Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    120 research outputs found

    Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif matematika berbasis simulasi menggunakan Adobe Flash Professional CS6 pada bangun datar

    Full text link
    Pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini bertujuan untuk menciptakan produk baru dalam bentuk multimedia pembelajaran interaktif matematika yang berfokus pada konsep bangun datar dengan memanfaatkan aplikasi Adobe Flash Professional CS6 berbasis simulasi, serta layak digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri bangun datar peserta didik. Subjek uji coba dalam pengembangan ini ditujukan kepada peserta didik kelas VII E di SMPN 16 Kota Jambi yang terdiri dari 29 orang peserta didik. Prosedur pengembangan yang diaplikasikan dalam penelitian ini yaitu menerapkan model pengembangan ADDIE, yang telah melalui tahapan menganalisis, mendesain, mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, angket validasi, soal pemecahan masalah dan panduan wawancara. Dari hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidang pengembangan multimedia dan seorang ahli di bidang pembelajaran dan matematika, multimedia simulasi dinyatakan layak dan valid untuk digunakan dalam kegiatan belajar di kelas. Hasil tersebut didasarkan pada perolehan skor rata-rata penilaian oleh validator media 4,7 dan skor rata-rata validator materi 4,4 yang menunjukkan kriteria tinggi dengan tingkat validitas yang valid. Hasil tes pemecahan masalah menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 67,69 menjadi nilai post-test 90,24 dengan rata-rata gain score 0,71 pada kategori tinggi, yang artinya multimedia pembelajaran matematika berbasis simulasi efektif digunakan dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi bangun datar

    Efektivitas penerapan e-LKPD berbasis Liveworksheets bertema etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis

    Full text link
    Penelitian ini disebabkan atas lemahnya kemampuan dalam memecahkan masalah matematis peserta didik di SMK Persada Bandar Lampung yang diduga disebabkan oleh kurang bervariasinya media pembelajaran yang digunakan. Sehingga, rumusan masalah dalam studi yang dilaksanakan yaitu bagaimana efektivitas e-LKPD berbasis Liveworksheets bertema etnomatematika guna mendorong peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini masuk dalam penelitian Research and Development (R&D). Data diperoleh melalui pre-test dan post-test dan berikutnya dievaluasi memakai analisis N-Gain. Temuan penelitian mengidentifikasi terjadinya peningkatan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis, dengan nilai rata-rata N-Gain yaitu 0,50 dan terletak pada kategori Sedang. Temuan ini membuktikan bahwa media pembelajaran e-LKPD yang diimplementasikan cukup efektif untuk mendorong peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik

    Eksplorasi etnomatematika pada Situs Prasasti Geger Hanjuang sebagai cikal bakal Kabupaten Tasikmalaya

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi-representasi matematis dan makna semiotika yang terkandung dalam Situs Prasasti Geger Hanjuang di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, serta triangulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi matematis pada Situs Prasasti Geger Hanjuang, yaitu konsep geomteri, sifat operasi hitung, polygon, dan pencerminan. Secara semiotika, artefak-artefak yang terdapat pada Situs Prasasti Geger Hanjuang dibuat dengan penuh makna filosofis yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Galunggung yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Tasikmalaya

    Meningkatkan pembelajaran bermakna matematika melalui proses abstraksi, formulasi, dan validasi dalam desain didaktis matematis

    Full text link
    Pembelajaran matematika dirancang dengan melakukan analisis terhadap keseluruhan karakter dari semua komponen yang terlibat. Ananlisis yang dilakukan salah satunya adalah Analisis Didaktis Pedagogis (ADP). ADP dilakukan agar guru dapat merancang pembelajaran matematika yang dapat membuat siswa terlibat aktif pada proses abstraksi, formulasi, dan validasi. Ketiga proses ini sangat penting dialami oleh siswa agar siswa dapat menemukan sendiri konsep matematika secara utuh dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan contoh konkret tentang bagaimana proses abstraksi, formulasi, dan validasi terjadi. Penelitiam ini termasuk penelitian desain yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis yang dilakukan dalam merancang suatu desain didaktis matematis dapat mengcover seluruh respon siswa. Hal ini membuat pembeljaran yang berlangsung dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan yaitu meaningful learning mathematics

    A qualitative approach to Canva as a mathematics learning medium and its implementation in undergraduate students

    Full text link
    The 5.0 society learning era must keep pace with technological developments to avoid monotony. Similarly, mathematics learning, including in universities, needs to adapt. Mathematics, often considered difficult and complex by undergraduate students, is expected to be easier to understand when integrated with technology. Through a qualitative approach, this study aimed to analyze the use of Canva as a medium for learning mathematics in a college environment. Canva is a web-based graphic design platform accessible to all groups. The use of Canva in mathematics education had a positive impact on undergraduate students’ engagement, creativity, and motivation. Canva offers a variety of features, including a whiteboard. This feature enables lecturers and undergraduate students to create an engaging learning atmosphere and easy-to-understand teaching materials. They could monitor the progress of discussions both individually and in groups. However, technology-based learning using Canva was not always run smoothly. An unstable internet connection could hinder the learning process with Canva, causing it to lag or even pause temporarily. Limited user knowledge and learning time also pose challenges during its implementation. These hurdles could be overcome with adequate institutional support and training. Therefore, using Canva in mathematics education could be an innovative approach that fosters digital transformation

    Analisis kesalahan Siswa dalam menyelesaikan soal cerita teorema Pythagoras berdasarkan teori Kastolan

    Full text link
    Studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa mengalami kendala menyelesaikan soal cerita Teorema Pythagoras, sehingga perlu adanya analisis secara mendalam. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai kesalahan siswa dalam memecahkan permasalahan soal cerita Teorema Pythagoras. Teori yang digunakan mengacu pada klasifikasi kesalahan menurut Kastolan, yang mengelompokkan kesalahan menjadi tiga bagian, yaitu konseptual, prosedural, dan teknik. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak tiga siswa dari kelas VIII di SMP Tamansiswa  Kota Malang. Ketiga siswa tersebut dipilih secara purposive sampling dari total 20 siswa yang ada. Instrumen berupa soal tes dan panduan wawancara. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kesalahan konseptual terjadi karena siswa belum mampu memahami konteks soal dan mengaitkannya dengan konsep dasar Teorema Pythagoras serta melakukan kesalahan dalam menuliskan dan menerapkan rumus. Kesalahan prosedural muncul akibat ketidaktepatan dalam menyelesaikan langkah-langkah perhitungan, seperti tidak menuliskan jawaban akhir sesuai permintaan soal, tidak menyederhanakan bentuk akar, dan kesalahan dalam prosedur penyelesaian. Adapun kesalahan teknik terjadi karena siswa salah dalam menuliskan triple Pythagoras dan keliru dalam melakukan perhitungan kuadrat

    Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal eksponen

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal eksponen ditinjau dari aspek pemahaman konsep, keterampilan prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang siswa SMA St. Arnoldus Janssen Kupang sebagai subjek penelitian, yang dipilih berdasarkan hasil tes dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis dan wawancara, sedangkan prosedur analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama melakukan kesalahan pada indikator pemecahan masalah pada soal nomor 2 serta melakukan kesalahan pada semua indikator pada soal nomor 3. Sementara itu, subjek kedua melakukan kesalahan pada aspek pemahaman konsep dan keterampilan prosedural pada soal nomor 1 serta melakukan kesalahan lengkap pada soal nomor 3. Secara umum, jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa berkaitan dengan kesalahan pemahaman konsep, keterampilan prosedural yang kurang memadai, dan strategi pemecahan masalah yang kurang efektif, terutama dalam penerapan sifat-sifat eksponen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menekankan pembelajaran berbasis pemahaman konsep serta memberikan latihan soal yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman konsep, kelancaran prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah siswa

    Analysis of student errors in solving grade 2 number problems based on Kastolan theory at MIN 1 Banyuwangi

    Full text link
    While everyone makes mistakes, only the wise are able to learn from them. The purpose of this study was to examine the errors students make when attempting to complete non-routine tasks. Kastolan's theory, which encompasses conceptual, procedural, and technological errors, served as the basis for the error analysis. Students from a prestigious public school in Banyuwangi, Indonesia, located on the eastern tip of Java, participated in this qualitative study. The selected participants were 26 students from class 2A. Data were collected through a written test given to students. The test consisted of five essay questions that had to be answered in two 30-minute sessions. The results were then evaluated. The findings showed conceptual, procedural, and technical errors. This study revealed that conceptual mastery was the main error found in students' answers. Further studies are expected to reduce numerical errors among students

    Analyzing students’ errors and misconceptions in proof construction in abstract algebra course

    Full text link
    This study aimed to identify and describe the types of errors and misconceptions made by students in the process of constructing proofs. Using a qualitative approach with a case study design, the subjects were fifth-semester students enrolled in the Abstract Algebra course at Mulawarman University. Three student responses showing significant error patterns regarding the Fundamental Isomorphism Theorem were purposively selected and analyzed based on the Selden & Selden framework. The results indicated that students faced notation, logical, and structural obstacles. Dominant errors included notation inflexibility (E3), reversed logic in surjective proofs due to quantifier neglect (E8), and structural misconceptions in defining kernel and image (M7). Additionally, over-generalization of real number rules in group operations (M5) was observed. These findings suggested that students remained at the procedural-thinking stage and had not yet reached the "Object" stage in their cognitive schema, resulting in a failure to build rigorous deductive arguments. This study recommends instructional interventions emphasizing the visualization of abstract structures and strengthening quantifier logic to minimize students' future epistemological obstacles

    Efektivitas kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa dengan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot di MTsS Kesuma LKMD

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model Problem-Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Kahoot terhadap kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsS Kesuma LKMD. Penelitian eksperimen ini mengadopsi desain pretest-posttest control group design. Sampelnya meliputi dua kelas, yakni kelas VII-1 selaku kelompok eksperimennya (39 siswa) dan kelas VII-2 selaku kelompok kontrolnya (42 siswa). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan ialah tes dan angket. Data dianalisis mengadopsi uji t dan N-Gain. Temuan penelitian mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan di antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot dengan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata motivasi belajar siswa sebelum menggunakan model PBL berbantuan aplikasi Kahoot sebesar 74,82%, meningkat menjadi 90,08% setelah menggunakan model. Peningkatan motivasi belajar sebesar 0,61% tergolong sedang. Alhasil, kesimpulannya bahwa model PBL berbantuan aplikasi Kahoot efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa kelas VII pada materi aritmatika sosial di MTsS Kesuma LKMD

    115

    full texts

    120

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇