OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
272 research outputs found
Sort by
Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Dalam terhadap Perilaku Marah Pasien Skizofrenia di UPTD RSJ Provinsi Bali
Schizophrenia is a disease that affects the brain, causing strange thoughts, perceptions, emotions, movements and behaviors, one of which appears violent behavior with the most prominent symptom being angry behavior. Anger needs to be prevented from becoming maladaptive, because maladaptive behavior will lead to violent behavior that can harm oneself, others and the environment. Control the patient's risk of violent behavior, including angry behavior by relaxing deep breaths. This study aims to determine the effect of deep breathing relaxation techniques on the angry behavior of schizophrenia patients. The research design used one group pre-test-posttest design. The sample in this study were schizophrenia patients with a risk of violent behavior, totaling 20 people. The sampling technique used purposive sampling, data analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test measuring instrument using an angry behavior assessment observation sheet. The results showed that the angry behavior of schizophrenia patients before being given deep breathing relaxation techniques was in the medium category 70%, severe 30%, and after being given deep breathing relaxation techniques the results were 60% mild, 35% moderate, 5% severe. The results of the analysis obtained a value of p = 0.000 (p<0.05), which means that there is an effect of deep breathing relaxation techniques on the angry behavior of schizophrenia patients. Deep breathing relaxation techniques given with the right intensity and rhythm are very good for helping the process of controlling violent behavior. It is recommended to the mental hospital to apply deep breathing relaxation to control angry behavior.Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak, menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan serta perilaku yang aneh, salah satunya muncul perilaku kekerasan dengan gejala paling menonjol perilaku marah. Kemarahan perlu dicegah jangan sampai menjadi maladaptif, oleh karena perilaku yang maladaptif akan menimbulkan perilaku kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Pengendalian pasien risiko perilaku kekerasan, termasuk perilaku marah dengan cara melakukan relaksasi tarik nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi pernafasan dalam terhadap perilaku marah pasien Skizofrenia. Rancangan penelitian menggunakan one group pra test-posttest design. Sampel pada penelitian ini adalah pasien Skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, analisis data menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test alat ukur menggunakan lembar observasi penilaian perilaku marah. Hasil penelitian didapatkan perilaku marah pasien Skizofrenia sebelum diberikan teknik relaksasi pernafasan dalam adalah kategori sedang 70%, berat 30%, dan setelah diberikan teknik relaksasi pernafasan dalam diperoleh hasil kategori ringan 60%, sedang 35%, berat 5%. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti ada pengaruh teknik relaksasi pernafasan dalam terhadap perilaku marah pasien Skizofrenia. Teknik relaksasi pernafasan dalam yang diberikan dengan intensitas dan irama yang tepat sangat baik untuk membantu proses pengendalian perilaku kekerasan. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit Jiwa agar menerapkan relaksasi nafas dalam untuk mengendalikan perilaku marah
Identifikasi Telur Parasit Helminth Berbasis Aplikasi Android untuk Pembelajaran Praktikum Daring di Era Pandemi Covid-19
Helminth parasite is a parasite that causes worm disease in humans. There are 3 phyla of parasitic worms that cause human health problems, namely Nematodes, Trematodes, and Cestoda. One way to diagnose parasitic worms is by identifying the morphology of the eggs with digital media. Digital media helps identify worm parasitic eggs in the COVID-19 pandemic situation, namely with an Android-based worm egg identification application. This study aims to help students identify parasitic worm eggs using an application to make it easier and more practical in the COVID-19 pandemic situation. The research method is research and development using a test sample of 30 students of D-3 Medical Laboratory Technology (TLM). The data collection technique was carried out by filling out questionnaires by evaluators and TLM D-3 students. The results of the trial by the evaluator showed a percentage of 60% with the category quite suitable for use, while for students it was 71.6% with the category suitable for use. The conclusion is that further development of identification applications is needed to make it easier for students to understand, especially the key features of helminth egg identification.Pada Parasit cacing (helminth parasite) merupakan parasit yang menyebabkan penyakit kecacingan pada manusia. Tiga filum parasit cacing penyebab gangguan kesehatan manusia, yaitu Nematoda, Trematoda dan Cestoda. Salah satu cara untuk mendiagnosis parasit cacing yaitu melalui identifikasi morfologi telurnya dengan media digital. Media digital membantu mengidentifikasi telur parasit cacing pada situasi pandemik covid-19 yaitu dengan aplikasi identifikasi telur cacing berbasis android. Penelitian ini bertujuan membantu mahasiswa dalam megidentifikasi telur parasit cacing menggunakan aplikasi agar lebih mudah dan praktis pada situasi pandemik covid-19. Metode penelitian secara Research and Development dengan menggunakan sampel uji berjumlah 30 mahasiswa D-3 Teknologi Laboratorium Medis (TLM). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian angket oleh evaluator dan mahasiswa D-3 TLM. Hasil uji coba oleh evaluator menunjukkan persentase sebesar 60% dengan kategori cukup layak digunakan, sedangkan untuk mahasiswa sebesar 71.6% dengan kategori layak digunakan. Kesimpulan perlu pengembangan lebih lanjut mengenai aplikasi identifikasi agar lebih mudah dipahami oleh mahasiswa terutama pada fitur kunci identifikasi telur helminth
Improving Knowledge to prevent Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) or Singapore Flu
Hand, foot, and mouth disease (HFMD) is a disease caused by a virus of the genus Enterovirus. HFMD is an infectious disease that often affects children. Although rare, this disease can also affect adults, especially those with low levels of immunity. Symptoms of the flu are a pain in the mouth, and rashes on the hands and feet. HFMD sufferers can transmit the virus through nasal and throat fluids, and feces. Reports in Gorontalo Province showed that there were 38 HFMD cases. Since the beginning of 2022, Gorontalo has also been an increase in HFMD cases in the community. Everyone reported a case of HFMD suspects will be an alert which is a warning of vigilance and needs to be responded to. Intensive efforts are needed to prevent the spread of HFMD from spreading. Seeing this, the service team provided socialization and education about HFMD to increase residents' knowledge so that they could prevent HFMD infection. Based on the results of the HFMD material presentation activities, it is known that there is an increase in knowledge among the residents of Dukuh Menanggal District by 20% in terms of characteristics, symptoms, ways of transmission, and how to prevent HFMD. This increase in knowledge is expected to also increase citizen vigilance and prevent HFMD.
Keywords: HFMD; Singapore Flu; KnowledgeHand-foot-and-mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki dan mulut adalah penyakit infeksi virus akut yang paling sering disebabkan oleh coxsackievirus A16 (CVA 16) dan enterovirus 71 (EV71) yang bersifat self-limiting. HFMD biasanya ditandai dengan lecet pada telapak tangan, telapak kaki, dan selaput mulut sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sulit menelan. HFMD sering disebut sebagai “Flu Singaporeâ€, karena penyakit ini mewabah di Singapura pada tahun 2000 yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Meskipun HFMD biasanya ringan dan sembuh sendiri, namun pada anak dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk meningitis, ensefalitis, dan edema paru, yang dapat berakibat kematian. HFMD bersifat menular, dan belum ada vaksin yang efektif untuk penyakit ini. Penting bagi kalangan medis dan masyarakat umum untuk mengetahui gambaran klinis penyakit ini guna mencegah penyebaran dan komplikasi seriusnya. Berdasarkan hasil kegiatan pemaparan materi HFMD yang dilakukan pada warga Kecamatan Dukuh Menanggal, sejumlah 20 warga pada 8 Juli 2022 diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada warga Kecamatan Dukuh Menanggal sebesar 20% dalam hal ciri-ciri, gejala, cara penularan dan cara pencegahan HFMD. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat pula meningkatkan kewaspadaan warga dan mencegah HFMD.
Kata kunci: HMFD; Flu singapura; Pengetahua
Edukasi Pemanfaatan Serum Hemolisis dengan Penambahan Anti-Rh pada Petugas Laboratorium Puskesmas Mekar Sari
Clinical laboratory examination is a system that can determine decisions regarding a disease diagnosis or monitoring of healing through laboratory results. The stages of laboratory quality control are divided into three stages, namely pre-analytic, analytical, and post-analytic stages. The biggest error in taking blood specimens in the pre-analytic stage is the occurrence of hemolysis among other cases. Hemolysis serum can be reprocessed with the addition of anti-Rh reagent so that it can be used in laboratory examinations. As an effort to answer the problems faced by laboratory workers at Mekar Sari Health Center regarding the use of hemolysis serum, it is necessary to carry out socialization and education so as to increase knowledge and understanding of Mekar Sari laboratory workers. Explanation of material regarding the use of hemolysis serum with the addition of anti-Rh through poster media, and demonstrating the end of the activity.Pemeriksaan laboratorium klinik merupakan suatu sistem yang dapat menentukan keputusan mengenai suatu diagnosis penyakit atau monitoring kesembuhan melalui hasil laboratorium. Tahapan pengendalian mutu laboratorium dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap preanalitik, analitik, dan pasca analitik. Kesalahan terbesar pengambilan spesimen darah dalam tahap pra-analitik yaitu terjadinya hemolisis diantara kasus-kasus lain. Serum hemolisis dapat diolah kembali dengan penambahan reagen anti Rh sehingga bisa digunakan dalam pemeriksaan laboratoriu. Sebagai upaya dalam menjawab permasalahan, yang dihadapi petugas laboratorium Puskesmas Mekar Sari mengenai pemanfaatan serum hemolisis, maka perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada petugas laboratorium Mekar Sari. Penjelasan materi mengenai pemanfaatan serum hemolisis dengan penambahan anti Rh melalui media poster, dan mendemonstrasikan akhir dari kegiatan
THE Peran Perawat Kesehatan Kerja dalam Upaya Menurunkan Angka Kecelakaan Kerja di Kawasan Perindustrian Kota Surabaya
The low effectivity of occupational health and safety (OHS) application by occupational health nurses initiated a high number of work accidents, particularly in Indonesian industrial sectors. This non-optimization was generated due to insufficient guidelines to analyze the OHS among the workers. The utilization of industrial nursing care needs a protocol in order to control work accidents, one of which is using the Loss Causation Model approach. This study was aimed to explore the role of occupational health nurses in reducing the number of industrial working accidents using Loss Causation Model’s accident stages. This research was a phenomenology study with qualitative design involving 13 nurses in the industrial area of Surabaya, Indonesia. The data collection process was gained through in-depth interviews and field observation. Data analysis used Van Manen’s 6 methods and software NVIVO. These study results indicated that nurses prioritized work accident prevention, the risk of work accident identification, and maintaining occupational health and safety among workers according to the working accident stages of Loss Causation Model. In addition, nurses played a role in assessing and discovering the accident information chronologically from the health point of view. Furthermore, nurses could also suggest recommendations to policymakers in improving the workers’ welfare to diminish physical and material losses due to work accidents. It can be concluded that nurses have an important role in working accident controls, especially promotive and preventive actions, also influencing toward policy making related to OHS in the industry.Rendahnya efektifivitas penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) oleh perawat kesehatan kerja memicu tingginya angka kecelakaan kerja, khususnya dalam lingkup industri di Indonesia. Ketidakoptimalan ini disebabkan oleh belum adanya acuan untuk analisis kesehatan dan keselamatan kerja (K3) para pekerja. Penerapan asuhan keperawatan di industri memerlukan sebuah pendekatan sebagai acuan untuk mengendalikan kecelakaan kerja, salah satunya menggunakan pendekatan Loss Causation Model. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perawat kesehatan kerja dalam menurunkan angka kecelakaan kerja di industri dengan menggunakan acuan tahap kecelakaan Loss Causation Model. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi dengan menggunakan desain kualitatif yang melibatkan 13 perawat kesehatan kerja di wilayah industri Surabaya, Indonesia. Proses pengumpulan data penelitian melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi. Analisis data menggunakan 6 metode Van Manen dan software NVIVO. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perawat mengutamakan langkah pencegahan kecelakaan kerja, pengidentifikasian risiko kecelakaan kerja, serta pemeliharaan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja dalam mengatasi kecelakaan kerja berdasarkan tahap kecelakaan kerja Loss Causation Model. Selain itu, perawat berperan dalam mengkaji dan menggali informasi kronologi terjadinya kecelakaan kerja dari sudut pandang kesehatan. Perawat juga dapat memberikan rekomendasi kepada pihak terkait dalam peningkatan kesejahteraan pekerja untuk mengurangi kerugian fisik dan materi akibat kecelakaan kerja. Dapat disimpulkan bahwa perawat menjadi bagian penting dalam pengendalian kecelakaan kerja, khususnya tindakan promotif, preventif, serta memiliki pengaruh terhadap pengambilan kebijakan terkait dengan K3 di industri
I Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Dengan Senam Diabetes Di Wilayah Kerja Puskesmas Depok II Sleman
The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) patients continues to increase every year, it requires attention because it can decrease the quality of life for sufferers. Quality of life in people with diabetes can be improved by doing sports, one of which is diabetes exercise. The results of a preliminary study on 5 DM patients at Puskesmas Depok II found that 3 patients had a poor quality of life and 2 patients had a fairly good quality of life. The method of this implementation service is teach and apply diabetes exercises to DM sufferers by involving local cadres and conducting pre and post-tests to measure the quality of life of sufferers. The results of the activity showed that there was an increase in the quality of life of the participants, namely before they did diabetes exercise, 4 participants of 37 DM patients had a good quality of life (10.8%), 23 participants had a fairly good quality of life (62.2%), and 10 participants had a poor quality of life (27%). After they did diabetes exercise, the percentage of participants who had a good quality of life increased to 6 participants (16.2%) and the quality of life was quite good for 29 participants (78.4%), while participants with poor quality of life decreased to 2 participants (5,4%). It can be concluded that diabetes exercise needs to be implemented because it can improve the quality of life in DM patients.
Keywords: Diabetes Exercise, Quality of Life, Diabetes MellitusPenderita Diabetes Melitus (DM) prevalensinya terus meningkat setiap tahun, hal ini membutuhkan perhatian karena dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pada penderita. Kualitas hidup pada penderita DM dapat diperbaiki dengan melakukan olahraga, salah satunya yaitu senam diabetes. Hasil studi pendahuluan pada 5 penderita DM di Puskesmas Depok II, diketahui 3 penderita memiliki kualitas hidup yang buruk dan 2 penderita memiliki kualitas hidup cukup baik. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah mengajarkan dan menerapkan senam diabetes pada penderita DM dengan melibatkan kader setempat serta melakukan pre dan post test untuk mengukur kualitas hidup penderita. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan kualitas hidup pada peserta yaitu sebelum dilakukan senam diabetes terdapat 4 peserta dari 37 penderita DM memiliki kualitas hidup yang baik (10,8%), 23 peserta memiliki kualitas hidup yang cukup baik (62,2%), dan 10 peserta memiliki kualitas hidup yang buruk (27%). Setelah dilakukan senam diabetes persentase peserta yang memiliki kualitas hidup yang baik meningkat menjadi 6 peserta (16,2%) dan kualitas hidup cukup baik menjadi 29 peserta (78,4%), sedangkan peserta dengan kualitas hidup yang buruk berkurang menjadi 2 peserta (5,4%). Dapat disimpulkan bahwa senam diabetes perlu dilaksanakan karena dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderita DM.
Kata kunci: Senam Diabetes, Kualitas Hidup, Diabetes Melitu
Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender (Lavandula Angustifolia) untuk Mengurangi Nyeri Persalinan: Tinjauan Literatur Sistematis
During labor, the mother experiences pain due to contractions of the uterine muscles. These contractions are a sign to give birth to the baby and open the baby's birth canal. These contractions can cause pain experienced by many women, and most women who cannot accept the pain are caused by thoughts that are influenced by stress called fear, tension, pain (fear, tension, and pain). In addition, parity can also affect pain. Because in primiparous mothers, the pain will be more pronounced at the beginning of labor, while for nulliparous mothers the pain will be felt when the fetal head descends which will take place quickly during the second stage. The perception of increasingly intense pain can increase maternal anxiety and tension so that it is not uncommon for mothers to ask for an accelerated delivery process, namely by sectio caesar. This study uses a systematic literature review method, this method is used to identify, review, evaluate and interpret all studies that are by the criteria studied. This study also aims to examine various studies on the relationship between complementary therapy in reducing labor pain. This study uses aromatherapy where aromatherapy is a non-pharmacological technique that can increase maternal comfort during the birth process and has an effective coping effect on the delivery experience. Lavender flower is aromatherapy which contains linaly acetan and linalool as the main ingredients. The fragrant aroma produced by lavender can stimulate the thalamus to secrete enkephalin, which functions as a pain reliever and anxiety during labor.Pada proses persalinan ibu mengalama nyeri karena adanya kontraksi antara otot rahim. Kontraksi ini merupakan tanda untuk melahirkan bayi dan membuka jalan lahir bayi. Kontraksi tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri yang dialami oleh banyak wanita, dan sebagian besar wanita yang tidak bisa menerima rasa nyeri tersebut diakibatkan oleh fikiran yang dipengaruhi oleh stres yang disebut fear, tension, pain (takut, tegang dan nyeri). Selain itu paritas juga dapat mempengaruhi rasa nyeri. Karena pada ibu primipara, nyeri akan lebih terasa pada saat awal persalinan sedangkan untuk ibu nulipara nyeri akan terasa pada saat penurunan kepala janin yang mana akan berlangsung cepat pada saat kala II. Persepsi nyeri yang semakin intens dapat meningkatkan kecemasan ibu dan rasa tegang sehingga tidak jarang dari ibu akan meminta proses persalinannya dipercepat yaitu dengan cara sectio caesare. Penelitian ini menggunakan metode sitematik literature review, metode ini digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi dan mentafsirkan semua penelitian yang sesuai dengan kriteria yang diteliti. Studi ini juga bertujuan untuk menelaah berbagai studi tentang keterkaitan pemberian terapi komplementer dalam mengurangi nyeri persalinan. Penelitian ini menggunakan aromaterapi dimana aromaterapi merupakan teknik non farmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu saat proses bersalin dan mempunyai pengaruh koping yang efektif terhadap pengalaman persalinan. Bunga lavender merupakan aromaterapi yang memiliki kandungan utama linaly asetan dan linalool. Aroma harum yang dihasilakan oleh lavender dapat merangsang talamus untuk mengeluarkan enkafelin, yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit serta kecemasaan saat persalinan
Pengaruh Edukasi Media Kartun Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dan Status Gizi Anak
The study was to analyze the effect of cartoon media education on increasing mother's knowledge and child's nutritional status. The research design used was a quasi-experiment with a pretest and posttest design. The population was 32 Mather’ and children aged 1-5 years who visited the Barombong Health Center in Makassar. The sampling technique used was consecutive sampling with inclusion criteria. Mothers with children aged 1-5 years and mothers willing to participate in the entire research. The dependent variable of the study was maternal knowledge and child's nutritional status, while the treatment or the independent variable was cartoon media education. The variables in this study were the dependent mother's knowledge, and the independent variable was cartoon media education with pretest and posttest treatment. Instruments in the survey used cartoon media, questionnaire sheets, examinations, and interviews. The analysis used is a dependent T-test using the Wilcoxon test. The results show that the average value of knowledge before education is 14.69; in the measurement after education, the average value is 17.94. The statistical test value is 0.000<0.05, so it can be concluded that there is a difference between knowledge of PreTest and Post Test, so it can also be concluded that is an effect of education using cartoon media on mothers’ knowledge about child nutrition. That there is an effect of education using cartoon media on mothers' knowledge about nutrition. It's recommended that parents of children under five are encouraged to increase knowledge about nutritional status through education and collaboration with health workers.Mengetahui pengaruh edukasi media kartun terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan status gizi anak. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan pre-test dan post-test. Populasi berjumlah 32 anak rentang usia 1-5 tahun yang berkunjung ke Puskemas Barombong Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel yang digunakan consecutive sampling dengan kreteria inklusi Ibu yang memiliki anak umur 1-5 tahun dan ibu bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitan. Variabel dalam penelitian ini adalah dependent pengetahuan ibu dan variabel independent edukasi media kartun dengan perlakuan pretest dan postest. Instrument pada penelitian menggunakan media kartun, lembar kuesioner, pemeriksaan dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah Uji T-test dependen menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil menunjukan skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi 14,69, skor setelah diberikan edukasi didapatkan 17,94. Uji statistic nilai 0,000>0,05, Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan untuk PreTest dan Post Test, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa terdapat pengaruh edukasi dengan menggunakan media kartun terhadap pengetahuan ibu tentang gizi anak. Bahwa terdapat pengaruh edukasi dengan menggunakan media kartun terhadap pengetahuan ibu tentang gizi. Disaranakan orang tua yang memiliki balita didorong untuk bekerjasama dengan profesional kesehatan untuk memberikan sosialisasi, pendidikan dan konseling gizi anak untuk memperdalam pengetahuan tentang status gizi balita
Pengaruh Pengetahuan Remaja di Yogyakarta setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi
Reproductive health education for adolescents is very important given the problems of adolescent reproductive health such as unwanted pregnancy, free sex, abortion, alcohol, and HIV AIDS. Youth reproductive health education activities as a step to support the BKKBN program in overcoming the TRIAD KRR problem. There are more than five cases of pregnancy in adolescents in Notoyudan Village. The method of implementing this service is education, FGD, pre and post tests and forming peer education groups for teenagers. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge of the participants, namely before the counseling there were 2 participants from 30 teenagers (6.67%) with good knowledge, 8 people with sufficient knowledge (26.67%), and 20 participants with poor knowledge about reproductive health (66.66). %). After education about KRR, the percentage of participants who had good knowledge increased to 18 participants (60%), and 12 participants with sufficient knowledge (40%). It can be concluded that TRIAD KRR education needs to be implemented because it can increase knowledge about reproductive health in adolescents.Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada remaja sangat penting dilakukan mengingat permasalahan kesehatan reproduksi remaja seperti kehamilan tidak diinginkan, freesex, aborsi, alkohol, dan HIV AIDS. Kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai langkah mendukung program BKKBN dalam mengatasi masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Terdapat lebih dari lima kasus kehamilan pada remaja di Kampung Notoyudan. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah pendidikan, FGD, pre dan post test dan membentuk kelompok peer education pada remaja. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta yaitu sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 2 peserta dari 30 remaja (6,67%) berpengetahuan baik, 8 orang berpengetahuan cukup (26,67%), dan 20 peserta berpengetahuan buruk tentang kesehatan reproduksi (66,66%). Setelah dilakukan pendidikan tentang KRR prosentase peserta yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 18 peserta (60%), dan 12 peserta berpengetahuan cukup (40%). Dapat disimpulkan bahwa pendidikan TRIAD KRR perlu dilaksanakan karena dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja
Peningkatan Pengetahuan Siswa Panti Asuhan Bina Putra Tentang Vaksinasi
Knowledge about vaccination is rarely obtained at every level of school, this causes students' knowledge about vaccination, especially COVID-19, to be lacking. This requires attention and the community service program that is carried out is an information delivery program and is useful for increasing knowledge about vaccination, especially COVID-19. The program carried out is to increase knowledge about vaccination for students at the Bina Putra Bantul Orphanage, Yogyakarta. Delivery of information about the benefits of vaccination is currently experiencing a decline resulting in ignorance among a group of people. Activities that have been carried out are counseling programs with face-to-face lectures. Submission of material is done with the help of a presentation screen and a video. The results of the activities that have been carried out are an increase in knowledge, as measured by tools in the form of pretest and posttest questionnaires; the result is that the percentage of students who answered the questions correctly increased by 54% (correct score <10), 58% (10≤correct score≤15), and 93% (correct score>15). Participants who took part in this program were 37 students. This extension program was concluded to be able to increase knowledge about vaccination in groups of students at the SMK level.
Keywords: Knowledge, Vaccination, CounselingPengetahuan mengenai vaksinasi jarang didapatkan pada setiap jenjang sekolah, hal ini menyebabkan pengetahuan siswa mengenai vaksinasi terutama COVID-19 masih kurang. Hal tersebut memerlukan perhatian dan program pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan program penyampaian informasi dan berguna untuk meningkatkan pengetahuan mengenai vaksinasi terutama COVID-19. Program yang dilakukan yaitu peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi kepada iswa di Panti Asuhan Bina Putra Bantul Yogyakarta. Penyampaian informasi mengenai manfaat vaksinasi saat ini mengalami penurunan yang mengakibatkan terjadinya ketidaktahuan pada sekelompok masyarakat. Kegiatan telah yang dilakukan yaitu program penyuluhan dengan ceramah tatap muka langsung. Penyampaian materi dilakukan dengan bantuan layar presentasi dan sebuah video. Hasil dari kegiatan yang sudah dilakukan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan, yang diukur dengan alat bantu berupa kuesioner pretest dan posttest; hasilnya adalah penyuluhan persentase jumlah siswa yang menjawab soal dengan benar mengalami peningkatan sebesar 54% (skor benar < 10), 58% (10≤Skor benar≤15), dan 93% (Skor benar>15). Peserta yang ikut dalam Program ini sebanyak 37 siswa. Program Penyuluhan ini disimpulkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang vaksinasi pada kelompok siswa jenjang SMK.
Kata kunci : Pengetahuan, Vaksinasi, Penyuluha