Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
STRATEGI EVALUASI BERBASIS PROYEK DALAM MEMBANGUN BUDAYA PENILAIAN KOLABORATIF DI PEMBELAJARAN FISIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi evaluasi berbasis proyek dalam membentuk budaya penilaian kolaboratif pada pembelajaran fisika di tingkat SMA. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan dua kelas XII IPA di SMA Negeri X. Siswa bekerja dalam kelompok menyelesaikan proyek fisika kontekstual yang mencakup perencanaan eksperimen, analisis data, dan presentasi hasil. Proses penilaian mencakup evaluasi formatif, penilaian sejawat, dan refleksi mandiri. Data dikumpulkan melalui pre?test dan post?test, kuesioner sikap, observasi partisipatif, dan wawancara. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep, dengan rata-rata skor prestasi meningkat dari 65,4 menjadi 78,9. Indeks sikap dan persepsi siswa terhadap proses pembelajaran juga meningkat dari 3,12 menjadi 4,05 dalam skala Likert. Observasi dan wawancara mengungkap peningkatan keterlibatan aktif, tanggung jawab individu, serta terbentuknya komunikasi dan refleksi yang lebih kuat dalam kelompok. Evaluasi berbasis proyek efektif dalam memperkuat penguasaan konsep fisika dan menumbuhkan budaya belajar yang kolaboratif, reflektif, dan kontekstual. Strategi ini relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran abad ke-21 dengan dukungan sumber daya yang memadai
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN DERMAGA APUNG HIU PAUS DI DESA LABUAN JAMBU KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA
Di wilayah pesisir Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, pasang surut air laut memiliki peranan penting dalam aktivitas nelayan, terutama pada kegiatan melaut dan pemanfaatan dermaga. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dermaga konvensional dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan elevasi air laut. Oleh karena itu, sebelum pembangunan dermaga apung dilaksanakan, perlu dilakukan analisis kelayakan proyek dengan meninjau beberapa aspek, khususnya aspek finansial. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui apakah investasi pada proyek tersebut menguntungkan atau tidak. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan pembangunan Dermaga Apung Hiu Paus di Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, ditinjau dari aspek finansial. Populasi penelitian adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, sedangkan sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling, yaitu pengelola Dermaga Apung Hiu Paus. Analisis data menggunakan empat indikator, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 17.401.633.938,77 dengan hasil positif, sehingga proyek layak dilaksanakan. Nilai IRR sebesar 12,52% lebih besar dibanding Minimum Attractive Rate of Return (MARR) sebesar 10,75%, sehingga investasi dinyatakan menguntungkan. Nilai BCR sebesar 7,960 lebih besar dari 1, yang berarti manfaat jauh melebihi biaya. Payback Period tercatat selama 36,27 bulan atau sekitar tiga tahun, menunjukkan waktu pengembalian modal relatif cepat. Dengan demikian, pembangunan dermaga apung dinyatakan layak secara finansial serta berpotensi mendukung pengembangan wisata bahari, meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, dan memperkuat daya tarik wisata berbasis konservasi
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DI TOKO CV. MULTI TANI AGRO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani Agro. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa CV. Multi Tani Agro adalah toko sarana pertanian yang baru berkembang dibandingkan dengan toko sarana pertanian yang ada di dalam Kota Sumbawa. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Sarana Pertanian di CV. Multi Tani Agro dengan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelititan ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani agro terdiri dari tahap 1). pengenalan kebutuhan terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih sangat penting dalam memilih toko sarana pertanian, indikator kedua memilih untuk digunakan sendiri dalam tujuan membeli sarana pertanian dan indikator ketiga memilih harga produk terjangkau dalam alasan membeli produk. 2). Pencarian informasi terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen l memilih teman sebagai sumber informasi, indikator kedua teman sebagai sumber mempengaruhi dan indikator ke tiga tidak ada sumber informasi melalui media sosial dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro. 3). Evaluasi alternatif terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada idikator pertama konsumen lebih memilih harga produk dalam pertimbangan utama, indikator kedua membeli produk serupa yang tersedia apabila produk yang dibutuhkan habis, dan indikator ketiga cari di tempat lain jika CV. Multi Tani Agro tutup. 4). Keputusan pembelian terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih diri sendiri dalam pengambilan keputusan, indikator kedua terencana dalam memutuskan membeli dan indikator ketiga langganan. 5). Perilaku pasca pembelian terdapat 2 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen sering dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro dan pada indikator kedua sangat suka membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani Agro. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa CV. Multi Tani Agro adalah toko sarana pertanian yang baru berkembang dibandingkan dengan toko sarana pertanian yang ada di dalam Kota Sumbawa. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Sarana Pertanian di CV. Multi Tani Agro dengan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelititan ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani agro terdiri dari tahap 1). pengenalan kebutuhan terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih sangat penting dalam memilih toko sarana pertanian, indikator kedua memilih untuk digunakan sendiri dalam tujuan membeli sarana pertanian dan indikator ketiga memilih harga produk terjangkau dalam alasan membeli produk. 2). Pencarian informasi terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen l memilih teman sebagai sumber informasi, indikator kedua teman sebagai sumber mempengaruhi dan indikator ke tiga tidak ada sumber informasi melalui media sosial dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro. 3). Evaluasi alternatif terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada idikator pertama konsumen lebih memilih harga produk dalam pertimbangan utama, indikator kedua membeli produk serupa yang tersedia apabila produk yang dibutuhkan habis, dan indikator ketiga cari di tempat lain jika CV. Multi Tani Agro tutup. 4). Keputusan pembelian terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih diri sendiri dalam pengambilan keputusan, indikator kedua terencana dalam memutuskan membeli dan indikator ketiga langganan. 5). Perilaku pasca pembelian terdapat 2 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen sering dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro dan pada indikator kedua sangat suka membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agr
PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA KAKIANG
Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Aktivitas fisik telah dikenal efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap pengendalian hipertensi di Desa Kakiang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel terdiri dari warga yang terdiagnosis hipertensi dan data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik serta pengukuran tekanan darah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur minimal 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, senam hipertensi, dan aerobik, secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik hingga 10 mmHg dan diastolik hingga 7,5 mmHg (p<0,05). Korelasi kuat (r=0,837) ditemukan antara peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian tekanan darah terutama pada lansia. Individu dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko hipertensi hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan yang aktif. Aktivitas fisik juga meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung, sehingga efektif mencegah komplikasi hipertensi. Penelitian ini menegaskan pentingnya promosi aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis komunitas di wilayah pedesaan
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMBAWA
The purpose of this study was to know the development strategy of micro, small and medium enterprises in Sumbawa District. The type of this study was descriptive study. The sources of data in this study were primary and secondary data. The tools used to collect data were observation, questionnaires and documentation. The population and sample were divided into three parts with the criteria of bureaucrat respondents, academic respondents and respondents of MSME actors whom were still active. The number of samples in this study was 30 expert respondents from bureaucrats, academics and MSME actors who were still active. The technique of data analysis was Analytic Hierarchy Process (AHP). The results of the study showed that the priority strategies for developing micro, small and medium enterprises in Sumbawa District namely: 1) Innovation with product development, 2) Selection of strategic sales locations/places, 3) Human resource knowledge in this case reducing risk and using technology, 4) Good coordination and cooperation among MSMEs, 5) Government training programs to improve the competence and brand product of MSME had priority vector. Innovation with product development was in the first position in this study was means that the main aspect or important in the development of micro, small and medium enterprises in Sumbawa District. By having innovative products, MSMEs can differentiate themselves from competitors, introduce products so that can attract new customers and increase competitiveness
KETIMPANGAN DAYA SAING ANTARA PELAKU USAHA BESAR DAN UMKM DALAM PASAR MONOPOLI DI KABUPATEN SUMBAWA
Competition law is an important instrument in maintaining healthy and fair market dynamics, especially in the era of globalization marked by increasingly competitive economic growth. This study aims to examine the competitiveness inequality between Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and big business actors in the context of a monopoly market in Sumbawa District. This study was conducted using a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from various sources, such as journals, books, and official reports. The analytical technique used was content analysis, which involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on the main themes: market access, technology access, and product differentiation. The results of this study indicate a competitive inequality between Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and big businesses actors in monopoly market in Sumbawa District. Big business actors generally have strong structural strengths and networks, which creates significant barriers for MSMEs. Limited market access and technology are the main factors weakening the position of MSMEs. Conversely, big businesses utilize product differentiation strategies and strong distribution networks to dominate local markets. This research recommends policy interventions focused on improving access to technology, capacity training, and expanding distribution networks for MSMEs
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG RANTAI PASOK DALAM RANGKA EFISIENSI AGRIBISNIS PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah tentang rantai pasok dalamrangka efisiensi agribisnis padi dan jagung di Kabupaten Sumbawa. Metode dalam penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif melibatkan berbagai teknik yang bertujuan untukmemahami fenomena secara mendalam dan holistik. Metode pengumpulan data yangdigunakan, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknis analisis data, dilakukansecara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas, langkah-langkahanalisis data yaitu; reduksi data, penyajian/ display data dan mengambil kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, memainkan peranyang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus mengatasi permasalahan rantaipasok agribisnis di Kabupaten Sumbawa, khususnya pada komoditas strategis seperti padidan jagung. Rantai pasok agribisnis di wilayah ini masih dihadapkan pada sejumlahtantangan utama, mulai dari keterbatasan infrastruktur logistik, lemahnya posisi tawar petani,inefisiensi distribusi, hingga ketimpangan data produksi. Pada aspek infrastruktur danlogistik, pemerintah daerah dan provinsi telah mendorong percepatan pembangunan gudangketahanan pangan, perbaikan dermaga, serta penyediaan alat bongkar muat modern.Kebijakan ini memiliki tujuan utama untuk menekan kerusakan produk pascapanen,mempercepat distribusi, dan menurunkan biaya logistik. Namun dalam praktiknya, banyakpetani di Sumbawa masih menghadapi keterbatasan gudang penyimpanan yang layak sertaakses jalan yang tidak memadai menuju pelabuhan atau pasar induk. Berbagai kebijakan yangtelah diimplementasikan oleh pemerintah menunjukkan upaya yang progresif, namun masihmemerlukan pendekatan yang lebih integratif, konsisten, dan berbasis pada realitas lapangan
DINAMIKA PERILAKU PETANI LAHAN KERING DI DESA PELAT KECAMATAN UNTER IWIS KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perilaku petani dalam sistem pertanianlahan kering di Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, NTB. Penelitiandilaksanakan di Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Baratdari Bulan Maret-Juli 2025, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitianmenggunakan dua jenis data sekunder dan primer yaitu data primer diperoleh melaluiwawancara langsung dengan petani lahan kering menggunakan kuesioner. Data sekunderyang dikumpulkan mencakup informasi mengenai lokasi geografis penelitian, kondisidemografi penduduk, luas wilayah, serta gambaran umum tentang Desa Pelat, KecamatanUnter Iwes. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui metode dokumentasi. Metodepengumpulan data dalam penelitian, menggunakan observasi, wawancara mendalam,kuesioner, studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah petani jagung lahan keringdi Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, yang dipilih melalui teknik accidental sampling danpurposive sampling, sebanyak 50 orang. Metode analisis data dalam penelitian, yaitu analisisdeskriptif dan Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa perilaku petanisangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif, norma budaya, dan peran kelembagaan sepertikelompok tani dan pemerintah desa. Perilaku petani dalam mengelola lahan kering sangatdipengaruhi oleh faktor usia, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, dan statuskepemilikan lahan. Keikutsertaan dalam kelembagaan lokal berperan penting dalammendorong adaptasi dan kolaborasi petani. Oleh karena itu, pemahaman terhadapkarakteristik ini penting sebagai dasar dalam merancang kebijakan dan programpemberdayaan petani lahan kering yang efektif
PEMBERDAYAAN WANITA PESISIR MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI LABUHAN BADAS: PEMBERDAYAAN WANITA PESISIR MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI LABUHAN BADAS
Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada wanita pesisir. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi kelompok rentan seperti wanita pesisir. Kecamatan Labuhan Badas, yang memiliki potensi sumber daya laut melimpah, menghadapi berbagai tantangan dalam upaya memberdayakan wanita pesisir agar mereka dapat memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan dari berbagai pihak, pemberdayaan wanita pesisir diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Adapun metode yang digunakan terdiri dari dua tahapan, tahap pertama, memberikan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada wanita pesisir. Tahap kedua yaitu, memberikan pendampingan dan pelatihan dengan tujuan membentuk keterampilan dan kemampuan wanita pesisir di wilayah Labuhan Badas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei Tahun 2025. Melalui pelatihan, pendampingan teknis, wanita pesisir dibekali dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan keterampilan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan
IMPLEMENTASI MACHINE LEARNING DALAM MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI DI INSTITUTE OF TECHNOLOGY MANAGEMENT DAN ENTREPRENEURSHIP, UNIVERSITI TEKNIKAL MALAYSIA MELAKA
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya machine learning, telah memberikan dampak yang signifikan dalam bidang manajemen bisnis dan ekonomi. Di Institute of Technology Management and Entrepreneurship (IPTK), Universiti Teknikal Malaysia Melaka, teknologi ini mulai diperkenalkan kepada komunitas akademik melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan machine learning untuk pengambilan keputusan bisnis berbasis data. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan interaktif, peserta diperkenalkan pada konsep dasar machine learning, penggunaan algoritma sederhana, serta implementasinya dalam konteks bisnis. Selain itu, dikembangkan pula modul pelatihan sebagai panduan praktis agar peserta dapat menerapkan materi secara mandiri. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa terbantu dan menunjukkan antusiasme tinggi, meskipun beberapa masih memerlukan pendampingan lanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan machine learning dalam pendidikan bisnis sangat efektif dalam mendorong literasi teknologi dan kesiapan menghadapi era ekonomi digital. Seluruh luaran yang ditargetkan telah tercapai sesuai dengan rencan