Pusat Jurnal Mahasiswa UIN Ar-Raniry
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Determinants Of Purchasing Decisions In Tik Tok Shop E-Commerce With Trust As A Mediating Variable
This study aims to examine the effect of security and Sharia compliance on purchasing decisions in the e-commerce TikTok Shop with trust as a mediating variable. The sample in this study were active undergraduate students at USK totaling 85 people who were taken based on the Hair formula and analyzed using the path analysis model. The results of this study found that security and sharia compliance had a positive effect on trust. Security, Sharia compliance, and trust have a positive effect on purchasing decisions. In the Sobel test, the indirect effect shows that security and Sharia compliance have a positive influence on purchasing decisions through trust as a mediating variable. Further research can take other supporting factors that have not been used in this stud
Aplikasi Vinegar Air Cucian Beras terhadap Mutu Ikan Tongkol ( Euthynnus affnis )
Ikan tongkol (Euthynnus affnis) merupakan salah satu sumber protein yang memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga ikan cepat busuk jika tidak diawetkan. Maka dilakukanlah penelitian untuk mencari pengawet alami bagi ikan tongkol. Tujuan mengkaji pengaruh sifat kimia, organoletik dan mikrobiologi ikan tongkol dengan pengawet alami dari vinegar air cucian beras. Penelitian diawali dengan membuat fermentasi air cucian beras dengan bantuan Symbiotic culture of Bacteria and yeast (Scoby) selama 14 hari. Hasil dari fermentasi tersebut berupa vinegar yang mengandung air cuka (asam) dan diaplikasikan pada ikan tongkol sebagai pengawet alami. Dilakukan variasi perendaman vinegar air cuacian beras diamkan dengan variasi waktu 1, 2, 3 hari dan dengan perbedaan suhu ruang dan suhu 4°C. Kemudian dilihat sifat kimia, mikrobiologi dan uji organoleptik pada ikan tongkol. Hasil penelitian pada aplikasi vinegar air cucian beras pada ikan tongkol (Euthynnus affnis) dengan kadar air terendah didapat pada hari ke 3 sebanyak 32,07%, kadar lemak tertinggi 1,48 % pada hari ke 1 dengan suhu ruang. Kadar protein 47,12% , mikrobiologi 0,5 x 108 pada hari ke 1 suhu 4°C. Dengan organoleptik berdasarkan bau, penampakan, rasa, dan tekstur. Dapat disimpulkan bahwa vinegar air cucian beras dapat dibuat dengan proses fermentasi dan dijadikan sebagai pengawet alami ikan tongkol
ANALISIS POTENSI MINUMAN HERBAL DARI KUNYIT(Curcuma longa) DAN ASAM JAWA(Tamarindus indica)
Minuman herbal adalah minuman yang terbuat dari bahan dasar alami yang mengandung banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Minuman herbal biasanya diolah dari rempah-rempah. Rempah-rempah yang sering dijadikan minuman herbal adalah jahe, kencur, kunyit, temulawak, serai, kunyit dan masih banyak lagi. Minuman herbal memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga pencernaan, dan mencegah timbulnya berbagai penyakit yang parah sekalipun. Khasiat ini didapatkan dari bahan aktif alami yang ditemukan pada tanaman tertentu. Kunyit dan asam jawa merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat. Tanaman ini juga merupakan rempah yang sering digunakan untuk bahan masak. Selain digunakan untuk bahan masak, tanaman ini juga sering digunakan untuk membuat minuman yang terkenal di Indonesia yang sering disebut dengan jamu atau minuman herbal. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi minuman herbal dari kunyit dan asam jawa. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan banyak pernyataan yang positif pada hasil penelitian minuman herbal kunyit asam selain kerena memiliki aroma, warna dan rasa yang khas minuman herbal kunyit asam kaya akan manfaat bagi kesehatan. Hasil analisis minuman herbal kunyit asam adalah aroma pada minuman herbal kunyit asam memiliki presentase sebesar SS= 50% dan S= 50% sedangkan TS= 0%. Rasa pada minuman herbal kunyit asam memiliki presentase sebesar SS= 50% dan S= 40% sedangkan TS 10%. Warna pada minuman herbal kunyit asam memiliki presentase sebesar SS= 70% dan S= 30% sedangkan TS= 0%. Tekstur pada minuman herbal herbal kunyit asam memiliki presentase sebesar SS= 80% dan S= 20% sedangkan TS= 0 %.
Kata Kunci:1. Minuman herbal
2.Kunyit
3. Asam jawa
 
Peran Pemerintah terhadap Pengasuhan Anak Terlantar oleh Orangtua yang Bercerai : (Studi pada UPTD Rumoh Seujahtra Aneuk Nanggroe Dinas Sosial Aceh)
Abstract: The existence of abandoned children in Aceh is an issue that should ideally be a serious concern from many parties, the community and the government, especially aspects of childcare and fulfillment of basic needs that are not obtained from the family. The Government of Aceh through UPTD RSAN Aceh Social Service plays a role in child care. This article focuses on the criteria for abandoned children in UPTD RSAN Aceh Social Service, the government\u27s role in the care of abandoned children in UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh, and parenting patterns carried out at UPTD RSAN Dinas Sosial Aceh. This study uses a qualitative approach, with a descriptive type of analysis. The results of this study show that the criteria for children in the UPTD RSAN Aceh Social Service consist of abandoned children, street children, children who face the law and children who need special protection. Specific criteria for abandoned children are children who do not receive care and care for parents and families. The government\u27s role in the care of abandoned children through UPTD RSAN at the Aceh Social Office is to meet the basic needs of children consisting of food, clothing and high places in the form of dormitories, education and health. The parenting pattern implemented at UPTD RSAN Aceh Social Service tends to use authoritative parenting. The care of abandoned children at UPTD RSAN Aceh Social Service still has constraints on human resources and budget aspects.
Keywords: Role, Government, Care, abandoned childcare, Divorce
Hubungan Antara Internal Locus Of Control Dengan Homesickness Pada Santri Baru di Pondok Pesantren Insan Quráni Kabupaten Aceh Besar
Peralihan pada lingkungan baru dicerminkan oleh individu sebagai penderitaan akibat perpisahan dengan figur keterikatan dan lingkungan sosial yang menimbulkan perasaan stres dan depresi yang berujung pada kondisi yang disebut homesickness. Kondisi ini berkaitan dengan faktor internal locus of control. Individu yang memiliki kecenderungan internal locus of control akan mampu mengendalikan kehidupannya dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan homesickness pada santri baru Dayah Insan Quráni Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan berbentuk skala dengan pengambilan sampel berdasarkan teknik sampling jenuh yaitu pengambilan sampel secara penuh karena populasi yang relatif kecil. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 150 santri dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara internal locus of control dengan homesickness pada santri baru Dayah Insan Quráni Kabupaten Aceh Besar dengan nilai uji korelasi Spearman’s r=-0.458, p=0.000, α<0.05. hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara internal locus of control dengan homesickness pada santri baru Dayah Insan Quráni Kabupaten Aceh Besar. Dengan demikian hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah homesickness, sebaliknya semakin rendah internal locus of control maka semakin tinggi homesickness
Pandangan Terhadap Pernikahan Beda Suku dalam Masyarakat
This study examines interethnic marriages, which occur as individuals from diverse ethnic backgrounds come into contact. Marriage itself is a significant phase in life, allowing a Muslim to fulfill half of their faith. Interethnic or intercultural marriages arise as individuals from different ethnic groups, customs, values, and cultural norms form families. This study aims to explore community perceptions of interethnic and intraethnic marriages. A qualitative descriptive case study method was employed, utilizing interviews as the primary data collection technique. The data consists of secondary sources from field interviews and primary documentation supporting the research findings. The results reveal three key findings. First, the people of Kluet Timur generally do not oppose interethnic marriages, as there are no explicit prohibitions against them. Second, those who marry within the same ethnic group believe that intraethnic marriages are important for establishing a cohesive, harmonious family and maintaining cultural alignment within the community. They perceive interethnic marriages as requiring an understanding of different customs and traditions, necessitating efforts to adapt. Third, many community members support interethnic marriages, as they promote tolerance, cultural exchange, and mutual respect for diverse ethnic backgrounds, traditions, and customs. However, concerns remain regarding the potential challenges of interethnic marriages, as some community members hold negative perceptions, believing that such unions may lead to marital conflicts and a lack of harmony.
Abstrak
Studi ini mengkaji tentang pernikahan antar suku. Pernikahan merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan seorang Muslim setelah menemukan pasangan hidup, di mana melalui pernikahan seseorang dapat menyempurnakan separuh agamanya. Pertemuan individu-individu dari berbagai latar belakang suku memungkinkan terjadinya pernikahan antar suku atau antar budaya. Hal ini menyebabkan terbentuknya keluarga-keluarga yang didasari oleh perbedaan suku, adat, nilai, dan norma kebudayaan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk melihat pandangan masyarakat terhadap pernikahan antar suku dan pernikahan sesama suku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Data yang diperoleh terdiri atas data primer dari hasil wawancara di lapangan serta data sekunder dari dokumentasi yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, masyarakat Kluet Timur berpandangan bahwa tidak ada larangan terhadap pernikahan antar suku. Kedua, masyarakat yang menikah dengan sesama suku beranggapan bahwa pernikahan sesuku penting untuk mewujudkan keluarga yang utuh, harmonis, serta lebih mudah menyesuaikan diri karena adanya kesamaan nilai dan budaya. Ketiga, masyarakat yang setuju terhadap pernikahan beda suku berpendapat bahwa perbedaan budaya, suku, dan adat istiadat justru menjadi sarana untuk saling mengenal, menghargai, dan membangun sikap toleransi.Namun demikian, terdapat pula kekhawatiran di tengah masyarakat terhadap pernikahan antar suku, yakni munculnya pandangan negatif bahwa perbedaan latar belakang budaya dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam rumah tangga dan berpotensi mengganggu keharmonisan pernikahan
Pengaruh Metode Talaqqi, Tafahhum, Tikrar dan Muraja’ah (3T+1M) Terhadap Hafalan Al-Qur’an Santri di Ma’had Darut Tahfiz Al-Ikhlas
This research aims to determine and analyze the application of tahfiz learning using the talaqqi, tafahhum, tikrar, and murja’ah (3T+1M) methods in learning the Qur’an., and to determine the effectiveness of these methods on students memorization and to find out and analyze the influence of the methode on students motivation in memorizing the Al-Qur’an. this research uses descriptive qualitative research methodes. .Data collection through observation, interviews, memorization tests and distributing questionnaires. The research result show that the application of tahfiz learning using the 3T+1M method is implemented well. The effectiveness of the 3T+1M method for memorizing the Al-Qur’an is categorized as very good with average scores of memorization tests and distributing questionnaires. The research result show that the application of tahfiz learning using the 3T+1M method is implemented well. The effectiveness of the 3 T+1m method for memerizing the Al-Qur’an is categorized as very good with average scores of 88, 92, and 84. Above the KKM tahfiz score limit, namely 80. The influence of the talaqqi, tafahhum, tikrar, and muraja’ah (3T+1M) on the motivation of students in memorizing the Al-Qur’an in Daarut Tahfiz Al-Ikhlas has been very good in persevering in memorizing the Al-Qur’an and is tenacious in repeating his memorization and has high willingness to memorize the Qur’an
Konseling Client Centered untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Pasien Skizofrenia
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan diri pada pasien skizofrenia dengan memberikan intervensi konseling client centered. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes psikologi berupa WAIS, Grafis, SSCT, dan TAT, WHODAS, serta studi dokumentasi. Subjek penelitan merupakan seorang pria berusia 23 tahun yang mengalami gangguan skizofrenia. Subjek telah dua kali mendapatkan perawatan rawat inap di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Konseling client centered dilakukan sebanyak enam sesi yang berfokus dalam meningkatkan penerimaan diri subjek dengan mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Hasil penelitian menunjukkan perubahan secara positif yang ditunjukkan dengan mampu memahami kelebihan dan kekurangan diri, memiliki pandangan positif mengenai diri, dan terbuka pada keluarga terkait kondisinya
Penerapan Cognitive Behavioural Therapy untuk Penanganan Gejala Depresi pada Individu dengan Pengalaman Kekerasan Seksual Pranikah
Pengalaman kekerasan seksual pranikah dapat menyebabkan depresi dan mempengaruhi kualitas hidup korbannya. Pada budaya Indonesia, hubungan seksual pranikah merupakan stigma negatif sehingga korban dapat memperburuk kondisi korban. Cognitive Behavioural Therapy terbukti efektif membantu korban kekerasan dengan mengubah pemikiran negatif menjadi lebih adaptif. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana dimamika pikologis subjek korban kekerasan seksual pranikah dalam membentuk ganguan depresi dan bagaimana penerapan Cognitive Behavioural Therapy dalam mengurangi simtom depresi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi referensi bagi terapis dan praktisi kesehatan mental. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, Beck Depression Inventory-II, tes grafis, dan Thematic Apperception Test. Hasil menunjukkan bahwa intervensi Cognitive Behavioural Therapy efektif mengurangi gejala depresi melalui restrukturisasi kognitif dan self-management, dengan perubahan signifikan setelah delapan sesi terapi intervensi Cognitive Behavioural Therapy
Internalisasi Nilai Menghargai Sesama dalam Meminimalisir Perilaku Bullying pada Pesantren Modern Kota Banda Aceh
This research aims to determine the internalization of the value of respecting others in minimizing bullying behavior in modern pesantren in Banda Aceh City (MTsS Darul Ulum and SMPIT Teungku Chiek Dibitai). The research method used is descriptive qualitative with a field research approach. The respondents of this study were the Principal, 4 Islamic Religious Education teachers, 2 Counseling Guidance teachers and 20 students. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. The data analysis technique used the Miles and Huberman analysis model. The results showed that, (1) there are several factors that cause bullying behavior in students at MTsS Darul Ulum and SMPIT Teungku Chiek Dibitai, namely family factors, peer factors and mass media or social media factors. (2) there are various policies carried out by MTsS Darul Ulum and SMPIT Teungku Chiek Dibitai in living the value of respecting others in minimizing bullying behavior in students through learning activities in the classroom and learning activities outside the classroom, (3) the implementation of internalizing the value of respecting others in minimizing bullying behavior at MTsS Darul Ulum and SMPIT Teungku Chiek Dibitai is carried out through exemplary, (4) the implications of the results of internalizing the value of respecting others in minimizing bullying behavior at MTsS Darul Ulum and SMPIT Teungku Chiek Dibitai include fostering caring and empathetic attitudes towards others, having good manners towards others, and respecting every difference. This research is expected to provide theoretical and practical benefits, especially in dealing with bullying behavior in all educational institutions