Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
Not a member yet
    231 research outputs found

    HISTOLOGI TESTIS MENCIT (Mus musculus L.) MUDA DAN TUA YANG DIBERI EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.)

    Get PDF

    KETAHANAN TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) HASIL INDUKSI POLIPLOIDISASI DENGAN EKSTRAK UMBI KEMBANG SUNGSANG (Gloriosa superba L.) TERHADAP JAMUR Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah memperoleh konsentrasi ekstrak umbi kembang sungsang (Gloriosa superba) yang optimum untuk menghambat perkembangan jamur Colietotrichum capsici dan memperoleh kultivar tanaman terong (Solanum melongena) yang tahan terhadap penyakit antraknosa. Penelitian dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama, konsentrasi ekstrak (A): 25%, 50%, dan 75%. Faktor kedua, kultivar terong (B): Wulung, Pahala dan Patria. Parameter pengamatan meliputi persentase kerusakan daun, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman terong. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak umbi kembang sungsang berpengaruh terhadap persentase kerusakan daun, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman terong. Secara keseluruhan kombinasi perlakuan yang optimum untuk menekan perkembangan jamur C. capsici adalah konsentrasi 50% pada kultivar Wulung

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI AKTIVITAS ENZIM ALPHA-AMILASE PADA KECAMBAH KEDELAI PUTIH (Glycine max (L). Merill) DAN KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DI BAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET

    Get PDF
    Kedelai putih (Glycine max (L.) Merill) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus) banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena kandungan protein dan karbohidratnya sangat tinggi. Saat berkecambah, karbohidrat dalam biji diurai menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh enzim alpha-amilase. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perkecambahan biji adalah medan magnet karena dapat mempercepat perkecambahan, sintesis protein, dan aktivitas di dalam sel. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengetahui karakter enzim alpha-amilase pada perkecambahan biji kedelai putih dan kacang hijau yang diberi perlakuan medan magnet. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Botani dan Laboratorium Biomolekuler Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung dari bulan Mei sampai Juli 2012. Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah lama pemaparan medan magnet 0,1 mT terdiri dari: 0 menit (kontrol), 7’48’’, 11’44’’ dan 15’36’’. Parameter yang diukur adalah aktivitas enzim alpha-amilase pada hipokotil dan kotiledon kecambah pada umur yang berbeda. Perbedaaan aktivitas enzim alpha-Amilase dianalisis berdasarkan rata-rata aktivitas enzim pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan magnet mempengaruhi aktivitas alpha-amilase selama perkecambahan. Lama pemaparan medan magnet yang baik untuk meningkatkan aktivitas alpha-amilase dan mempercepat perkecambahan kedelai putih adalah 15’36’’sedangkan untuk kacang hijau adalah 11’44’’ dan 15’36’’

    EVALUASI KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PERAIRAN CAGAR ALAM LAUT KRAKATAU

    Get PDF
    Cagar Alam Laut Krakatau berada di daerah vulkanik Gunung Anak Krakatu. Aktivitas seismik yang diakibatkan oleh magma chamber Anak Krakatau menyebabkan goncangan pada dasar laut yang memungkinkan bergesernya substrat yang menjadi tempat terumbu karang tumbuh, Selain itu debu vulkanik akan mempengaruhi kalsifikasi dan pertumbuhan karang sehingga karang yang terbentuk akan rapuh dan rentan terhadap pengaruh lingkungan, seperti arus dan goncangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terkini komunitas serta keanekaragaman terumbu karang di Cagar Alam Laut Krakatau. Penelitian dilakukan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Perairan yang menjadi stasiun penelitian adalah perairan Pulau Rakata. Metode manta tow digunakan pada saat survei pendahuluan dan metode Line Intercept Transect (LIT) digunakan dalam pengambilan data terumbu karang. Stasiun penelitian yang berda di perairan Pulau Rakata dibagi menjadi empat titik pengambilan sampel. pada kedalaman 5 meter dengan panjang transek 50 meter searah garis pantai. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dari 27 spesies dalam 7 famili terumbu karang yang ditemukan pada stasiun penelitian kondisinya bervariasi dari baik sekali hingga rusak dengan tingkat tutupan berkisar antara 90,88%, 56,54%,dan 38,32 %

    INVENTARISASI JENIS – JENIS JAMUR PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KABUPATEN PESAWARAN

    Get PDF
    Kakao merupakan komoditas unggulan yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten di Lampung termasuk Kabupaten Pesawaran. Budidaya kakao di Pesawaran masih bersifat tradisional sehingga menyebabkan tanaman kakao rentan terserang penyakit seperti jamur dan akhirnya menurunkan mutu dan jumlah hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis jamur patogen dan saprofit pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran dan Laboratorium Botani FMIPA Universitas Lampung, dari bulan Juli sampai Desember 2012. Pengambilan spesimen dilakukan secara eksploratif di lima Kecamatan di Pesawaran yaitu Punduh Pidada, Gedong Tataan, Tegineneng, Padang Cermin, dan Kedondong. Pengamatan gejala serangan berupa munculnya miselium dan bercak pada organ tanaman kakao dilakukan secara makroskopis dan pengamatan secara mikroskopis dilakukan untuk mengamati bentuk, warna, dan ukuran spora. Dari hasil penelitian ditemukan 16 jenis jamur yang tergolong dalam 4 kelas. Satu jenis termasuk kelas Oomycetes, Satu jenis termasuk kelas Zygomycetes, 13 jenis jenis termasuk kelas Deuteromycetes dan satu jenis termasuk kelas Basidiomycetes

    PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TERFERMENTASI DAN PAKAN ALAMI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Diaphanosoma sp. DI LABORATORIUM

    Get PDF
    Diaphanosoma sp. adalah anggota Cladocera yang lebih dikenal sebagai kutu laut. Zooplankton ini berpotensi sebagai pakan alami bagi benih atau larva ikan karena siklus hidupnya yang relatif singkat dan mudah dikultur. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terfermentasi dengan campuran pakan alami terhadap laju pertumbuhan Diaphanosoma sp. maka telah dilakukan penelitian di Laboratorium Pakan Hidup Balai Besar Pengambangan Budidaya Laut Lampung dari bulan Maret hingga April 2013 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi, laju pertumbuhan populasi spesifik, analisa proksimat dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan terfermentasi dan pakan alami meningkatkan kepadatan dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. Kombinasi 25% pakan terfermentasi dan 75% pakan alami menghasilkan kepadatan populasi (1.10 ind/l) dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. tertinggi (21,7 %/hari)

    PENGARUH ETHREL TERHADAP KANDUNGAN KARBOHIDRAT TERLARUT TOTAL DAN AKTIVITAS DEHIDROGENASE PADA BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SELAMA PEMATANGAN

    Get PDF
    Telah diteliti pengaruh ethrel terhadap kandungan karbohidrat terlarut total dan aktivitas dehidrogenase pada buah pisang Kepok (Musa paradisiaca L.). Penelitian ini dilaksanakan dalam percobaan faktorial 2x2. Faktor A adalah 2 taraf perlakuan yaitu kontrol dan ethrel. Faktor B adalah 2 tahap waktu pengukuran, yaitu 3 dan 6 hari setelah perlakuan. Karbohidrat terlarut total diukur dengan metoda fenol-sulfur dan absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada 490 nm. Aktivitas dehidrogenase diukur dengan metode metilen blue, dan transmisi diukur dengan spektrofotometer pada 600 nm. Hubungan antara karbohidrat terlarut total dan aktivitas dehidrogenase ditentukan dengan regresi. Berdasarkan Analisis ragam pada taraf nyata 5% diperoleh bahwa ethrel tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan karbohirat terlarut total. Kandungan karbohidrat terlarut total 6 hari setelah perlakuan lebih tinggi dari 3 hari setelah perlakuan. Tidak ada pengaruh ethrel terhadap aktivitas dehidrogenase pada buah pisang Kepok. Aktivitas dehidrogenase 6 hari setelah perlakuan lebih rendah dari 3 hari setelah perlakuan. Hubungan antara karbohidrat terlarut total dengan dehidrogenase bersifat kuadratik

    ESTIMASI TABLE RIPE BUAH PISANG MULI (Musa acuminata L.) BERDASARKAN LAJU RESPIRASI KLIMAKTERIK DAN UJI IODINE

    Get PDF
    Estimasi table ripe buah pisang Muli berdasarkan laju respirasi klimakterik dan uji iodine telah dilakukan pada bulan Maret 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan saat table ripe dari buah pisang muli terjadi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 tahap pematangan buah pisang Muli sebagai perlakuan dan 4 ulangan. Laju respirasi diukur menggunakan respirometer. Karbohidrat terlarut total diukur menggunakan metode fenolsulfur dan absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 490 nm. Pati dideteksi dengan uji iodine. Gula pereduksi dideteksi dengan metode Benedict. Data dianalisis ragam pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi dan kandungan karbohidrat terlarut total tertinggi terjadi pada tahap 5. Tahap 1 dan tahap 2 mengandung banyak pati, sedangkan tahap 3, 4, dan 5 mengandung sedikit pati. Kandungan pati tidak ditemukan pada tahap 6 dan 7. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 1 dan tahap 2. Pada tahap 3 mengandung banyak gula pereduksi sedangkan tahap 4, 5, and 6 mengandung sedikit gula pereduksi. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 7. Pada tahap 5 kulit buah pisang muli didominasi warna kuning dengan sedikit warna hijau sehingga dapat disimpulkan bahwa table ripe buah pisang Muli terjadi pada tahap 5

    PENGARUH RADIASI LAMPU MERKURI TERHADAP BERAT DAN PANJANG FETUS MENCIT (Mus musculus L.)

    Get PDF
    Radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh lampu merkuri dapat mem- pengaruhi proses pembelahan sel embrio mencit. Radiasi yang mengenai sel embrio tersebut akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal dan mempengaruhi morfologi fetus mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi lampu merkuri terhadap berat dan panjang fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan pemajanan lampu merkuri selama 18 hari sebagai bentuk perlakuan terhadap mencit bunting. Hasil analisis ragam berat badan fetus dan panjang fetus menunjukkan perbedaan nyata terhadap kontrol, dan uji lanjut BNT 5% pada berat badan menunjukkan hasil bahwa semua perlakuan memiliki pengaruh yang berbeda, kecuali pada perlakuan pemajanan 12 jam/hari dan 16 jam/hari menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda. Panjang fetus kontrol menunjukkan perbedaan dengan semua perlakuan, tetapi pemajanan 4 jam/hari tidak berbeda dengan pemajanan 8 jam/hari, begitu juga antara pemajanan 12 dan 16 jam/hari tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda

    PENGARUH PELUKAAN BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAN AKTIVITAS ENZIM DEHIDROGENASE SELAMA PEMATANGAN

    Get PDF
    Penelitian dilakukan pada bulan April 2012 untuk menentukan apakah pelukaan fisik mempengaruhi degradasi klorofil dan aktivitas enzim dehidrogenase selama proses pematangan buah eruk nipis. Penelitian dilakukan dalam percobaan faktorial 2x2 denga faktor A 2 taraf waktu pengukuran: 4 hari dan 8 hari setelah pelukaan. Faktor B adalah 2 perlakuan: tidak dilukai dan dilukai. ANOVA dilakukan pada taraf nyata 5%. Hubungan antara dehidrogenase dan klorofil ditentukan dengan regresi. Hasil menunjukkan bahwa pelukaan secara nyata mempengaruhi klorofila, b, total. Klorofil a, b dan total pada perlakuan lebih rendah dari kontrol. Waktu pengukuran secara nyata hanya mempengaruhi a dan b, tetapi tidak klorofil total. Klorofil a, b pada kontrol 8 hari setelah pelukaan lebih rendah dari 4 hari, tetapi klorofil b lebih tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa waktu pengukuran secara nyata mempengaruhi aktivitas dehidrogenase. Dehidrogenase 8 hari setelah pelukaan lebih rendah dari 4 hari. Pengaruh pelukaan terhadap hubungan antara aktivitas dehidrogenase dan kandungan klorofil terlihat 8 hari setelah pelukaan. Pelukaan mengubah hubungan dari negative menjadi positif dan pelukaan mempengaruhi degradasi klorofil, tetapi tidak berpengaruh terhadap aktivitas dehidrogenase

    215

    full texts

    231

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇