E-Jurnal LPPM Universitas Ekasakti
Not a member yet
535 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI KOTA PADANG
Perkembangan teknologi yang pesat telah mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk dunia usaha, termasuk usaha kecil dan menengah. Namun, tidak semua usaha kecil dan menengah mampu memaksimalkan penggunaan teknologi informasi. Untuk itu perlu dilihat bagaimana sebenarnya pemanfaatan teknologi informasi dan dampaknya pada usaha kecil menengah di kota Padang. Objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah para pengusaha kecil menengah di kota padang sesuai dengan domisili peneliti. Sampel sebanyak 30 orang diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling dengan kriteria pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang perdagangan industri makanan seperti usaha rumah makan, usaha makanan ringan dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 15,851 + 0,437 X. Berdasarkan analisis pengaruh variabel penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja usaha kecil dan menengah di Kota Padang. Karena analisis data dengan analisis linier sederhana diketahui nilai signifikansi 0,000 dan nilai signifikansinya lebih kecil dari alpha 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja usaha kecil dan menengah
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI 37 ALANG LAWAS KEC. PADANG SELATAN KOTA PADANG
This study aims to determine: the effect of the principal's leadership style on the teacher's performance at 37 Alang Lawas Elementary School, Padang Selatan District, Padang City. The research approach uses a quantitative approach. The population in this study were all elementary school teachers 37 Alang Lawas, Padang Selatan District, Padang City. The data collection technique used a questionnaire. The assumption test that is carried out is the normality and linearity test. Hypothesis testing using simple regression analysis. The results of this study concluded that: The principal's leadership style has a significant effect on the performance of Public Elementary School teachers in Gondokusuman district as shown by 9,797 with a significance of 0.002 <0.05 and the magnitude of the influence of the principal's leadership style on teacher performance is 6.4%
SOSIALISASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 2 SIPORA
Keberhasilan guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas didukung oleh banyak faktor seperti kompetensi guru, kelengkapan bahan ajar, sarana prasarana dan yang tak kalah penting adalah model pembelajaran. Melalui model pembelajaran guru dan siswa memiliki kerangka konseptual dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Dari hasil penelitian selama dua tahun, model yang efektif dan efesien untuk tercapainya tujuan belajar dan hasil belajar yang tepat adalah model pembelajaran Contektual Teaching and Learning (CTL). Model CTL membantu guru dan siswa mengaitkan materi yang diajarkan dengan dunia nyata yang dihadapi siswa, dengan kata lain model CTL ini membangu jembatan antara pengetahuan siswa dengan kehidupan mereka sehari hari dalam keluarga dan masyarakat. Model pembelajaran CTL ini perlu disosialisasikan ke guru dan siswa sehingga layak dijadikan pengabdian pada masyarakat terutama ke sekolah. Setelah melalui beberapa pertimbangan maka sekolah yang dijadikan lokasi adalah SMA 2 Sipora Kab. Kepulauan Mentawai. SMA 2 Sipora berada dekat dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu Tua Pejat di pulau Sipora salah satu tiga pulai besar di Kepulauan Mentawai. Dengan sosialisasi model pembelajaran CTL di SMA 2 Sipora dapat menjadi sekolah model untuk mutu pendidikan SMA di kepulauan Mentawai. Kita memahami mutu pembelajaran di SMA ini serta umumnya sekolah di Kepulauan Mentawai masih tertinggal dari daeerah lain di Sumatera Barat. Sosialisasi model pembelajaran CTL kepada siswa di SMA 2 Sipora berupa komponen model CTL yaitu konstuksivisme, inquiry, questioning, learning commbaby, modeling, reflection dan authentic assesment. Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan meriah dan menjadi pemicu semangat belajar bagi siswa SMA 2 Sipora untuk mengaitkan materi pelajaran dengan dunia nyata mereka, sehingga terasa sekali bagi mereka manfaat belajar di sekolah ketika meraka berada di rumah atau dalam lingkungan tempat tinggal mereka. Sosialisasi ini juga di sambut dengan senang hati oleh kepala sekolah dan guru SMA 2 Sipora, karena pengabdi dan tim datang dengan suka rela dan juga telah berjuang menerjang ombak Samudera Hindia untuk sampai di SMA 2 Sipora
UJI INSTRUMEN PENGARUH BEASISWA BIDIKMISI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Program ini bertujuan untuk menghidupkan harapan masyarakat kurang mampu. Calon penerima Program Bidikmisi ini sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam peraturan pemberian beasiswa bidikmisi, seseorang mahasiswa harus memiliki dorongan untuk berprestasi. Salah satu mengukur keberhasilan pelaksanaan program Bidikmisi dapat dilihat indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa, lulus tepat waktu, membuat proposal PKM, aktif dalam kegiatan organisasi, dan prestasi-prestasi lain yang telah diraih oleh mahasiswa Bidikmisi
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDN 53 KURANJI KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG
Penelitian ini berangkat dari kenyataan di sekolah bahwa siswa dalam proses pembelajaran hanya pasif mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran, siswa ribut dan beberapa siswa bermain dengan kursinya karena siswa tidak berkonsentrasi, terungkap bahwa pemahaman konsep IPA belum terlalu berkembang dan siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Hal ini dapat diatasi melalui metode eksperimen, karena metode eksperimen akan membuat siswa mengerti dan memahami apa yang dipelajarinya karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Fenomena ini membuat peneliti tertarik untuk meningkatkan pemahaman konsep sains melalui metode eksperimen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 53 Kuranji Kota Padang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bidang datar, tiga langkah metode eksperimen adalah: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap tahap akhir/tindak lanjut. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep bidang sederhana.
Hasil penilaian penelitian setelah siklus I menunjukkan prestasi belajar siswa yang diperoleh pada aspek kognitif 60%, aspek afektif 72%, aspek psikomotor 75%, oleh karena itu penelitian dilanjutkan pada siklus II. 83%. Terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas melalui metode eksperimen dapat meningkatkan konsep bidang sederhana siswa
UPAYA PEMBINAAN KINERJA KEPALA SEKOLAH OLEH PENGAWAS SEKOLAH DI SD BINAAN KECAMATAN PADANG UTARA KOTA PADANG
Pendidikan yang berkualitas sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang profesional, untuk menjadikan kepala sekolah profesional dan memiliki kemampuan manajerial yang baik, peran pengawas sangat diperlukan dalam membina, membimbing dan mengarahkan kepala sekolah. Seorang kepala sekolah harus memiliki kemampuan memimpin sekolah, terutama kemampuan manajerial. Kepala sekolah adalah pejabat profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengelola semua sumber daya organisasi dan bekerjasama dengan guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan memahami semua kebutuhan sekolah. Jenis penelitian tindakan pengawas sekolah. Lokasi penelitian di SD binaan Kecamatan Padang Utara Kota Padang berjumlah 16 sekolah. Teknik pengumpulan data observasional dan angket. Teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dengan menggunakan metode monitoring dan evaluasi pengawas sekolah dapat meningkatkan kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya dalam pengelolaan sekolah. Berdasarkan aspek yang dinilai pada siklus I, masih terdapat beberapa indikator yang belum dilaksanakan oleh kepala sekolah. supervisi, penilaian yang dilakukan pada siklus II memberikan hasil yang lebih baik karena masih banyak kepala sekolah yang melakukan kegiatan kinerja manajerial, dalam hal ini kepala sekolah sebenarnya terkadang tidak malas, mereka tidak memahami pekerjaan yang akan mereka lakukan, sehingga mereka memiliki banyak tugas yang harus dilakukan. terkait penilaian kinerja yang belum berjalan dengan baik
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI INDAHNYA BERPUISI MELALUI PEMBELAJARAN SAINTIFIK SISWA KELAS VII MTsN 05 PADANG
Tujuan Penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Indahnya Berpuisi Melalui Pembelajaran Saintifik Siswa Kelas VII MTsN 05 PADANG. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa Pembelajaran Saintifik dapat Meningkatkan Hasil Belajar Materi Indahnya Berpuisi Siswa Kelas VII MTsN 05 PADANG. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan Pembelajaran Saintifik untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru lebih membuat Pembelajaran Saintifik yang lebih menarik dan bervariasi
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA ( LKS ) DENGAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK SISWA KELAS VII SMPN 24 PADANG
Kualitas pembelajaran matematika di kelas sangat dipengaruhi oleh cara guru dalam penyampaiannya. Proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah tidak melibatkan siswa secara aktif di dalam proses pelaksanaanya. Sumber belajar yang digunakan berupa buku paket dan LKS, akan tetapi LKS yang digunakan kurang membantu siswa di dalam membangun pengetahuanya. Bahan ajar yang disediakan oleh guru hendaknya dapat melatih siswa di dalam memecahkan masalah. Salah satu metode belajar yang dapat membantu siswa di dalam memecahkan masalah adalah pendekatan realistik. Oleh karena itu, dikembangkan LKS pendekatan realistik yang terdiri dari tahap penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan hasil konstruksi siswa, interaktivitas, dan keterkait. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan LKS yang valid dan praktis.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Tapi pada penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan .LKS divalidasi oleh ahli matematika dan bahasa. Kepraktisan dilihat melalui hasil analisis angket respon siswa dan guru. Serta keaktifan siswa dilihat dalam proses belajar. Keaktifan siswa ini dilihat dari lembar observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS dengan pendekatan realistik valid dari segi materi dengan persentase 83,85%, bahasa 91,66% dan kegrafikan 91,66%. Persentase hasil kepraktisan dari angket respon siswa adalah sebesar 84,84% sehingga LKS masuk ke dalam kategori praktis. Serta diperoleh hasil persentase aktivitas siswa dengan rata-rata 74,24% dan termasuk dalam kategori aktif. Oleh karena itu, LKS dengan pendekatan realistik dapat dikatakan valid dan praktis serta dapat membantu aktivitas siswa menjadi lebih baik ( aktif ).
 
PENERAPAN COOPERATIF LEARNIG MODEL JIGSAW DALAM PEMAHAMAN KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS IV DN 38 SEBERANG PADANG KEC. PADANG SELATAN
Mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPS. Hal ini disebabkan guru masih dominan menggunakan metoda ceramah yang menganggap pelajaran IPS adalah hafalan. Padahal untuk menyampaikan materi IPS dibutuhkan model pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, sehingga siswa dapat memahami konsep IPS dan tidak merasa bosan. Selain itu juga dibutuhkan media yang menunjang keberhasilan pembelajaran. Diantara berbagai model pembelajaran yang ada terdapat cooperative learning model Jigsaw. Model ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpikir dan berdiskusi dengan teman untuk menjadikan diri “ahli” sehingga mereka dapat menjelaskan materi yang mereka bahas dalam kelompok ahli kepada teman-temannya di kelompok kooperatif (asal). Melihat hal tersebut maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah implementasi cooperative learning model Jigsaw dalam meningkatkan pembelajaran IPS di kelas IV SDN 38 Seberang Padang Kecamatan Padang Selatan .
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian yaitu penelitian tidakan kelas untuk melihat implementasi cooperative learning model Jigsaw pada pembelajaran IPS. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Pada siklus I materinya Perkembangan teknologi produksi dan siklus II Perkembangan teknologi komunikasi. Dimana setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 105 menit. Penelitian ini dilaksanakan pada SDN 38 Seberang Padang dengan subjek penelitian adalah kelas IV SD. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan teknik observasi, pencatatan lapangan dan evaluasi berupa soal objektif 10 butir soal dan isian pendek 5 butir soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif model interatif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (1992) yang terdiri dari reduksi data, peyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: cooperative learning model Jigsaw merupakan salah satu model mengajar yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok kecil. Dimana siswa dalam kelompok tersebut saling bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, dan setiap siswa mempunyai peranan yang penting dalam kelompok. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi siswa juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada anggota kelompoknya, sehingga siswa tidak terlalu bergantung kepada penjelasan guru. Dari hasil tes yang telah dilakukan teryata tingkat pemahaman siswa terhadap materi meningkat
PKM PRODUKMAKANAN TRADISIONAL USAHA MIKRO DI KAWASAN WISATA RELIGI KENAGARIAN ULAKAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan dari kegiatan penerapan PKM pada kelompok mitra usaha mikro produk makanancemilan berbahan baku ikan laut di Kenagarian UlakanKecamatan Ulakan Tapakis KabupatenPadang Pariaman adalah meningkatkan kemampuan Mitra dalam bidang : 1) variasi produk,2). kemasan produk, 3). merek produk, 4). izin produksi, 5) pembukuan usahadan 6)peningkatan pendapatan.Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalanmitra adalah melakukan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan diikuti oleh 2 kelompok Mitrayaitu: Mitra 1 dengan anggota 5 orang, dan Kelompok Mitra II beranggotakan 5 Orang.Metode yang digunakan dalam pelatihan dalam bentuk demonstrasi, ceramah, diskusi,tanyajawab, dan pembimbingan.Hasil dari kegiatan menunjukkan peserta memperolehpengetahuan tentang pentingnya a) pengembangan produk, 2). kemasan produk, 3). merekproduk, 4). izin produksi, 5) pembukuan usaha dan 6) peningkatan pendapatan. Dari kegiatanini peserta telah dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan demikiancalon wirausaha baru ini nantinya diharapkan akan dapat mengembangkan usaha dan suksesmelalui pengembangan kegiatan kewirausahaan