Pusat Jurnal Mahasiswa UIN Ar-Raniry
Not a member yet
    361 research outputs found

    Implementasi Pembelajaran Al- Qur’an Hadist di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Insan Palangka Raya

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menganalisis berbagai sumber literatur mengenai metode pembelajaran Al-Qur\u27an dan Hadits di Mts Hidayatul Insan. Fokus penelitian ini adalah pada aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran integratif Al-Qur\u27an dan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran harus mencakup tujuan pembelajaran yang jelas, metode yang tepat, dan penggunaan media yang relevan dengan karakteristik siswa. Pada tahap pelaksanaan, guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan aktif siswa, sedangkan pembelajaran integratif menghubungkan ajaran Alquran dan Hadist dengan kehidupan siswa sehari- hari. Berbagai strategi pembelajaran seperti pembelajaran langsung, interaktif, dan berbasis pengalaman diterapkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan metode komprehensif, bertujuan untuk mengetahui capaian pembelajaran, memberikan umpan balik, dan merencanakan tindakan perbaikan. Evaluasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Alquran dan Hadist dalam kehidupan sehari-hari

    Fenomena LGBT di Wilayah Syariat: Perspektif Hukum Adat Aceh

    Full text link
    Keberadaan komunitas LGBT di Indonesia menjadi kontroversi besar di kalangan masyarakat yang beragama, umumnya mayoritas muslim yang menjunjung tinggi nilai moral yang tinggi yang tertuang dalam hukum agama dan adat istiadat. LGBT masih dianggap tabu dan menakutkan oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Tidak terkecuali wilayah Aceh sendiri, yang merupakan wilayah yang berasaskan syariat Islam. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengandalkan kedalaman data. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data-data sekunder berupa dokumen, buku-buku, jurnal dan literatur lainnya yang berkaitan dengan subjek pembahasan. Data akan dianalisis untuk melihat urgensinya Hukum Adat dalam masalah LGBT. Analisis ini juga bertujuan untuk melihat keterkaitan budaya hukum adat Aceh dan substansi wilayah syariat Islam. Hukum adat dianggap sebagai hukum yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan lebih memperhatikan adat istiadat serta nilai - nilai lokal. Kelompok LGBT dipandang melakukan tindakan yang bertentangan dengan tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat adat. Oleh karena itu, perlu penguatan hukum adat untuk mencegah maraknya fenomena LGBT di Aceh. Fenomena LGBT telah menjadi masalah global termasuk di Indonesia. Kajian mendalam dan komprehensif mutlak diperlukan untuk meninjau hukum LGBT dalam Perspektif Adat Aceh

    Implementasi Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 dalam Pencegahan Ikhtilath oleh Satpol PP dan Wilayatul Hisbah di Aceh Barat

    Full text link
    Tindak pidana ikhtilat menjadi masalah serius di Aceh Barat karena berisiko mengganggu tatanan sosial dan moralitas. Ikhtilat merujuk pada percampuran bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa batasan syariat, yang dapat berdampak negatif pada generasi muda dan keharmonisan masyarakat. Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat memiliki peran penting dalam mencegah ikhtilat serta menjaga nilai-nilai syariat. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penegakan hukum oleh Satpol PP dan WH, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengeksplorasi perspektif hukum Islam terkait ikhtilat. Dengan metode hukum empiris dan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan informan dari Satpol PP, WH, dan Keuchik Gampong Ujong Kareung. Hasil menunjukkan upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi, patroli, penegakan hukum adat dan syariat, pembangunan sarana kepatuhan syariat, serta peran keluarga dan masyarakat. Faktor pendukung meliputi regulasi kuat, sarana dan prasarana, sumber daya aparatur, serta partisipasi tokoh agama. Faktor penghambat mencakup rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan personel, perubahan sosial-budaya, kurangnya perlindungan pemerintah, dan minimnya edukasi berkelanjutan. Penegakan hukum melalui Satpol PP dan WH berdasarkan Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 menggabungkan sanksi, edukasi, dan kolaborasi dengan tokoh agama untuk menjaga moralitas publik sesuai ajaran Islam

    Penegakan Hukum Islam Terhadap Transaksi Jual-Beli Ganja di Aceh: Dialektika Antara Otonomi Khusus, Keadilan Jinayah, dan Realitas Sosiokultural

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis dialektika kompleks antara penegakan hukum Islam, otonomi khusus, dan realitas sosiokultural dalam transaksi jual-beli ganja di Aceh. Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki otoritas konstitusional menerapkan syariat Islam secara kaffah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Aceh menghadapi paradoks unik: ganja secara historis merupakan bagian dari memori kolektif agraris masyarakat, namun secara hukum positif diklasifikasikan sebagai Narkotika Golongan I yang dilarang keras. Menggunakan metode penelitian normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis, penelitian ini menemukan bahwa terjadi ketegangan struktural antara rezim hukum nasional yang bersifat punitif dengan aspirasi syariat Islam yang diwujudkan melalui Qanun Jinayah. Data menunjukkan bahwa kasus narkotika tidak diadili di Mahkamah Syar’iyyah melainkan di Pengadilan Negeri, menciptakan dualisme penegakan hukum yang mengurangi efektivitas implementasi syariat secara utuh. Analisis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 85/Pid.Sud/2020/Pn-Bna mengonfirmasi dominasi legalitas formal UU Narkotika tanpa integrasi nilai-nilai syariat secara substansial. Sementara itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menunjukkan dinamika pemikiran dari pandangan tradisional yang rigid menuju pendekatan pragmatis melalui konsep Darurat Syariah terkait wacana legalisasi ganja medis. Penelitian ini merekomendasikan revisi Qanun Jinayah untuk mengakomodasi tindak pidana narkotika, penguatan kapasitas Wilayatul Hisbah dalam sinergi dengan aparat penegak hukum nasional, serta pengembangan pendekatan keadilan restoratif berbasis nilai-nilai ishlah yang sejalan dengan Maqasid al-Shari’ah

    Peredaran Narkotika Jenis Sabu Oleh Anak Dibawah Umur Dan Peran Keluarga Mencegah Anak Terjerumus Dalam Kejahatan Narkotika

    Full text link
    This study plans to (1) know and break down the elements that cause opiates flow by minors, and (2) know and dissect the significant job of the family to keep youngsters from falling into the universe of opiates. The sort of exploration utilized in this study is experimental legitimate examination. The area of the exploration was done at the Aceh Besar Territorial Police. Information assortment procedures utilizing record concentrate on methods, perception and meetings. Subjective information handling and examination procedures. That\u27s what the outcomes showed (1) the type of chronic drug use committed by minors was brought about by different elements including natural variables, family congruity conditions and monetary elements. Likewise, (2) the significant job of guardians to keep youngsters from falling into the universe of medications is, should do great nurturing correspondence and control, guardians should have the option to adjust to the states of nurturing that should be lived because of changes in the job and weight of nurturing obligations, guardians play a significant part in directing and going with their kids both in proper training and non-formal schooling. Then, at that point, in the event that the youngster has perpetrated the wrongdoing, the activity is the right policing that the kid can change and acknowledge what they fouled up

    Group Self-Control Therapy as a Social Rehabilitation Model to Reduce Online Gaming Duration among Adolescents

    No full text
    The phenomenon of excessive online gaming among adolescents has emerged as a growing social concern in the digital era. Such behavior can disrupt adolescents’ social, academic, and psychological functioning, highlighting the need for interventions that not only address maladaptive behavior but also restore the individual’s ability to play a positive role in society. This study aimed to examine the effectiveness of Group Self-Control Therapy as part of the social rehabilitation process in reducing online gaming duration among junior high school students. The participants were four male adolescents aged 13–14 years in Malang City who reported daily online gaming durations of 3–6 hours. Assessment techniques included interviews, observation, the Culture Fair Intelligence Test (CFIT) Scale 2B, and the Game Addiction Scale for Adolescents (GASA). The intervention was delivered in seven sessions, covering initial contracting, goal setting, problem identification, commitment building, implementation of self-control techniques (self-talk, physical guidance, situational inducement), evaluation, termination, and follow-up. Results demonstrated a significant reduction in online gaming duration, from an average of 3.3–5.8 hours to 1.7–2.2 hours/ day, alongside a decrease in GASA scores from the moderate to the low category. These changes were accompanied by improvements in social functioning, such as increased school participation, reduced verbal conflicts with peers, and enhanced family interactions. The findings support the use of Group Self-Control Therapy as a school-based social rehabilitation strategy to address digital addictive behaviors in adolescents

    Parental Attachment and Peer Support as Predictors of Adolescents’ Psychological Well-Being at X Junior High School, Yogyakarta

    Full text link
    This study predicts the role of parental attachment and peer support in adolescent psychological well-being among students at SMP "X" Yogyakarta. The participants consisted of 181 students, the majority aged 14 and 15 years. The research employed a quantitative method with multiple linear regression analysis. The instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) to measure attachment, the Social Support Questionnaire for Children (SSQC) to assess peer social support, and an adolescent psychological well-being scale. The results showed that parental attachment and peer support significantly predicted psychological well-being (F = 9.14, p < 0.001, R = 0.138). Further analysis revealed differences in psychological well-being based on class, age, and gender. The implications of this study highlight the importance of parental and peer roles in enhancing adolescents’ psychological well-being through fostering positive relationships and strong social support. This research provides a foundation for developing interventions aimed at improving adolescent psychological well-being by strengthening social and family relationships

    Analysis Of Farmers\u27 Perceptions Of The Need For Agricultural Financing Products At Islamic Banks (Study on The Community of Serba Jadi Subdistrict, East Aceh Regency)

    Full text link
    Financing agricultural products in Serba Jadi District is a need for pre- and post-harvest farmers in increasing product excellence. The existence of Islamic banks which are far away and difficult to access has not made a significant contribution in increasing financial inclusion. This study aims to identify the level of farmers\u27 perception of agricultural financing needs. Quantitative approach with associative research type and probability sampling technique with cluster random sampling type of 94 farmers in 18 villages in Serba Jadi District, East Aceh Regency. The results of simple linear regression data analysis prove that the level of farmer perception has no effect on agricultural financing needs

    Analysis Of Customer Understanding Of The Murabahah Contract Concept In Mitraguna Financing At Bank Syariah Indonesia, Langsa Branch: A Review Of Practice And Sharia Principles

    Full text link
    The development of Islamic banking in Aceh Province, particularly in Langsa City, is becoming increasingly competitive, highlighting the importance of public understanding as part of Islamic financial literacy. The purpose of this study is to analyze the understanding of the people of Langsa City regarding Mitraguna Bank Syariah Indonesia (BSI) financing products and their implications. The research used a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, structured interviews with 10 Mitraguna BSI customers in Langsa City who are payroll employees, and documentation studies. The results of the study reveal that the majority of informants interviewed were in the “Less Understanding” category regarding the sharia principles of BSI Mitraguna products. The factors causing this low level of understanding include a lack of in-depth socialization from the bank and a lack of background knowledge of sharia finance among customers. As a result, customers tend to focus on the ease of access and financial benefits of the product without paying attention to their understanding of the sharia contract and obligations attached to it. The research conclusion shows that there is a gap between product utilization and understanding of the accompanying sharia principles. Therefore, this study recommends the need for more effective education and communication strategies from BSI to improve customers\u27 sharia financial literacy, thereby mitigating risks and ensuring the sustainability of healthy products. Keywords: Customers understanding, murabahah contract, mitraguna financin

    Penyelesaian Kasus Poliandri Secara Hukum Adat : Studi di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar

    Full text link
    Abstrak: Poliandri merupakan perbuatan yang dilarang dalan hukum Islam dan Hukum Positif, namun faktanya kasus poliandri terdapat di Gampong Tungkop Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana proses penyelesaian kasus poliandri secara hukum adat dan bagaimana pandangan hukum Islam terhadap penyelesaian kasus tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa proses penyelesaian perkara poliandri secara hukum adat dilaksanakan secara adat gampong atau musyawarah. Kemudian sesuai dengan musyawah bersama, mereka mengambil kesimpulan bahwa wanita tersebut diberikan hukuman atau sanksi berupa dikeluarkan dari gampong Tungkop. Hal ini sejalan dengan Qanun Aceh Bab VII Pasal 16 Ayat 1 Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Adat dan Adat Istiadat. Tinjauan hukum Islam terhadap hukuman bagi pelaku kasus poliandri seperti di keluarkan dari gampong tidak terdapat dalam hukum Islam, namun hal ini tidak bertentangan dengan hukum Islam mengingat sanksi tersebut bertujuan untuk menjaga tatanan sosial dan moral masyarakat. Selain itu jika dilihat mengenai sanksi yang diberikan berupa dikeluarkan dari Gampong itu sejalan dengan peraturan Qanun di Aceh. Di Aceh sendiri peraturan Qanun sering kali dirumuskan dengan mempertimbangkan nilai-nilai syari\u27at Islam. Maka dalam hal ini, sanksi berupa keluarnya gampong tidak menyalahi aturan atau sudah sesuai dengan hukum Islam

    347

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pusat Jurnal Mahasiswa UIN Ar-Raniry
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇