Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Beras Analog Berbahan Umbi Singkong dan Wader
Hasil karya berupa video ini berisi tentang proses pembuatan beras analog berbahan dasar pangan lokal yaitu, umbi singkong dan ikan wader, sebagai upaya diversifikasi pangan
REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL MASYARAKAT JEPANG DALAM FILM PIANO NO MORI KARYA MAKOTO ISSHIKI (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) 日本社会における社会的格差の表現 映画「ピアノの森」一色誠(文学社会学)
Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulis atau lisan
berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga perasaan. Semuanya itu
diwujudkan dalam bentuk imajinatif, cermin kenyataan, atau data asli yang dibalut
dalam kemasan estetis melalui media Bahasa.Penelitian karya sastra merupakan
kegiatan yang penting terhadap perkembangan ilmu sastra. Perkembangan sastra
dilatarbelakangi oleh persepsi tentang ciptaan yang bernama sastra itu sendiri.
Kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan ilmu memerlukan suatu metode
ilmiah. Keilmiahan penelitian sastra tersebut ditentukan oleh karakteristik
kesastraannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan sosial dalam film
“Piano no Mori” karya Makoto Isshiki melalui pendekatan sosiologi sastra. “Piano
no Mori” menceritakan kisah dua anak laki-laki, Kai Ichinosei dan Amamiya
Shuuhei, merupakan tokoh utama yang berasal dari latar belakang sosial yang kontras.
Melalui interaksi kedua tokoh ini, film memperlihatkan bagaimana faktor sosial,
ekonomi, dan budaya mempengaruhi kesempatan, pengembangan diri, dan hubungan
antarmanusia.
Analisis ini menggunakan teori sosiologi sastra untuk mengeksplorasi
bagaimana struktur sosial mempengaruhi karakter dan alur cerita. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menampilkan konflik kelas sosial, tetapi
juga menggambarkan bagaimana bakat dan kerja keras mampu menembus Batasan
sosial tersebut. Selain hal tersebut, film ini juga memberikan Gambaran peting nya
dukungan sosial dan pengakuan
Etika Bisnis dalam Kunjungan dan Pelayanan Tamu Jepang
This research aimed to identify business ethics that could be applied in visits and guest services for Japanese clients, considering the increasingly globalized business landscape. Given the necessity of collaborating with foreign partners, including Japanese individuals, this study employed a qualitative approach using observational methods based on the author's five years of experience in the Japanese business world. The findings revealed the importance of implementing appropriate ethics in all aspects of interaction, from airport pick-ups and in-car etiquette to hotel and dining manners, as well as accompanying guests on tours and receiving visitors at the company. Such practices fostered stronger relationships and enhanced trust with Japanese business partners. Business professionals needed to be adaptable and capable of building positive relationships with various stakeholders. Consequently, learning and applying business ethics was essential for any businessperson
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Lansia Dengan Hipertensi Yang Menjalani Perawatan Di Puskesmas Bawen
ABSTRAK
Latar Belakang : Faktor resiko hipertensi seringkali terjadi beriringan dengan obesitas,
diabetes kolestrol tinggi dan resiko lain hipertensi dapat terjadi kecemasan. Kecemasan
memiliki potensi menimbulkan kesehatan mental. Kecemasa dapat meningkatan tekanan darah
karena hormon adrenail dan berdampak pada detak jantug yang cepat, peningkatan volume
darah. Faktor penyebab kecemasan pada hipertensi karena pengobatan yang lama, adanya resiko
komplikasi dan bisa memperpendek usia pasien.
Tujuan: Mengetahui gambaran kecemasan pasien lansia dengan hipertensi yang menjalani
perawatan di Puskesmas Bawen
Metode : Penelitian ini dilakukan studi kuantitatif dengan desain deskriptif dengan
menggunakan populasi pasien hipertensi dengan jumlah sampel 40 responden lansia dengan
usia ≥ 60 tahun. Data diambil dengan menggunakan instrumen Geriatric Anxiety Scale (GAS).
Analisa data menggunakan uji analisa univariat deskriptif
Hasil Penelitian : Karakteristik lansia dengan hipertensi yang menjalani perawatan di
Puskesmas Bawen rerata usia pasien 64,35 dengan nilai standar deviasi 3,431 dengan usia
minimum 60 tahun dan maximum 74 tahun, mayoritas memiliki jenis kelamin lansia
sebagian adalah perempuan sebanyak 22 responden (55%), pendidikan lansia hampeir
seluruhnya dalam kategori dasar sebanyak 36 responden (90%), lama menderita
hipertensi sebagian pada durasi > 10 tahun sebanyak 18 responden (45%). Kecemasan
lansia sebagian besar dalam kategori kecemasan sedang sebanyak 31 responden
(77,5%).
Saran : Diharapkan perawat puskesmas lebih caring kepada pasien, serta lebih bisa
mengulas terkait ada tidaknya rasa cemas yang dirasakan oleh pasien dan selanjutnya
bisa memberikan atau melakukan edukasi terkait dengan cara menurunkan kecemasan
salah satunya dengan terapi farmakologi terapi musik atau aromaterapi
Kata Kunci : kecemasan, lansia, hipertens
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Prolanis Puskesmas Pringapus
Latar Belakang: Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Kualitas tidur yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Pringapus.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 52 pasien DM tipe 2 yang tergabung dalam program Prolanis. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling.Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kadar glukosa darah sewaktu diukur menggunakan glukometer merek easy touch. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman.
Hasil: Mayoritas responden (98.1%) memiliki kualitas tidur buruk. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu adalah 294,77 mg/dL. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kadar glukosa darah (p = 0,001; r = 0,431).
Kesimpulan:Kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2. Perbaikan kualitas tidur dapat menjadi salah satu strategi dalam pengelolaan DM tipe 2.
Kata kunci:Kualitas tidur, kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe
Hubungan Kesejahteraan Spiritual Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Muslim Di Posyandu Candirejo
Latar Belakang : Peningkatan usia harapan hidup(UHH) berbanding lurus dengan peningkatan jumlah lansia,hal tersebut menimbulkan beberapa permasalahan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. Depresi pada lansia merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan perasaan sedih,tidak berdaya,dan pesimis serta terkait dengan gejala gejala kognitif,fisik dan interpersonal. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi depresi pada lansia,salah satunya adalah kesejahteraan spiritual yang dimiliki lansia itu sendiri.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 82 responden dengan menggunakan teknik sampling. Metode pengukuran menggunakan kuisioner SWBS ( Spiritualty Well-Being Scale) dan GDS (Geriatric Depression Scale).
Hasil : hasil penelitian ini didapat adanya hubungan kesejahteraan spiritual dengan tingkat depresi pada lansia di posyandu lansia candirejo dimana P value = 0,000 (P value < 0,05).
Simpulan : Dapat disimpulkan adanya hubungan kesejahteraan spiritual dengan tingkat depresi pada lansia di posyandu lansia candirejo dengan tinggi kesejahteraan spiritual maka semakin rendah tingkat depresi.
Saran : Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya, mendukung pengembangan keperawatan gerontik, serta memberikan informasi bagi masyarakat, termasuk lansia Muslim, keluarga, dan perawat mengenai hubungan kesejahteraan spiritual dengan tingkat depresi.
Kata Kunci : Lansia, Kesejahteraan Spiritual, Depres
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Pada usia 4-5 tahun, anak-anak berada dalam periode emas perkembangan kognitif,
di mana kemampuan berhitung permulaan menjadi sangat krusial sebagai dasar
pembelajaran matematika di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan
pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan tahapan perkembangan
anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional
congklak terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 4-5 tahun di
RA Haji Soebandi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif Quasi Eksperimental Design bentuk Nonequivalent control group
design. Populasi pada penelitian ini adalah 135 anak, sedangkan sampel penelitian
terdiri dari 60 anak usia 4-5 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik
analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji analisis deskriptif, uji
Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan berhitung
permulaan kedua kelompok, namun kelompok eksperimen (congklak)
menunjukkan peningkatan yang lebih besar (rata-rata 10,13) dibandingkan
kelompok kontrol (kartu domino) dengan rata-rata 8,90. Perbedaan hasil belajar
anak usia 4–5 tahun di RA Haji Soebandi dalam kemampuan berhitung permulaan
menggunakan permainan tradisional congklak dan permainan kartu domino
diketahui rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 10,13 dan rata-rata nilai
posttest kelas kontrol sebesar 8,90, terdapat perbedaan sebesar 1,80.
Disimpulkan bahwa dengan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
permainan tradisional congklak di RA Haji Soebandi, dapat meningkatkan
kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 4-5 tahun, dikarenakan dengan
media ini anak lebih mudah memahami karena belajar dengan bermain yang
menyenangkan.
Kata Kunci : Permainan Tradisional Congklak, Kemampuan Berhitung Permulaan,
Anak Usia Din
Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write Berbantuan Media Video Interaktif Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar
Pemahaman konsep siswa merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan siswa dalam
pembelajaran. Jika siswa kurang memahami suatu konsep yang diberikan siswa akan
cenderung mengalami kesulitan dalam menggunakan dan memilih prosedur tertentu.
Seperti hasil dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di SDN Brongkol 01 dan
04, rendahnya nilai tes pemahaman konsep pada siswa menjadikan dorongan penliti untuk
melakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh model pembelajaran Think Talk Write berbantuan Media Video Interaktif
terhadap pemahaman konsep siswa kelas 3 SD. Metode yang digunakan yaitu Quasi
Experimental Design dengan Pre-test Post-test Design. Populasi yang digunakan adalah
seluruh siswa SDN Brongkol 01 dan SDN Brongkol 04. Sampel penelitian adalah siswa
kelas 3 SDN Brongkol 01 dan SDN Brongkol 03. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah tes (pre test dan post test) dan non tes (observasi, angket, wawancara
tidak terstruktur, dan dokumentasi). Teknik analisis data yang digunakan adalah
Independent Sample T-Test dan Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas
eksperimen dalam hal pemahaman konsep siswa (ditunjukkan dengan Independent Sample
T-Test, pada taraf signifikansi 0,005 < 0,05); dan (2) penerapan Model Pembelajaran Think
Talk Write berbantuan Media Video Interaktif berpengaruh positif pada pemahaman
konsep siswa (ditunjukkan dengan Uji Regresi Linier Sederhana, pada taraf signifikansi
0,002 < 0,05. Dari hasil penelitian ini terdapat pengaruh positif terhadap pemahaman
konsep siswa kelas 3 SD.
Kata Kunci : Pemahaman Konsep, Media Video Interaktif, Think Talk Writ
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penyakit Hepatitis B Di Puskesmas Kaliwungu Kabupaten Semarang
Latar belakang faktor yang mempengaruhi ibu dalam melakukan pemeriksaan hepatitis B yaitu pengetahuan, sikap, persepsi, jarak tempuh dan dukungan suami. Puskesmas Kaliwungu pada tahun 2023 didapatkan 7 ibu yang positif hepatitis B. Pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Kaliwungu Kabupaten Semarang ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal dilakukan asuhan sesuai dengan standar ANC salah satunya adalah konseling. selama ini telah memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil namun yang khusus tentang penyakit hepatitis B secara detail dan mendalam belum pernah dilakukan. Ibu hamil banyak yang menunda- nunda untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sehingga tidak dapat dilakukan deteksi dini, hal ini dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan ibu.
Desain Penelitian pre eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Kaliwungu Kabupaten Semarang pada bulan Januari 2025 adalah 54 responden, teknik sampling dalam penelitian ini adalah accidentall sampling. Instrument penelitian dengan kuesioner pengetahuan. Hasil uji normalitas dengan shapiro wilk data tida normal dengan nilai 0,000<0,05. Analisis dilakukan dengan Wilcoxon.
Hasil Pengetahuan ibu hamil sebelum di berikan pendidikan kesehatan tentang penyakit hepatitis B mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 31 responden (57,4%). Pengetahuan ibu hamil setelah di berikan pendidikan kesehatan tentang penyakit hepatitis B mayoritas memiliki pengetahuan cukup yaitu 29 responden (53,7%). Hasil analisis ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang penyakit hepatitis B (0,000<0,05).
Kesimpulan Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang penyakit hepatitis B
Kata Kunci : pendidikan kesehatan, pengetahuan, ibu hamil, penyakit hepatitis
Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting Di Desa Dersansari Uptd Puskesmas Suruh
Latar Belakang. Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Pendidikan seorang ibu memengaruhi seberapa mudah atau tidaknya seorang ibu untuk menyerap informasi. Angka kejadian stunting di Kabupaten Semarang berdasarkan data EPPGBM setiap tahun mengalami penurunan yakni sebanyak 2120 kasus balita stunting atau sebesar 3,6 % dari 58.888 bayi dan balita pada tahun 2023. Kasus stunting di wilayah Kecamatan Suruh terdapat 67 kasus bayi balita stunting atau 2,5 % pada bulan Febuari tahun 2024.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah gambaran pengetahuan ibu tentang stunting di Desa Dersansari UPTD Puskesmas Suruh tahun 2024.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan sampel penelitian sebanyak 65 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode teknik sampling stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang stunting.
Hasil. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden yaitu bahwa 53,9% responden memiliki pengetahuan yang baik, 31,2% memiliki pengetahuan yang cukup, dan 14,8% memiliki pengetahuan yang kurang.
Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengetahuan ibu dalam kategori baik.
Kata Kunci : Stunting, Pencegahan, Pengetahuan, Ib