Jurnal FKIP Universitas Mulawarman
Not a member yet
1871 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Kognitif melalui Game Edukasi Anak Cerdas pada Kelompok B di TK Tunas Rimba 1 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak melalui game edukasi program pembelajaran anak cerdas (cermat, rajin dan asyik) permainan mengenal huruf A-Z pada kelompok b (usia 5-6 tahun) di TK Tunas Rimba 1 Samarinda. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), Lembar Observasi Anak, dan Lembar Observasi Guru. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui game edukasi program pembelajaran anak cerdas permainan mengenal huruf A-Z, peserta didik kelompok b (usia 5-6 tahun) di TK Tunas Rimba 1 Samarinda mengalami peningkatan kemampuan kognitif dari beberapa siklus yang telah dilakukan. Pra siklus menunjukkan bahwa kemampuan kognitif peserta didik hanya 30,76%. Pemberlakuan siklus I pada peserta didik meningkatkan kemampuan kognitif menjadi 48,70%. Pemberlakuan siklus II meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik menjadi 64,09%. Pemberlakuan siklus III meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik hingga 84,61%
Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Video Animasi Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Tunas Rimba 1 Samarinda
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan kemampuan berbicara anak masih tergolong rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara melalui video animasi pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Rimba 1 Samarinda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan prosedur tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dilaksanakan melalui 2 siklus yang terdiri dari tindakan siklus I dan siklus II dengan 3 kali pertemuan pada tiap siklus. Subjek penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada anak kelompok A yang terdiri dari 5 anak Laki-Laki dan 5 anak Perempuan di TK Tunas Rimba 1 Samarinda. Objek penelitian adalah anak dikelompok A yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mengelola data dengan cara menjumlah, mencari nilai rata-rata, titik tengah, dan persentase agar mudah dibaca alur berpikirnya menggunakan tabel dan grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase pencapaian kemampuan berkomunikasi anak usia dini pada siklus I mencapai 49,4% dan pada tindakan siklus II dengan persentase nilai rata-rata kemampuan berbicara pada anak yang termasuk kriteria berkembang sangat baik telah mencapai 81,99%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berbicara melalui video animasi pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Rimba 1 Samarinda. Hal ini dapat dilihat dari hasil peningkatan siklus I sampai ke siklus II
Studi Analisis: Transisi Assesmen Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka PAUD Plus Puri Kencana
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan filosofi, tujuan, dan implementasi penilaian antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) khususnya di PAUD Plus Puri Kencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kurikulum, terutama dalam struktur, pendekatan pembelajaran, materi, dan sistem penilaian. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Penilaian di Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada narasi perkembangan anak melalui jurnal pembelajaran guru. Namun, adaptasi guru terhadap perubahan paradigma masih menjadi tantangan. Keterlibatan orang tua dan kolaborasi dengan pihak lain ditemukan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum dan praktik pendidikan yang lebih responsif di Indonesia
Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus: Fondasi Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan
Sebagai langkah menuju tercapainya pendidikan yang inklusif dan adil, penelitian ini akan melihat bagaimana TK Islam Al-Husna menilai anak-anak berkebutuhan khusus. Kami menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Siswa berkebutuhan khusus pertama kali diterima di TK Islam Al-Husna, karena temuan penelitian menunjukkan bahwa instruktur dengan tegas menganjurkan pendidikan inklusif di lembaga publik. Bakat anak diperhitungkan saat menilai anak berkebutuhan khusus. Saat mengevaluasi kemajuan anak, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan individu mereka. Metode evaluasi disesuaikan dengan keterampilan dan pengetahuan unik setiap siswa. Saat melakukan evaluasi, penting untuk memperhatikan kemajuan keseluruhan anak dan tingkat kemahiran dasar. Orang tua akan mendapatkan laporan tertulis dan lisan yang merinci hasil evaluasi ini
Pola Asuh Orang Tua Strict Parents terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini
Tujuan pembuatan media pola asuh ini untuk mengetahui penerapan apa saja yang ada di dalam pola asuh orang tua yang berhubungan dengan perkembangan sosial-emosional ada anak usia dini pola asuh yang di berikan orang tua terhadap perkembangan sosial-emosional pada Anak Usia Dini sangat penting bagi stimulasi bagi Anak Usia Dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam lingkungan sosial di sekitar dan anak mampu mengontrol emosional jika anak berada di lingkungan sekitar.pola asuh orang tua strict perents terhadap sosial emosional anak memiliki dampak yang sangat jelas. Seperti orang tua yang memberikan pola asuh oteriter kepada anak usia dini oran tua memberikan peraturan yang di buat dan tidak dapat di rubah dan orang tua memangsa anak untuk mengikuti semua aturan yang telah di buat tanpa memberi tahu anak alasan hal baik apa yang ada di dalam peraturan tersebut
Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud
Teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud merupakan prilaku yang dimana seksual seseorang mulai terangsang, sehingga membutuhkan kepuasaan agar kebutuhannya terpenuhi. Adapun ada beberapa tahap-tahap perkembangan menurut Freud yaitu fase oral (0-2 tahun), fase anal (2-5 tahun), fase phallic (4-5 tahun), fase laten (6 tahun pubertas), dan fase genital (pubertas 1 dan seterusnya). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikoseksual Sigmud Freud. Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan mengkaji materi dari 1 buku dan 17 artikel. Hasilnya psikoseksual dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Terdapat beberapa permasalahan seksualitas pada anak usia dini seperti halnya kekeliruan seks, hasrat dan keingintahuan akan rangsangan, masturbasi dan kekerasan seksual disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai teori psikoseksual
Local History and Development of National Awareness in the Perspective of Multicultural Education; Historical Study of Dugderan Tradition in Semarang City
The aim of this article is to understand Dugderan in Semarang City on the educational multicultural perspective related to national awareness development based on local tradition history. Dugderan is a routine ritual collaborative between community and Semarang City Government which was held approaching month of Ramadan. Ramadan is the rated month holy by Muslims throughout the world is not except for Semarang City community. Tradition Dugderarn has in progress since hundred years ago and still in progress until now. Dugderan is another term for the cultural festival in which it is held covering complexity life social community which includes religious, tolerance diversity and economy. Research This implemented with method qualitative with approach ethno-videography. The data collection process includes audio visual production through observation in a way live and interview to related informants with tradition Dugderan. In addition, researchers use method studies library to enrich data besides from source field. In religious, Dugderan become marker will the implementation of fasting in the month of Ramadan by the people of Semarang City. Tradition Dugderan is representation tolerance diversity Semarang City community consisting of on multi-entity. On the aspect economy, tradition Dugderan become a magnet for public for buyers and traders are the majority consists of on group intermediate to below. With thus Dugderan become a people's festival that can unite all middle group diversity national. Semarang City is miniature diversity that becomes central civilization local that has intertwined since the time of Ancient Mataram. As center diversity, Semarang City can become example practice good on the scene national both locally and globally in build awareness nationality in any era
De Javasche Bank Nationalization Policy: From Private Bank to Bank Indonesia, 1951-1953
This article examines the nationalization policy by the Indonesian government towards foreign private banks owned by the Dutch East Indies colonial government to become Bank Indonesia in the period of 1951-1953. De Javasche Bank was nationalized because having significant power in the economic, political and monetary sector, being a source of livelihood, and wealth. The article uses the historical method consisting of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. Throughout this research, the validity is obtained that on 30 April 1951, the Minister of Finance, Yusuf Wibisono, had plans to nationalize De Javasche Bank. On 2 July 1951, the Prime Minister Sukiman formed the De Javasche Bank Nationalization Committee. Sumitro Djojohadikusumo, the new Minister of Finance, submitted a draft law regarding the nationalization of De Javasche Bank on 22 August 1952 and it was approved on 10 April 1953 with the provisions of Law no. 11 of 1953
Measuring Historical Thinking Ability: A Quantitative Study of Students on The Indonesia-Malaysia Border, Sambas Regency, West Kalimantan
This study aims to describe the process of history teaching and the HT skills of high school students in the Indonesia-Malaysia border region. The method used is quantitative with a descriptive case study approach. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, with the research subjects being Social Studies students at SMA Negeri 1 Sajingan Besar, Sambas, West Kalimantan. The data were analyzed descriptively using simple statistics. The history learning process in the border area is running well, with teachers using local content and engaging teaching media. Students showed a reasonably good level of HT skills, although there are still some gaps in discussion activities and report writing skills. Sequential and contextual history teaching helps students understand cause-and-effect relationships between events
Pengaruh Model CPS (Creative Problem Solving) berbantuan Media Assessment Nearpod terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Fisika Siswa SMA
Pembelajaran fisika yang berpusat pada guru masih sering ditemukan dan dapat menurunkan minat serta hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model CPS (Creative Problem Solving) berbantuan media assessment Nearpod terhadap minat dan hasil belajar fisika siswa SMA. Metode yang digunakan adalah true experiment dengan populasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri Jenggawah tahun ajaran 2024/2025. Sampel diambil secara simple random sampling, terdiri dari kelas XI-1 (eksperimen) dan XI-4 (kontrol). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample T-test atau Mann Whitney U-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat belajar dan nilai posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Nilai signifikansi pengaruh model CPS dengan Nearpod terhadap minat belajar adalah 0,016 dan terhadap hasil belajar adalah 0,000. Kesimpulannya, terdapat pengaruh signifikan penerapan model CPS berbantuan media Nearpod terhadap minat dan hasil belajar fisika siswa SMA. Model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran lain untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa