Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay: Studi Meta Analisis: Studi Meta Analisis
The topic of factors that influence audit delay has been researched by many researchers and still exist until now. The existing research shows results that are consistent or inconsistent with different levels of significance. This study integrates various results from previous studies to test and generate conclusions regarding the factors that influence audit delay using the meta-analysis method. The data used was obtained through observation techniques in Publish or Perish software consisting of statistical results of research articles. The sample in this study are 18 research articles published in journals from 2012-2022 obtained from Google Scholar and selected by purposive sampling. The results of this study indicate that the independent variables of company size, profitability, audit opinion, and KAP size have an effect on audit delay. This study also proves that agency theory still applies to several manufacturing, banking, agricultural and mining companies in the 2012 to 2022 study period.Topik tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay telah diteliti oleh banyak peneliti dan masih ada hingga saat ini. Penelitian yang ada menunjukan hasil yang konsisten maupun tidak konsisten dengan tingkat signifikansi yang berbeda-beda. Penelitian ini mengintegrasikan berbagai hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya untuk menguji dan menghasilkan kesimpulan terkait faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit delay dengan menggunakan metode meta analisis. Data yang digunakan diperoleh melalui teknik observasi pada software Publish or Perish yang terdiri dari hasil statistik artikel penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah 18 artikel penelitian yang dipublikasikan pada jurnal dari tahun 2012-2022 yang diperoleh dari Google Scholar dan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel independen ukuran perusahaan, profitabilitas, opini audit, dan ukuran KAP berpengaruh terhadap audit delay. Penelitian ini juga membuktikan bahwa teori agensi masih berlaku pada beberapa perusahaan manufaktur, perbankan, agrikultur dan pertambangan dalam periode penelitian 2012 hingga 2022
BARBERSHOP HARI INI : PERSPEKTIF PENERAPAN AKUNTANSI
This study aims to be able to describe the procedures for making accounting records and financial reports on barbershop services that are in accordance with the accounting cycle, so that they have appropriate and correct financial reports to be given to certain parties or related parties who will later assist in developing and progressing their business. and facilitate decision making for barbershop service companies in the future as the basis for policies or business development strategies. The results of the research conducted by observing the location and conducting interviews related to the basic concept of recording which consists of 6 parts, the counter concept consists of 3 parts, the concept of business continuity consists of 3 parts, and the time period used consists of 3 parts. These four stages have an effect on making financial reports which will be very useful for businesses.
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mendeskripsikan terkait prosedur dalam membuat pencatatan akuntansi dan laporan keuangan pada jasa barbershop yang sesuai dengan siklus akuntansi, sehingga memiliki laporan keuangan yang tepat dan wajar untuk diberikan kepada pemilik/owner yang nantinya membantu dalam mengembangkan dan kemajuan usahanya dan mempermudah dalam pengambilan keputusan bagi perusahaan jasa barbershop ke depannya sebagai dasar kebijakan atau strategi pengembangan usaha. Hasil penelitian yang dilakukan dengan proses observasi ke lokasi serta melakukan wawancara terkait konsep dasar pencatatan yang mana terdiri atas 6 bagian, konsep penanding terdiri atas 3 bagian, konsep kelansungan usaha terdiri atas 3 bagian, dan periode waktu yang digunakan terdiri atas 3 bagian. Keempat tahapan tersebut berpengaruh terhadap proses penyusunan laporan keuangan yang nanti sangat berguna bagi pihak usaha
Pengaruh Kinerja Keuangan Perbankan Terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2017-2021
The aims of this study to examine the effect of banking financial performance consisting of capital adequacy ratio, return on assets, operational efficiency ratio and loan to deposit ratio on third-party funds of banking companies listed on the Indonesian stock exchange for the 2017-2021 period. The method of research used is quantitative with sampling technique in this study uses the purposive sampling method, in order to obtain as many as 215 data from 43 samples. The data used in this study is secondary data in the form an annual report. The meth-od used is multiple linear regression analysis processed using Eviews. The result of this study indicate that the variable capital adequacy ratio and loan to deposit ratio has no effect on third-party funds, while return on asset and operational efficiency ratio affect the third-party funds.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kinerja keuangan perbankan yang terdiri dari capital adequacy ratio, return on assets, beban operasional terhadap pendapatan operasional, dan loan to deposit ratio terhadap dana pihak ketiga pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 215 data dari 43 sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan. Metode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan Eviews. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel capital adequacy ratio dan loan to deposit ratio tidak berpengaruh terhadap dana pihak ketiga, sedangkan return on assets dan beban operasional terhadap pendapatan operasional berpengaruh terhadap dana pihak ketiga
Analisis Persepsi, Perilaku Dan Preferensi Masyarakat Terhadap Minat Menjadi Nasabah Bank Syariah
Indonesia is a Muslim-majority country, but the market share of Islamic banks in Indonesia is still low. Researchers have conducted pre-research to see how the perception and behavior of the merchant community in Pasar Parung towards Islamic banks. The pre-research shows differences in traders' perceptions of Islamic banks. In addition, there are also diverse behaviors and preferences toward Islamic banks. This study aims to analyze the influence of perceptions, behaviors, and preferences of the merchant community in Pasar Parung on interest in becoming Islamic bank customers. The study used quantitative data analysis methods. The research used a validity test, reliability test, and multiple linear regression analysis. The results showed that the perception of the merchant community influenced the interest in becoming Islamic bank customers. In contrast, the behavior of the merchant community did not affect the interest in becoming Islamic bank customers. The preferences of the merchant community affect the interest in becoming customers of Islamic banks. Simultaneously, perceptions, behaviors, and preferences affect the interest in becoming a customer of Islamic banks. Based on research shows that the public still needs Islamic banking education. Islamic banks are also expected to improve their quality performance to support the success of their operations to attract public interest to become customers of Islamic banks.
Keywords: Perception, Behavior, Preferences, Interests, Islamic BankIndonesia adalah negara dengan mayoritas muslim, namun pangsa pasar bank syariah di Indonesia masih rendah. Peneliti telah melakukan pra riset untuk mengetahui bagaimana persepsi dan perilaku masyarakat pedagang di Pasar Parung terhadap bank syariah. Pada pra riset tersebut menunjukkan terdapat perbedaan persepsi pedagang tentang bank syariah. Di samping itu juga terdapat perilaku dan preferensi yang beragam terhadap bank syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi, perilaku dan preferensi masyarakat pedagang di Pasar Parung terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Penelitian menggunakan metode analisis data kuantitatif. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat pedagang berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah bank syariah, sedangkan perilaku masyarakat pedagang tidak berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Preferensi masyarakat pedagang berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Secara simultan, persepsi, perilaku dan preferensi berpengaruh terhadap minat menjadi nasabah bank syariah. Berdasarkan penelitian, menunjukkan bahwa masih diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat mengenai perbankan syariah. Bank syariah juga diharapkan dapat meningkatkan performa kualitasnya untuk menunjang keberhasilan operasionalnya, sehingga dapat menarik minat masyarakat menjadi nasabah bank syariah.
Kata kunci: Persepsi, Perilaku, Preferensi, Minat, Bank Syaria
Analisis Pengaruh Sistem Pengapian CDI Standar Dan Modifikasi Pada Motor Vario 110 CC
Currently the use of motorcycles is increasing from year to year in Indonesia. The need for bicycles is increasingly important because its means of transportation, to make easier for users to carry out their daily activities. The existence of motorbikes in Indonesia is very important because they have several factors, namely having great power and fuel economy. Besides that, modifying motorbikes is one of the hobbies of Indonesian people with one of the reasons being the condition of the track in Indonesia. Modifying motorbikes is done by adding parts or changing the original components to get maximum results. Therefore, based on these problems, this research was conducted to test the performance of the vario motor for standard and modified CDI ignition systems. This test uses 2 types of fuel, namely pertalite and Pertamax. The measurement results from this study are using a dynamometer to measure various variations of engine speed to obtain motor power and torque. Based on research data, it was found that CDI modifications 1 and 2 with pertalite and Pertamax fuel had an influence on engine performance. Then for better results, namely the modification 2 CDI test with Pertamax fuel with the maximum power produced, namely 7.7 HP and 8.6 Nm of torque.Saat ini penggunaan sepeda motor semakin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Kebutuhan sepeda semakin penting karena termasuk sarana transportasi untuk memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Keberadaan sepeda motor di Indonesia sangat penting karena mempunyai beberapa faktor, yaitu mempunyai tenaga yang besar dan irit bahan bakar. Selain itu memodifikasi sepeda motor merupakan salah satu kegemaran masyarakat indonesia dengan salah satu alasan kondisi track di Indonesia. Memodifikasi sepeda motor dilakukan dengan penambahan part atau mengubah komponen aslinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk menguji kinerja motor vario untuk sistem pengapian CDI standar dan modifikasi. Pengujian ini menggunakan 2 jenis bahan bakar yaitu pertalite dan pertamax. Adapun hasil pengukuran dari penelitian ini yaitu menggunakan dynamometer untuk mengukur berbagai variasi kecepatan mesin untuk mendapatkan daya dan torsi motor. Berdasarkan data penelitian diperoleh bahwa CDI modifikasi 1 dan 2 dengan bahan bakar pertalite dan pertamax memiliki pengaruh pada kinerja mesin. Kemudian untuk hasil yang lebih baik yaitu pada pengujian CDI modifikasi 2 dengan bahan bakar pertamax dengan daya maksimal yang dihasilkan yaitu 7,7 HP dan torsi 8,6 Nm
PENERAPAN METODE SEVEN TOOLS, FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS DAN ROOT CAUSE ANALYSIS UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS KEMASAN PRODUK X DI PT X
PT XYZ adalah perusahaan yang berfokus pada industri cetak kemasan fleksibel, yang saat ini menghadapi masalah utama terkait tingginya jumlah cacat produksi kemasan. Permasalahan ini harus segera diidentifikasi akar penyebabnya, termasuk di antaranya masalah pada kemasan produk X. Kemasan produk X memiliki banyak jumlah cacat sebesar 16.161.390 (meter) selama periode Mei 2022 – April 2023. Dalam penelitian ini, menggunakan metode seven tools sebagai alat untuk mengendalikan kualitas kemasan produk X. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya cacat pada kemasan produk X di PT XYZ. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa jenis cacat yang paling mendominasi pada kemasan X adalah miss print (35,6%), blushing (23,3%), dan garis tinta (18,7%). Analisis diagram Pareto menegaskan bahwa ketiga jenis cacat tersebut menjadi penyebab utama dari tingginya persentase cacat. Selanjutnya, analisis FMEA menunjukkan bahwa nilai RPN tertinggi untuk setiap jenis cacat adalah sebagai berikut: miss print disebabkan oleh mesin dengan nilai RPN 168, blushing disebabkan oleh bahan baku dengan nilai RPN 189, dan garis tinta disebabkan oleh mesin dengan nilai RPN 160
Nuansa Maori dan Tantangan Pendidikan Jurnalistik
Upacara Powhiri baru saja akan mulai begitu saya tiba di gedung WG di Auckland University of Technology (AUT). Upacara itu menandai dibukanya World Journalism Education Congress (WJEC) ke-4 yang berlangsung mulai 13 hingga 16 Juli 2016. Upacara ini sangat sakral bagi orang Maori. Semua perhatian tertuju pada arena tempat upacara dan rombongan pendukung upacara tersebut. Mereka ini mahasiswa AUT yang berlatar Maori. Menggunakan pakaian kaos hitam, baik pria maupun wanita, mereka merapal kencang doa-doa dalam Bahasa Maori. Hanya seorang mahasiswa yang bertubuh besar dan tambun bertelanjang dada yang di tangannya tergenggam tongkat, seperti tongkat bola softball. Polesan warna hitam menghiasaiwajahnya.Upacara Powhiri baru saja akan mulai begitu saya tiba di gedung WG di Auckland University of Technology (AUT). Upacara itu menandai dibukanya World Journalism Education Congress (WJEC) ke-4 yang berlangsung mulai 13 hingga 16 Juli 2016. Upacara ini sangat sakral bagi orang Maori. Semua perhatian tertuju pada arena tempat upacara dan rombongan pendukung upacara tersebut. Mereka ini mahasiswa AUT yang berlatar Maori. Menggunakan pakaian kaos hitam, baik pria maupun wanita, mereka merapal kencang doa-doa dalam Bahasa Maori. Hanya seorang mahasiswa yang bertubuh besar dan tambun bertelanjang dada yang di tangannya tergenggam tongkat, seperti tongkat bola softball. Polesan warna hitam menghiasaiwajahnya
ANALISIS SISTEM PENDINGINAN PANEL POLYCRYSTALINE DAN MONOCRYSTALINE
Panel surya merupakan salah satu energi terbarukan yang banyak dikembangkan teknologinya saat ini. Salah satunya adalah pengembangan sistem pendinginan untuk panel surya. Suhu panel surya merupakan salah satu parameter yang penting dari PLTS karena suhu panel dapat mempengaruhi tegangan output panel. Panel monocrystalline dapat bekerja meskipun dalam suhu yang tinggi sedangkan panel polycrystalline akan menurun kinerja nya apabila bekerja dalam suhu tinggi, dalam penelitian ini akan dianalisis perbandingan dampak adanya sistem pendinginan terhadap tegangan output dari panel monocrystalline dan panel polycrystalline. Sistem kontrol untuk pendinginan PLTS menggunakan sensor thermocontrol yang terhubung ke pompa bak penampungan air, sehingga ketika sensor mendeteksi suhu yang tinggi maka sensor akan menggerakkan pompa air agar mengalirkan air ke permukaan panel. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada panel polycrystalline tegangan output meningkat ketika suhu panel lebih dingin, pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.3 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 33,6⸰C dengan tegangan output menjadi 12,5 volt. Untuk panel monocrystalline pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.8 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 32,8⸰C dengan tegangan output menjadi 12,9 volt.
Kata Kunci: Tegangan Output, Suhu, Monocrystalline,Poly CrystallinePanel surya merupakan salah satu energi terbarukan yang banyak dikembangkan teknologinya saat ini. Salah satunya adalah pengembangan sistem pendinginan untuk panel surya. Suhu panel surya merupakan salah satu parameter yang penting dari PLTS karena suhu panel dapat mempengaruhi tegangan output panel. Panel monocrystaline dapat bekerja meskipun dalam suhu yang tinggi sedangkan panel polycrystalline akan menurun kinerja nya apabila bekerja dalam suhu tinggi, dalam penelitian ini akan dianalisis perbandingan dampak adanya sistem pendinginan terhadap tegangan output dari panel monocrystaline dan panel polycrystaline. Sistem kontrol untuk pendinginan PLTS menggunakan sensor thermocontrol yang terhubung ke pompa bak penampungan air, sehingga ketika sensor mendeteksi suhu yang tinggi maka sensor akan menggerakkan pompa air agar mengalirkan air ke permukaan panel. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada panel polycrystaline tegangan output meningkat ketika suhu panel lebih dingin, pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.3 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 33,6⸰C dengan tegangan output menjadi 12,5 volt. Untuk panel monocrystaline pada pukul 12.15 suhu awal panel adalah 35⸰C dengan tegangan output 12.8 volt setelah proses pendinginan suhu panel menjadi 32,8⸰C dengan tegangan output menjadi 12,9 volt.
Kata kunci : tegangan output, suhu, monocrystaline,polycrystalin
PENENTUAN BILANGAN REYNOLD DAN FROUDE, REDESIGN ZONA SEDIMENTASI RECTANGULAR DENGAN PLATE SETTLER DAN TUBE SETTLER, WATER TREATMENT PLANT (WTP), KAWASAN INDUSTRI DAN PERUMAHAN “X”, KABUPATEN BEKASI
Sedimentation is the separation between solids and solutions with the force of gravity. To improve the performance and efficiency of sedimentation tanks, it can be done by adding a device, namely pseudo base, plate settler, or tube settler. The purpose of this study is to modify rectangular sedimentation zones with plate settlers and tube settlers in the Water Treatment Plant (WTP) and analyze the flow that occurs in the sedimentation zone by examining Reynold numbers (NRE) and Froude numbers (NFR). To achieve this goal, the authors conducted field observations on the sedimentation unit in the Industrial Water Treatment Plant and "X" residential area of Bekasi Regency. The results obtained are the optimal type of tube settler, hexagon cross section tube settler using the height of the tube settler (Htube) 2.5 meters, the slope angle of the tube settler (α) 30°, and the diameter of the tube settler (w) 0.05 meters. Increased discharge from the initial capacity of 170 lps to 510 lps resulted in changes in flow conditions that occur. Changes in flow from turbulent to laminer are indicated by changes in Reynold numbers (NRE) from over 2000 to less than 2000, and Froude (NFR) numbers have met the design criteria of less than 10-5. The investment cost for adding a tube settler is Rp. 760,000,000.00 with a return on investment or a Payback Period (PP) for 8,38 years. The Reynold number (NRE) indicates the type of flow that occurs is laminer, transition, or turbulent. While the Froude number (NFR) indicates the type of flow whether a short flow occurs or not. For field application, the tube settler that can be used is to consider the height aspect of the tube settler (Htube), the slope angle of the tube settler (α), and the diameter of the tube settler (w), and the type of cross section of the tube settlerSedimentasi merupakan pemisahkan antara padatan dan larutan dengan gaya gravitasi. Untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi pada bak sedimentasi dapat dilakukan dengan menambahakan suatu alat yaitu dasar semu, plate settler, atau tube settler. Tujuan penelitian ini adalah melakukan modifikasi zona sedimentasi rectangular dengan plate settler dan tube settler pada Water Treatment Plant (WTP) dan menganalisis aliran yang terjadi pada zona sedimentasi dengan memeriksa bilangan Reynold (NRE) dan bilangan Froude (NFR). Untuk mencapai tujuan, penulis melakukan observasi lapangan pada unit sedimentasi di Water Treatment Plant Kawasan Industri dan perumahan “X” Kabupaten Bekasi. Hasil yang didapat bahwa jenis tube settler yang optimal yaitu tube settler penampang segienam dengan menggunakan ketinggian tube settler (Htube) 2,5 meter, sudut kemiringan tube settler (α) 30°, dan diameter tube settler (w) 0,05 meter. Peningkatan debit dari kapasitas awal 170 lps menjadi 510 lps mengakibatkan perubahan kondisi aliran yang terjadi. Perubahan aliran dari turbulen ke laminer ditunjukkan oleh perubahan bilangan Reynold (NRE) dari melebihi 2000 menjadi kurang dari 2000, dan bilangan Froude (NFR) telah memenuhi kriteria desain yaitu kurang dari 10-5. Biaya investasi penambahan tube settler yaitu sebesar Rp. 760.000.000,00 dengan pengembalian investasi atau Payback Periode (PP) selama 8,38 tahun. Bilangan Reynold (NRE) menunjukan jenis aliran yang terjadi yaitu laminer, transisi, atau turbulen. Sedangkan bilangan Froude (NFR) menunjukan jenis aliran apakah terjadi aliran pendek atau tidak. Untuk penerapan dilapangan, tube settler yang dapat digunakan yaitu dengan mempertimbangkan aspek ketinggian tube settler (Htube), sudut kemiringan tube settler (α), dan diameter tube settler(w), serta jenis penampang tube settler
Kata Kunci : Sedimentasi, Plate Settler, Tube Settler, Bilangan Reynold, Bilangan Froud