Jurnal Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Analisis Usability Menggunakan Model USE Questionnaire pada Aplikasi Presensi Magang
This research aims to overcome the problems associated with the attendance system used by PT X. Currently, the attendance system uses RFID technology which has several problems, such as USB cables that are often loose, problems with internet connections, and the vulnerability of the system to fraud. Therefore, it is necessary to update the existing attendance system. The proposed solution is the development of an Android-based attendance application that uses Quick Response Code (QR Code) technology and geolocation. QR Code is a 2-dimensional bar code that has a larger data storage capacity compared to barcodes. Geolocation is used to limit the area of use of the attendance feature which can only submit attendance if the user is in the PT X area. This research consists of 2 stages, namely the application development stage and the application implementation analysis stage. The application development stage uses the System Development Life Cycle (SDLC) method by implementing a prototype model. In the analysis stage, this research uses descriptive quantitative research methods. The analysis was conducted using the USE Questionnaire model. The results of the usability analysis of the internship attendance application get a score of 87.74% so that based on the USE rating the application is categorized as very feasible.Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan sistem absensi yang digunakan oleh PT X. Saat ini, sistem absensi menggunakan teknologi RFID yang memiliki beberapa kendala, seperti kabel USB yang sering longgar, kendala pada koneksi internet, dan rentannya sistem terhadap kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pada sistem absensi yang ada. Solusi yang diusulkan adalah pengembangan aplikasi presensi berbasis Android yang menggunakan teknologi Quick Response Code (QR Code) dan geolokasi. QR Code adalah kode batang 2 dimensi yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar dibandingkan dengan barcode. Geolokasi digunakan untuk membatasi area penggunaan fitur absensi yang hanya bisa mensubmit absensi apabila pengguna berada di wilayah PT X. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yakni tahap pembuatan aplikasi dan tahap analisis implementasi aplikasi. Tahap pembuatan aplikasi menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan mengimplementasikan model prototype. Pada tahap analisis, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Analisis dilakukan dengan menggunakan model USE Questionnaire. Hasil dari analisis usability aplikasi presensi magang mendapatkan nilai sebesar 87.74% sehingga berdasarkan pemeringkatan USE aplikasi dikategorikan sangat layak
Sistem Monitoring Pendinginan Panel Surya Menggunakan Uap Air Berbasis IoT
Panel surya memiliki suhu efektifitas maksimum, yang dimana apabila suhu permukaan panel surya telalu panas, maka dapat menurunkan kemampuan panel surya dalam menghasilkan daya listrik. Sistem IOT berfungsi untuk memonitoring data dari system pendinginan yang ada di solar panel. Selain itu, monitoring berfungsi untuk memaksimalkan kinerja pendingin karena alat bekerja secara otomatis berdasarkan hasil pengukuran suhu yang didapatkan dan juga kecepatan kipas pendingin dapat diatur dari jarak jauh. Monitoring pada alat pendingin panel surya menggunakan NodeMCU ESP8266, Blynk dan Google Spreadsheet. Sensor yang digunakan pada alat ini yaitu sensor DHT22 untuk mengukur suhu, kelembapan dan sensor PZEM-004T untuk mengukur tegangan, arus dan daya Alternating Current (AC). Berdasarkan pengujian keakuratan sensor yang dilakukan, sensor DHT22 memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,034% sedangkan pembacaan tegangan sensor PZEM-004T memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,007% dan pembacaan arus sensor PZEM-004T memiliki rata-rata persentase error sebesar 0,210%. Dalam pengujian penurunan suhu panel surya menggunakan pendingin, rata-rata suhu yang dapat diturunkan selama 5 detik yaitu 0,15°C dan penurunan suhu selama 1 menit yaitu 1,271°C. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan panel surya dari suhu 45°C ke suhu <40°C yaitu 4-5 menit.
ANALISIS PERBANDINGAN HEADWAY DAN METODE PEMBAYARAN PADA JAKARTA MASS RAPID TRANSIT (MRT JAKARTA) DAN SINGAPORE MASS RAPID TRANSIT (MRT SINGAPURA)
The global population growth increased by 0.88% at the end of 2022 compared to the previous year. Jakarta and Singapore, as two densely populated areas in Southeast Asia, need to pay extra attention to the need for infrastructure, including adequate transportation systems. One of the prominent transportation modes in both regions is Mass Rapid Transit (MRT). MRT is an urban rail-based transportation mode aimed at providing regular and sustainable public services. The MRT system excels in capacity, speed, and reliability compared to other transportation modes, as it operates on fully separated tracks. Despite both regions having MRT systems, there are differences in several aspects. This research is conducted using a qualitative method, applying techniques such as the analysis of literature. The differing aspects between the Jakarta MRT and the Singapore MRT are headway (time between trains) and payment methods. The Singapore MRT has a smaller headway compared to the Jakarta MRT. The shorter the time, the better the service. In terms of payment methods, the Singapore MRT predominantly implements a cardless payment system, in contrast to the Jakarta MRT. The Jakarta MRT still offers the purchase of Single Trip Tickets and Multi Trip Tickets
Pelatihan Pembuatan Baju Kaos: Peningkatan Kualitas Produk dan Daya Saing UMKM D’limalima Cileungsi, Kabupaten Bogor
Convection is a mass production business, and this production scale is on the small industry scale. D'LimaLima small industry is a screen printing start-up small industry that was only founded in 2023. This small industry is interested in starting a T-shirt screen printing business in various sizes. This activity was carried out by providing training in making t-shirts for 1 day. Participants who are beginners have different learning times for each person and each type of machine. The training methods that will be used include: Lecture, discussion, practice. From the observations, it was concluded that for all participants as beginners, sewing one t-shirt took more than one hour. This is caused by the lack of skills in using the three types of sewing machines (overlock, chain, double stitch). It took the three sewing trainers less than 1 hour to make one t-shirt, because they were trained and used to using industrial type sewing machines like that. On average, participants needed 10 minutes and 5 re-stitches when sewing on patchwork. so it can be confirmed that participants also need to repeat the activity more than five times to become more skilled at using the machineConvection is a mass production business, and this production scale is on a small industry scale. D'LimaLima small industry is a screen-printing start-up small industry that was only founded in 2023. This small industry is interested in starting a T-shirt screen printing business in various sizes. This activity was carried out by providing training in making t-shirts for 1 day. Participants who are beginners have different learning times for each person and each type of machine. The training methods that will be used include lectures, discussion, and practice. From the observations, it was concluded that for all participants as beginners, sewing one t-shirt took more than one hour. This is caused by the lack of skills in using the three types of sewing machines (overlock, chain, double stitch). It took the three sewing trainers less than 1 hour to make one t-shirt because they were trained and used to using industrial-type sewing machines like that. On average, participants needed 10 minutes and 5 re-stitches when sewing on patchwork. Hence, it can be confirmed that participants also need to repeat the activity more than five times to become more skilled at using the machine.
Keywords: Convection, Sewing Machine, Screen Printing, Small Scale Industry
Abstrak Konveksi Merupakan sebuah usaha produksi yang dibuat secara massal, dan skala produksi ini masuk dalam skala UMKM. UMKM D’LimaLima merupakan UMKM rintisan sablon yang baru berdiri tahun 2023. UMKM tersebut tertarik untuk memulai bisnis baju sablon kaos dengan berbagai ukuran. Pelaksanaan kegiatan ini dengan cara memberikan pelatihan pembuatan baju kaos ini dilaksanakan selama 1 hari. Peserta yang merupakan pemula mempunyai waktu pembelajaran yang berbeda-beda setiap orang dan setiap jenis mesin. Metode pelatihan yang akan digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik. Berdasarkan pengamatan, disimpulkan bahwa sebagai semua peserta sebagai pemula untuk menjahit satu buah kaos membutuhkan waktu lebih dari satu jam. hal ini disebabkan oleh masih minimnya keterampilan menggunakan ketiga jenis mesin jahit (obras, rantai, double stitch). ketiga pelatih jahit memerlukan waktu kurang dari 1 jam untuk membuat satu buah baju kaos, karena mereka sudah terlatih dan terbiasa menggunakan mesin jahit tipe industrial seperti itu. Peserta rata-rata memerlukan waktu 10 menit dan 5 kali menjahit ulang pada saat menjahit pada kain perca. sehingga dapat di pastikan peserta juga membutuhkan pengulangan kegiatan yang lebih dari lima kali untuk bisa lebih ahli menggunakan mesin.
Kata Kunci: Konveksi, Mesin Jahit, Sablon Kaos, UMK
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Bahasa: Implementasi Media Ajar Digital di Sekolah Terbuka Madani, Kota Depok
Technology is advancing at a quick pace, which means that we need experienced teachers who can create engaging, digital-based lesson plans in addition to being skilled at teaching to students' needs. In order to improve the proficiency of the teachers at the Madani Middle and High School integrated schools in Depok, a community program based on the Science and Technology Implementation Service was implemented. The outcomes of this community service, which combined theory and practice, demonstrated that training in creating instructional media using the Prezi application, particularly for language learning, was able to enhance teachers' proficiency in using technology-based teaching tools.
Keywords - digital competence, teaching media, Prezi
Abstrak
Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, dibutuhkan guru berpengalaman yang dapat membuat rencana pembelajaran berbasis digital yang menarik serta terampil dalam melakukan pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa. Dalam rangka meningkatkan kemahiran para pengajar di sekolah terpadu SMP dan SMA Madani di Depok, dilaksanakan program Pengabdian Penerapan Iptek berbasis Masyarakat (PPIBM). Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan teori dan praktik ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Prezi khususnya untuk pembelajaran bahasa mampu meningkatkan kemahiran guru dalam menggunakan perangkat pengajaran berbasis teknologi.
Kata Kunci - kemahiran digital, media ajar, Prez
Pengembangan Kampung Kopi Tebes Lues dengan Pendekatan Sustainable Community-Based Tourism
Tebes Lues Village, located in Bies District, Central Aceh Regency, is the only Coffee Village (Kampung Kopi) in the Aceh region. The village development concept focuses on empowering the community to manage coffee farming into value-added products through a community-based tourism (CBT) approach. However, several challenges hinder the development of Kampung Kopi Tebes Lues, including limited local knowledge regarding CBT implementation, the absence of a tourism management group, and the lack of legal certification for local small and medium enterprises (SMEs) to sell their products in society at large. To address these issues, a series of activities were organized, engaging the active participation of community members, academics, facilitators, and practitioners. The implementation process was divided into three phases: preparation, execution, and monitoring and evaluation. Several outcomes were achieved, including product licensing documents, intellectual property (IP) registration for product branding, and the establishment of a tourism management group through collaborative discussions between the service team and the local community. Future steps involve collaboration with local government and continued community assistance to enhance tourism-based economic activities in Tebes Lues Village.
Keywords: community-based tourism, community empowerment, Kampung Kopi Tebes Lues, village tourism. Desa Tebes Lues di Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah, merupakan satu-satunya Kampung Kopi di Aceh. Konsep pengembangan desa ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pertanian kopi menjadi produk bernilai tambah melalui pendekatan community-based tourism (CBT). Namun, terdapat beberapa kendala, seperti rendahnya pengetahuan masyarakat tentang implementasi CBT, belum terbentuknya kelompok penggerak pariwisata yang mengkoordinasi kegiatan berbasis wisata, serta belum adanya legalitas produk UMKM untuk pemasaran komersial. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, akademisi, fasilitator, dan praktisi. Metode pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran, seperti dokumen pengusulan izin edar produk, pendaftaran merek HKI, dan pembentukan pengurus kelompok penggerak pariwisata. Tindak lanjut yang diperlukan adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pendampingan berkelanjutan untuk mengembangkan ekonomi berbasis pariwisata di Desa Tebes Lues.
Kata kunci: community-based tourism, Kampung Kopi Tebes Lues, pariwisata desa, pemberdayaanmasyarakat
Penerapan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Atas Bea Lelang Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) XXX
This study aims to determine Non-Tax State Revenue (PNBP) at the XXX State Wealth and Auction Service Office (KPKNL) for a period of 3 (three) years, from 2020 to 2022, and the administration of Non-Tax State Revenue (PNBP) derived from Auction Fees at the XXX State Wealth and Auction Service Office (KPKNL). This research is descriptive research with a qualitative approach and a quantitative approach. This research data was obtained from the XXX State Wealth and Auction Service Office (KPKNL). The data collection techniques used were interviews and documentation. The results showed that the development of PNBP on Auction Duty carried out by the KPKNL in increasing auction duties was optimally carried out. Even though in 2021 the revenue for the auction duty target did not reach realization, in 2022 KPKNL XXX had reached the realization of the set target, and the auction was in the highest selling status. In administering the auction money, KPKNL has carried out procedures in accordance with the legal basis used, namely the Regulation of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia Number 213/PMK.06/2020 concerning Guidelines for the Implementation of Auctions and further regulates the administration carried out by KPKNL in the Regulation of the Director General of State Assets Number 2/KN/2022 concerning Guidelines for Auction Administration at the State Wealth and Auction Service Office.
Keywords : Application, Non-Tax State Revenue (PNBP), Administration, Auction DutyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) XXX selama kurun waktu 3 (tiga) tahun yakni 2020 sampai dengan 2022, dan penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari Bea Lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) XXX. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) XXX. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan PNBP atas Bea Lelang yang dilakukan oleh pihak KPKNL dalam meningkatkan bea lelang sudah optimal dilakukan. Meskipun pada tahun 2021 penerimaan atas target bea lelang tidak mencapai realisasi, namun pada tahun 2022 KPKNL XXX telah mencapai realisasi atas target yang ditetapkan, dan lelang dalam status laku yang paling tinggi. Dalam melakukan penatausahaan uang lelang, KPKNL telah melakukan prosedur yang sesuai dengan dasar hukum yang digunakan yakni Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 213/PMK.06/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dan diatur lebih lanjut mengenai administrasi yang dilakukan KPKNL dalam Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 2/KN/2022 tentang Pedoman Administasi Lelang Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.
Kata Kunci: Penerapan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Penatausahaan, Bea Lelan
SELECTION OF METHODS OF CARRYING OUT FLOOR PLATE BEKESTING WORK WITH COST COMPARISON
The process of developing an area can begin with infrastructure development, where one example of such infrastructure is a building that has various functions. The Surabaya City X building construction project is one of the objects that will be studied in this study. This project has an estimated value of Rp183.000.000.000.00. With a project value of that size, this study aims to choose alternative materials for floor slab formwork work. Floor plate formwork work is one type of work that results in the waste of material used for formwork. Formwork planning requires consideration of using a method or methods to make it easier and cheaper, especially for buildings that are the same shape as the previous building and are of the same size. Conventional floor plate formwork materials are wood, multiplex, and nails; alternative choices are conventional formwork, semi-system formwork, full-system formwork, and bondek plate formwork. The results of this study indicate that when initially analyzed using conventional formwork, it costs Rp6.421.406.646; when using alternative semi-system formwork, it costs Rp6.002.969.805; using full system formwork costs Rp5.530.690.993; and if using bondek plate formwork, it costs Rp6.116.119.937
The Perancangan Simulator Sinkronisasi Generator ke Jaringan Listrik Menggunakan Game Engine Unity
Melakukan sinkronisasi generator ke jaringan listrik PLN di pembangkit listrik membutuhkan keahlian operator yang terampil. Namun, pandemi global COVID-19 berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan yang menyebabkan kegiatan perkuliahan dan praktikum tidak dapat dilaksanakan secara luring. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulator sinkronisasi generator ke jaringan listrik yang dapat berjalan di sistem operasi Windows 64 bit dan menyediakan media pembelajaran bagi mahasiswa di apabila praktikum luring tidak dapat dilaksanakan. Simulator menggabungkan teknik pemodelan dan simulasi yang akurat dengan teori dasar, memungkinkan pengguna untuk berlatih skenario dan meningkatkan keterampilan mereka dari jarak jauh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa simulator mencapai tingkat kesalahan rata-rata sebesar 1,83%.Melakukan sinkronisasi generator ke jaringan listrik PLN di pembangkit listrik membutuhkan keahlian operator yang terampil. Namun, pandemi global COVID-19 berdampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan yang menyebabkan kegiatan perkuliahan dan praktikum tidak dapat dilaksanakan secara luring. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulator sinkronisasi generator ke jaringan listrik yang dapat berjalan di sistem operasi Windows 64 bit dan menyediakan media pembelajaran bagi mahasiswa di apabila praktikum luring tidak dapat dilaksanakan. Simulator menggabungkan teknik pemodelan dan simulasi yang akurat dengan teori dasar, memungkinkan pengguna untuk berlatih skenario dan meningkatkan keterampilan mereka dari jarak jauh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa simulator mencapai tingkat kesalahan rata-rata sebesar 1,83%
Implementasi Objek Deteksi untuk Sistem Inspeksi Visual pada Penanda Volume Botol Susu Bayi
Botol bayi memiliki peranan penting dalam memberikan susu formula atau ASI kepada bayi karena kemudahan dan efisiensi penggunaannya. Penandaan atau penakaran volume pada botol merupakan hal krusial dalam produksi karena dapat menyebabkan campuran susu formula yang tidak sesuai berpotensi membahayakan bayi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem inspeksi visual berbasis machine vision untuk membantu proses pengujian penanda volume untuk memastikan botol susu bayi memenuhi standar sehingga dapat dijual. Untuk mengembangkan sistemnya digunakan model objek deteksi YOLOv4 Tiny. Hasil penelitian didapatkan bahwa sistem mempunyai nilai tingkat pengenalan sebesar 96,86% dari 5 kali percobaan pada 14 botol sampel. Kemudian akurasi sistem dalam mengidentifikasikan volume sesuai batas toleransi sebesar 92,57%, error deteksi terdapat pada volume 0 – 50 ml dan 50 – 100 ml.Botol bayi memiliki peranan penting dalam memberikan susu formula atau ASI kepada bayi karena kemudahan dan efisiensi penggunaannya. Penandaan atau penakaran volume pada botol merupakan hal krusial dalam produksi karena dapat menyebabkan campuran susu formula yang tidak sesuai berpotensi membahayakan bayi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem inspeksi visual berbasis machine vision untuk membantu proses pengujian penanda volume untuk memastikan botol susu bayi memenuhi standar sehingga dapat dijual. Untuk mengembangkan sistemnya digunakan model objek deteksi YOLOv4 Tiny. Hasil penelitian didapatkan bahwa sistem mempunyai nilai tingkat pengenalan sebesar 96,86% dari 5 kali percobaan pada 14 botol sampel. Kemudian akurasi sistem dalam mengidentifikasikan volume sesuai batas toleransi sebesar 92,57%, error deteksi terdapat pada volume 0 – 50 ml dan 50 – 100 ml