Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DESA LABUHAN KURIS UNTUK MENINGKATKAN CURIOSITY DAN MINAT BACA MELALUI MODEL KAMPUNG LITERASI SAINS
Labuhan Kuris merupakan desa yang terletak di Kabupaten Sumbawa khususnya Kecamatan Lape sebelah timur dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih rendah. Rencana dan desain program kegiatan pengabdian yang dilakukan dosen bersama mahasiswa KKL-T yang bekerja sama dengan pemerintah desa mengadakan sosialisasi dan penyuluhan pendidikan tentang pentingnya literasi sains kepada masyarakat pesisir, mengadakan kampung literasi sains atau dikenal dengan dusun gemar membaca sebagai pusat belajar dan taman bacaan dalam memberikan penyadartahuan dan pendidikan non formal kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan anak usia sekolah (SD) akan pentingnya membangun curiosity dan minat membaca agar diperolehnya literasi sains
PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS OLEH DINAS SOSIAL KABUPATEN SUMBAWA BARAT (Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong)
Hak merupakan sesuatu yang sifatnya kodrati dan menjadi milik setiapmanusia, tidak terkecuali penyandang disabilitas. pemenuhan hak penyandangdisabilitas terakomodasi dalam bentuk program pemberdayaan. Di kabupatenSumbawa Barat, pemberdayaan disabilitas merupakan salah satu fokus utamapembangunan serta terakomodasi dengan baik melalui regulasi. Tujuandilaksanakan penelitian ini yaitu a) mengidentifikasi pemberdayaan disabilitas diSumbawa Barat, b) model pemberdayaan yang dilakukan, dan c) faktorpendukung dan penghambat pemberdayaan. Untuk mencapai gambaran atas haltersebut, maka digunakanlah metode penelitian deksriptif kualitatif.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pemberdayaan disabilitas diKabupaten Sumbawa Barat berkutat pada pemberian bantuan jaminan sosial,alat bantu dengar dan kursi roda, serta kegiatan pelayanan kesehatan danpsikologis keliling. Faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan disabilitasmengacu pada teori George Edwrds (1980) yag di ukur pada empat faktor, yaitu :Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi (perilaku), dan Struktur Birokratik.Pemberdayaan disabilitas yang terakomodir melalui Perda nomor 3 tahun 2016dimaksudkan untuk mewujudkan partisipasi semua elemen untuk mewujudkanpemberdayaan disabilitas yang tepat sasaran dan bermanfaat. Melaluipengawalan pada proses pendataan penyandang disabilitas, pengawasan, danevaluasi program pemberdayaan disabilitas.Saran yang dapat penulis berikan adalah pertama, perlu dilakukan inovasipemberdayaan disabilitas melakukan kegiatan pelatihan. Kedua, trauma centermenjadi kebutuhan urgen bagi perbaikan kesehatan dan psikologis penyandangdisabilitas
PELAKSANAAN PROGRAM LEMBAGA KEUANGAN KELURAHAN (LKK) DALAM PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN SAMAPUIN KECAMATAN SUMBAWA
Pelaksanaan sebuah program yang merupakan kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah merupakan suatu kewajiban untuk mencapai tujuan dari terbentuknya program tersebut.Oleh karena itu, sangat dipertanyakan bagaimana pelaksanaan pendistribusian bibit padi bersubsidi di Kabupaten Sumbawa?, apa yang menjadi faktor penghambat atau pendukung pelaksanaan pendistribusian bibit padi bersubsidi di Kabupaten Sumbawa?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mendeskripsikan dan menganalisis pendistribusian bibit padi bersubsidi di Kabupaten Sumbawa, untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan pendistribusian bibit padi bersubsidi di Kabupaten Kumbawa. kendala-kendala yang sering terjadi saat pelaksanaan pendistribusian bibit padi serta strategi penyuluh pertanian dalam meningkatkan pelaksanaan pendistribusian bibit padi tersebut. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Kabupaten Sumbawa dan Situs penelitian di Dinas Pertanian . Sumber data dari penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari informan dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendistribusian bibit padi sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan pendistribusian benih padi Tahun 2017, namun ada sedikit masalah yaitu keterlambatan penyaluran bibit padi kepada petani
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA KREATIF HIJAU
Civil society memiliki konsep kegotongroyongan yang menitikberatkan nilaikemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran danpengetahuan akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Waktupelaksanaan sosialiasi ini adalah dimulai pada bulan Agustus 2020. Metodekegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi. Kegiatan inidlaksanakan di Universitas Samawa, yaitu di Auditorium Universitas Samawa.Pesertanya berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti perwakilanpemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi pemuda desa dan masyarakat.Kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan informasi pengetahuan baru kepadapara peserta terkait pentingnya kesadaran dan pengetahuan terhadap kepedulianterhadap lingkungan.
 
PENDAMPINGAN PEMBUATAN RPJMDES DESA LITO KECAMATAN MOYO HULU
RPJMDesa merupakan seperangkat dokumen yang berisi perencanaan untukperiode 6 (enam) tahun dan merupakan penjabaran dari visi dan misi Desa yangmemuat arah beberapa kebijakan seperti kebijakan pembangunan desa, kebijakankeuangan desa, kebijakan umum, program dan kegiatan pembangunan Desa.Penyusunan RPJM Desa, selain wajib melibatkan unsur masyarakat Desa,penyusunan RPJM Desa juga harus mempertimbangkan kondisi Desa danprogram prioritas dan kegiatan kabupaten/kota. Tujuan kegiatan pengabidan iniadalah untuk mewujudkan RPJMDes yang ideal bagi desa Lito. Kegiatanpengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan oleh tim dosenFISIPOL UNSA. Pelaksanaan dimulai bulan Agustus sampai dengan Oktober2020. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah terbitnya RPJMDesa Lito yangdisusun dengan mengedepankan pembangunan dari masyarakat, oleh masyarakatdan untuk masyarakat sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakatdesa, termasuk di dalamnya adalah mengurangi kemiskinan.
 
PENDAMPINGAN E-LEARNING UNIVERSITAS SAMAWA
E-learning merupakan salah satu cara memaksimalkan pemanfaatan teknologiinformasi dalam menunjang proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini diinisiasiadalah untuk mempersiapkan dosen dan mahasiswa dalam menggunakan elearning. Pada pelaksanaannya, kegiatan pendampingan ini dibagi ke dalambeberapa sesi, yaitu penyampain materi untuk dosen dan penyampaian materiuntuk mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2020 di FakultasIlmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Samawa, Sumbawa Besar. Kegiatan inidiikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Samawa. Hasil dari kegiatan ini secara signifikan memberikan ilmudan meningkatkan pemahaman para peserta terkait pengimplementasian elearning di Universitas Samawa.
 
KECENDERUNGAN REMAJA TERHADAP PERNIKAHAN DINI
Masa perubahan anak-anak menuju dewasa disebut dengan remaja. Pernikahan ialah salah satu hal sakral yang diselenggarakan oleh sepasang laki-laki dan perempuan dengan bertujuan untuk membina rumah tangga bersama. Terdapat aturan mengenai usia minimal perkawinan yaitu harus berusia 19 tahun, bila terjadi pernikahan sebelum usia tersebut maka disebut dengan pernikahan dini. Ada banyak faktor yang mendasari adanya pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini adalah melihat kecenderungan remaja yang belum menikah terhadap pernikahan dini di Desa Sumbersuko. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden 30 remaja di Desa Sumbersuko. Teknik pengambilan data menggunakan random sampling dengan kuesioner tertutup. Para responden memberikan kecenderungan positif untuk tidak tertarik pada pernikahan dini, sebagian besar berencana melanjutkan pendidikan sebelum menikah, mengatakan tidak apabila diminta untuk menikah dini, ingin bekerja terlebih dahulu, dan mengetahui dampak menikah dini. Para responden menunjukkan bahwa tidak tertarik untuk menikah dini dan lebih mempersiapkan diri sebelum menikah
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA BAGI PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN
This study aims to determine the effect of village fund allocation policies on rural economic development in Luk Village, Rhee Sub-District, Sumbawa District. This type of research is associative research which aims to determine the relationship or influence between two or more variables. The type of data used is quantitative data obtained from the results of scoring on respondents' answers related to research problems. Data obtained directly from respondents through a questionnaire. This research is a sample research, in which researchers took a sample of 95 people as representatives of a total population of 1,940 people. The data that has been collected is processed using the SPSS program for further analysis and interpretation using simple linear regression analysis techniques, partial parameter hypothesis testing (t test), and determination coefficient test (R2). The results showed that the village fund allocation policy had a positive and significant effect on rural economic development in Luk Village, Rhee Sub-District, Sumbawa District. That is, the greater the allocation of village funds in development, the rural economic growth in Luk Village, Rhee Sub-District, Sumbawa District will also increase, and vice versa. The ability of village fund allocation policy variables to explain variations in changes in rural economic development variables in Luk Village, Rhee Sub-District, Sumbawa District is 35.6%, while the remaining 64.4% is influenced by other variables outside this research model
ANALISIS DAYA SAING PARIWISATA KABUPATEN SUMBAWA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DAERAH
This study aims to analyze the measure of competitiveness and to analyze the competitiveness factors of the tourism industry in Sumbawa District. The type of this study was descriptive quantitative study. The methods used to collect data in this study were documentation and literature study. The data used in this study was secondary data. The data analysis tools used in this study were the tourism index, composite index, tourism competitiveness index and contribution analysis in which consist of contribution formula and contribution analysis scale. The results of the study showed that the tourism competitiveness of the eight indicators of variable infrastructure development indicator (IDI), the Environment Indicator determiner (EI), Human Resources Indicator (HRI), Social Development Indicator (SDI) showed high competitiveness value while the other eight indicators showed low value of competitiveness. The results of the analysis of the contribution of the tourism sector to the Local Revenue of Sumbawa Regency in 2017-2022 are in the very less category. The percentage contribution of the tourism sector to the PAD of Sumbawa Regency over the past six years has been below 10% (<10%)
KEGIATAN BUDAYA DAN SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA BAGI ANAK-ANAK : UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAN SADAR HUKUM DI DESA LEBANGKAR KECAMATAN ROPANG
Perkembangan zaman memberikan dampak yang cukup signifikan terhadapperubahan nilai-nilai budaya, norma, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat,sehingga menjadi salah satu pemicu terkikisnya nilai budaya di masyarakatpedesaan dan pemicu maraknya penyalahgunaan narkoba khususnya dikalangangenerasi muda. Kondisi seperti ini cukup mengkhawatirkan dalam rangkapelestarian nilai-nilai luhur budaya lokal. Kondisi ini, bila dibiarkan tentu akanmempengaruhi kelestarian budaya lokal daerah. Tujuan dari penelitianpengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan potensi masyarakatdalam melestarikan budaya dan meningkatkan pemahaman anak-anak terhadapbahaya penggunaan narkoba. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Lebangkar,Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa dari bulan juli sampai bulanSeptember 2022 dengan sasaran pengabdian adalah masyarakat Desa Lebangkar.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan budaya,dan sosialisasi. Hasil yang didapat dalam pengabdian masyarakat ini adalahmeningkatnya pengetahuan maupun kesadaran masyarakat dalam melestarikanbudaya dan bertambahnya pemahaman anak terhadap bahaya narkoba yangterlihat dari antusias dan partispasi aktif warga dalam setiap kegiatan budayamauapun sosialisasi.