STIE Widya Gama Lumajang
Not a member yet
839 research outputs found
Sort by
OSING CULTURE CONSERVATION IN PERSPECTIVE CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
This research is a qualitative research that uses an ethnomethodology approach to study the preservation of Osing culture in Banyuwangi in academic texts. At present, the Government of Banyuwangi packs a variety of indigenous cultures and cultures in an event known as Banyuwangi Festival, an event that invites both domestic and foreign audiences. Meanwhile, cultural actors with all the limitations of their funds are trying to maintain the indigenous culture that has taken root in their village by establishing a cultural studio that is funded independently. Local companies have mostly channeled social responsibility funds but not in the form of social culture. The results of this study which was also the result of the Focus Discussion Group (FGD) forum were agreed that local companies would channel cultural CSR funds by providing direct guidance to cultural actors or cultural studio owners. As the implementation of the policy, the agreement is then stated in the academic text sheet
CULTURAL CSR IN PERCEPTIONS OF CULTURAL PRESERVATION OSING
aim of this study is to obtain a model of the development of Corporate Social Responsibility
culture that will be used by companies as a form of participation of indigenous cultural preservation
Osing tribe. This study analyzes the public response to the social awareness of the cultural aspects of
the company, to explore and understand the cultural values that exist in society Kemiren village for the
preservation of indigenous culture. So the paradigm in this study is ethnometodology interpretive approach.
The results of this research to the development of culture through the implementation of the ceremonies,
each group of informants have the same perception, that the ceremony is a ritual and custom that must
be implemented. The shape of the execution in accordance with the ritual that had been implemented,
with funding coming from the individual and society through muphu (dues). To the development of culture
through the development of art galleries, each group of informants have different perceptions; Cultural
actors:they feel the studio that they have never received funds, whether from the government or from the
company. Funding for the development of art galleries, either for exercise or to perform (b-fest or staging)
is carried out by independent fee. Cultural figures:they are self-financed owner of the art galleries, should
they get help for example in the form of equipment. The Government:government provides assistance in
the form of actualization of art. The galleri was given the freedom to create and actualize in art. Model
CSR developed in this study to seek the establishment of effective communication between the company,
CSR forum, council Blambangan arts and cultural actors/ art galleries owner. With the development of
the model is expected later CSR funds disbursed by the company through Art board blambangan (DKB)
or directly to the cultural actors/ art galleries owner as sponsorship or development of art galleries can
be precisely targeted
PENGARUH LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, PROFITABILITAS DAN NILAI PASAR TEHADAP HARGA SAHAM SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar terhadap harga saham sektor industri dasar dan kimia di bursa efek Indonesia periode 2013-2016, baik secara parsial maupun secara simultan, serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan terhadap harga saham. Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik regresi linier berganda. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah data internal dan sekunder yang berupa data laporan keuangan tahunan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampling purposive, dan menghasilkan 20 perusahaan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan variabel likuiditas dan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel profitabilitas dan nilai pasar berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan variabel yang berpengaruh dominan adalah nilai pasar. Secara simultan likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan koefisien determinasi (R Square) diperoleh nilai sebesar 0,400 yang menunjukkan bahwa 40% harga saham dapat dijelaskan oleh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar sedangkan sisanya 60% harga saham dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya meneliti pengaruh likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar terhadap harga saham. Sedangkan variabel lain yang mempengaruhi harga saham diharapkan dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya
PENERAPAN AKUNTANSI PENJUALAN KONSINYASI PADA KOPERASI KARYAWAN PRIMA RUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis apakah penerapan akuntansi penjualan konsinyasi pada Koperasi Karyawan Prima Rumah Sakit Wijaya Kusuma telah sesuai dengan akuntansi yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menemukan data secara terperinci untuk membuat suatu fakta tentang hal yang diteliti. Sumber data yang diambil adalah data dari koperasi karyawan rumah sakit wijaya kusuma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam laporan keuangan pada koperasi karyawan rumah sakit wijaya kusuma belum melakukan pencatatan konsinyasi yang sesuai dengan Standart Akuntansi yang berlaku. Metode pencatatan akuntansi penjualan konsinyasi yang digunakan yaitu metode tidak langsung
Pendampingan Inovasi Produk dan Pemasaran pada Kelompok Usaha Kue Ladrang Di Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember
ABSTRAK
Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk dan pemasaran pada kelompok
usaha kue ladrang di desa karangsono kecamatan bangsalsari kabupaten jember sehingga produk
tersebut memiliki daya saing yang tinggi. Adapun metode kegiatan pengabdian masyarakat
mempunyai beberapa tahapan yaitu (1) Survey : Kegiatan survey akan dilaksanakan guna melihat
kondisi usaha mitra, (2) Wawancara : Pelaksanaan wawancara bertujuan untuk menggali informasi
terkait permasalahan-permasalahan mitra dan sekaligus menemukan solusinya, (3) Praktek inovasi
kemasan dan varians rasa produk : Praktek inovasi kemasan dibantu oleh dosen dengan mendisign
kemasan yang lebih menarik dan unik, sedangkan varians rasa produk didampingi oleh dosen, (4)
Monitoring dan evaluasi : Kegiatan monitoring dan evaluasi akan dilaksanakan secara periodik sampai
mitra dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif sehingga target dan luaran program ini bisa
tercapai. Target Kegiatan program Pengabdian Masyarakat kelompok usaha kue ladrang ini di Desa
Karangsono Kabupaten Jember adalah : (1) Perluasan pasar, tidak hanya pemasaran di warung-warung
desa setempat tetapi di daerah terdekat seperti Lumajang. (2) Peningkatan kualitas produk baik inovasi
rasa maupun kemasan
PKM Kelompok Usaha Tas Unik Berbahan Baku Sampah Plastik Di Desa Karangsono Kabupaten Jember
Sampah plastik dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat di desa karangsono kecamatan bangsalsari
kabupaten jember untuk dibuat kerajinan tas, usaha ini menghadapi berbagai permasalahan yaitu
proses produksi yang lama, lemahnya pengelolaan manajemen, produknya kurang inovatif, dan
kesulitan dalam memasarkan produknya. Dalam hal ini ada 2 mitra yaitu mitra 1 pengrajin tas
berbahan baku sampah dan mitra 2 yaitu pengrajin peralatan rumah tangga, dalam hal ini mitra 2
akan membantu mitra 1 dalam hal memasarkan produknya.Target kegiatan in yaitu perluasan pasar,
peningkatan kualitas manajemen sumber daya manusia, pengadaan peralatan mesin jahit untuk
menunjang usaha, pengadaan peralatan mesin pemotong ring gelas plastik dan peningkatan kualitas
produk baik design, inovasi maupun varians produk. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat mencapai target yaitu(1) mampu berinovasi dan berkembang, (2) peningkatan
kemampuan sumber daya manusiadalam mengolah produk menjadi lebih beragam dan berkualitas,
(3) mampu meningkatkan produksi, (4) mampu memperluas jaringan pemasaran (5) pengadaan
peralatan canggih. Luaran yang dihasilkan adalah (1) desaign produk tas yang variatif (2) varians
produk yang lebih beragam (3) peralatan produksi mesin potong ring gelas plastik (4) mesin jahit
modern (5) sumber daya manusia yang trampil, (6) pengelolaan manajemen usaha yang bai
Accounting Standard Review of Biological Assets Based onIndonesia Government
PSAK-69 agriculture is a accounting standard for biological assets . Adopted full from international standard, that is IAS-41 agriculture. Bassed of measurement using fair value. This research was conducted at PTPN XII Kalisanen commodity rubber trees. This study analyzes existing accounting concepts of PTPN XII Kalisanen with those in PSAK-69 agriculture. Furthermore, whether fair value is an effective method of measuring biological assets. The results of the first study show some differences in accounting treatment by PTPN XII Kalisanen with PSAK-69. As for the second study of each biological asset undergoes a biological transformation that makes a qualitative and quantitative change in the value of biological assets. Because of these qualitative
and quantitative changes, the most appropriate method of measuring biological assets is based on fair value earned on the basis of market prices.
Keywords: Accountability, Biologycal Asset
Pengaruh Sikap Dan Persepsi Terhadap Loyalitas Pelanggan Produk Aqua Di Agen Di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang
This study aims to determine the effect of attitudes and perceptions on customer loyalty of drinking water in the packaging of Aqua brand on Aqua agent in Candipuro subdistrict partially and simultaneously. The method used in this research is multiple linear regression. This research is a quantitative research by finding associative association that is causal or research that is asking about the relationship between two or more variables and causality. The analysis used in this research is multivariate analysis that is multiple linear regression analysis consist of 2 (two) independent variable and 1 (one) dependent variable, then sample size taken 10x3 variable = 30 sample member. Sampling method used in this research is non�probability sampling with purposive sampling technique. Meanwhile, the coefficient
of determination (R Square) obtained is 0.383. This means 38.3% loyalty can be explained by attitude and perception variables, while the remaining 61.7% loyalty is influenced by other variables not examined in this study. Limitations of this study is to examine the effect of attitude and perception on customer loyalty, while other variables that can influence customer loyalty are expected to be investigated by the
next researcher
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. Proksi dari nilai perusahaan diukur dengan Tobin’s Q. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015 – 2017. Metode pengambilan sample dengan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria tertentu. Sampel terdiri dari 57 perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan. R-Square atau koefisien determinasi sebesar 0,146 menyatakan bahwa variabel kepemilikan manajerial dan variabel kepemilikan institusional mempengaruhi sebesar 14,6% terhadap nilai perusahaan dan sisanya yaitu sebesar 11,4% dipengaruhi oleh variabel diluar variabel kepemilikan manajerial dan variabel kepemilikan institusional