Progress in social development (E-Journal)
Not a member yet
78 research outputs found
Sort by
The Role Of Student Da’wah Institutions In Improving Non-academic Achievements In The Faculty Of Social And Political Sciences, Mulawarman University: Peran Lembaga Dakwah Kemahasiswaan Dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
ABSTRACT:
This study aims to identify and describe the role of the Student Da'wah Institute of the Faculty of Social and Political Sciences, Mulawarman University in contributing to improving the non-academic achievements of FISIP Mulawarman University students and to identify and describe the supporting and inhibiting factors of the Student Da'wah Institute (LDK) FISIP Mulawarman University in improving achievement. Non-Academic. The data collection technique is purposive sampling and the data analysis used in this research is descriptive qualitative. The results of this study indicate the role of LDK FISIP Mulawarman University in improving students' non-academic achievements, has three roles, namely the role of LDK FISIP as Education (Dakwah Education), the role of LDK FISIP as a facilitator, and the role of LDK FISIP as a motivator.
ABSTRAK:
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan mendekskripsikan peran Lembaga Dakwah Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dalam berkontribusi meningkatkan prestasi Non Akademik mahasiswa FISIP Universitas Mulawarman dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Lembaga Dakwah Kemahasiswaan (LDK) FISIP Universitas Mulawarman dalam meningkatkan prestasi Non Akademik. Adapun Teknik pengumpulan data adalah purposive sampling dan analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peran LDK FISIP Universitas Mulawarman dalam meningkatkan prestasi Non Akademik Mahasiswa, memiliki tiga peran yaitu Peran LDK FISIP sebagai Edukasi (Pendidikan Dakwah), Peran LDK FISIP sebagai Fasilitator dan Peran LDK FISIP sebagai Motivator
Circle Fish: Social-economic Locomotive of Perlis Village: Ikan Cerbung: Lokomotif Sosial-Ekonomi Desa Perlis
ABSTRACT:
This study aims to describe the exploitation of cerbung fish and its socio-economic consequences as a driver of the economy of the residents of Perlis Village, West Brandan District, Langkat Regency, North Sumatra. The method used to obtain data and information in this research is live-in with residents, while carrying out observations and interviews with informants in each stage of the cerbung fish production process as well as key informants. The results of the study show that the exploitation of cerbung fish has created a productive work cycle of ‘money printing' for many people so that this business can act as the economic locomotive of Perlis Village. Those involved as agents in this business are fishermen or fish catchers (men), women splitting and drying fish, boat and yard washers (fishing gear), ducklings, fish shovelers, canoe miners, and owners shop.
ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengusahaan ikan cerbung dan akibat sosial-ekonominya sebagai penggerak perekonomian penduduk Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi dalam penelitian ini adalah tinggal-bersama warga (live-in), sembari melaksanakan pengamatan (observation) dan wawancara (interview) dengan informan-pelaku di masing-masing tahap proses produksi ikan cerbung dan juga informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusahaan ikan cerbung telah menimbulkan siklus kerja produktif ‘pencetak uang’ untuk banyak orang sehingga bisnis ini bisa berperan sebagai lokomotif ekonomi Desa Perlis. Mereka yang terlibat sebagai pelaku (agent) dalam usaha ini ialah nelayan atau penangkap ikan (laki-laki), perempuan pembelah dan penjemur ikan, tukang cuci boat dan pekarangan (alat tangkap), anak itik, tukang sorong ikan, penambang sampan, dan pemilik kedai
Social Hermeneutics Study On the Meaning of Jihad by Students of Mulawarman University: Studi Hermeneutika Sosial Tentang Makna Jihad Menurut Mahasiswa Universitas Mulawarman
ABSTRACT:
Jihad has been an integral part of Islamic discourse from its early days until today. This research was conducted to determine variations in the meaning of jihad that developed in Mulawarman University students. I use Paul Ricoeur's theory of Social Hermeneutics to explain how the process of interpreting meaning from a text. Ricoeur views that text has a life of its own regardless of the author's intention or intent (text autonomy). In interpreting the text, Ricoeur also argues that understanding and explanation are not two contradictory methods of interpreting the text. The workings of Paul Ricoeur's social hermeneutics include three factors, namely the world of text, the world of presenters, and the world of readers, whereas in this paper there are only two factors, namely the world of text and the world of readers. Jihad in al-Qur'an is repeated 41 times in 23 verses and by Ibn Al-Qayyim it is divided into four meanings, namely jihad against lust, jihad against Satan, jihad against infidels, and hypocrites, and jihad against injustice and wickedness. Meanwhile, readers only divide jihad into two meanings, namely jihad against lust and war jihad. In the process of interpreting, readers are greatly influenced by the trajectories of life that they have been through. This can be seen from the many meanings of jihad they express, namely war, defending, doing good, effort/strength, being serious, preaching, and enthusiasm.
ABSTRAK:
Jihad merupakan bagian integral wacana Islam sejak masa awal kedatangannya hingga sampai saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi makna jihad yang berkembang pada Mahasiswa Universitas Mulawarman. Teori Paul Ricouer tentang Hermenutika Sosial saya gunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana proses menafsir sebuah makna dari sebuah teks. Ricouer berpandangan bahwa teks memiliki kehidupannya sendiri terlepas dari intensi atau maksud pengarang (otonomi teks). Dalam menginterpretasi teks, Ricoeur juga berpendapat bahwa pemahaman dan penjelasan bukanlah dua metode yang bertentangan dalam menafsirkan teks. Cara kerja hermenutika sosial Paul Ricoeur mencakup tiga faktor yaitu dunia teks, dunia pemateri dan dunia pembaca sedangkan dalam tulisan ini hanya ada dua faktor yaitu dunia teks dan dunia pembaca. Jihad dalam al-Qur’an terulang 41 kali dalam 23 ayat dan oleh Ibn Al-Qayyim dibagi menjadi empat makna, yakni jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan setan, jihad memerangi kaum kafir dan kaum munafik serta jihad melawan kezaliman dan kefasikan. Sedangkan pembaca hanya membagi jihad dalam dua makna yakni jihad melawan hawa nafsu dan jihad perang. Dalam proses penafsirannya, pembaca sangat dipengaruhi oleh trajektori kehidupan yang mereka pernah lalui. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya makna jihad yang mereka ungkapkan, yaitu perang, membela, melakukan kebaikan, usaha/kekuatan, bersungguh-sungguh, dakwah serta semangat
The Process of Institutionalizing Regional Regulation Number 07 the Year 2017 of Samarinda City Fostering Street Children and Homeless Beggars: Proses Pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017 Kota Samarinda Pembinaan Pengemis Anak Jalanan dan Gelandangan
ABSTRACT:
This research is to describe the efforts of the Social Service and Satpol PP of Samarinda City in institutionalizing Perda Number 07 of 2017, describing the constraints in enforcing Regional Regulation Number 07 of 2017, describing the institutionalization process, namely the stages of being known, known, obeyed and respected and to describe at what stage society is Jalan Pramuka in the institutionalization of Perda Number 07 of 2017. The results obtained from this study indicate that the efforts made by the Social Service are direct socialization, namely socialization in schools, sub-districts and official meetings, then indirect socialization through appraisal signs, brochures and pamphlets. The process of institutionalizing Perda Number 07 of 2017 has not been internalized by the Jalan Pramuka community, the community only goes through the first stage, namely the known stage. Some people do not know the Perda because there is no direct socialization in Sempaja Selatan Village. Obstacles in enforcement by the Social Service administrators are limited funds for comprehensive outreach, Satpol PP which is not sufficient to cover the whole of Samarinda City, and reluctance to take action against people who still give, because it is considered that giving is a human right.
ABSTRAK:
Penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya dari Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Samarinda dalam pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017, mendeskripsikan kendala dalam penegakan Perda Nomor 07 Tahun 2017, mendeskripsikan proses pelembagaan yaitu tahap dikenal, diketahui, ditaati dan dihargai dan untuk mendeskripsikan pada tahap mana masyarakat Jalan Pramuka dalam pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial adalah dengan sosialisasi secara langsung yaitu sosialisasi di sekolah, kelurahan dan rapat dinas, kemudian sosialisasi secara tidak langsung melalui plang himbauan, brosur dan pamplet. Proses pelembagaan Perda Nomor 07 Tahun 2017 belum terinternalisasi oleh masyarakat Jalan Pramuka, masyarakat hanya melalui satu tahap pertama yaitu tahap dikenal. Sebagian masyarakat tidak mengetahui Perda tersebut karena tidak adanya sosialisasi secara langsung di Kelurahan Sempaja Selatan. Kendala dalam penegakan oleh pihak penyelenggara Dinas Sosial terbatasnya dana untuk sosialisasi secara menyeluruh, Satpol PP yang tidak cukup dalam mengcover seluruh Kota Samarinda, serta rasa segan dalam menindak masyarakat yang masih memberi, karena dinilai memberi adalah hak asasi manusia
Catalog of History Manuscrip Collection of Rekso Pustoko Mangkunegaran Library Collection Surakarta: Pembuatan Katalog Manuskrip Sejarah Koleksi Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran Surakarta
ABSTRACT:
The Rekso Pustoko Mangkunegaran Library has various types of historical manuscripts, covering history from ancient to modern periods. The existence of these collections is certainly very useful for writing history, especially the history of Java. Unfortunately, there are still many historical researchers in Indonesia who use colonial archival sources such as Besluit, Algemeen Verslag, Memorie van Overgave and documents such as Staatsblad, Rijksblad and Regeering Almanac instead of using existing historical manuscripts. This is due to the difficulties experienced by historical researchers in reading manuscripts which in terms of material are written by hand and use Javanese language and letters. To overcome this problem, it is necessary to catalog the manuscripts. The catalog of historical manuscripts in addition to containing the manuscript code number also contains a synopsis of the contents of the manuscript. This, in addition to making it easier for researchers to find manuscripts, also helps in understanding the contents of historical manuscripts from the Rekso Pustoko Mangkunegaran collection. The purpose of this service is to catalog the historical manuscripts of the Rekso Pustoko Mangkunegaran collection.
ABSTRAK:
Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran mempunyai berbagai jenis manuskrip sejarah, meliputi sejarah dari periode kuno hingga modern. Keberadaan koleksi-koleksi ini tentu sangat bermanfaat bagi penulisan sejarah terutama sejarah Jawa. Sayangnya, masih banyak peneliti sejarah di Indonesia yang lebih banyak menggunakan sumber arsip kolonial seperti Besluit, Algemeen Verslag, Memorie van Overgave maupun dokumen seperti Staatsblad, Rijksblad dan Regeering Almanak dibandingkan memanfaatkan manuskrip sejarah yang ada. Hal ini dikarenakan kesulitan yang dialami peneliti sejarah dalam membaca manuskrip yang dari segi material ditulis dengan tangan serta menggunakan bahasa dan huruf Jawa. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan upaya katalogisasi manuskrip. Katalogisasi manuskrip sejarah selain berisi nomor kode manuskrip juga berisi sinopsis dari isi manuskrip. Hal ini selain mempermudah peneliti dalam menemukan manuskrip juga sekaligus membantu dalam memahami isi manuskrip sejarah koleksi Rekso Pustoko Mangkunegaran. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk membuat katalog manuskrip sejarah koleksi Rekso Pustoko Mangkunegaran
Management of Project Child Indonesia Organizations During The Covid-19 Pandemic: Manajemen Organisasi Project Child Indonesia Selama Pandemi Covid-19
ABSTRACT:So far, the literature that looks at the relationship between community organizations and the Covid-19 pandemic tends to see community organizations only as subjects that have a big influence and role in helping the community to deal with Covid-19. However, no one has seen the relationship between community organizations and the Covid-19 pandemic by seeing community organizations as objects of the presence of the pandemic. So that researchers want to see further how community organizations deal with the Covid-19 pandemic as a disaster. More specifically, researchers want to analyze the adaptation of community organizations to the presence of Covid-19 as part of organizational disaster management. This will then be seen in more detail by taking one of the cases in a community organization based on empowerment in the fields of education and poverty alleviation, namely Project Child Indonesia. The topic of organizational adaptation will be the main topic of this paper.
ABSTRAK:Selama ini literatur yang melihat hubungan organisasi masyarakat dengan pandemi Covid-19 cendrung melihat organisasi masyarakat hanya sebagai subjek yang memiliki pengaruh dan peran besar dalam membantu masyarakat untuk menangani Covid-19. Akan tetapi belum ada yang melihat hubungan organisasi masyarakat dan pandemi Covid-19 dengan melihat organisasi masyarakat sebagai objek dari hadirnya pandemi tersebut. Sehingga peneliti ingin melihat lebih lanjut bagaimana organisasi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sebagai sebuah bencana. Lebih khusus peneliti ingin menganalisis adaptasi organisasi masyarakat terhdap hadirnya Covid-19 sebagai bagian dari manajemen bencana organisasi. Hal ini kemudian akan dilihat lebih rinci dengan mengambil salah satu kasus pada organsasi masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan yaitu Project Child Indonesia. Topik mengenai adaptasi organisasi akan menjadi topik bahasan utama tulisan ini
Farmers Perceptions On the Performance of Field Agricultural Extenders in Rempanga Village, Kutai District Kartanegara: Persepsi Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Rempanga Kabupaten Kutai Kartanegara
ABSTRACT:
This study describes and analyzes the Perceptions of Farmer Groups on the Performance of Field Agricultural Extension (PPL) in Rempanga Village, Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency, and to identify whether farmers understand the main duties and functions of field agricultural extension agents in Rempanga Village, Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency. The type of research used is descriptive qualitative. The research focus in this thesis refers to how farmers understand the performance of field agricultural extension agents (PPL) in the sustainability of the agricultural process. The data sources were obtained from primary data, namely conducting interviews with key informants and informants, and secondary data from the archives and documents of the Rempanga Village Office as well as other documents related to this research. The data analysis technique used is an interactive data analysis method. Based on the results of research in the field of Farmer Groups' Perceptions of Field Agricultural Extension (PPL) performance, it can be said that the absence of agricultural instructors has had a quite visible negative impact, especially in terms of assistance and education which is an obstacle to running agriculture in Rempanga Village.
ABSTRAK:
Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis mengenai Persepsi Kelompok Tani Atas Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, dan untuk mengidentifikasi apakah para petani mengerti tugas dan fungsi utama penyuluh pertanian lapangan di Desa Rempanga Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian dalam skripsi ini mengacu pada bagaimana petani memahami kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam keberlangsungan proses pertanian. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu melakukan wawancara dengan key informan dan informan, dan data sekunder yang berasal dari arsip dan dokumen-dokumen Kantor Desa Rempanga maupun dokumen lain yang terkait dengan penelitian ini. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis data interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan Persepsi Kelompok Tani Atas Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat dikatakan bahwa ketiadaan penyuluh pertanian membawa dampak negatif yang cukup terlihat terutama dalam segi bantuan serta edukasi yang menjadi kendala jalannya pertanian di Desa Rempanga
Community Perception of Bukit Raya Village On Coffee Stalls On the Edge Jalan Samarinda - Tenggarong: Persepsi Masyarakat Desa Bukit Raya Terhadap Warung Kopi di Tepi Jalan Samarinda - Tenggarong
ABSTRACT:
The background of this research is the news on social media that the coffee shop on Jalan Samarinda - Tenggarong, Kilometer 10, Bukit Raya Village is considered by some members of the surrounding community to be used as a shrouded place of protection. This study aims to verify and validate the correctness of the perceptions and judgments of these community members. To achieve this goal, data has been collected from community members and leaders, as well as officials in Bukit Raya Village through interviews. The selection of community members as informants was done accidentally. Verification is also carried out through participatory observation in some of the coffee shops mentioned above. The data that had been collected were analyzed qualitatively-descriptive-interpretive. The results showed that in general the members of the Bukit Raya community were aware of these coffee shops. As far as they know, the owners and waiters of the coffee shop are not local people, but outsiders - Samarinda and it is suspected that some are from Surabaya. Some members of the Bukit Raya community think that these coffee shops are also generally used as places of disguised prostitution.
ABSTRAK:
Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya berita di media sosial bahwa warung kopi yang ada di Jalan Samarinda – Tenggarong, Kilometer 10, Desa Bukit Raya dinilai oleh sebagian anggota masyarakat di sekitarnya digunakan sebagai tempat protistusi terselubung. Penelitian ini bertujuan memferifikasi dan memvalidasi kebenaran persepsi dan penilaian anggota masyarakat tersebut. Untuk mencapai tujuan ini telah dikumpulkan data dari anggota dan tokoh masyarakat, serta aparat di Desa Bukit Raya melalui wawancara. Pemilihan anggota masyarakat sebagai informan dilakukan secara kebetulan (accidental). Verifikasi juga dilakukan melalui pengamatan terlibat (observation participatory) di beberapa warung kopi yang disebut di atas. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif-deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya anggota masyarakat Desa Bukit Raya mengetahui adanya warung-warung kopi tersebut. Sepengetahuan mereka para pemilik dan pelayan warung kopi tersebut bukan orang setempat, melainkan orang luar – Samarinda dan diduga ada yang dari Surabaya. Sebagian anggota masyarakat Desa Bukit Raya menilai bahwa warung-warung kopi tersebut umumnya digunakan pula sebagai tempat prostitusi terselubung
Changes in Production Modes and Intellectual Relations in Managing the Behavior of Oil and Gas Labors in Muara Badak District: Perubahan Mode Produksi dan Relasi Intelektual Dalam Pengaturan Prilaku Buruh Migas di Kecamatan Muara Badak
ABSTRACT:
This study aims to identify the pattern of changes in the mode of production of people who work as farmers and fishermen in Kutai Kartanegara Regency, especially Muara Badak District after the entry of the oil and gas industry in the region, and analyze how intellectual relations are in regulating the behavior of oil and gas workers along with the social, economic and political impacts. raised. This type of qualitative research uses the Grounded Theory approach. The results of this study indicate that changes in the way people produce from agriculture, plantations, and traditional fisheries in Muara Badak District have been accompanied by a mechanism for releasing social ties to land and sea through intermediary policies that are pro to the formation of industrial commodities for market interests and result in a decline in the domestic industry due to dependence. in the oil and gas industry. This dependence also gave birth to an intellectual layer and a working class that served the interests of the plantation, aquaculture and oil and gas-based industries. The process of its journey was accompanied by the emergence of various kinds of class conflicts, which gave rise to types of organic intellectuals who tried to fight back against the exploitation that occurred.
ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasikan pola perubahan mode produksi masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Muara Badak setelah masuknya industri migas di wilayah tersebut dan menganalisis bagaimana relasi intelektual dalam pengaturan prilaku buruh migas beserta dampak sosial, ekonomi dan politik yang ditimbulkan. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Grounded Theory. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan cara masyarakat berproduksi dari pertanian, perkebunan dan perikanan tradisional di Kecamatan Muara Badak ikut dibarengi dengan mekanisme pelepasan ikatan sosial dengan tanah dan laut melalui perantara kebijakan yang pro terhadap pembentukan komoditas industri untuk kepentingan pasar serta mengakibatkan kemunduran industri domestik akibat ketergantungan pada industri migas. Ketergantungan ini juga melahirkan lapisan intelektual dan kelas buruh yang mengabdi pada kepentingan industri berbasis perkebunan, pertambakan dan migas. Dalam proses perjalalanannya juga dibarengi dengan kemunculan berbagai macam konflik kelas sehingga memunculkan jenis intelektual organik yang berusaha melakukan perlawanan balik terhadap eksploitasi yang terjadi
Strategy and Struggle Of Street Vendors In Pasar Pagi Distric Of Samarinda: Strategi dan Perjuangan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kelurahan Pasar Pagi Kota Samarinda
ABSTRACT:
Strategies and Struggles of Street Vendors in Pasar Pagi Village, Samarinda City. This thesis stems from my curiosity about the reasons these actors choose street vendors as their realm of work. As well as regarding field practices and competition between fellow business actors from relatively small to relatively large capital. Practices in the field of actors in the realm of business do not only rely on material capital but also on social capital, cultural capital, and symbolic capital as a form of strategy for the actors to maintain their business. Street vendors, as businessmen with relatively small capital, are not only competing with fellow street vendors, but also with large capital owners. The strategy used by street vendors is to collect capital and convert their capital even though their capital is relatively small. There are various forms of capital and habitus that are owned by street vendors. This is all as a support for the actors to be able to continue to survive in this realm. The street vendor is a practice from the flow of life that is not on their side. The minimal material capital and the exclusion of these actors with large investors make them more struggling and have a strategy to be able to maintain their business.
ABSTRAK:
Strategi dan Perjuangan Pedagang Kaki Lima di Kelurahan Pasar Pagi Kota Samarinda. Skripsi ini bermula dari rasa ingin tahu saya tentang alasan para aktor ini memilih pedagang kaki lima sebagai ranah pekerjaan yang mereka jalani. Serta tentang praktik lapangan dan persaingan antara sesama pelaku bisnis dari yang bermodalkan relatif kecil sampai yang bermodalkan relatif besar. Praktik di lapangan para pelaku di ranah bisnis nyatanya bukan hanya mengandalkan modal material saja melainkan juga modal social, modal budaya dan modal simbolik sebagai bentuk strategi para actor dalam mempertahankan usahanya. Pedagang kaki lima sebagai pelaku bisnis yang bermodalkan relative kecil nyatanya bukan hanya bersaing dengan sesame pedagang kaki lima akan tetapi juga dengan para pemilik modal-modal besar. Strategi yang digunakan para pedagang kaki lima dari mengumpulkan modal dan mengkonversikan modal mereka lakoni walupun modal mereka relatf kecil. Bentuk variasai-variasi modal dan habitus yang dimiliki oleh pedagang kaki lima beraneka ragam. Ini semua sebagai penunjang para aktor untuk dapat terus bertahan dalam ranah ini. Pedagang kaki lima merupakan praktik dari arus kehidupan yang tidak memihak kepada mereka. Modal material yang minim serta tersisihkannya para aktor ini dengan para pemodal besar membuat mereka lebih berjuang dan memiliki strategi untuk dapat mempertahankan usaha mereka