Widya Mandala Surabaya Catholic University in Madiun City Campus Repository
Not a member yet
2000 research outputs found
Sort by
The capitalist dominance in Charles Dickens’ Oliver Ttwist
Tujuan penelitian yang berjudul The Capitalist Dominance in Charles Dickens’ Oliver Twist adalah, (1) untuk mencari dominansi kapitalis yang dideskripsikan melalui karakter Mr. Bumble. (2) untuk mencari effek dari
kapitalisme Mr. Bumble terhadap karakter utama Oliver Twist. Penulis mengunakan penelitian perpustakaan termasuk mencari data dari jurnal yang berguna untuk mendukung data dan teori. Sumber data utama diambil dari novel Oliver Twist. Beberapa teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah Character, Marxism, Capitalism, and Setting. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, psikologis, marxisme, ideologi, dan sejarah. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan dominansi kapitalisme Mr. Bumble. Dia mengikuti kapitalisme Oligarki dan dia berkuasa dan mengeksploitasi Oliver tanpa makanan yang cukup dan gaji. Dia juga menjadi seorang yang oportunis, sombong, dan menjadi seorang yang licik. Selain itu, dampak dari kapitalisme yang dilakukan Mr. Bumble, Oliver menjadi seorang
yang terlantar dan menjadi anak yang takut akan lingkungan sekita
Keberhasilan konseling ditinjau dari sikap responsif konselor dan keterbukaan diri konseli
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Keberhasilan Konseling Ditinjau Dari Sikap Responsif Konselor Dan Keterbukaan Diri Konseli. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMK PGRI Wonoasri Caruban, Kabupaten Madiun yang pernah menerima layanan konseling dari bulan Agustus 2018 sampai dengan April 2019 dengan jumlah 50 siswa. Teknik sampling yang digunakan penulis adalah sampling jenuh, dengan demikian jumlah sampel dalam
penelitian ini sebesar 50 siswa. Data diperoleh dengan menggunakan metode angket berbentuk skala yaitu skala keberhasilan konseling, skala sikap responsif konselor, skala keterbukaan diri konseli. Dalam penelitian ini penulis mengajukan 3 hipotesis yaitu: 1) Hipotesis
minor pertama yang berbunyi: sikap responsif konselor berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling, 2) Hipotesis minor kedua yang berbunyi: keterbukaan diri konseli berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling, 3) Hipotesis mayor berbunyi: sikap responsif konselor dan keterbukaan diri konseli berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling. Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi berganda. Model persamaan regresi Y=18,596+0,531+0,362 X2hasil uji hipotesis menunjukan bahwa: 1) sikap responsif konselor berpengaruh siginifikan terhadap keberhasilan konseling diterima, karena terbukti t hitung > t table (2,376 >1.677), 2) keterbukaan diri konseli berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling diterima, karena terbukti t hitung > t table (2,503>1.677), 3) sikap reponsif konselor dan keterbukaan diri konseli berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan konseling diterima, karna terbukti F hitung > F table (18.472> 3,19). Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) hipotesis minor pertama diterima, 2) hipotesis minor kedua diterima, 3) hipotesis
mayor diterim
Pengaruh growth, struktur aktiva, net profit margin dan size terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017
Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh growth, struktur aktiva, net profit margin dan size terhadap struktur modal perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017. Obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2017 dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 61 perusahaan dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Dari hasil uji t (parsial) menunjukkan variabel struktur aktiva berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal dan net profit margin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan variabel growth dan size tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Nilai koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,278 artinya 27,8% struktur modal dapat dijelaskan oleh variabel independen (growth, struktur aktiva, net profit margin dan size). Sedangkan sisanya 72,2% dijelaskan oleh variabel lainnya
Pengaruh kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung terhadap kinerja karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan
Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung terhadap kinerja karyawan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Sampel dalam penelitian ini 47 karyawan tetap BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun, Ngawi,
Ponorogo, dan Pacitan. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode probability sampling pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi langsung, kompensasi tidak langsung berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan
Pengaruh kompensasi, lingkungan fisik, disiplin kerja, terhadap produktivitas kerja pegawai tetap di PDAM Tirtataman Sari Kota Madiun
Penelitian tentang pengaruh kompensasi, lingkungan fisik dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif kompensasi terhadap produktivitas kerjapegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun. (2) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun. (3) Mengetahui dan menganalisis pengaruh positif disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai tetap pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun dengan jumlah responden sebanyak 47 Pegawai. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Analisa data menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi.
Kesimpulan yang diperoleh adalah: (1) Ada pengaruh positif kompensasi terhadap produktivitas kerja pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun. (2) Ada pengaruh positif lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiun. (3) Ada pengaruh positif disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai tetap Tirta Taman Sari Kota Madiu
Analisis kelayakan usaha pengolahan susu sapi (studi kasus di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo)
Kabupaten Ponorogo memiliki delapan kecamatan penghasil susu sapi, salah satunya berada di Desa Klepu, Kecamatan Sooko. Cikal bakal munculnya peternakan sapi perah di Desa Klepu yaitu pada tahun 2008 diawali oleh beberapa
penduduk desa yang sepakat memesan bibit sapi perah dengan jenis friesien holstein (FH). Lambat-laun dengan berbagai kondisi yang terjadi, peternak merasa perlu mengubah konsep ketergantungan dengan cara mendirikan sebuah usaha mandiri yang mengelola susu segar menjadi produk olahan berbahan dasar susu sapi, sehingga diperlukan suatu analisis kelayakan usaha. Tujuannya untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha pengolahan susu sapi di Desa Klepu tersebut didirikan dengan segala resiko yang mungkin terjadi. Dalam penelitian ini memuat beberapa metode pada setiap aspek-aspek yang telah
ditetapkan, diantaranya aspek pasar, aspek teknis, aspek finansial, aspek manajemen sumber daya manusiaaspek, legal dan lingkungan. Kesimpulan dari analisis ini, bahwa usaha pengolahan susu di Desa Klepu dapat dikatakan layak untuk dipertimbangkan dengan hasil dari aspek pasar
diperoleh nilai Elastisitas > 1 (E = 1,007), aspek teknis diperoleh nilai Efektivitas produksi > 1 (Ep = 1,003), nilai SUE sebesar 33,77%, aspek finansial diperoleh
nilai NPV > 0 (Rp. 55.375.058,76), nilai IRR sebesar 39% > Minimum Attractive Rate Of Return (MARR = 7%) dan perolehan PP masa pakai mesin (60 bulan) > periode pengembalian (4,5 bulan), pada aspek manajemen sumber daya manusia diperoleh 3 tenaga kerja yang sudah dibuatkan deskripsi pembagian kerja, lalu pada aspek legal dan lingkungan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26/2017
Gambaran tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di RT 02 RW 01 Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun
khasiat mematikan atau menghentikan pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Kesalahpahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik menyebabakan pengobatan menjadi tidak tepat (irasional). Penelitian ini bertutujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di RT 02 RW 01 Desa Bolo Kecamatan Kare Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode Purposive Sampling, pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 35 responden dengan kriteria pernah mengkonsumsi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan dari 35 responden 11 (31,4%) responden mempunyai pengetahuan yang cukup dan 24 (68,6%) responden mempunyai pengetahuan yang kurang. Penggunaan antibiotik pada masyarakat mayoritas menggunakan antibiotik untuk mengobati penyakit flu dan batuk sebanyak 31,40%, antibiotik yang paling banyak digunakan adalah amoksilin sebanyak 45,70% dan mayoritas responden tidak menghabiskan antibiotik dikarenakan sudah sembuh sabanyak 74,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan penggunaan antibiotik di RT 02 RW 01 Desa Bolo Kecamatan Kare Kabupaten Madiun tergolong kuran
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan sistem informasi (studi empiris pada bank di Kota Madiun dan Kabupaten Ponorogo)
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial, kesesuaian tugas, dan kondisi yang memfasilitasi pemakai berpengaruh terhadap minat pemanfaatan sitem informasi akuntansi. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian karyawan perbankan bagian akuntan dan keuangan di Kota Madiun dan Kabupaten Ponorogo yang memenuhi kriteria tertentu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hipotesis penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian kondisi yang memfasilitasi pemakai berpengaruh positif signifikan terhadap minat pemanfaatan sistem informasi akuntansi. Sedangkan ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, faktor sosial, keseuaian tugas tidak berpengaruh terhadap minat pemanfaatan SIA
Gambaran pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada siswa di TK Negeri Pembina Takeran
Diare adalah kondisi buang air seseorang dengan konsistensi lembek atau cair dan frekuensinya lebih dari tiga kali sehari. Berdasarkan RISKESDAS tahun 2007, penyebab kematian bayi yang terbanyak adalah karena diare (31,4%) dan untuk kelompok anak balita diare juga merupakan penyebab kematian terbanyak (25,2%). Diare merupakan salah satu penyakit yang dapat diatasi dengan
swamedikasi. Untuk melakukan swamedikasi memerlukan pengetahuan yang luas. Semakin luas pengetahuan orang tua terutama seorang ibu tentang diare anak-anak, diharapakan dapat menurunkan mortalitas anak-anak akibat dari diare dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
pengetahuan ibu tentang swamedikasi diare pada siswa di TK Negeri Pembina Takeran. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menyebar kuesioner kepada 81 responden yaitu ibu dari seluruh siswa di TK Negeri Pembina Takeran. Analisi data akhir dengan cara melihat presentase data yang terkumpul dan disajikan dalam table distribusi. Hasil dari penelitian di TK Negeri Pembina Takeran menunjukkan bahwa dari 81 responden terdapat 58 responden (72%) berpengetahuan baik, 23 responden (28%) berpengetahuan cukup, dan
tidak ada responden yang berpengetahuan kurang. Dari pendidikan responden dapat diketahuai bahwa semakin tinggi pendidikan yang dimiliki responden maka semakin baik pula pengetahuan yang dimilikinya
Tingkat kepuasan pasien resep kredit terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Madiun
Kualitas pelayanan terhadap pelanggan mempunyai peranan yang sangat penting. Pasien resep kredit akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapannya dan sebaliknya, ketidakpuasan atau perasaan kecewa pasien resep kredit akan muncul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapannya. Untuk mendapatkan penilaian
oleh pasien resep kredit, maka perlu dilakukan survei terhadap pelayanan kefarmasian kepada pasien resep kredit mulai dari yang kurang hingga yang lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien resep kredit resep kredit terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Madiun. Data primer
penelitian diperoleh dari kuesioner terhadap pasien resep kredit resep kredit yang mengambil obat di Apotek Kimia Farma Madiun. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Apotek Kimia Farma Madiun berupa jumlah pasien resep kredit resep kredit. Karakteristik Responden yang diambil adalah jenis kelamin, pekerjaan, kunjungan ke apotek, serta resep yang ditebus. Sedangkan untuk penilaian yang digunakan adalah tentang kehandalan, ketanggapan, kepastian, empati, dan bukti fisik. Berdasarkan kuesioner yang disebar di Apotek Kimia Farma Madiun, didapatkan hasil yaitu dari 229 responden yang diambil sampelnya, terdapat 71,70% pasien resep kredit puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Madiun, dan 28,30% pasien resep kredit tidak puas dengan pelayanan kefarmasian