Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
PENDAPATAN ASLI DAERAH, BELANJA PEMERINTAH, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DALAM MEMPENGARUHI PDRB KABUPATEN SUMBAWA
This study aims to determine the effect of Local Revenue, Government Expenditure, and Human Development Index on GRDP of Sumbawa District. The type of this study was associative study with quantitative approach. The type of data used was quantitative obtained from secondary sources using documentation techniques. The data used in this study are data on Local Revenue, Government Expenditure, and Human Development Index, and GRDP of Sumbawa District for 2014-2023. Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques, partial hypothesis testing (t test), simultaneous hypothesis testing (F test), and coefficient of determination testing (). The result of this study showed that the Local Revenue, Government Expenditure, and Human Development Index had a positive and significant effect on GRDP of Sumbawa District for 2014-2023, either partially or simultaneously. The ability of the Local Revenue, Government Expenditure, and Human Development Index variables to effected on GRDP of Sumbawa District was 94.3%, while the remaining of 5.7% was effected by other variables outside this research model, such as population, workforce, foreign investment and domestic investment
DAMPAK IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP EFISIENSI PRODUKSI PADA INDUSTRI ELEKTRONIK DI INDONESIA
The electronics industry, as a vital part of the manufacturing sector in Indonesia, faces productivity and competitiveness challenges amidst global pressures and technological disruption. In this situation, the application of intelligent technology such as Artificial Intelligence (AI) is a strategic alternative to increase efficiency in the production line. Therefore, this study aims to examine the impact of the implementation of Artificial Intelligence (AI) on production efficiency in the electronics industry in Indonesia. This article used a qualitative data analysis with descriptive methods and through a literature review approach. The results of this study showed that Artificial intelligence (AI) brings transformations in operational management with the potential to increase efficiency. The application of AI can improve production efficiency through work process automation, real-time defect detection, and data-driven planning optimization. This technology allows for reduced operational costs, improved product quality, and accelerated production times. However, the implementation process is not without various obstacles, such as limited digital infrastructure, a lack of competent human resources, and high initial investment costs. Therefore, the success of AI implementation depends heavily on internal company readiness and ongoing policy support. This research provides strategic insights for the development of an intelligent technology-based electronics industry in Indonesia
SOSIALISASI BUDIDAYA LELE ORGANIK PADA KOLAM TERPAL GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA TAMBAKREJO KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI
Budidaya ikan lele organik pada Kelompok Tani "Tani Manunggal" Desa Tambakrejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Permasalahan yang sering dihadapi masyarakat adalah kurangnya lahan dan tumbuhnya ikan lele di kolam tanah. Oleh karena itu, cara beternak ikan lele organik yang mudah adalah dengan menggunakan kolam terpal. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat mengusulkan upaya pemberdayaan petani kelompok dengan tujuan memperoleh budidaya ikan lele organik di kolam terpal. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui diskusi, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi langsung dengan para peternak ikan lele organik. Hasil sosialisasi mengenai pemanfaatan kolam tertutup telah diterima dengan baik oleh masyarakat Desa Tambakrejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, tanpa kendala dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, dimana respon dan antusiasme para petani kelompok “Tani Manunggal” mereka sangat positif. Budidaya lele organik dengan sistem terpal merupakan suatu sistem pemanfaatan lahan yang terbatas untuk menghasilkan pendapatan tambahan di samping pekerjaan utama sebagai pembantu, petani, dan lain sebagainy
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU ALBUM MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISK KARYA SAL PRIADI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR TEKS EKSPOSISI DI SMK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam lirik lagu album Markers and Such Pens Flashdisk karya Sal Priadi, mengidentifikasi jenis-jenis gaya bahasa yang digunakan, serta menganalisis pemanfaatannya sebagai materi ajar teks eksposisi di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen dan wawancara. Data diperoleh dari lirik lagu sebagai sumber primer, serta artikel dan wawancara dengan guru dan siswa sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan dengan teknik model mengalir dan validitas data diuji melalui triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa seperti metafora, personifikasi, hiperbola, repetisi, paradoks, dan ironi memperkuat makna serta nilai estetis lirik lagu. Selain itu, unsur kebahasaan tersebut berpotensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran teks eksposisi karena dapat membantu siswa memahami struktur teks, menganalisis penggunaan bahasa, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif
PENGUATAN MANAJEMEN DAN PEMASARAN DIGITAL BUMDESA “PENGALANGAN SEJAHTERA” DALAM PENGEMBANGAN PRODUK MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas manajemen usaha dan strategi pemasaran digital pada BUMDesa Pengalangan Sejahtera di Gresik, Jawa Timur. Mitra menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, struktur organisasi, serta keterbatasan dalam promosi produk minyak biji bunga matahari yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan manajemen sederhana dan pemasaran digital dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengurus mengenai pencatatan keuangan, pembagian tugas organisasi, serta penerapan strategi branding dan promosi melalui media sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan sederhana mampu menjadi langkah awal yang efektif dalam memperkuat daya saing produk unggulan desa
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DALAM PENINGKATAN SARANA PRASARANA DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH PLUS SEMARANG
Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis perencanaan penggunaan dana BOS untuk peningkatan sarana dan prasarana, (2) mengevaluasi implementasi dana BOS untuk peningkatan sarana dan prasarana, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengelolaan dana BOS di SD Muhammadiyah Plus Semarang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, bendahara BOS, guru, dan staf administrasi, serta analisis dokumen laporan keuangan dan inventarisasi sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS di SD Muhammadiyah Plus Semarang sangat efektif, didukung oleh proses perencanaan yang komprehensif dan partisipatif, melibatkan identifikasi kebutuhan mendesak, penyusunan prioritas berdasarkan urgensi pembelajaran, serta alokasi anggaran yang transparan dan akuntabel. Implementasi dana BOS mencakup pembelian peralatan penunjang, perbaikan infrastruktur, dan pengadaan media edukasi inovatif, yang berhasil dilaksanakan melalui strategi manajemen terencana, pemanfaatan teknologi digital, serta pemantauan dan evaluasi rutin. Efektivitas ini dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, partisipasi aktif komite sekolah dan masyarakat, transparansi pelaporan keuangan, komunikasi efektif, sistem penjaminan mutu internal, kesesuaian perencanaan dengan kebutuhan sekolah, adaptasi terhadap kebijakan, literasi manajemen, dan pengembangan profesional berkelanjutan tenaga kependidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SD Muhammadiyah Plus Semarang telah berhasil memanfaatkan dana BOS secara optimal untuk meningkatkan sarana dan prasarana, sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Model pengelolaan yang diterapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain.
 
PENINGKATAN PEMAHAMAN NELAYAN DESA LABUHAN KURIS TERHADAP PERATURAN TANGKAP LESTARI KAKAP DAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK SALEH
Desa Labuhan Kuris merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Sumbawa dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Namun, tingkat pemahaman nelayan tentang peraturan tangkapan lestari khususnya untuk ikan kakap dan kerapu masih rendah. Hal ini berkontribusi pada kerusakan ekosistem laut dan menurunnya populasi ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkat pemahaman nelayan terkait peraturan tangkapan lestari, dampak praktik penangkapan yang tidak ramah ingkungan, serta pentingnya zonasi konservasi untuk menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi melalui wawancara, observasi serta pre-test, dan pos-test. Kegiatan ini dilakukan di Desa Labuhan kuris dari Juni hingga November 2024. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan sosialisasi, pemahaman nelayan tentang peraturan tangkapan lestari masih rendah, dengan hanya 26% nelayan yang memahami dampak penangkapan ikan secara berlebihan. Setelah kegiatan sosialisasi, tingkat pemahaman nelayan meningkatkan signifikan, dengan 100% responden memahami penggunaan alat tangkap yang sesuai regulasi dan lebih dari 80% mengetahui ukuran tangkapan yang diperbolehkan menurut peraturan. Selain itu, nelayan juga lebih memahami pentingnya pengelolaan sumber daya perikana secara berkelanjutan demi kelangsungan usaha tangkap mereka. Program ini membuktikan bahwa sosialisasi berbasis kebutuhan nelayan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang praktik perikanan yang berkelanjutan. Keberlanjutan program ini memerlukan monitoring, evaluasi, dan kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan penerapan praktik tangkapan di masa mendatang
OPTIMALISASI GENERATIVE AI (QWEN) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TUGAS GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 MOYO UTARA
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk dalam cara guru dan tenaga kependidikan menjalankan tugasnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan Generative AI, khususnya melalui platform Qwen, dalam meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan SMA Negeri 1 Moyo Utara. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan bimbingan teknis berbasis praktik langsung, yang melibatkan 27 peserta terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, kuesioner, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 30,15 poin, serta peningkatan pemahaman tematik sebesar 35–45% pada aspek seperti konsep dasar AI, fungsi Qwen, aplikasi pembelajaran, dan etika teknologi. Peserta merasakan manfaat nyata berupa efisiensi waktu dalam menyusun dokumen administratif dan perangkat pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran akan potensi AI sebagai mitra kerja profesional. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas digital, pendampingan berkelanjutan, serta kebijakan sekolah yang mendukung pemanfaatan teknologi secara etis dan berkelanjutan
PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER DAYA BUMDESA DI DESA UJUNG KARANG KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Desa Ujung Karang di Kabupaten Bengkulu Tengah masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi lokalnya. Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) BUMDesa. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah peningkatan kapasitas SDM BUMDesa melalui penyuluhan, pelatihan keterampilan, penggunaan teknologi, analisis pasar, pemasaran digital, pelatihan kreativitas, kolaborasi dengan pihak eksternal, workshop kemitraan, dan kolaborasi proyekdalam berbagai aspek, seperti efektivitas pengelolaan, daya saing produk, akses pasar, inovasi, dan kemitraan untuk meningkatkan kemampuan petani dan masyarakat desa dalam pengelolaan BUMDesa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 September 2024 di Desa Ujung Karang, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Peserta kegiatan adalah pengelola BUMDesa di desa Ujung Karang dengan jumlah peserta 20 orang. Kegiatan Pengabdian menggunakan metode CBPR (Community-Based Participatory Research). Manfaat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi khalayak sasaran serta menjadi rekomendasi bagi pembuat kebijakan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa melalui pengembangan kapasitas SDM BUMDesa, Desa Ujung Karang dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan, daya saing produk, akses pasar, inovasi, dan kemitraan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
PENINGKATAN PENGETAHUAN & SIKAP SISWA SWASTA AMANAH TAHFIDZ TENTANG PENGGUNAAN PONSEL SEHAT MELALUI CERAMAH DAN VIDEO
Peningkatan prevalensi penggunaan smartphone di kalangan pelajar telah membawa peluang akses informasi dan juga kekhawatiran tentang dampak kesehatan.pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Swasta Amanah Tahfidz, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap penggunaan smartphone yang sehat melalui pendekatan terpadu menggunakan ceramah dan video. Pengabdian ini menargetkan untuk mendidik siswa tentang pengelolaan penggunaan telepon mereka secara efektif untuk menghindari hasil kesehatan yang buruk. Intervensi dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko yang terkait dengan kebiasaan telepon yang tidak sehat dan membekali siswa dengan strategi praktis untuk keterlibatan yang lebih sehat dengan ponsel mereka. Hasil lmenunjukkan perbedaan signifikan dalam pengetahuan (p=0,0009) dan sikap (p=0,0102) di antara peserta, menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif gabungan dalam menumbuhkan kebiasaan digital yang lebih seha