gladiol
di Kampung Pelangi, Kota Semarang.
Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 40 pekerja pengrajin bunga
kertas gladiol di Kampung Pelangi Kota Semarang. Sampel diambil dengan teknik purposive
mendapatkan sampel sebanyak 37 pekerja. Pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan
kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IRFC) dan melakukan pengukuran tinggi badan dan
berat badan. Analisis data ini menggunakan Fisher’s Exact Test dan Kruskal-Wallis Test.
Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kelelahan
kerja (p = 0,062), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kelelahan kerja (p = 1,000), ada
hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja (p = 0,030), ada hubungan antara masa kerja dengan
kelelahan kerja (p = 0,047), tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,530).
Simpulan : Tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin dan lama kerja dengan kelelahan kerja,
sedangkan status gizi dan masa kerja memiliki hubungan dengan kelelahan kerja.
Kata Kunci : umur, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, lama kerja, kelelahan kerj
FENOMENA MUTILASI DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN SEBAGAI UPAYA PENGHILANGAN ALAT BUKTI
Tindak pidana pembunuhan diikuti dengan mutilasi di Indonesia terus meningkat.
Mutilasi adalah aksi yang menyebabkan satu atau beberapa bagian tubuh tidak
dapat bekerja sebagaimana mestinya. Pembunuhan dengan mutilasi dilakukan
dengan tujuan untuk menghilangkan jejak kejahatan. Kejahatan pembunuhan
dengan mutilasi merupakan bentuk pembunuhan yang dapat diklasifikasikan
sebagai perbuatan yang sangat keji dan juga tergolong sangat langka (rare crime)
di mana pelaku pembunuhan jenis ini melakukan tindak kejahatan dengan diawali
adanya penghilangan terhadap nyawa seseorang dan kemudian pelaku
melanjutkannya dengan melakukan pemotongan terhadap tubuh korban.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena mutilasi dalam tindak
pidana pembunuhan sebagai upaya penghilangan alat bukti. Beberapa fenomena
tersebut tertuang pada Perkara Nomor 528/Pid.B/2023/PN Smg, Perkara Nomor
634/Pid.B/2023/PN Smn, Putusan Nomor 164/Pid.B/2023/PN Skh, dan Putusan
Nomor 349/Pid.B/2023/PN Smn. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
dan metode yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan
empiris melalui studi kasus dan analisis data. Sumber data diperoleh melalui
wawancara langsung di kantor pengacara, kantor kepolisian, analisis dokumen,
dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembunuhan dengan
mutilasi sebagai pembunuhan berencana dengan upaya menghilangkan jejak
kejahatan. Dengan hilangnya jejak kejahatan, maka alat bukti yang mengarah
kepada pelaku akan sulit di temukan.
Kata Kunci: Mutilasi, Pembunuhan, Alat Bukt
PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENERIMA PINJAMAN ONLINE DI KABUPATEN SEMARANG (Studi Kasus Di Otoritas Jasa Keuangan)
Berdasarkan Peran Otoritas jasa keuangan (OJK) Dalam memeberikan
perlindungan hukum terhadap penerima pinjaman online. Dengan adanya korban-
korban oleh pinjaman Online yang tidak mengetahui apa yang harus mereka
lakukan untuk mendapatkan haknya. Di dalam Peraturan OJK tertulis bagaimana
peran OJK memberikan Informasi, edukasi dan juga pelayanan pengaduan bagi
masyarakat yang mengalami permasalahan di dunia perbankan dan juga fintech .
Disini penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana Peran Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dalam memberikan perlindungan hukum terhadap penerima pinjaman
online dalam perjanjian pinjam meminjam uang berbasis online menurut
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan
pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (studi kasus OJK di
Kabupaten Semarang). penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. dan
pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka.
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Otoritas Jasa Keuanga
UJI KUANTITATIF FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BIJI SACHA INCH (Plukenetia volubilis) DENGAN METODE 2,2 difenil-1- pikrilhidrazil
Sacha inchi (Plukenetia volubilis) merupakan tanaman dalam
keluarga kacang-kacangan yang tumbuh di wilayah Andes Amerika Selatan.
Tanaman Sacha Inchi di Indonesia termasuk tanaman yang baru dikenal oleh
petani dan juga masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa
aktif, kadar flavonoid total, dan aktivitas antioksidan yang terdapat pada tanaman
sacha inchi (Plukenetia volubilis).
Metode: Metode penelitian yang bersifat eksperimental, yaitu penelitian yang
dilakukan di laboratorium. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa data
kualitatif dan kuantitatif. Skrining fitokimia ekstrak biji sacha inchi menggunakan
metode uji warna kemudian dianalisis kadar flavonoid total dan aktivitas
antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH. Data dianalisis
menggunakan SPSS.
Hasil: Sacha inchi positif mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid,
saponin, dan tanin. Kadar flavonoid yang didapatkan sebesar 27,1 mgQE/g
ekstrak. Sedangkan aktivitas antioksidan yang diukur dari konsentrasi 100, 200,
300, 400, 500 ppm menunjukkan nilai IC 50 445,332 µg/ml dengan nilai %inhibisi
20,287-53,484% yang artinya pada penelitian ini ekstrak etanol biji sacha inchi
(Plukenetia volubilis) tidak menunjukkan aktivitas antioksidan. Hasil analisis data
SPSS menunjukkan nilai homogenitas 0,385 (p>0,05), uji One-Way Anova 0,000
(p<0,05) dan uji Post Hoc 0,000 (p<0,05).
Simpulan: Kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol biji sacha inchi
yaitu flavonoid, saponin, dan tanin, kadar flavonoid total ekstrak etanol biji sacha
inchi sebesar 27,1 mgQE/g ekstrak, dan analisis aktivitas antioksidan tidak
menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC 50 445,332 µg/ml
EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI P – CARE BPJS TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS JIMBARAN
Aplikasi P-Care adalah suatu pelayanan informasi pasien
dengan menggunakan internet dan berbasis komputer yang disediakan oleh BPJS
Kesehatan diperuntukkan bagi para fasilitas kesehatan primer untuk memberikan
kemudahan akses data ke server BPJS baik itu pendaftaran dan pelayanan medis.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan aplikasi P – Care
di Puskesmas Jimbaran.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Subyek penelitian ini berjumlah 8 orang yang merupakan tenaga
kesehatan yang mengoperasikan aplikasi P-Care di Puskesmas Jimbaran. Dengan
menggunakan 5 variabel pertanyaan content, accuracy, format, ease of use dan
timeliness. berdasarkan metode End User Computing Satisfaction(EUCS).
Hasil: Aplikasi P-Care di Puskesmas Jimbaran memiliki beberapa kendala pada
saat pengoperasiannya yaitu kendala saat tenaga kesehatan sulit menghafal
password yang terlalu rumit pada saat login kedalam aplikasi dan password tidak
tersimpan secara otomatis pada sistem dengan alasan keamanan data sistem,
keterbatasan jaringan membuat aplikasi P-Care sering terjadi loading lama.
Tampilan peringatan yang muncul saat SIOP tenaga kesehatan akan habis pada 3
bulan kedepan dengan warna yang mencolok bertujuan agar tenaga kesehatan
lebih memperhatikan peringatan yang muncul pada sistem aplikasi.
Kesimpulan: Pengguna aplikasi P – Care BPJS Kesehatan merasa puas dengan
adanya aplikasi P - Care BPJS kesehatan yaitu mempermudah dalam mengentri
data pasien dan mempercepat pekerjaan isi informasi data pasien yang akurat dan
mudah dipahami oleh tenaga kesehatan,pencegahan adanya data ganda pasien dan
fitur fitur yang simple,menari
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN ASHABUL KAHFI GUNUNG PATI
Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama pada remaja
putri. Salah satu factor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah asupan zat
besi.
Tujuan :Menganalisis hubungan antara asupan zat besi dengan kadar
hemoglobin pada remaja putri di Pondok Pesantren Ashabul Kahfi Gunung Pati.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi 324 orang dengan jumlah sampel 84 orang
diambil dengan metode random sampling. Asupan Zat besi di ukur secara
langsung dengan wawancara menggunakan form FFQ Semi kuantitatif. Kadar
Hemoglobin di dilakukan dengan pemeriksaan lansung menggunakan metode
finger prick blood test. Analisi bivariat menggunakan uji Korelasi Rank
Spearman (p value = <0,05).
Hasil : Rata-rata persentase asupan zat besi reponden 1,62 g ± 0,489 g , dimana
persentase asupan terendah adalah 1 g dan asupan tertinggi 2 g.nilai rata-rata
kadar hemoglobin remaja putri 3,57 mg/dl ± 0,789 mg/dl dimana nilai kadar
hemoglobin terendah adalah 2 mg/dl dan kadar hemoglobin tertinggi 4 mg/dl.
Tidak ada hubungan hubungan antara asupan Zat besi dengan kadar hemoglobin
pada santri putri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Gunung Pati (p = 0,65)
Simpulan : Tidak ada hubungan antara asupan Zat besi dengan kadar
hemoglobin pada santri putri di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Gunung Pati
TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN ZAT GIZI COOKIES TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG KEDELAI SEBAGAI MAKANAN SELINGAN FREE GLUTEN DAN KASEIN
Cookies adalah produk makanan kering yang memiliki
kandungan air yang rendah sehingga memiliki karakteristik remah dan daya tahan
yang cukup lama. Pembuatan cookies dapat digantikan dengan mengganti tepung
terigu menjadi non terigu seperti menfaatkan tepung mocaf dan kedelai.
Tujuan : Mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan zat gizi cookies tepung
mocaf dan tepung kedelai sebagai kudapan free gluten dan kasein
Metode : Desain penelitian menggunakan penelitian experimental design terdiri
dari tiga formula cookies tepung mocaf dan tepung kedelai. Uji tingkat kesukaan
terdiri dari 40 panelis tidak terlatih. Formula dengan skor tingkat kesukaan
tertinggi dilakukan analisis kandungan energi, lemak, protein, dan karbohidrat.
Hasil : Hasil uji tingkat kesukaan F3 dengan nilai rata-rata skor paling tinggi
sebesar 142 (71%) F2 skor nilai rata-rata 140 (70%) dan rata-rata terendah F1
dengan skor 131 (65,5%). Kandungan gizi F3 kadar energi 562,22 kkal, kadar
lemak 36,976%, kadar protein 11,093% dan kadar karbohidrat 46,266%.
Berdasarkan kadar lemak, protein dan kh pada cookies ini bebas dari gluten dan
kasein, karena semua bahan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan
bahan bebas gluten dan kasein.
Simpulan : Cookies tepung mocaf dan tepung kedelai pada F3 mendapat skor
tertinggi dan paling disukai oleh panelis
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMK YP 96 KELAS 11 BUKIT KEMUNING LAMPUNG UTARA
Latar belakang: Seks bebas merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Dampak perilaku seks bebas yaitu banyak resiko yang terjadi pada kehamilan remaja. Faktor yang mempengaruhi seks bebas didominasi oleh pengetahuan seks yang hanya setengah-setengah tidak hanya mendorong remaja untuk mencoba-coba, tapi juga bisa menimbulkan salah satu persepsi. Perilaku penyimpangan seksual remaja di usia 15 – 24 tahun kebanyakan dilandasi oleh rasa penasaran. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang seks bebas Di SMK YP 96 Bukit Kuning. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 11 di SMK YP 96 Bukit Lampung Utara yang berjumlah 35 siswa sehingga seluruh populasi menjadi seluruh sampel karena populasi kurang dari 100. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner, uji analisis menggunakan analisa univariat untuk mendeskripsikan data gambaran pengetahuan. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan remaja tentang pengertian seks bebas sebanyak 35 responden (100%), macam-macam seks bebas sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 responden (57.1%), faktor yang mempengaruhi seks bebas sebanyak 16 responden (45.7%) dan dampak seks bebas sebanyak 31 responden (88.6%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan remaja tentang dampak seks bebas di SMK YP 96 Bukit Kemuning Lampung Utara sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 31 responden (88,6%) dan 4 responden (11,4%) berpengetahuan cuku