Rumah Jurnal Rafandha
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
PENGENALAN KONSEP LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK
Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan konsep luas dan keliling bangun datar yang terdapat pada aktivitas permainan tradisional engklek. Kegiatan disusun dalam bentuk aktivitas permainan. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam beberapa tahap diantara, tahap pendahuluan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa anak-anak baru menyadari koneksi dari konsep bangun datar pada permainan engklek, bangun yang digunakan sebagai petak dalam permainan engklek yang terdiri dari bangun persegi, persegi panjang dan setengah lingkaran. Selain itu, anak-anak menunjukkan respon positif berupa antusiasme dalam melakukan aktivitas permainan serta perhitungan luas dan keliling dari petak engklek yang dimainkan
Smart Ladder as a Mathematics Learning Media With a STEAM Approach
This article aims to describe the implementation of using smart ladders as a medium for learning mathematics with the STEAM approach. The research method used is descriptive qualitative. The subjects studied were the fourth grade students of SD Islam Terpadu Mutiata Hati, totaling 10 students. Data collection techniques were carried out through interviews and in-depth observations and documentation techniques. The data analysis technique was carried out by using data triangulation and drawing conclusions. The result of the research is to develop a smart ladder learning media which is developed using a STEAM approach, so as to create innovative and fun and meaningful cross-disciplinary learning. Thus, the focus of this article is that researchers focus more on smart ladders as a medium for learning mathematics with the STEAM approach. In this study, researchers went directly to the field for observation
Technology Integration in Mathematics Classrooms: Impact, Challenges and Solutions Introduction
Mathematics education has always been a crucial aspect promoted by the Jamaican government, wherein teachers serve as one of the main sources in imparting this knowledge to students. However, since the pandemic, drastic changes in the educational system have forced teachers, if not all, to adapt to this shift. This essay discusses the need for technology integration in mathematics classroom learning, emphasizing the importance of knowledge and skills that teachers must possess to effectively integrate technology. Additionally, the essay highlights the positive impact of technology integration on students' learning in mathematical concepts. However, there are challenges faced by teachers, such as lack of digital skills and access to resources. Solutions to address these challenges are also discussed, including effective training, technical support, and increased access to devices and technological resources. Thus, the essay underscores the importance of technology integration in mathematics education and the efforts required to overcome associated challenges
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dengan Model Problem-Based Learning pada Materi Pola Bilangan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VIII SMP Negeri 1 Kebumen dengan menerapkan model Problem-Based Learning pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian peserta didik kelas VIII B SMP Negeri 1 Kebumen yang berjumlah 30 peserta didik. Indikator keberhasilan penelitian ini pada siklus I yaitu lebih dari atau sama dengan 65% dari jumlah peserta didik yang ada memiliki hasil tes kemampuan pemecahan masalah lebih dari atau sama dengan 70. Sedangkan indikator keberhasilan siklus II yaitu lebih dari atau sama dengan 75% dari jumlah peserta didik yang ada memiliki hasil tes kemampuan pemecahan masalah lebih dari atau sama dengan 70. Pada tes akhir siklus I jumlah peserta didik yang tuntas adalah 20 peserta didik (67%) dan jumlah peserta didik yang belum tuntas adalah 10 peserta didik (33%). Pada siklus II, jumlah peserta didik yang tuntas adalah 25 peserta didik (83%) dan jumlah peserta didik yang belum tuntas adalah 5 peserta didik (17%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VIII SMP N 1 Kebumen setelah diterapkan model Problem-Based Learning pada materi pola bilanga