Widya Mandala Surabaya Catholic University in Madiun City Campus Repository
Not a member yet
2000 research outputs found
Sort by
Pengaruh struktur audit, konflik peran, dan ketidakjelasan peran terhadap kinerja auditor (studi empiris pada auditor yang bekerja di KAP Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh struktur audit, konflik peran, dan ketidak jelasan peran terhadap kinerja auditor pada auditor yang bekerja di KAP Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner. Sampel yang digunakan penelitian ini adalah auditor pada KAP di Yogyakarta, total sampel 31 responden yang ditentukan dengan menggunakan teknikpurposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan program SPSS 17.0.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa struktur audit berpengaruh positif terhadap kinerja auditor, konflik peran tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja auditor, sedangkan ketidakjelasan peran berpengaruh terhadap kinerja auditor, namun arahnya positif
Pengaruh tingkat suku bunga, inflasi, rasio likuiditas, dividend payout ratio dan return on equity terhadap risiko investasi saham (studi empiris pada perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia dalam kategori indeks LQ45 periode 2014-2016)
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh tingkat suku bunga, inflasi, rasio likuiditas, dividend payout ratio dan return on equity terhadap risiko investasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45 selama tahun 2014-2016 pada Bursa Efek Indonesia. Total sampel penelitian 31 perusahaan yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 17 untuk menguji pengaruh tingkat suku bunga, inflasi, rasio likuiditas, dividend payout ratio dan return on
equity terhadap risiko investasi saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat suku bunga, inflasi, rasio likuiditas, dividend payout ratio dan
return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi saham
Pengaruh keterlibatan pekerjaan, konflik pekerjaan keluarga dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan wanita (studi empiris pada karyawan wanita Rumah Sakit Santa Clara Madiun)
Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansi pengaruh positif keterlibatan pekerjaan dan pengaruh negatif konflik pekerjaan-keluarga dan stres kerja terhadap kepuasan kerja di Rumah Sakit Santa Clara Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan wanita yang sudah menikah dan memiliki anak.jumlah 40 responden dengan menggunakan purposive sampling.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan setiap item kuesioner valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasikmemenuhi persyaratan normalitas, multikolinearitas, heterokedasitas, dan autokorelasi. Nilai Rsquare sebesar 0,801, artinya 80,1% kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh variabel keterlibatan pekerjaan, konflik pekerjaan-keluarga, dan stres kerja, uji t diketahui bahwa variabel keterlibatan pekerjaan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan variabel konflik pekerjaan-keluarga dan stres kerjatidak berpengaruhpositif signifikan terhadap kepuasan kerja
Techniques, methods, and ideology in the translation of cultural words in BBC News
Penelitian ini membahas tentang kata-kata budaya di dalam situs berita online yang bernama BBC News. Penelitian ini menjelaskan juga mengenai teknikteknik, metode-metode, dan ideology yang dipilih dan digunakan oleh penerjemah. Data yang dikumpulkan dari sebuah berita online bernama BBC News dan penerjemahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif. Penelitian ini juga menggunakan purposive sampling karena populasi penelitian yang cukup besar. Teknik yang digunakan untuk menganalisa data dinamakan analisis domain, analisis taksonomik, dan analisis komponential. Setelah itu, hasil analisa data dinamakan analisis tema budaya. Hasil analisis data menunjukan seluruh kata-kata budaya termasuk dalam penjelasan dari Newmark. Beberapa teknik digunakan untuk menerjemahkan kata-kata budaya, yaitu adaptasi (14), penambahan (3), kreasi diskursif (1), penerjemahan harfiah (24), generalisasi (5), dan peminjaman murni (14). Kreasi diskursif merupakan teknik penerjemahan yang paling sedikit dipakai, sementara itu yang paling banyak
digunakan adalah teknik penerjemahan harfiah. Kemudian, metode yang merujuk pada bahasa sasaran digunakan. Dalam ideologi, ideologi domestikasi adalah ideologi yang dipilih dan digunakan oleh penerjemah
Chaos in victorian era portrayed in Lewis Carol’s Alice in Wonderland
Penelitian in bertujuan untuk menemukan kekacauan secara psikologis terhadap Alice dan membahas bagaimana kekacauan tersebut berhubungan dengan zaman Victoria. Data dari penelitian ini merupakan data tertulis.Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori untuk mengolah data, seperti teori seting, zaman Victoria, kekacauan di zaman Victoria, psikologi, dan kekacauan secara psikologi. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologis, pendekatan sosiologis dan pendekatan historis. Pendekatan-pendekatan tersebut diterapkan untuk menganalisa kekacauan psikologis terhadap Alice dan Kekacauan yang ada di era Victoria. Penelitian kepustakaan digunakan sebagai teknik dalam pengumpulan data karena data berbentuk dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kekacauan psikologis yang terjadi pada Alice adalah kekacauan dalam mencari identitas dan keadilan (2) kekacauan yang berhubungan dengan era Victoria yaitu kekacauan dalam pendidikan, peran wanita, dan ketidakadilan dalam hukum. Kekacauan
psikologis pada Alice terjadi dalam cerita karena Alice adalah seorang pendatang baru yang tidak mengetahui situasi dan kondisi di Wonderland. Selain itu, apa
yang Alice miliki berbeda dengan apa yang Wonderland miliki. Perbedaan kondisi antara Alice dan Wonderland menggambarkan kekacauan di zaman Victoria.
Kesimpulannya adalah kekacauan-kekacauan yang terjadi dikarenakan adanya kesenjangan sosial antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Orang yang memiliki banyak uang mendapatkan perlakuan yang lebih baik dalam pendidikan maupun pemerintahan
Perencanaan karir ditinjau dari konsep diri dan potensi diri
Perencanaan karir merupakan hal yang penting yang harus di pikirkan dan direncanakan oleh siswa setelah lulus dari SMA. Disaat seperti ini mereka masih ragu dan bingung dalam merencanakan hal ini dikarenakan siswa masih belum memahami akan studi lanjut kemana nantinya setelah lulus SMA. Oleh karena itu siswa kurang mampu dalam merencanakan karir mereka yang disebabkan masih
belum mengetahui kekurangan dan kelebihan diri serta informasi mengenai perguruan tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan potensi diri terhadap perencanaan karir dengan jumlah responden sebanyak 150 siswa. Teknik pengambilan sampling menggunakan Teknik Cluster Sampling. Data diperoleh dengan menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu skala konsep diri, skala potensi diri, dan skala perencanaan karir. Dalam penelitian ini penulis mengajukan 3 hipotesis yaitu : 1) hipotesis minor pertama berbunyi : konsep diri berpengaruh signifikan terhadap
perencanaan karir siswa, 2) hipotesis minor kedua berbunyi : potensi diri berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karir siswa , dan 3) hipotesis mayor berbunyi : konsep diri dan potensi diri berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karir siswa.
Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier berganda. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Model persamaan garis regresi Y = 45.525 + 0.068 (X1) + 0.277 (X2). 2) Analisis
korelasi memiliki keeratan kuat dengan R sebesar 0,546. 3) Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,298, hal ini berarti konsep diri dan potensi diri memiliki
pengaruh sebesar 29,8% terhadap perencanaan karir siswa kelas XI SMAN 1 Jogorogo Ngawi Tahun Ajaran 2017-2018. 4) Hipotesis “konsep diri berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karir siswa”, ditolak karena nilai t hitung t tabel ( 4.516 > 1.655). 6)
Hipotesis “konsep diri dan potensi diri berpengaruh signifikan terhadap perencanaan karir siswa:,diterima karena f hitung > f tabel ( 31.173 > 3.04 )
Efektivitas model learning cycle 7E untuk meningkatkan prestasi belajar matematika dan kemampuan manipulasi aljabar siswa SMP
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah model learning cycle 7E yang baik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan (2) apakah model learning cycle 7E yang baik dapat meningkatkan kemampuan manipulasi aljabar siswa SMP. Kemampuan manipulasi aljabar adalah kemampuan untuk mengubah bentuk aljabar sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes prestasi belajar dan tes kemampuan manipulasi aljabar. Instrumen penelitian
tersebut telah diuji validitas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 pembelajaran, setiap pembelajaran 2 kali pertemuan. Pembelajaran dilaksanakan tanggal 3 sampai 17 April 2018. Berdasarkan hasil uji hipotesis prestasi belajar matematika pada pembelajaran 1 dan 2 menggunakan uji t dua sampel berpasangan dengan α
= 0,05 diperoleh model learning cycle 7E dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Sedangkan untuk tes kamampuan manipulasi aljabar dari pembelajaran 1 dan 2 juga menggunakan uji t dua sampel berpasangan dengan α = 0,05 diperoleh model learning cycle 7E dapat meningkatkan kemampuan manipulasi aljabar matematika siswa. Selain itu, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran juga dinilai dengan menggunakan pedoman observasi kemampuan guru. Berdasarkan hasil observasi kemampuan guru didapatkan rerata nilai kemampuan guru sebesar 81,1 yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas model learning cycle 7E dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan kemampuan manipulasi aljabar siswa SMP
Upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Fasilitator And Explaining (SFE) pada siswa kelas VIII A SMPN 14 Madiun
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Student Fasilitator And Explaining (SFE) Pada Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 14 Madiun. Keaktifan belajar yang dimaksud adalah keaktifan belajar siswa yang heterogen antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang pelaksanakannya dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 14 Madiun, dengan jumlah 32 orang siswa.
Hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa diperoleh kesimpulan sebagai berikut, (1) persentase kemampuan guru mengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Fasilitator and Explaining (SFE) pada siklus 1 sebesar 2,65 mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 2,97. Hal ini sudah mencapai indikatpr keberhasilan yang sudah ditentukan. (2) persentase keaktifan belajar matematika siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Fasilitator and Explaining (SFE) pada siklus I sebesar 32,14% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 50%, namun belum mencapi indikator keberhasilan yang sudah ditentukan. (3) persentase tes prestasi belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 20,83% mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 58,33%. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa secara tertulis mengalami peningkatan, namun belum mencapai indikator yang telah ditentukan.
Pembelajaran kooperatif tipe Student Fasilitator and Explaining (SFE) belum dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa, akan tetapi mengalami peningkatan (perubahan) dari siklus I ke siklus II
Konfiks pembentuk nomina dalam Jawa Pos
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis konfiks pembentuk nomina, jenis kata dasar yang dilekati konfiks pembentuk nomina, proses morfofonemik konfiks pembentuk nomina, dan makna yang timbul akibat konfiks pembentuk nomina dalam Jawa Pos. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan kalimat yang mengandung konfiks pembentuk nomina. Hasil penelitian ini ditemukan 3 jenis konfiks pembentuk nomina, yaitu ke-an, peN-an, dan per-an. Jenis kata dasar yang dilekati konfiks pembentuk nomina, yaitu verba, adjektiva, nomina, dan adverbia. Morfofonemik konfiks pembentuk nomina, yaitu proses perubahan fonem, proses penambahan fonem, dan proses pergeseran fonem. Makna yang timbul akibat konfiks pembentuk nomina, yaitu konfiks ke-an menyatakan makna ‘suatu abstraksi’ atau ‘hal’, ‘hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘dalam keadaan tertimpa atau menderita akibat perbuatan, keadaan, atau hal yang tersebut pada bentuk dasar’, dan ‘tempat’ atau ‘daerah’, konfiks peN-an, menyatakan makna ‘hal melakukan perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan’, ‘hasil perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan’, dan ‘tempat melakukan perbuatan yang tersebut pada kata yang sejalan’, konfiks per-an menyatakan makna ‘perihal apa yang tersebut pada bentuk dasar’, ‘tempat atau daerah’, dan ‘berbagai-bagai’
Gambaran self efficacy pada mantan pecandu narkoba (studi kasus)
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran self efficacy pada mantan pecandu. Subjek pada penelitian ini berjumlah satu orang dengan kriteria sudah berhenti menggunakan narkoba. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara semi terstruktur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis fenomenologi. Proses validasi yang digunakan adalah kredibilitas dan trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki self efficacy yang kuat selama menjalani proses berhenti. Hal ini terlihat ketika subjek mampu menolak ketika ditawari. Subjek mampu mengendalikan stres dan perasaan cemas dari abstein dengan mengalihkan perhatiannya ke kegiatan yang positif