e-Journal Kementerian Sosial RI
Not a member yet
    599 research outputs found

    KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA ETNIS DAYAK IBAN DI BADAU

    Get PDF
    Penelitian Kehidupan Sosial Budaya Etnis Dayak Iban di Badau, merupakan penelitian kasus etnis Dayak lban di Desa Badau Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, dan bersifat diskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan : Unsur kebudayaan Etnis Dayak Iban yang kas adalah tinggal di satu rumah panjang (Rumah Betang). Namun, pemukiman ini rawan kebakaran, dan penghuninya satu dengan yang lain tidak ada persaingan sehingga cenderung pasif bahkan terlihat pasrah. Pada umumnya mereka belum dapat memenuhi sejumlah kebutuhan secara layak. Partisipasi dalam pelestarian sumber daya alam, pemeliharaan keamanan, pemeliharaan persatuan dan kesatuan, pemeliharaan ketertiban sosial dan upaya mempertahankan identitas sebagai komunitas, pada umumnya sudah cukup baik.Kata Kunci : Kehidupan Sosial Buday

    PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Dalam teori ekonomi terdapat model pertumbuhan yangmemprediksikan perubahanekonomi atas dasar variable-variabel ekonomi seperti tingkat tabungan dan investasi, penawaran tenaga kerja, kemajuan tehnologi produksi,dan perdagangan atau ekspor.Pertumbuhan ekonomi adalah hasil atau akibat dari perubahan-perubahan formasi  permodalan, input tenaga kerja,dan berbagai unsur lain yang menyangkut perubahan produktifitas. Bila konsep pertumbuhan ekonomi dipandang dari sudut yang lebih luas,faktor-faktor lainnya aka terangkum seperti variable-variabel sosial yang mengukur struktur industri,perubahan populasi dan kesempatan pendidikan.Pembangunan kesejahteraan sosial dapat dipahami melalui pendekatan teoritis-konseptual maupun yuridis-kontekstual. Secara konseptual, pembangunan kesejahteraan sosial berakarkan pembangunan sosial dan berpusatkan pada rakyat. Dalam konteks Pembangunan Nasional,pembangunan kesejahteraan sosial merupakan bagian integral daripembangunankesejahteraan rakyat. Pembangunan kesejahteraan rakyat selaras dengan konsepsi pembangunan sosial, yang dalam literature mencakup pembangunan di bidang kesehatan,pendidikan dan perumahan. Oleh karena itu, di Indonesia pembangunan kesejahteraan sosial memiliki akar baik secara teoritis-konseptual, yaitu pembangunan sosial berpusatkan pada rakyat,maupun yuridis-kontekstual yaitu pembangunan kesejahteraan rakyat. Politik ekonomi untuk kesejahteraan rakyat mendapat ujian cukup serius pada saat ini ketika pertumbuhan ekonomi dinilai berhasil, tetapi kesejahteraan untuk rakyat bawah dipertanyakan.Kata kunci: pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan  masyaraka

    TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN PEKERJA MIGRAN

    Get PDF
    Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia telah menerima gerakan kesetaraangender, hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, falsafah negara.Namun hingga sejauh ini tindak kekerasan terhadap perempuan masih kerap terjadi, terutamaterhadap perempuan rentan sosial ekonomi, termasuk perempuan pekerja migran. Ironisnya, tindakkekerasan terhadap perempuan pekerja migran tidak hanya dilakukan oleh orang lain yang tidakmemiliki hubungan keluarga dengan korban (majikan), tetapi juga dilakukan oleh keluarga sendirisebelum menjadi pekerja migran. Bagi sebagian perempuan pekerja migran, pilihan menjadi pekerjamigran sesungguhnya dimaksud sebagai jalan keluar atas penderitaan dalam keluarga. Namuntragis di tempat kerja, mereka justru masuk ke dalam perangkap kekerasan lainnya. Oleh sebabitu upaya pemberdayaan perempuan masih amat relevan bahkan sangat mendesak dilakukansecara konprehensif.Kata kunci: tindak kekerasan, perempuan, pekerja migra

    PERANAN SEKTOR INFORMAL DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

    Get PDF
    Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama dalam konteks pembangunan nasional. Padadan orang hampir miskin berjumlah 72.12 juta. Sesungguhnya pemerintah telah melaksanakankegiatan penanggulangan kemiskinan dengan dukungan anggaran yang cukup besar. Salah satuprogram yang dikembangkan pemerintah (Kementerian Sosial) yaitu pengembangan sektorinformal melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin (P2FM). Tetapi pelaksanaan skematersebut belum efektif mengurangi jumlah penduduk miskin. Padahal, skema pengembangansektor informal secara konseptual sudah tepat dalam penanggulangan kemiskinan. Sehubungandengan itu, perlu dilakukan penguatan-penguatan pada program yang sudah ada berdasarkankondisi masyarakat yang dinamis. Pilihan-pilihan jenis usaha yang dikelola orang miskin dalammekanisme KUBE, kemungkinan sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan pasar. Hal ini tentumenimbulkan kejenuhan pada sistem produksi maupun sistem distribusi, sehingga mempengaruhikesinambungan pengelolaan usaha penduduk miskin.Key word : sektor informal, kemiskinan, kebijakan sosial

    REAKSI PSIKOSOSIAL TERHADAP PENYAKIT DI KALANGAN ANAK PENDERITA TALASEMIA MAYOR DI KOTA BANDUNG

    Get PDF
    Artikel ini didasarkan pada penelitian tentang Reaksi Psyhcosocial untuk Sakit antara Anak DenganThalassaemia Mayor di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang (1)karakteristik responden, (2) kecemasan kesehatan (3) keyakinan pasien terhadap penyakitt, (4)Persepsi penyakit dari pandangan psikologis dan somatik, (5) pertahanan diri yang efektif darireaksi sakit, (6) reaksi gangguan afektif, (7) reaksi penolakan pasien terhadap penyakit, (8) reaksimarah terhadap penyakit yang dialami responden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif. Sampling yang digunakan Sensus. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS 18,00. Hasil penelitian menunjukkanbahwa reaksi psikososial terhadap penyakit dikalangan anak-anak dengan kasus TalasemiaMayor terlihat dalam kategori reaksi psyhosocial sedang. Masalah utama adalah respondentidak sepenuhnya menerima talasemia mayor sebagai bagian dari kehidupan mereka, karenanya,diperlukan upaya untuk menangani masalah Reaksi Psikososial terhadap Penyakit dengan ProgramBantuan Psikososial untuk Anak-anak Dengan Talasemia Mayor melalui Kelompok Bantu Diri.Program ini diharapkan dapat memberikan penguatan emosional pasien talasemia, sehingga adapenerimaan yang talasemia adalah bagian dari kehidupan mereka. Untuk menjalankan programpihak lain baik POPTI, administrator, relawan dan pekerja sosial.Kata Kunci: Anak, Talasemia, Talasemia Mayor,Reaksi Psikososial, Intervens

    KEMISKINAN DAN KESENJANGAN SOSIAL

    Get PDF
    Kadar kemiskinan tidak lagi sekedar masalah kekurangan makanan, tetapi bagi wargamasyarakat tertentu bahkan sudah mencapai tahap ekstrem sampai level kehabisan dan ketiadaanmakanan. Potret kemiskinan itu menjadi sangat kontras karena sebagian warga masyarakat hidupdalam kelimpahan, sementara sebagian lagi hidup serba kekurangan. Kekayaan bagi sejumlahorang berarti kemiskinan bagi oarng lain. Tingkat kesenjangan luar biasa dan relatif cukupmembahayakan. Substansi dari kesenjangan adalah ketidakmerataan akses terhadap sumberdaya ekonomi. Masalah kesenjangan adalah masalah keadilan, yang berkaitan dengan masalahsocial . Masalah kesenjangan mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan.Kata kunci: kemiskinan dan kesenjangan sosia

    DAMPAK SOSIAL BUDAYA TAYANGAN IKLAN KOSMETIKA PADA MEDIA TELEVISI YANG BIAS GENDER

    Get PDF
    Televisi adalah salah satu media publik yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Namun demikian, hal ini juga membawa dampak dalam kehidupan manusia, dimana media informasi ini menyebar dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Beberapa tayangan telivisi, melalui iklannya menyajikan beberapa informasi yang berkiatan dengan berita tertentu, pendidikan maupun tayangan yang bersigat hiburan. Televisi mempunyai kelebihan untuk menyajikan siaran secara langsung (live broadcasting) yang dapat mencapai pemirsanya ke seluruh pelosok negeri, bahkan televisi dapat memungkinkan terjadinya diskusi secara langsung, serta mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan komersialisasi, budaya konsumtif, kemewahan serta pujian atas kecantikan, kemewahan karena daya tarik iklan yang ditawarkan kepada pemirsa. Untuk itu kita harus mempunyai startegi yang tepat untuk mengurangi dampak negatif dari aspek sosial budaya yang mempengaruhi masyarakat

    MENCEGAH DAN MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NAPZA MELALUI PERAN SERTA MASYARAKAT

    Get PDF
    Pemerintah telah menunjukkan beberapa hasil nyata dalam upaya pencegahan peredaran gelapnapza serta penanggulangan penyalahgunaan napza melalui pengobatan secara medis. Namundemikian jumlah penylahgunaan napza dari tahun ke tahun semakin meningkat. Oleh karena ituupaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelapnapza perlu ditingkatkan dengan melibatkan secara optimal peran serta masyarakat. Untuk itulangkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : (1) melakukan pertemuan dengantokoh masyarakat lokal; (2) memberi pencerahan kepada tokoh masyarakat baik formal maupuninformal mengenai peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulanganpenyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelap napza yang tertuang dalam Bab III UU RINo.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Bab XII UU RI No.5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika;(3) membentuk wadah dalam bentuk organisasi yang dikoordinasikan oleh BNN; (4) mendorongproses membangun kesadaran masyarakat, membangun sistem, menyusun pedoman, dan melaltih34 Informasi, Vol. 16 No. 01 Tahun 2011I. PENDAHULUANPada mulanya, narkoba atau napzamerupakan zat-zat yang sering digunakan untuktujuan medis atau kedokteran, sepertimenghilangkan rasa sakit, misalnya heroin yangditemukan oleh Hendrich Dresser pada tahun1875 (Utami,dkk;2006: 33). Heroin inidigunakan sebagai pengganti morfin untukmelakukan pembiusan. Semula, di duga tidakakan menimbulkan ketergantungan, namun baikheroin maupun morfin keduanya berasal dariopium malah menimbulkan ketergantungan yangsangat kuat. Jika zat-zat semacam inidigunakan bukan untuk keperluan medis tanpamengindahkan kaidah-kaidah medis atau dosisseharusnya dan digunakan secara tetap, padagilirannya dapat menimbulkan kerusakan fisik,mental, dan sikap hidup di masyarakat.Penggunaan yang seperti demikian disebutpenyalahgunaan napza atau drug abuse.Lebih lanjut Prini Utami mengemukakanbahwa di Indonesia, kasus penyalahgunaannapza mulai terjadi membesar pada tahun 70an,dimana pada tahun 1971 diperkirakan terdapat2.000 - 3.000 kasus ketergantungan obat diberbagai rumah sakit di Indonesia meskipun datastatistik pada waktu itu tidak memisahkanantara pengguna narkoba dengan alkohol. Untukitu pemerintah melakukan upaya penanggulanganterhadap penyalagunaan napza denganmengeluarkan Inpres Nomor 6 Tahun 1971Tentang Pembentukan Badan yang bertugasMengkoordinasikan Penanggulangan AntarDepartemen terhadap Masalah Narkotika.Jumlah penyalahgunaan narkoba atau napzameningkat dari tahun ke tahun secara cepat.Kasusnya seperti gunung es yang mencuatkepermukaan laut, sedangkan bagian terbesar dibawahnya tidak tampak. Menurut OrganisasiKesehatan Sedunia (WHO), jika terdata satukasus, berarti ada sepuluh kasus di sekitarnya,yang tidak terdeteksi (Anonim 2007: 48 - 49).Lebih lanjut dikemukakan angka kambuh daripecandu yang pernah dirawat pada pusat-pusatterapi dan rehabilitasi adalah 60 - 70 persen .Artinya, sebagian besar pecandu akan berulangkali dirawat dan kambuh lagi. Stigma dimasyarakat yang memandang penyalahgunaannapza sebagai pelaku kejahatan menyebabkanhanya 5 – 10 persen dirawat di Rumah Sakitatau Panti. Sebagian terbesar (90 persen) beradadi keluarga, sekolah, tempat kerja, danmasyarakat, atau penjara. Itu sebabnya di kotakotabesar di Indonesia tidak ada kabupaten,kecamatan, atau bahkan kelurahan bebas daripenyalahgunaan dan peredaran gelap napza. Selaindata mengenai angka kambuh pecandu napza, jugadikemukakan mengenai tingginya angka kematian.Menurut penelitian, paling sedikit 40 orang setiaphari di Indonesia meninggal karenatenaga-tenaga masyarakat agar handal; dan (5) memberi akses agar masyarakat mudahmenghubungi atau melapor apabila diduga ada tindak pidana yang berkaitan denganpenyalahgunaan napza.Kata Kunci: Mencegah, menanggulangi, penyalahgunaan napza dan peran serta masyaraka

    KEBUTUHAN PELAYANAN SOSIAL PENYANDANG CACAT

    Get PDF
    Penyandang cacat tubuh pada dasarnya memiliki kemampuan dan potensi yang dapatdikembangkan agar dapat mandiri. Untuk dapat mandiri penyandang cacat memerlukan rehabilitasisosial dan untuk dapat melaksanakan rehabilitasi sosial dengan baik maka perlu diketahui kebutuhanpenyandang cacat. Informan utama dalam penelitian ini adalah kelayan dan mantan kelayan pantiyang diperkuat informasi dari pelaksana program baik unsur pimpinan, operasional maupunpenunjang yang diperoleh melalui wawancara langsung dan hasil diskusi kelompok terfokus (FGD).Hasil kajian menunjukkan bahwa penyandang cacat tubuh membutuhkan adanya pengakuan akankeberadaan mereka sebagai individu dan makluk sosial yang memiliki kemampuan dan potensiyang tidak jauh berbeda dengan orang normal. Mereka juga membutuhkan adanya pengakuandan penerimaan dari orangtua, keluarga dan masyarakat dengan kondisi kecacatannya. Selanjutnyamereka juga membutuhkan pelayanan umum/aksesibilitas yang dapat mendukung segalaaktivitasnya dan akses pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.18 Informasi, Vol. 16 No. 01 Tahun 2011I. PENDAHULUANPenyandang cacat merupakan bagianmasyarakat Indonesia yang memilikikedudukan, hak, kewajiban dan kesempatanserta peran yang sama dalam segala aspekkehidupan maupun penghidupan seperti halnyaWNI lain. Pengakuan tersebut dikuatkan secarahukum melalui Undang-Undang Nomor 4/1997diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor43/1998 tentang Upaya PeningkatanKesejahteraan Sosial Penyandang Cacat.Data PBB mengungkapkan 10 % daritotal populasi penduduk dunia atau sekitar 650juta adalah penyandang cacat. Laporan yangdisampaikan Bank Dunia mengungkapkansekitar 20 % dari penyandang cacat diseluruhdunia datang dari kelas ekonomi lemah. Kondisisosial penyandang cacat pada umumnya dalamkeadaan rentan baik dari aspek ekonomi,pendidikan, keterampilan maupunkemasyarakatan. Secara ekstrem bahkanmasih ada keluarga yang menyembunyikananggota keluarga yang cacat terutama dipedesaaan. Disisi lain masih ada masyarakatyang memandang dengan sebelah mataterhadap keberadaan dan kemampuan parapenyandang cacat.Penyandang cacat tubuh sebagai salahsatu penyandang masalah kesejahteraan sosialperlu mendapat perhatian agar mereka dapatmelaksanakan fungsi sosialnya. Penyandangcacat tubuh adalah mereka yang tubuhnya tidaknormal sehingga menghambat kemampuannyauntuk melaksanakan fungsi sosialnya dimasyarakat. Mereka masih bisa berpikir normal,dapat melihat, mendengar, beraktivitas danberbuat sesuatu. Sementara ada bagian-bagiantertentu dari tubuhnya yang kurang berfungsinamun ada juga bagian-bagian tubuh lain yangmasih bisa difungsikan. Penyandang cacattubuh didalam mobilitasnya secara tidaklangsung akan mengalami kesulitan dalammelakukan aktivitas. Jika dibandingkan denganorang yang normal secara fisik penyandangcacat tubuh mengalami kelemahan dalammenggerakkan tubuhnya secara optimal.Penyandang cacat tubuh secara psikis akanmengalami rasa rendah diri dan kesulitan dalammenyesuaikan diri di masyarakat, karenaperlakukan masyarakat/lingkungan sekitarberupa celaan atau belas kasihan ketikamemandang mereka.Permasalahan yang dihadapipenyandang cacat di Indonesia antara lainOleh karena itu direkomendasikan perlunya peningkatan sosialisasi tentang penyandang cacat,masalah dan kebutuhannya guna menghilangkan stigma masyarakat dan meningkatkan kepedulianmasyarakat kepada penyandang cacat, perlu penyediaan aksesibilitas disetiap ruang publik dantempat kerja, perlu memperbanyak alat bantu mobilitas bagi penyandang cacat sesuai dengantingkat kecacatan, pemberian pelayanan sosial hendaknya mengacu pada kebutuhan penyandangcacat serta perlu dukungan perda sebagai bentuk perlindungan bagi penyandang cacat di setiapdaerah.Kata Kunci: Kebutuhan Pelayanan Sosial, Penyandang Cacat Tubu

    TINJAUAN ANALITIS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI ERA OTONOMI DAERAH

    Get PDF
    Pemberdayaan merupakan upaya untuk membantu masyarakat agar dapat menolong diri merekasendiri atau upaya untuk memimpin masyarakat agar belajar memimpin diri mereka sendiri, sehinggamasyarakat tersebut dapat memecahkan masalahnya sendiri sesuai dengan kemampuansumberdaya lokal yang ada dalam masyarakat tersebut. Kemiskinan merupakan sebuah kondisiyang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan maupun nonmakanan, yang di sebut garis kemiskinan atau batas kemiskinan. Pemberdayaan Masyarakatmelalui PNPM Mandiri pada hakekatnya adalah gerakan nasional dalam wujud pembangunanberbasis masyarakat yang menjadi kerangka kebijakan serta acuan dan pedoman bagi pelaksanaanberbagai program pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan.Kata Kunci: Pemberdayaan, Kemiskinan, Program PNPM Mandiri

    396

    full texts

    599

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Kementerian Sosial RI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇