E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
    6430 research outputs found

    PENGARUH KERAPATAN TANAH PASIR KALI OPAK PLERET YOGYAKARTA TERHADAP POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN UJI SHAKING TABLE

    No full text
    Likuifaksi adalah suatu peristiwa berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada saat gempa terjadi sehingga tekanan air pori meningkat melebihi tegangan efektif tanah. Likuifaksi umumnya terjadi di lapisan sedimen granular dengan tingkat kerapatan rendah. Pengaruh kerapatan relatif tanah terhadap mekanisme likuifaksi dapat diketahui dengan melakukan uji eksperimental menggunakan shaking table. Parameter yang digunakan untuk menentukan tanah yang mengalami likuifaksi adalah rasio peningkatan tegangan air pori (ru). Jika ru ≥ 1 maka likuifaksi dapat terjadi, sedangkan jika ru < 1 maka likuifaksi tidak dapat terjadi. Tanah pasir Kali Opak Pleret yang digunakan sebagai objek dalam penelitian memiliki kerapatan sebesar 24,35%. Hasil evaluasi uji shaking table menunjukkan bahwa potensi likuifaksi terbesar terjadi pada kerapatan relatif tanah 25% untuk percepatan gempa 0,4g dan terendah tercatat pada kerapatan relatif tanah 55% untuk percepatan gempa 0,3g. Penurunan muka tanah terbesar terjadi pada kerapatan relatif 25% yakni 4 cm dan terendah pada kerapatan 55% sebesar 0,53 cm. Pengujian ini menunjukkan bahwa pada tanah pasir Kali Opak Pleret dengan kerapatan relatif tanah 25% dan 35% berpotensi likuifaksi, dan pada kerapatan relatif tanah 45% dan 55% tidak berpotensi likuifaksi

    PENGUKURAN DAN PEMETAAN PERUMAHAN PEGAWAI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA DI KAWASAN BUKIT PINANG BAHARI SAMARINDA

    No full text
    Surveying atau ilmu ukur tanah merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang sebagian kecil dari bentuk permukaan bumi dengan melakukan pengukuran untuk mendapatkan hasil berupa suatu peta.Survey adalah suatu ilmu untuk menentukan posisi suatu titik di permukaan bumi. Metode yang digunakan pada pengukuran ini menggunakan metode poligon tertutup, dimana titik sudut yang pertama sama dengan titik sudut yang terakhir (kembali ke titik awal). Poligon tertutup terutama sekali digunakan untuk kerangka peta, penentuan batas, penentuan luas daerah, dan lain-lain.Alat yang digunakan pada pengukuran ini menggunakan alat theodolite semi digital dimana menggunakan beberapa rumus untuk mencari nilai absis, ordinat, dan elevasi yang digunakan untuk penggambaran peta topografi dan mencari luas area yang diukur. Dari pengukuran ini didapat luas lahan perumahan pegawai Politeknik Negeri Samarinda di kawasan bukit pinang bahari yaitu 71.640,756 m² atau 7,16 Ha

    Perancangan Ulang Struktur Bawah Dan Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Jembatan Betapus, Bayur, Sempaja Selatan Kota Samarinda

    No full text
    Jembatan Betapus dirancang sebagai jembatan rangka baja kelas A dengan bentang 50 meter yang memiliki lebar total 9 meter terdiri dari jalan 7 meter dan trotoar masing- masing 1 meter. Jembatan ini memiliki muka air banjir ± 4 meter dan memiliki kedalaman tanah keras 58 meter. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendesain abutment jembatan dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) jembatan. Perhitungan pembebanan sesuai dengan RSNI T-02-2005 dan struktur atas menggunakan jembatan rangka baja fabrikasi Bakrie Metal kelas A. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dihitung menggunakan standar Kementerian Pekerjaan Umum Dirjen Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3 dan HSPK tahun 2016 untuk daerah Samarinda. Abutment jembatan menggunakan tipe kantilever dengan panjang 11 meter, lebar 4 meter dan tinggi 4,2 meter, dengan safety factor terhadap guling > 2,2 dan terhadap geser > 1,1. Pondasi tiang pancang pipa baja dengan diameter 50 cm dan tebal 1,2 cm.Jumlah tiang pancang 21 buah dengan daya dukung tiang pancang kelompok Qultimit = 6171,87 kN. Sedangkan rencana anggaran biaya yang dihitung berdasarkan HSPK 2016 diperoleh nilai sebesar Rp. 27.033.715.000,

    PEMANFAATAN SERBUK KAYU LOKAL KALIMANTAN DAN PASIR MAHAKAM SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN BATAKO KOMPOSIT MORTAR SEMEN

    No full text
    Serbuk kayu adalah limbah organik yang merupakan bahan sisa hasil penggergajian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai daerah penghasil kayu tentunya kalimantan memiliki limbah kayu yang cukup besar. Apabila hal ini tidak dicarikan solusi penanganannya tentunya akan menyebabkan masalah lingkungan, karena limbah gergaji membutuhkan ruang untuk pembuangan.  Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai bahan bangunan dengan memanfaatkan serbuk kayu yang memberikan hasil semakin besarnya penggunaan serbuk kayu pada campuran menjadikan bahan bangunan semakin lebih ringan, akan tetapi kekuatannya semakin rendah. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kekuatan batako yaitu dengan memberikan komposit pada lapisan luar keliling batako. Proses pembuatan batako terdiri dari dua tahapan, tahapan pertama dengan meletakan campuran beton ringan serbuk kayu, kemudian dilanjutkan dengan tahapan yang kedua yaitu dengan memberikan lapisan mortar semen dengan variasi ketebalan 2 cm, 3 cm dan 4 cm. Hasil penelitian didapat kenaikan kuat tekan batako komposit mortar semen pada keliling batako dengan ketebalan mortar semen masing masing 2 cm, 3 cm dan 4 cm dihasilkan berturut-turut adalah 1,25 MPa, 1,56 MPa dan 1,94 MPa untuk batako serbuk kayu ulin, 0.91 Mpa, 1,26 Mpa dan 1,1 Mpa untuk batako serbuk kayu galam sedangkan untuk batako serbuk kayu kapur masing masing 0,42 Mpa, 0,78 Mpa, dan 0,93 Mpa. Berat jenis untuk untuk kayu ulin rata-rata adalah 362,6 kg, bataton kayu galam adalah 328,3 kg sedangkan untuk kayu kapur 308,7 kg

    EVALUASI STRUKTUR JEMBATAN OVERPASS STA 11+460 SEGMEN 3 PADA RUAS JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA

    No full text
    Evaluasi struktur jembatan overpass dilakukan untuk memastikan kinerja dari struktur jembatan overpass yang sebenarnya terletak pada ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda segmen 3 STA 11+460. Evaluasi yang dimaksud berupa kajian kekuatan struktur pada pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan, terdiri dari PC-I girder, pilar, serta pondasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tegangan awal dan tegangan akhir yang terjadi pada PC-I girde, stabilitas guling dan geser pada pilar, kapasitas dukung pondasi tiang pancang jembatan overpass. Standar pembebanan pada struktur mengacu pada RSNI T-02-2005. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bagian girder tegangan kondisi akhir memiliki nilai -20700,54 kPa lebih kecil dari tegangan ijin -23094 kPa, pada bagian pilar safety factor yang terjadi lebih besar dari safety factor ijinnya, dan pondasi jembatan overpass beban yang terjadi lebih kecil dari beban ijinnya. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan jembatan overpass masih dalam batas aman dari segi strukturnya, sangat kokoh dan juga layak untuk digunakan

    Analisis Perencanaan Saluran Irigasi Gunung Tinggi Langkat

    No full text
    Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pengambilan air untuk pertanian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merencanakan Saluran Irigasi Gunung Tinggi memiliki Luas 126,5 Ha (Baku) terdiri dari Fungsional 68,5 Ha dan sisanya Potensial 58 Ha. Jaringan Irigasi Gunung Tinggi  memiliki beberapa Saluran Primer dan Sekunder dengan Panjang tersendiri. Saluran Primer sepanjang 0,65 Km, Saluran Sekunder SK-1 sepanjang 1,10 Km, Saluran Sekunder SK-2 sepanjang 1,25 Km, Saluran Sekunder SK-3 sepanjang 1,65 Km. Daerah Irigasi ini disuplei air dari Bendung Intake   yang bersumber dari Sei Temuyuk Desa Gunung Tinggi dengan Panjang Saluran 4,65 Km berhulu di Desa Gunung Tinggi dan berhilir di Sei Bekulap di Desa Aman Damai Kec. Sirapit. Metode yang digunakan dalam perencanaan debit ini adalah Metode Strickler. Langkah awal dalam penulisan skripsi ini adalah Analisis Hidrologi Curah Hujan dari stasiun curah hujan Kuala, Tanjung Langkat, dan Serapit  dengan jumlah data tahun 2012-2021. Untuk menentukan perencanaan saluran irigasi dipengaruhi oleh besarnya kebutuhan air irigasi untuk mengetahui debit yang akan di aliri saluran. Dari hasil analisa dengan beberapa alternatif awal pola tanam yang sudah direncanakan diperoleh kebutuhan air disawah(NFR) sebesar 1,17 lt/det/ha dan kebutuhan air irigasi (DR) sebesar 1,80 lt/det/ha yang terjadi pada pertengahan bulan, dan didapat dimensi saluran primer dan sekunder dengan bentuk trapesium pada Daerah Irigasi Gunung Tinggi berturut-turut adalah untuk lebar dasar saluran (b) 1,98 m dan 0,81 m, kedalaman air di saluran (h) 0,210 m dan 0,070 m dengan tinggi jagaan 0,20 m

    Penilaian Kondisi Jalan Metode Pci, Sdi, Dan Iri Pada Jalan Poros Samarinda - Bontang

    No full text
    Penggunaan jalan khususnya di wilayah Kota Samarinda pada ruas jalan poros Samarinda - Bontang terus meningkat akibat pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Dengan padatnya jumlah kendaraan yang melaluinya setiap hari jalan ini mengalami kerusakan permukaan jalan. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kondisi permukaan poros Samarinda - Bontang sepanjang 27,5 km. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Pavement Condition Index (PCI), metode Surface Distress Index (SDI), dan metode International Roughness Index (IRI) dengan aplikasi RoadLab Pro. Survei dilakukan dengan total panjang jalan adalah 14.1 km. Hasil penilaian dari metode PCI, pada Jl. Ahmad Yani 2 didominasi oleh kondisi baik menurut PCI dan sedang menurut SDI juga IRI. Pada Jl. DI Panjaitan didominasi oleh kondisi baik menurut PCI dan SDI namun kondisi sedang menurut IRI. Untuk Jl. Poros Samarinda-Bontang Segmen 1 didominasi oleh kondisi baik menurut PCI juga SDI dan kondisi sedang menurut IRI. Untuk segmen 2 didominasi oleh kondisi rusak ringan menurut PCI dan kondisi sedang menurut SDI juga IRI. Untuk segmen 3 didominasi oleh rusak berat menurut IRI dan kondisi sedang menurut SDI dan IRI. Untuk segmen 4 didominasi oleh rusak berat menurut PCI juga SDI dan rusak ringan menurut IR

    Pemanfaatan Material Lokal Kutai Barat Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Normal

    No full text
    Pekerjaan konstruksi khususnya perkerasan jalan di Provinsi Kalimantan Timur banyak menggunakan material penyusun seperti agregat kasar dan agregat halus yang didatangkan dari luar pulau Kalimantan. Sedangkan Kabupaten Kutai Barat memiliki banyak ketersediaan material lokal berupa agregat kasar dan agregat halus yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuat beton. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan material lokal tersebut, yaitu agregat Muara Asa dan Keay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik material lokal Kutai Barat terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton normal. Harapannya, penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan dalam pemanfaatan material lokal di Kalimantan Timur. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekan beton adalah silinder beton dengan ukuran 15 cm 30 cm dan benda uji untuk pengujian kuat lentur beton adalah balok beton dengan ukuran 15 cm 15 cm 60 cm. Pembuatan mix design menggunakan metode SNI 03-2834-2000 dengan umur beton 28 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan variasi batu pecah Muara Asa dan pasir Muara Asa sebesar 11,87 MPa pada umur beton 28 hari serta kuat lentur sebesar 2,838 MPa pada beton umur 28 hari, pada variasi batu pecah Muara Asa dan pasir Keay didapatkan hasil 12,03 MPa dan kuat lentur beton sebesar 3,568 MPa pada beton umur 28 hari

    PENGARUH WAKTU DAN PELEPASAN PECTIN TERHADAP BILANGAN KAPPA PADA PROSES PEMBUATAN PULP DARI AMPAS TEBU

    No full text
    Indonesia is a large country, so the need for paper in Indonesia is also quite high at 349 tons per year. If you cannot balance the availability of raw materials with the need for paper, it will have a negative impact, namely uncontrolled deforestation which will damage the environment. The choice of bagasse waste as the basic material for making pulp is because bagasse has a high cellulose content of 61.96% and lignin of 22.45%. So that sugar cane bagasse can be used as a basic raw material for making pulp. This research was conducted to determine the effect of time and pectin release on the kappa number in the process of making pulp from sugarcane bagasse. Making pulp by washing the bagasse then drying it, then making a blank solution and in the pulping process the cooking solution used in the soda process is a NaOH solution. NaOH solution with mixed variations of 10%, 15%, 20%, 25%, 30% is put into a beaker until it weighs 20 grams, stirred thoroughly with a stirring time of 5 minutes, then heated with a heating time of 30, 60, 90, 120, 150 minutes and using a temperature of 120℃. Then the cooked bagasse is removed and cooled to room temperature, then the residue and filtrate are filtered, then the pulp is washed with distilled water. After that, the pulp is put in the oven until dry and then titrated. The highest lignin content was 1.8925% at a pulping time of 30 minutes with a NaOH concentration of 10%. Meanwhile, the lowest lignin content was 1.2688% at a pulping time of 150 minutes with a NaOH concentration of 30

    Pencegahan Pernikahan Dini (Studi Kasus: SMK Kesehatan Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur)

    No full text
    Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, merupakan sebuah desa di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Teros merupakan salah satu desa yang mempunyai angka pernikahan usia dini yang cukup tinggi dan tentunya perlu adanya suatu tindakan dari pemerintah dan juga harus mendapat sebuah perhatian dari Lembaga Lembaga terkait, hal ini juga sangan diperlukannya sebuah kesadaran dari masyarakatnya yang ada di Desa Teros. Oleh karena itu, adanya program dari mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram yaitu suatu bentuk kampanye Upaya pencegahan pernikahan anak usia dini. Program ini merupakan salah satu bentuk unjuk rasa dari mahasiswa KKN untuk turut serta dalam mencegah maraknya pernikahan anak usia dini. Cara yang dilakukan untuk mengatasi tingginya angka pernikahan dini adalah dengan melakukan teknik sosialisasi dan pendokumentasian kemudian penyampaian materi terkait pencegahan pernikahan dini, yang pada intinya diharapkan akan timbul kesadaran akan dampak dari pernikahan usia dini itu sendiri dan juga dapat mengurangi. angka pernikahan dini

    173

    full texts

    6,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇