E-Jurnal LPPM Universitas Ekasakti
Not a member yet
535 research outputs found
Sort by
PENURUNAN CELAH PITA ZnO DENGAN IMPREGNASINYA PADA KARBON AKTIF
Abstract: The reduction of the band gap of the ZnO photocatalyst with its impregnation technique on activated carbon has been successfully carried out. The impregnation method involves absorption, dehydration at 100 oC, and calcination at 400 oC for 6 hours. Variations of Zn(NO3)2.6H2O used 5%, 10%, 15%, 20%, and 25% for 6 and 12 hours. Band gap test was carried out with UV-DRS. The optimum photocatalyst was achieved at 75 mg Activated carbon-ZnO 15% impregnated for 6 hours, with a decrease in the ZnO band gap to 2.62 eV the presence of Zn-O groups in the FTIR characterization results.
Abstrak: Penurunan celah pita fotokatalis ZnO dengan teknik impregnasinya pada karbon aktif telah berhasil dilakukan. Metode impregnasi melalui tahapan penyerapan, dehidrasi pada 100 oC, dan kalsinasi pada suhu 400 oC selama 6 jam. Variasi Zn(NO3)2.6H2O yang digunakan 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% selama 6 dan 12 jam. Uji celah pita dilakukan dengan UV-DRS. Fotokatalis optimum tercapai pada 75 mg Karbon aktif-ZnO 15% impregnasi 6 jam, dengan penurunan nilai celah pita ZnO menjadi 2,62 eV dan adanya gugus Zn-O pada hasil karakterisasi FTIR
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS IX MTSN KURANJI PADANG
Permasalahan yang dihadapi oleh guru Biologi diMTsN Kuranji Padang adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar. Cara yang diperkirakan dapat membantu untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah dengan melalui model pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran). Dengan adanya Model Pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran) kepada siswa diharapkan akan membuat semua siswa berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan aktivitas dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan Model Pembelajaran Mind Mapping (Peta Pikiran), hal ini dapat dilihat dari rata-rata aktivitas siswa yang ikut membawa / menyiapkan alat dan bahan pembuatan Mind map siklus I 79,99 % , siklus II 93,33 %, aktif mengajukan pertanyaan siklus I 63,33 %, pada siklus II 86,66 %, siswa yang aktif menjawab pertanyaan siklus I 41,66 %, siklus II 73,99 %, siswa yang mampu membuat Mind Map siklus I 63,33 %, siklus II 69,99 %, dan siswa yang memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain siklus I 36,66 %, siklus II 63,33 %, serta siswa yang memberikan pendapat untuk memecahkan masalah siklus I 33,33 %, siklus II 81,66 %. Berdasarkan data yang diperoleh selama pembelajaran dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Mind Mapping ( Peta Pikiran ) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil berlajar siswa
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS IV-B UPT. SD NEGERI 01 LIMO KAUM
Rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pemanfaatan media dan model pembelajaran yang kurang bervariasi dalam proses pembelajaran sehingga membuat siswa menjadi pasif. Hal ini ternyata membuat siswa menjadi bosan dan kurang dapat menyerap materi yang diajarkan, sehingga hasil belajar menjadi rendah. Salah satu alternatif media dan model pembelajan yang dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas guru serta siswa adalah dengan pemanfaatan media gambar dengan model pembelajaran the power of two. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum yang berjumlah 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui lembar observasi untuk siswa, serta Post test (tes akhir). Teknik analisis data dilakukan dengan dengan skor presentase. Berdasarkan hasil penelitian, aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh presentase 74 (Baik), pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75 (Baik sekali). Sedangkan aktivitas peserta didik pada siklus I memperoleh presentase 67,05 (Baik), pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,90 (Baik sekali). Sedangkan hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus I hanya 24 peserta didik yang tuntas dengan persentase 68,57% dan tidak tuntas 11 siswa dengan persentase 31,43%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 32 peserta didik mencapai ketuntaasan dengan presentase 91,43% dan 3 peserta didik tidak tuntas dengan presentase 8,57%. Dengan demikian berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media gambar dengan model the power of two dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI-B di UPT Sekolah Dasar Negeri 01 Limo Kaum
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III UPT. SD NEGERI 21 LIMO KAUM MELALUI MODEL QUANTUM LEARNING
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan pecahan pada siswa kelas III. Penelitian ini dilaksanakan di UPT. SD Negeri 21 Limo Kaum. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPT. SD Negeri 21 Limo Kaum yang berjumlah 21 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dengan menerapkan model quantum learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan pecahan siswa kelas III UPT. SD Negeri 21 Limo Kaum. Dilihat dari tes pra siklus diperoleh nilai rata – rata 63,81 dengan ketuntasan belajar 42,86%, sedangkan pada siklus I diperoleh nilai rata – rata 74,76 dengan ketuntasan 61,90% dan pada siklus II diperoleh nilai rata – rata 84,76 dengan ketuntasan belajar 90,48%. Begitupula dengan hasil observasi aktivitas siswa yang mengalami peningkatan, pada siklus I yaitu 71% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE CARD SORT GUNA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IX 4 MTsN 5 KOTA PADANG
Siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan melakukan kegiatan lebih banyak dan lebih cepat, dibandingkan dengan siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Minat belajar yang menjadikan siswa meraih prestasinya bukan hanya berasala dari dalam diri siswa tersebut tetapi juga disebabkan oleh segala hal yang memengaruhi kegiatan belajar mereka seperti guru yang mengajar, kurikulum mata pelajaran, sarana dan prasarana, latar belakang keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, fisik dan rohani siswa, strategi dan serta metode yang diterapkan untuk melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran aktif model Card Short merupakan pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa, dimana dalam pembelajaran ini setiap siswa diberi kartu indeks yang berisi informasi tentang materi yang akan dibahas, kemudian siswa mengelompok sesuai dengan kartu indeks yang dimilikinya. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian akan dilakukan dalam dua siklus, dan dalam tiap siklusnya terdiri atas empat tindakan yaitu perencana, tindakan observasi dan refleksi
PENGARUH TEKNIK BRAINSTORMING MENGGUNAKAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS DENGAN MEMPERHATIKAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMAN 1 LUBUK BASUNG
Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu dapat menggambarkan kemampuan matematis siswa SMA kelas XI MIA berdasarkan gaya belajar yang mereka miliki melelui pembelajaran dengan teknik brainstorming, menghasilkan LKPD dan RPP sesuai dengan pembelajaran dengan teknik brainstorming, dipublikasi di jurnal nasional tidak terakreditasi, mengikuti seminar nasional dan menghasilkan prosiding seminar nasional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment), penelitian ini menggunakan quasy experiment karena kelompok sampel yang terpilih sudah dalam bentuk kelompok dan peneliti tidak mungkin membentuk kelompok lagi. Dalam penelitian ini digunakan dua kelompok yang menjadi sampel yaitu kelompok eksperimen yang akan memperoleh perlakuan dengan teknik brainstorming dan kelompok kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Kedua, kemampuan pemecahan masalah siswa bergaya belajar visual dan kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, namun tidak ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorming dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Ketiga, kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar visual dan kinestetik yang diajar dengan teknik brainstorming lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional, namun tidak ada perbedaan pada kemampuan komunikasi matematis siswa bergaya belajar auditori yang diajar dengan teknik brainstorming dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional
MODEL PEMBELAJARAN IPA (STAD, TGT, JIGSAW)
Dalam upaya memotivasi dan meningkatkan keaktifan siswa maka ada tiga model pembelajaran yang dapat di terapkan dalam proses pengajaran yaitu STAND (Student Team Achievement Division), TGT (Team Games Tournament), JIGSAW yaitu teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa, bukan guru, yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian penulis adalah model pembelajaran STAND, TGT dan JIGSAW. Metode penelitian yang diguanakan adalah library research yaitu penelitian yang obyek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya dan Internet searching yaitu proses pencarian data melalui media internet untuk memperoleh informasi berdasarkan referensi, jurnal, artikel ataupun perundang-undangan secara online yang berkaitan objek penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu usaha untuk menggambarkan tentang model pembelajaran STAND, TGT dan JIGSAW
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK SISWA KELAS VI UPT. SD NEGERI 01 KOTO LAWEH
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai pada mata pelajaran matematika di kelas VI UPT. SD Negeri 01 Koto Laweh Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan pembelajaran Kerja Kelompok . Penelitian ini berbentuk PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang terdiri dari 2 ( dua ) siklus. Setelah dilakukan siklus I, kemudian dilakukan refleksi. Hasil refleksi yang dilaksanakan pada siklus I memberikan kesimpulan bahwa perlu dilaksanakan siklus II untuk memperbaiki (1) pelaksanaan pembelajaran yang meliputi: media pembelajaran, peran aktif peneliti dalam membantu siswa, motivasi terhadap siswa, membangun kerjasama antar siswa dan (2) hasil pemahaman terhadap pelajaran matematika Setelah dilaksanakan siklus II, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran Kerja Kelompok sudah memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan,. Setelah dilaksanakan pembelajaran siklus II,maka pembelajaran dengan pendekatan Kerja Kelompok sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar dalam pelajaran matematika bagi siswa kelas VI UPT. SD Negeri 01 Koto Laweh. Berdasarkan hasil analisis data, maka dalam penelitian tindakan kelas ini diperoleh gambaran bahwa hasil tes siswa pada akhir tindakan siklus I menunjukkan nilai rata – rata 70 dengan persentase daya serap 58,33%. Sedangkan pada tindakan siklus II, siswa yang memperoleh nilai rata – rata 83,33 dengan persentase daya serap mencapai 87,50%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Kerja Kelompok, pada pelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 09 BARINGIN
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil belajar siswa di kelas VI pada mata pelajaran IPA yang rata-rata masih dibawah KKM yaitu kurang dari 75. Metode yang di gunakan guru masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah, dimana pembelajaran masih berpusat kepada guru. Penelitian ini di tujukan pada penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPA materi cara perkembang biakan tumbuhan dan hewan. Berdasarkan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui perencanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif TipeJigsaw (2) mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Metode yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah kemmis & Mc.Taggart dengan dua siklus. Subjek penelitian dalam PTK ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 09 Baringin yang berjumlah 30 orang . Hasil penelitian dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPA materi cara perkembang biakan tumbuhan dan hewan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Siklus I rata-rata nilai siswa 74.67 atau sebanyak 70% , pada siklus II nilai rata-rata siswa 80.67 atau 90% siswa yang mencapai nilai KKM yaitu 75. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPA materi cara perkembang biakan tumbuhan dan hewan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran dikelas
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS TEMA INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU SUB TEMA INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU MELALUI MODEL MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV UPT. SD NEGERI 18 BARINGIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk menegtahui peningkatan hasil belajar Tema Indahnya Kergaman di Negriku Sub Tema Indanya Keragaman Budaya Negriku Melalui Model Make A Match Pada Siswa Kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin Tahun Pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 24 siswa yaitu 15 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi , dan refleksi. Adapun Analisis data yang di lakukan adalah pengumpulan semua data kemudian dianalisis yang disajikan dalam bentuk tabel selanjutnya menguji keberhasilan penelitian dengan membandingkan hasil pengelolaan data dengan indikator keberhasilan setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Model Make A Macth dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV UPT. SD Negeri 18 Baringin Tahun Pelajaran 2021/2022. Peningkatan siswa yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus II 20,83%. Hal ini dapat dilihat dari perolehan ketuntasan siswa pada siklus I 66,67%, siswa tuntas belajar meningkat pada siklus II 87,50% siswa tuntas belajar. Hasil tes akhir siklus 1 siswa memperoleh nilai rata-rata menjadi 73,33. Dan tes akhir siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 82,92