Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
INOVASI STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN DI ERA NEW NORMAL
This study This study aims to determine innovative strategies to improve marketing performance in the new normal era. The type of this study was descriptive study which aims to formulate innovative strategies to improve marketing performance in the new normal era. The type of data used in this study was qualitative data obtained directly from primary sources, namely the owner and employees of the Moromesa Sumbawa Besar photo studio, totaling 5 people. The data used in this study were collected using structured interview techniques using a research instrument in the form of an interview guide. Data analysis in this study used SWOT analysis techniques. Based on the results of the SWOT analysis of internal and external factors found in the Moromesa Sumbawa Besar photo studio business, four alternative strategies can be formulated to improve marketing performance in the new normal era, namely the SO strategy (strengths-opportunities), WO strategy (weaknesses-opportunities), ST strategy (strengths-threats) and WT strategy (weaknesses-threats). The priority strategies that can be implemented to improve marketing performance in the new normal era include providing premium services or additional features, offering special promotions and providing more affordable special packages, providing facilities for family photo sessions, product photos, or creative photo sessions with various accessible props and backgrounds, and increasing studio visibility
EKONOMI SIRKULAR DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR: STRATEGI UNTUK MENGURANGI LIMBAH DAN MENINGKATKAN EFISIENSI
Continuous population growth and consumption have pushed the manufacturing industry to face significant challenges related to resource and waste management. The linear economic model of "take-use-dispose" is no longer sustainable. The circular economy offers a promising alternative approach, focusing on extending product life, reducing waste, and recovering value. The shift to a circular economy in manufacturing industries has been deemed as a frontrunner among strategies to deal with resource efficiency and sustainable development concerns. This article analyzes various strategies for implementing a circular economy in the manufacturing sector, including design for circularity, industrial symbiosis, recycling and reuse practices, and service-oriented business models. The primary objective is to examine how these strategies can substantially reduce waste, increase resource efficiency, and ultimately create competitive advantage for corporations. This study used a qualitative method with a literature review approach. In the context of this research, the literature study method is used as a descriptive basis for compiling an analytical narrative regarding the application of a circular economy in the manufacturing industry as an effort to reduce waste and increase efficiency. The results of this study show that the prospect of CE goes far beyond environmental protection as it helps to build economic stability, create new working places, and gain competitive advantages in the global economy. Nevertheless, some key barriers remain; poor standardization, technological limitations and cultural issues. It is only possible to fix these problems via innovations for these issues, the multi-stakeholder cooperation, and the sound policies for creating a sustainable industrial revolution
ANALISIS KINERJA KEPALA DESA DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE (Studi di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu)
This study research aims to explain the analysis of the performance of the head of Pernek village in realizing good governance based on the principles of Good Governance according to UNDP (United Nation Development Programme), 1997, namely (1) participation, (2) policy transparency, (3) accountability transparency, (4) development effectiveness, (5) law enforcement, (6) equality of service, (7) strategic vision of village heads, (8)responsiviness to complaints. These principles are inherent in a government in order to achieve what is expected so that good relations with the community can be felt. This study uses a qualitative research approach, by presenting the findings and conclusions of the analysis using a case study design. The informant of this study is the head of Pernek village, namely, Mr. Abdul Majid, A.Md. Data collection techniques are: in-depth interviews and direct observation at the research location. With the results of the research found, namely the Head of Pernek Village, explained community participation in village development through the mechanism of LKD, religious leaders, and community leaders for Musrenbangdus and Musrenbangdes. This community participation mechanism is designed to ensure that development is carried out from the bottom up, starting from the hamlet to the village level, involving various institutions and community stakeholders. This aims to create development planning that is more democratic, transparent, and aligned with the real needs of the community
UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MENTRANSFORMASI STATUS DESA DARI DESA TERTINGGAL MENJADI DESA BERKEMBANG (Studi di Desa Prode SP III Kecamatan Plampang)
Prode SP III Village, Plampang Sub-District, is one of the underdeveloped villages in Sumbawa District. Weak physical and non-physical potential is suspected to be the cause of its underdevelopment. Therefore, this study aims to analyze the efforts of the Prode SP III Village Government in transforming its status from an underdeveloped village to a developing village. This research used a descriptive method with a qualitative approach to describe the steps taken by the village government based on the POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) management principles. Data collection was conducted using direct observation, in-depth interview, and documentation study. The research subjects were the village head, village officials, and community leaders of the Prode SP III Village. The data analysis used is qualitative analysis with the Miles and Huberman model, with the following steps: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that transformation occurred through basic infrastructure development, strengthening the local economy via MSMEs and agriculture, improved access to education and health services, and active community involvement in development processes. Key supporting factors include natural resource potential, community participation, qualified human resources, and institutional support. This study concludes that village transformation depends not only on structural improvements but also on the social and cultural synergy built through participatory development
SOSIALISASI MANAJEMEN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BUDIDAYA IKAN PATIN DI DESA GUCI KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan patin, sehingga manajemen pakan yang tepat sangat menentukan tingkat keuntungan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan patin di Desa Guci, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan mengenai manajemen pakan yang efisien. Metode yang digunakan adalah sosialisasi tatap muka, diskusi interaktif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pembudidaya tentang perhitungan kebutuhan pakan berdasarkan biomassa, frekuensi pemberian pakan, serta keuntungan penggunaan pakan apung. Dengan demikian, sosialisasi ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan budidaya ikan patin dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
PENGEMBANGAN KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA BERBASIS INOVASI DIGITAL UNTUK MENDUKUNG PENGASUHAN KELUARGA BERKUALITAS DI BATU PUTIH KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengasuhan balita melalui penguatan kelompok BKB dan pemanfaatan inovasi digital untuk edukasi, pendampingan, serta akses informasi keluarga di Batu Putih Kabupaten Sumbawa Barat. Adapun metode yang digunakan terdiri dari dua tahapan, tahap pertama, pelaksanaan edukasi dan pelatihan digital, tahap ini memastikan seluruh kader dan keluarga memahami penggunaan perangkat digital untuk menunjang pengasuhan. Tahap kedua, pendampingan, implementasi dan evaluasi, tahap ini memastikan inovasi digital berjalan konsisten, tepat guna dan memberikan dampak nyata bagi keluarga Desa Batu Putih Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini dilakukan pada bulan September hingga November Tahun 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan inovasi digital pada Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Batu Putih mampu meningkatkan kualitas layanan pengasuhan keluarga. Sebelum program dilakukan, BKB berjalan secara konvensional dengan keterbatasan media edukasi, akses informasi, serta rendahnya partisipasi keluarga. Melalui pendampingan dan pelatihan penggunaan teknologi seperti laptop, Aplikasi SIGA untuk pencatatan data, serta pemanfaatan media sosial (WhatsApp, Facebook, dan Instagram) sebagai sarana edukasi kinerja kader meningkat secara signifikan. Kader mampu menjalankan peran baru sebagai fasilitator teknologi dan pendidik keluarga, sehingga informasi pengasuhan dapat disebarkan lebih cepat, akurat dan mudah dipahami. Penggunaan aplikasi parenting digital juga mendukung pembelajaran interaktif bagi orang tua. Dampak positif program terlihat pada meningkatnya literasi pengasuhan, makin tingginya keterlibatan ayah, serta terciptanya interaksi emosional yang lebih hangat antara orang tua dan anak. Program ini berhasil menjadikan BKB Batu Putih sebagai model pengasuhan berbasis komunitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan
PELATIHAN DIGITAL MARKETING AFFILIATE SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN MAHASISWA DI ERA DISRUPSI
Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan signifikan dalam dunia bisnis, khususnya melalui digital marketing sebagai strategi pemasaran utama di era disrupsi. Fenomena ini membuka peluang besar sekaligus tantangan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus yang harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah sebagai wahana pemberdayaan mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi dinamika pasar digital. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2025 di Auditorium Universitas Samawa. Adapun peserta kegiatan ini adalah 100 peserta yang berasal dari berbagai program studi di Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini pemaparan materi dan coaching clinic. Pelatihan ini memberikan pemahaman konsep digital marketing affiliate, kemampuan menggunakan berbagai platform digital, serta kesiapan mahasiswa untuk mengaplikasikan strategi pemasaran digital dalam kewirausahaan. Pelatihan ini berhasil memfasilitasi mahasiswa dalam memaksimalkan peluang bisnis digital sekaligus meningkatkan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan pasar global
IMPLEMENTASI RENCANA KEGIATAN BERBASIS DATA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi rencana kegiatan berbasis data di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya peningkatan efektivitas perencanaan program sekolah. Pendekatan berbasis data digunakan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kondisi satuan pendidikan, serta capaian indikator kinerja sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen perencanaan sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perencanaan kegiatan berbasis data mampu meningkatkan ketepatan sasaran program sekolah, memperkuat pengambilan keputusan berbasis evidensi, serta mendorong keterlibatan aktif warga sekolah dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi tenaga pendidik dalam analisis data serta kurangnya integrasi sistem informasi sekolah. Dengan demikian, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan sistem manajemen data sekolah untuk mendukung implementasi berkelanjutan
EFEKTIVITAS JALAN KAKI TERATUR UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) MANDALIKA NTB
Pendahuluan: Osteoarthritis ,dikenal juga sebagai penyakit degeneratif sendi adalah konsisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang terjadi karena gesekan tulang tulang penyusun sendi. Osteoarthritis biasa terjadi pada lansia karena penyakit ini dianggap sebagai suatu proses penuaan normal, sebab insidensi bertambah dengan meningkatnya usia. Jalan kaki teratur dapat menjadi metode pengobatan non farmakologis karena memiliki potensi untuk mengurangi nyeri.Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui “Efektifitas jalan kaki teratur untuk mengurangi skala nyeri Osteoarthritis pada lansia di pusat pelayanan sosial (PPSLU) Mandalika”. Metode: Studi kasus asuhan Keperawatan penerapan jalan kaki teratur untuk mengurangi skala nyeri Osteoarthritis pada lansia. Hasil: Setelah dilakukan implementasi jalan kaki teratur selama 5 hari berturut turut selama 1 minggu didapatkan hasil terdapat penurunan skala nyeri pada Ny R. Kesimpulan: Penerapan jalan kaki teratur dapat menurunkan skala nyeri Osteoarthritis pada lansia di pusat pelayanan sosial (PPSLU) Mandalika
TINJAUAN YURIDIS TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MENGEDARKAN SEDIAN FARMASI SECARA ILLEGAL
Tindak pidana peredaran obat secara ilegal telah menjadi masalah sosial yang signifikan di Indonesia. Praktik ini melibatkan peredaran obat-obatan yang tidak memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau lembaga sejenis lainnya. Tindak pidana pengedaran sediaan farmasi secara ilegal diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Pasal 197 dari Undang-Undang ini menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00.Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif empris. Tehknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan wawancara, dekumentasi, observasi dan kepustakaan. Alat analisis data yaitu dengan menggunakan teori Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, redusi data, penyajian data serta menarik kesimpulan. Selanjutnya peneliti juga mempelajari berkas-berkas putusan dalam proses persidangan tentang percobaan dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanksi pidana terhadap tindak pidana pengedaran sediaan farmasi secara ilegal masih terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.Selain itu,hakim dalam perkara Nomor 182/Pid.Sus/2023 SBW mempertimbangkan beberapa faktor, seperti sebab-sebab tindak pidana, tingkat kesadaran pelaku, dan dampak tindak pidana terhadap masyarakat