Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA OPERASI DI RUANG INSTALANSI BEDAH SENTRAL RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN
Hipotermi adalah kondisi di mana suhu tubuh seseorang turun di
bawah rentang normal, yaitu di bawah 36°C, yang dapat terjadi pada pasien yang
menjalani tindakan operasi. Faktor-faktor utama yang berperan dalam
menyebabkan hipotermi pasca operasi meliputi indeks massa tubuh (IMT), usia
pasien, dan lama operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang berhubungan dengan hipotermi pasca operasi di Instalasi Bedah Sentral
RSUD Tarakan.
Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan
desain studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini melibatkan 104
responden yang merupakan pasien yang menjalani operasi di Instalasi Bedah
Sentral. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square digunakan untuk menguji
hubungan antara faktor-faktor risiko dan kejadian hipotermi pasca anestesi.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipotermi pasca operasi cukup tinggi,
terutama pada pasien lansia, pasien dengan IMT rendah, dan pasien yang menjalani
operasi lebih dari 2 jam. Lansia lebih berisiko mengalami hipotermi akibat
penurunan fungsi metabolik dan termoregulasi tubuh, sementara IMT rendah
meningkatkan kerentanannya terhadap kehilangan panas. Durasi operasi yang
panjang juga meningkatkan risiko hipotermi akibat suhu ruang operasi dan efek
anestesi. Penelitian ini menekankan perlunya strategi pencegahan, seperti
penggunaan penghangat pasien, pemantauan suhu tubuh secara berkala, dan
pemilihan teknik anestesi yang tepat untuk mengurangi kejadian hipotermi pasca
operasi.
Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca operasi di
Instalasi Bedah Sentral RSUD Tarakan antara lain adalah usia pasien (terutama
lansia), indeks massa tubuh (IMT) rendah, dan lama operasi yang lebih dari 2 jam
Hubungan Picky Eater Dengan Berat Badan Pada Anak Usia Prasekolah Di Tk Islam Al-Huda
Latar Belakang : Picky eater merujuk pada kondisi di mana anak hanya mau makan makanan tertentu dan menolak mencoba makanan baru. Perilaku ini sering ditemukan pada anak prasekolah dan merupakan salah satu masalah gizi, karena anak yang picky eater cenderung mengonsumsi lebih sedikit energi, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan picky eater dengan berat badan anak.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel 60 anak usia prasekolah. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yakni memilih sampel secara teknik sampling non random sampling.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan perilaku picky eater sebanyak 18 responden (30%) dengan berat badan pada kategori kurus 19 responden (31,7%). Hasil analisa data uji Spearmann didapatkan nilai p value = 0,000 < α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara picky eater dengan berat badan anak prasekolah di TK Al-Huda.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara picky eater dengan berat badan anak prasekolah di TK Al-Huda. Dibuktikan dari analisa data uji Spermann didapatkan nilai p value = 0,000 < α ( 0,05).
Kata kunci : Picky eater Anak, Berat badan Anak Prasekola
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja Di Smp Negeri 05 Ungaran
Latar Belakang. Remaja berkembang menuju kedewasaan seringkali tidak menunjukkan identitas diri, dan perannya dalam lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang berpengaruh terhadap diri individu, baik di masa kecilnya maupun ketika berkembang dan berinteraksi dengan lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat
Tujuan. Peneliti ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara konsep diri dengan kepercayaan diri pada siswa SMP 5 Ungaran.
Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelatif menggunakan pendekatan crossectional. Sampel diambil dengan tehnik quota sampling dengan total 248 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman.
Hasil. Analisis spearman menunjukan bahwa hubungan Konsep Diri Kepercayaan Diri Pada siswa SMPN 5 Ungaran diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,030 dengan tangkat korelasi lemah.
Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kepercayaan diri dengan tingkat korelasi yang lemah.
Saran. Bagi guru disarankan untuk dapat membantu siswa untuk mempertahankan kepercayaan diri dalam mengerjakan soal atau berbicara didepan kelas agar siswa mengeluarkan pendapatnya saat berdiskusi kelompok, memberanikan bertanya saat siswa tidak paham atas penjelasan dari guru dan percaya diri tidak hanya di sekolah tapi diluar sekolah
Kata Kunci: Kepercayaan diri, Konsep diri, Remaj
Aktivitas Antihiperkolesterolemia Nanoemulsi Minyak Biji Kelor (Moringa Oleifera Seed Oil)
Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat dikendalikan dengan terapi dan perubahan gaya hidup. Minyak biji kelor diketahui memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia berkat kandungan senyawa aktifnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Pretest-Posttest with Control Group Design, yang bertujuan mengembangkan formulasi nanoemulsi minyak biji kelor menggunakan metode SNEDDS serta mengevaluasi mutu fisik. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel
<100 nm, indeks polidispersitas <0,3, persen transmitan 90-100%, viskositas 10-2000 cps, pH ±7,
serta kestabilan baik berdasarkan uji sentrifugasi. Mutu fisik sediaan nanoemulsi minyak biji kelor
memenuhi persyaratan.
Kata kunci : minyak biji kelor, nanoemulsi, mutu fisik
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Puskesmas Tuntang
Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh lansia, yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tetapi juga pada kondisi psikologis, seperti kecemasan. Lansia dengan hipertensi sering mengalami kekhawatiran berlebihan terhadap komplikasi penyakit, yang dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tuntang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 85 responden. Pengambilan data menggunakan instrumen Geriatry Anxiety Scale (GAS), Analisis data dilakukan menggunakan uji analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan lansia dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 2 responden (2,4%), tingkat kecemasan sedang sebanyak 30 responden (35,3%), tingkat kecemasan berat sebanyak 53 responden (35,3%). Simpulan: Hasil penelitian didapatkan jumlah lansia dengan tingkat kecemasan berat lebih banyak dibandingkan lansia yang mengalami tingkat kecemasan ringan dan sedang. Saran: Diharapkan tenaga kesehatan dari puskesmas dapat memberikan edukasi pada penderita hipertensi tentang cara menangani kecemasan yang dialami pada responden.
Kata kunci: Kecemasan, Lansia, Hipertens
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kenakalan Remaja Di Smk Islam Sudirman Ungaran
Latar Belakang : Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa dimana perkembangan kognisi remaja berimplikasi pada perkembangan sosial. Sejalan dengan kondisi tersebut remaja berada dalam masa pencarian identitas dan sering kali mencoba berbagai perilaku yang menyimpang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah pola asuh orang tua. Terumata pada remaja laki-laki yang sering kali mencoba mencari batasan diri.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMK Islam Sudirman Ungaran
Metode : Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa di SMK Islam Sudirman Ungaran yang berjumlah 289 orang. Sampel sebanyak 168 orang. Teknik sampling proportional random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kenakalan remaja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi square (p<0,005).
Hasil : berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil sedang kategori pola asuh permisif sebanyak 126 responden (75%). Dan kategori kenakalan remaja sedang sebanyak 109 responden (64.9%). Hasil analisis disapatkan nilai p=0,000<0,05, artinya terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMK Islam Sudirman Ungaran. Hal ini menunjukkan bahwa pola asuh berpengaruh pada kenakalan remaja.
Saran : Sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh yang sesuai guna mengurangi risiko terjadinya kenakalan remaja dan mendukung perkembangan remaja secara optimal.
Kata kunci : Pola Asuh, Kenakalan Remaja, Orang Tua
Referensi : 55 (2017,2024
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Perokok Dewasa
Latar Belakang : Tekanan darah merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan kardiovaskular seseorang. Merokok memperburuk tekanan darah melalui penyempitan pembuluh akibat nikotin, sementara aktivitas fisik berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, hubungan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada perokok dewasa masih jarang diteliti.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada perokok dewasa di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian deskriptif korelasional dengan 96 reponden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ dan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital.
Hasil : Rata-rata responden memiliki aktivtas fisik berat (>3000 MET meit/minggu) dan tekanan darah kategori pre-hipertensi (121-139 mmHg). Analisis statistik menunjukkan hubungan positif lemah tetapi signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah sistolik (r = 0,214, p = 0,36).
Simpulan : Meskipun aktivitas fisik bermanfaat bagi kesehatan, pada perokok dewasa aktivtas fisik yang lebih tinggi cenderung meningkatkan tekanan darah sistolik, kemungkinanan akibat stres oksidatif dan merokok yang mengurangi manfaat kardiovaskular aktivitas fisik.
Saran : Diperlukan edukasi pola aktivitas fisik yang sesuai bagi perokok untuk mengoptimalkan manfaat kesehatan. Upaya pengurangan kebiasaan merokok tetap menjadi langkah utama dalam pencegahan hipertensi.
Kata Kunci : Aktivitas fisik, tekanan darah, perokok dewas
PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI
Masa remaja adalah fase pencarian jati diri, di mana
keingintahuan yang tinggi sering kali mendorong mereka untuk mencoba hal-hal
baru sehingga dapat mendorong perilaku berisiko dalam kesehatan reproduksi.
Minimnya pendidikan formal serta kuatnya pengaruh lingkungan dapat
meningkatkan peluang remaja terlibat dalam perilaku berisiko, seperti hubungan
seksual pranikah, yang berpotensi menyebabkan infeksi menular seksual (IMS),
kehamilan tidak diinginkan (KTD), hingga HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan
strategi edukasi yang efektif dan menarik, salah satunya melalui video animasi,
yang mampu menjadi strategi edukasi efektif untuk menyajikan informasi secara
interaktif, membantu remaja memahami batasan diri, dan membuat keputusan yang
lebih bijak.
Metode: Desain penelitian menggunakan pretest posttest one group design.
instrumen penelitian menggunakan video animasi dan kuesioner. Populasi
penelitian ini adalah siswa dan siswi SMK Negeri H. Moenadi Ungaran, dengan
jumlah sampel i87 responden yang dipilih menggunakan teknik Accidental
sampling.
Hasil: Pengetahuan kesehatan reproduksi sebelum diberikan edukasi melalui video
animasi adalah 9,21, sementara setelah edukasi meningkat menjadi 15,85. Uji
Wilcoxon Rank Test menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), ini membuktikan adanya
perbedaan signifikan dalam pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan
kesehatan reproduksi menggunakan video animasi di SMK Negeri H. Moenadi
Ungaran.
Kesimpulan: Adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan
pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dengan media video animasi di
SMK Negeri H. Moenadi Ungaran
Manajemen Pembinaan Olahraga Bola Voli Pada Pengurus Cabang Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Di Kabupaten Temanggung
Manajemen olahraga merupakan kombinasi keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, kepemimpinan, penganggaran, dan evaluasi dalam konteks organisasi yang memiliki peran utama yang berkaitan dengan olahraga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perencaan (planning) dalam pembinaan cabang olahraga bola voli indoor, pengorganisasian (organizing) dalam pembinaan cabang olahraga bola voli indoor, kepemimpinan (leading) dalam pembinaan cabang olahraga bola voli indoor, pengawasan (controlling) dalam pembinaan cabang olahraga bola voli indoor di Pengcab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia di Kabupaten Temanggung. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode campuran, yaitu gabungan dari metode kualitatif dan kuantitatif. Metode ini digunakan dengan tujuan agar memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa Manajemen Pembinaan Olahraga Bola Voli di Temanggung sebagian besar responden menyatakan cukup sebanyak 18 (72%) responden. Hal ini menunjukkan bahwa program pembinaan yang diberikan oleh baik pelatih maupun pengurus telah melibatkan beberapa aspek, diantaranya aspek keterampilan teknik, aspek kondisi fisik pemain, aspek kepribadian pemain serta aspek psikologis pemain.
Kata Kunci : Manajemen, Pembinaan, Olahraga Bola Vol
Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum “ Gangster “ Yang Dilakukan Oleh Anak- Anak Di Kota Ungaran
Secara yuridis pengertian anak didasarkan pada batas usia tertentu. Namun perumusan seorang anak dalam berbagai undang-undang sama sekali tidak sama. Hak ini dipengaruhi batasan usia anak mengacu kepada pertimbangan kepentingan tertentu dan tujuan tertentu. penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian yuridis normatif empiris (metode penelitian hukum normatif empiris ). Metode penelitian yuridis normatif empiris ialah Metode ini pada dasarnya suatu penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan berbagai unsur empiris. suatu implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang) dalam aksinya pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat Dalam konsideran UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pada pasal 22 undang–undang No 3 tahun 1997 tentang Pengadilan anak, menerangkan bahwa anak nakal yang melakukan tindak pidana dapat dijatuhi pidana dan tindakan. Hukuman yang diberikan oleh anak mungkin dapat diserahkan pada lembaga pemasyarakatan seperti pidana penjara, kurungan dan tindakan menyerahkan kepada negara untuk mengikuti pendidikan, pembinaan, serta latihan kerja. Perbuatan gangster dapat merusak moral generasi penerus dan mengganggu ketertiban. Oleh karena itu, gangster masuk ke dalam tindak pidana kekerasan.membahayakan keselamatan masyarakat seperti menimbulkan korban dan kematian maka dapat dikenakan Ketentuan pidana penjara bagi pelaku gangster . bagi anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang SistemPeradilan Pidana Anak (SPPA). gustav dalam teori keadilan Tujuan hukum satu-satunya adalah tidak lain daripada mewujudkan keadilan. Bahwa pendapat yang secara panjang lebar menguraikan bahwa hukum bertujuan untuk tiga tujuan yaitu keadilan dalam menegakkan perlawanan hukum pihak penegak hukum harus memiliki sikap adil terutama pada anak sesuai dengan keadilan restorativ yang terdapat pada sistem peradilan pidana anak
Kata kunci : Tindak pidana ; gengster ; ana